| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Selasa, 22 Juni 2021 Hari Biasa Pekan XII

 


Selasa, 22 Juni 2021
Hari Biasa Pekan XII

“Sesuatu yang murni, bebas dari kecenderungan hawa nafsu, mengarah pada sumber kedamaian, yakni Kristus” (St. Gregorius dari Nissa)

Antifon Pembuka (Mzm 15:1a.2)

Tuhan, siapa yang boleh menumpang di kemah-Mu? Orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya.

Doa Pagi


Allah Bapa Mahakuasa, andaikata Engkau tidak menunjukkan jalan, tentu kami tersesat seperti orang buta. Perkenankanlah sabda Yesus Putra-Mu selalu mengarahkan perjalanan kami, agar dapat memasuki sukacita abadi, yang Kaujanjikan kepada siapa pun yang berkehendak baik. Sebab Dialah Tuhan yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Bacaan dari Kitab Kejadian (13:2.15-18)   
    
"Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, sebab kita ini kerabat!"
   
Abram itu seorang yang sangat kaya. Ia memiliki banyak ternak, perak dan emas. Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu serta kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. Maka berkatalah Abram kepada Lot, “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, antara para gembalaku dan gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untukmu? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku: jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.” Lalu Lot melayangkan pandangannya, dan dilihatnyalah bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora. Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu; lalu ia berangkat ke sebelah timur, dan mereka berpisah. Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan. Setelah Lot berpisah dari Abram, bersabdalah Tuhan kepada Abram, “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan ke barat, utara dan selatan. Seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu, untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu banyak seperti debu tanah. Sebagaimana debu tanah tak dapat dihitung, demikian pun keturunanmu tak terhitung banyaknya. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.” Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan ia menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron. Lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan do = f, 3/4, PS 848
Ref. Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?
Ayat. (Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5)
1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.
3. Yang tidak meminjamkan uangdengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 8:12)
Akulah cahaya dunia; siapa yang mengikuti Aku, ia hidup dalam cahaya abadi.
     
Inilah Injil Suci menurut Matius (7:6.12-14)
   
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."
    
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya.”
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe
 
Renungan
  
 Ada ungkapan bahwa kesempatan datang sekali. Dan ketika datang, kita harus cepat meraihnya, jika tidak maka akan hilang untuk selamanya.

Tetapi ketika hanya satu kesempatan yang muncul dengan sendirinya kepada lebih dari satu orang pada saat yang bersamaan, maka persaingan akan semakin besar untuk melihat siapa yang mendapat kesempatan terlebih dahulu.

Jadi siapa yang lebih kuat, lebih cepat dan lebih pintar akan mendapatkannya, dan berkali-kali persaingan akan menjadi bermusuhan dan kekerasan.

Dalam bacaan pertama, ada perselisihan antara Abraham dan Lot. Dari perselisihan itu kita bisa melihat karakter masing-masing.

Meskipun Abraham lebih tua, dia membiarkan Lot, yang adalah keponakannya, membuat pilihan atas tanah itu. Dan Lot, menerkam kesempatan mengambil tanah pilihan.

Tetapi karena kemurahan hati dan kerendahan hatinya, Tuhan memberkati Abraham dan apa pun yang dia miliki.

Tindakan Abraham itu mengingatkan kita bahwa kemurahan hati kita terhadap orang lain tidak akan diabaikan oleh Tuhan.

Karena kadang-kadang, kita merasa bahwa kita memberikan kepada anjing apa yang suci dan melemparkan mutiara kita di depan babi dan kita merasa bahwa kita diinjak-injak dan dimanfaatkan.

Tapi Tuhan melihat; Tuhan tahu; dan Dia akan memberi kita apa yang kudus dan apa yang kekal - kasih-Nya bagi kita. Bukan hanya sekali tapi berkali-kali dan meluap dari hati kita dan ke orang lain.


Antifon Komuni (Mat 7:14)

Sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya.
 

RENUNGAN PAGI

Senin, 21 Juni 2021 Peringatan Wajib St. Aloysius Gonzaga, Biarawan

 

Senin, 21 Juni 2021
Peringatan Wajib St. Aloysius Gonzaga, Biarawan  

Dengan mata iman aku sudah melihat Yesus di altar dan aku menyembah-Nya; yang aku belum punya hanyalah melihat Yesus di surga ---- St Dominikus Savio

  
Antifon Pembuka (Mzm 23:4.3)


Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, akan mendaki gunung Allah dan menghadap kemuliaan-Nya. 


