Mohon dukungan doa

 Kepada pembaca setia renunganpagi.id, 
 
Kami mohon dukungan doa, dengan bergabung doa bersama kami, saat ini kami memiliki masalah besar, dimana saudara orangtua kami kurang lebih 31 tahun yang lalu meminjam sejumlah uang bernominal besar dari orangtua kami, uang tersebut merupakan hasil dari penjualan rumah yang sebagian uang untuk pengobatan sakit nenek kami. Dahulu orangtua kami meminjamkan begitu saja atas dasar belaskasihan tanpa surat-surat, tidak ada bukti apapun. Uang tersebut kami butuhkan untuk membangun ulang rumah yang kami tempati, karena sudah dalam keadaan rusak. Uang tersebut dipinjam kurang lebih 31 tahun hingga kini, tidak dikembalikan, belum ada itikad baik untuk mencicilnya atau membayarnya, namun justru mengganggu kenyamanan hidup kami yang hidupnya biasa-biasa saja. Peminjam saat ini jatuh dalam hutang yang makin banyak dengan orang lain, serta gaya hidup hedonisme, pergi tamasya, serta merencanakan rencana jahat untuk kami. (serangan psikis)  
Mungkin ada pembaca yang bertanya mengapa tidak memperkarakan dia? Percuma,  karena tidak ada bukti, dalam hal ini korbannya bukan hanya keluarga kami, dan ia hingga saat ini masih menggunakan mulutnya yang licin untuk mencari korban orang lain yang dapat meminjami dia uang. Jadi kami hanya bisa berpasrah kepada Tuhan dan kami mohon dukungan doa bapak/ibu/saudara/i, dengan bergabung dalam doa Rosario (dengan ujud: mohon agar saudara kandung dari orangtua admin renunganpagi.id yang meminjam uang dari orangtua admin renunganpagi.id memiliki kesadaran untuk mengembalikan uang tersebut dan semoga ia lekas bertobat - silakan bila ingin dimodifikasi) atau Doa kepada St. Antonius atau Devosi Kepada Hati Kudus Yesus. Jalan lain telah ditempuh namun buntu, tiada jalan lain selain doa, kami mendoakannya setiap pagi hari.  Tolonglah kami agar kami dapat keluar dari masalah tersebut dengan turut berdoa dengan ujud tersebut. Terima kasih. Tuhan memberkati.
 
Devosi Kepada Hati Kudus Yesus

Hati Kudus Yesus, Hati yang penuh cinta kasih, setiap anak yang datang mengaku dengan sungguh karena penuh dosa dan kelemahan, maka Engkau akan tergerak dengan penuh belas kasihan. Ampunilah kami yang senantiasa melukai Hati Kudus-Mu. Aku dengan semua kelemahan diriku menyerahkan hatiku seutuhnya kepada-Mu. Ya Yesus jadilah Juruselamat dan Raja pribadiku seutuhnya. Aku membuka hatiku lebar lebar dengan penuh kerinduan pada-Mu. Masukilah hatiku ini, walaupun nista isinya dan kotor pelatarannya, bahkan hatiku yang rusak dan penuh luka ini. Aku percaya akan penyelenggaraan-Mu yang senantiasa mengasihi aku terlebih dahulu. Karena Engkau Tuhan, sesungguhnya Engkau memang tidak membutuhkan kasihku, tetapi apa yang selama ini ku rindukan adalah: aku mengasihi-Mu Allahku, dan diriku kupersembahkan seutuhnya kepada-Mu. Inilah permohonanku ......................... Maka ampunilah kami dan seluruh dunia ini yang senantiasa melukai Hati Kudus-Mu, ya Tuhan.
atau

Doa Yang Indah Kepada St. Antonius


“Terpujilah Allah bersama para Malaikat dan Orang kudus-Nya”.

Ya Santo Antonius yang paling lemah lembut diantara orang kudus.
cintamu kepada Allah dan belas kasihanmu kepada makhluk-Nya,
menyebabkan engkau memiliki kekuatan Mukjizat ketika masih hidup di dunia.
Mukjizat-Mukjizat menanti kau ucapkan
bila saja engkau siap memohonkannya bagi mereka yang menghadapi kesukaran dan kesedihan.

Terdorong oleh gagasan ini, aku memohon darimu agar memperoleh bagiku :


(.................................)
   
Jawaban untuk doaku ini, mungkin membutuhkan terjadinya mukjizat,
bahkan walaupun begitu, engkau adalah orang kudus dari banyak mukjizat.

Ya Santo Antonius yang lembut dan penuh kasih,
yang hatinya senantiasa penuh simpati manusiawi,
tolong bisikkan permohonanku ini ketelinga kanak-kanak Yesus yang manis,
yang amat senang berada di dalam pelukanmu,
dan rasa syukur hatiku akan selalu menjadi milikmu.
Amin.

( Satu kali, kalau ada waktu 13 kali Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan )


Info: kontak.rpg(at)gmail.com
Update 29 Des 2021 19.38 WIB
hanya untuk komunitas pembaca renunganpagi.id
Karya: Anna_Anikina/istock.com