Doa Pagi
       
Ya Allah, dalam diri Santo Aloysius Engkau menyatukan hidup suci dengan semangat tapa. Kami takkan mampu menyamai kesuciannya. Maka semoga berkat jasa dan doanya kami sekurang-kurangnya meneladan semangat tapanya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
     
Bacaan dari Kitab Kejadian (12:1-9) 
 
"Abram berangkat sesuai dengan sabda Tuhan."
 
Di negeri Haran Tuhan bersabda kepada Abram, “Tinggalkanlah negerimu, sanak saudaramu dan rumah bapamu ini, dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan akan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Dan segala kaum di muka bumi akan menerima berkat karena engkau.” Maka berangkatlah Abram sesuai dengan sabda Tuhan. Lot pun ikut bersama dengan dia. Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, istrinya, dan Lot, anak saudaranya, segala harta benda milik mereka dan orang-orang yang mereka peroleh di Haran. Mereka berangkat ke tanah Kanaan, dan sampai di situ, Abram berjalan melintasi negeri itu, sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu negeri tersebut didiami orang Kanaan. Maka Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan bersabda, “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka Abram mendirikan di situ sebuah mezbah bagi Tuhan, yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Di sana ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat, dan Ai di sebelah timur. Lalu ia mendirikan sebuah mezbah di situ bagi Tuhan, dan memanggil nama-Nya. Sesudah itu Abram berangkat lagi, dan makin jauh ia berjalan ke tanah Negep.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik pusaka-Nya.
Ayat. (Mzm 33:12-13.18-19.20.22)
1. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya! Tuhan memandang dari surga, dan melihat semua anak manusia;
2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Ibr 4:12)
Firman Tuhan itu hidup dan kuat, menusuk ke dalam jiwa dan roh.

Inilah Injil Suci menurut Matius (7:1-5)
  
"Keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri!"

Dalam kotbah di bukit, Yesus berkata, “Janganlah menghakimi, supaya kalian tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang telah kalian pakai untuk menghakimi, kalian sendiri akan dihakimi. Dan ukuran yang kalian pakai untuk mengukur akan ditetapkan pada kalian sendiri. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu, ‘Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu’, padahal di dalam matamu sendiri ada balok? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu.”
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe
 
Renungan
 
Jika kita harus mengelompokkan orang yang kita kenal menjadi dua kelompok, maka satu kelompok adalah orang yang kita sukai dan kelompok lainnya adalah orang yang tidak kita sukai.

Apa pun alasannya, apakah kita menyukai beberapa dan tidak menyukai yang lain, penilaian terbentuk dalam pikiran kita tentang mereka.

Jika kita menyukai seseorang, bisa jadi karena ada sesuatu yang menarik dan menyenangkan dari orang tersebut. Pendapat atau kesan itu mungkin tidak mudah diubah kecuali terjadi sesuatu yang drastis.

Dan jika kita tidak menyukai seseorang, bisa jadi karena ada sesuatu yang menjijikkan dari orang tersebut. Sekali lagi, pendapat atau kesan itu mungkin tidak mudah diubah menjadi sesuatu yang menguntungkan.

Apapun itu, itu tergantung pada pilihan kita. Kita memilih untuk melihat apa yang ingin kita lihat pada orang lain dan dari sana kita membentuk opini dan penilaian kita.

Refleksi lebih lanjut adalah bahwa kita bisa bercerita banyak tentang diri kita sendiri dengan apa yang kita pilih untuk dilihat orang lain, apakah itu yang kita suka atau tidak suka tentang mereka.

Seperti apa yang Yesus katakan dalam Injil, penghakiman yang kita berikan adalah penghakiman yang akan kita dapatkan.

Adapun Abram dalam bacaan pertama, cukup jelas apa yang Tuhan lihat di dalam dirinya. Tuhan melihat banyak kemungkinan dalam dirinya. Tuhan melihat kebaikan dalam dirinya.

Sebenarnya Tuhan melihat kebaikan dalam semua yang telah Dia ciptakan. Dalam kisah penciptaan, apapun yang Tuhan ciptakan, Dia melihatnya baik adanya.

Dan Tuhan melihat kebaikan dalam diri kita masing-masing. Itu menjelaskan banyak tentang siapa Tuhan itu.
(RENUNGAN PAGI) 
 
Antifon Komuni (Mzm 78:24-25)
 
Roti surgawi diberikan kepada manusia. Roti malaikat menajdi santapan mereka.

Minggu, 20 Juni 2021 Hari Minggu Biasa XII

Minggu, 20 Juni 2021
Hari Minggu Biasa XII
 
Bila ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah, kita harus melakukan kehendak Bapa. "Kehendak-Nya harus dilaksanakan, entah kita suka atau tidak dan kehendak-Nya itu terlaksana di surga dan bumi" (Sta. Teresia dari Avila).
  

Antifon Pembuka (Mzm 27:8-9)

Tuhan adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi Yang diurapi-Nya. Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, berkatilah milik pusaka-Mu; gembalakanlah mereka selama-lamanya.

The Lord is the strength of his people, a saving refuge for the one he has anointed. Save your people, Lord, and bless your heritage, and govern them for ever.

Dominus fortitudo plebis suæ, et protector salutarium Christi sui est: salvum fac populum tuum, Domine, et benedic hereditati tuæ, et rege eos usque in sæculum.
Mzm. Ad te Domine clamabo, Deus meus ne sileas a me: nequando taceas a me, et assimilabor descendentibus in lacum.

Doa Pagi

Ya Allah, teguhkanlah dalam diri kami, umat-Mu, hormat dan kasih pada nama-Mu yang kudus. Sebab mereka yang teguh berdiri atas kasih-Mu tidak pernah Engkau biarkan berjalan tanpa bimbingan-Mu.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Kitab Ayub (38:1.8-11)
    
"Di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan."
  
Dari dalam badai Tuhan menjawab Ayub, kata-Nya: “Siapa yang telah membendung laut dengan pintu, ketika laut itu membual ke luar dari dalam rahim samudera? Ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya? Ketika aku menetapkan batasnya, dan memasang palang serta pintu? Ketika Aku berfirman: sampai di sini engkau boleh datang dan jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/2, PS 835
Ref. Puji, Jiwaku nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe
Ayat. (Mzm 106:23-24.25-26.28-29.30-31)
1. Ada orang yang mengarungi laut dengan kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; mereka melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan, dan karya-karya-Nya yang ajaib di tempat yang dalam.
2. Tuhan berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombang laut. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka.
3. Dalam kesesakannya, berseru-serulah mereka kepada Tuhan, dan Tuhan mengeluarkan mereka dari kecemasan; dibuat-Nyalah badai itu diam sehingga gelombang-gelombang laut pun tenang.
4. Mereka bersuka-cita, sebab semuanya reda, dan Tuhan menuntun mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya, karena karya-karya-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.
 
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (5:14-17)
   
"Sungguh, yang baru sudah datang."
   
Saudara-saudara, kasih Kristus telah menguasai kami. Sebab kami mengerti bahwa, jika satu orang mati untuk semua orang, maka semua orang sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Dia yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka. Sebab itu, kami tidak lagi menilai seorang pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi barangsiapa ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu, dan sungguh, yang baru sudah datang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. (Luk 7:16; 2/4)
Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya.

Inilah Injil Suci menurut Markus (4:35-41)
 
"Siapa gerangan orang ini sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
        
Sekali peristiwa, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak, lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk, dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah topan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan, di atas sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, menghardik angin itu, dan berkata kepada danau itu, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda, dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

Renungan
 
 
Ketika Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita bertolak ke seberang.”

Saat mereka berlayar, mereka mungkin tidak siap untuk apa yang akan datang, meskipun Laut Galilea dikenal karena meledakkan badai yang tiba-tiba dan merenggut nyawa.

Dan memang angin kencang bertiup dan ombak memecah perahu sehingga hampir tenggelam, artinya akan tenggelam.

Kita dapat membayangkan semua teriakan dan kepanikan dalam keputusasaan, dan di tengah semua itu, Yesus sedang tidur, kepala di atas bantal, dan bahkan mungkin mendengkur!
   
Maka para murid harus membangunkan-Nya dan berkata, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” 
 
Tetapi apa yang diharapkan oleh para murid untuk dilakukan oleh Yesus?

Mungkin mereka hanya ingin Yesus membantu mereka menjaga perahu tetap mengapung sampai badai reda dan mereka mencapai pantai dengan selamat.

Tetapi apakah mereka mengharapkan Dia untuk menghentikan badai begitu saja. Tentu saja tidak, jika tidak, mereka tidak akan dipenuhi dengan kekaguman, dan mereka bertanya-tanya,

“Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
  
Sekarang kita jauh lebih pintar dari para murid. Karena kita akan meminta kepada Yesus agar tidak ada badai yang menerpa kita.

Dan kemudian, jika badai menerpa kita, kita akan meminta perahu yang lebih besar kepada Yesus untuk menjaga kita tetap aman dan terlindungi dalam badai.

Tentunya, inilah yang kita harapkan untuk percaya kepada Yesus.
    
Kita berharap hidup menjadi santai dan berlayar di atas perairan yang tenang dan tenang.

Nah inilah kabar baiknya. Jika kita meminta Tuhan kita untuk membiarkan hidup kita lancar, bahwa tidak akan ada badai dalam hidup, dan bahwa perahu kita tidak akan tenggelam, maka inilah kabar baiknya.

Kabar baiknya adalah ini: Tuhan berkata Tidak!

Dan kita akan bertanya – mengapa? Kita akan selalu bertanya mengapa karena kita tidak dapat menerima jawaban "Tidak".

Kita tidak jauh berbeda dengan karakter Ayub, dari bacaan pertama.

Ayub menghadapi badai demi badai, dan dia juga bertanya mengapa?

Oh ya, kita ingin jawaban, terutama saat badai mulai bertiup, dan kapal mulai tenggelam.
  
Mari kita ingat bahwa ketika Tuhan berkata TIDAK, itu bukanlah penolakan.

Sebaliknya itu adalah re-arah; arah untuk melihat bahwa rencana Tuhan adalah untuk memberi kita damai sejahtera dan bukan untuk menyakiti kita, rencana untuk memberi kita harapan dan masa depan (lih. Yeremia 29:11)

Jadi Tuhan tidak akan mengatakan bahwa tidak akan ada badai dalam hidup kita atau bahwa air kesusahan tidak akan membanjiri perahu kita.

Tetapi Yesus akan bersama kita dalam badai. Namun badai yang akan dipadamkannya bukanlah badai di luar sana, melainkan badai yang ada di dalam.
 
 
Di tengah badai di hati kita, kita hanya perlu mendengarkan suara Yesus dan diam dan kita akan tahu siapa Tuhan dan di mana Dia berada. 
   
Ya, kita perlu diam dan tenang dan kita akan dapat mengatakan Ya pada rencana Tuhan untuk kita, rencana yang selalu untuk kebaikan kita. 
  
Hanya karena Tuhan mengasihi kita. Dan nabi Yeremia akan memberi tahu kita bahwa Tuhan tidak hanya mengasihi kita, tetapi Dia mengasihi kita dengan kasih yang abadi (lih. Yer 31:3) . [RENUNGAN PAGI]

DOA MEMOHON PERLINDUNGAN DARI WABAH VIRUS CORONA

Terpujilah Engkau Bapa Surgawi, Pencipta Alam Semesta Yang Mahakuasa. Engkau menunjuk kami sebagai penguasa atas semua makhluk hidup dan memberikan kami kuasa kepemilikan atas mereka. Namun dalam banyak hal kami mengecewakan-Mu dan karenanya, kami memohon ampun dari-Mu.

Dalam saat-saat yang mengkhawatirkan ini dengan wabah virus Corona yang mengancam kesehatan dan keberadaan semua orang, kami dengan rendah hati dan penuh keyakinan memohon perlindungan, penyembuhan, dan pemulihan dari-Mu terutama bagi mereka yang telah terkena wabah ini.

Bapa, jagalah keselamatan para petugas kesehatan, mereka yang menghibur orang sakit, semua personel imigrasi dan semua yang dengan berani bertugas mengamankan negara kita dan dunia dari ancaman virus ini.

Jadilah kehendak-Mu, ya Bapa, ikatlah wabah ini dan singirkanlah penderitaan ini dari kami. Roh Kudus, ubahlah ketakutan kami menjadi kekuatan, ketangguhan dan ketabahan serta bantulah kami menghasilkan buah-buah iman, harapan, amal dan kasih.

Darah Yesus yang mulia, kuduskanlah dunia dari wabah ini.

Hati Kudus Yesus, kasihanilah kami.

Bunda Penolong Abadi, awasi kami dan jadilah perantara kami.

Santo Benediktus dan Santo Rafael, doakanlah kami.

Semua malaikat pelindungan kami terangi dan jagalah kami.

Demi nama Yesus yang Mahakudus, kami berdoa. Amin

  

Antifon Komuni (Mzm 145:15)

Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

The eyes of all look to you, Lord, and you give them their food in due season.

atau (Mzm 27:6)

Circuibo et immolabo in tabernaculo eius hostiam iubilationis: cantabo, et psalmum dicam Domino.
 
 

 

Sabtu, 19 Juni 2021 Hari Biasa Pekan XI

Sabtu, 19 Juni 2021
Hari Biasa Pekan XI

“Tuhan tidak hanya menumpahkan darah-Nya bagi kita, tetapi Ia juga berdoa untuk kita” (St. Siprianus)

Antifon Pembuka (Mzm 34:9)

Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Gustate et videte, quoniam suavis est Dominus: beatus vir, qui speret in eo.

Doa Pagi

Allah Bapa yang mahabaik, baharuilah selalu diri kami berkat Roh Kudus yang Kaucurahkan. Berilah kami rahmat untuk menerima kehadiran Putra-Mu dalam hidup kami sehingga dapat meneladan Dia dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dlam hidup. Dengan demikian menjadi nyata bahwa kami adalah murid Yesus Kristus Putra-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:1-10)     
 
"Aku suka bermegah atas kelemahanku."
     
Saudara-saudara, aku harus bermegah, sekalipun hal ini memang tidak ada faedahnya. Namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen, empat belas tahun yang lalu, entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allahlah yang tahu orang itu tiba-tiba diangkat ke surga, ke tingkat yang ketiga. Aku juga tahu tentang orang itu (entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah lah yang tahu) ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menilai aku lebih daripada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. Saudara-saudara, agar aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, aku diberi suatu duri dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, agar aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, agar kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan.
Ayat. (Mzm 34:8-9.10-11.12-13)
1. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
2. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orangnya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak kekurangan suatu pun.
3. Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan Kuajarkan kepadamu! Siapakah yang menyukai hidup? Siapakah yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2 Kor 8:9)
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar berkat kemiskinan-Nya, kalian menjadi kaya.
   
Inilah Injil Suci menurut Matius (6:24-34)
 
"Jangan khawatir akan hari esok."
  
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kalian makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kalian pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapakah kalian kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan esok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih lagi mendandani kalian, hai orang yang kurang percaya? Maka janganlah kalian kuatir dan berkata, ‘Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?’ Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kalian memerlukan semuanya itu. Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kalian kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe


Renungan
   
Kata "berlawanan" akan memberi kita ide-ide seperti berbeda, bertentangan, tidak sesuai, tidak dapat didamaikan, kontradiktif, dll.

Beberapa contoh kebalikannya adalah panas-dingin, terang-gelap, kaya-miskin, atas-bawah.

Jadi yang satu saling eksklusif dari yang lain dalam pemahaman istilah yang biasa.

Jadi apa yang Yesus ajarkan dalam Injil adalah contoh khas dari konsep yang saling eksklusif itu - kita tidak bisa mengabdi dua tuan; kita tidak bisa mengabdi Tuhan dan uang.

Tetapi melampaui konsep saling eksklusif, dapatkah ada pelengkap di mana yang satu dapat mengarah ke yang lain?

Dalam bacaan pertama, St Paulus berbicara tentang duri dalam dagingnya untuk mengekang harga dirinya dan itu telah menjadi kelemahannya.

Tetapi ketika Tuhan mengatakan kepadanya bahwa “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” dia pada gilirannya dapat mengatakan bahwa dia cukup puas dengan kelemahannya, dan dengan penghinaan, kesulitan, penganiayaan, dan penderitaan yang dia alami demi Kristus. Karena ketika dia lemah, dia kuat.

Kelemahannya menjadi kekuatannya, meski kedua konsep tersebut bertolak belakang dan saling lepas.

Demikian pula, dan seperti St. Paulus, uang mungkin menjadi kelemahan kita dan kita juga tidak bisa hidup tanpanya.

Tetapi seperti yang Tuhan katakan kepada St. Paulus bahwa kasih karunia-Nya cukup, semoga Tuhan juga mengungkapkan kepada kita bagaimana menggunakan uang dengan bijak dan membantu orang miskin.

Semoga Tuhan mengajari kita bagaimana menguasai uang dan dengan amal kita semoga itu berguna bagi orang lain.

DOA MEMOHON PERLINDUNGAN DARI WABAH VIRUS CORONA

Terpujilah Engkau Bapa Surgawi, Pencipta Alam Semesta Yang Mahakuasa. Engkau menunjuk kami sebagai penguasa atas semua makhluk hidup dan memberikan kami kuasa kepemilikan atas mereka. Namun dalam banyak hal kami mengecewakan-Mu dan karenanya, kami memohon ampun dari-Mu.

Dalam saat-saat yang mengkhawatirkan ini dengan wabah virus Corona yang mengancam kesehatan dan keberadaan semua orang, kami dengan rendah hati dan penuh keyakinan memohon perlindungan, penyembuhan, dan pemulihan dari-Mu terutama bagi mereka yang telah terkena wabah ini.

Bapa, jagalah keselamatan para petugas kesehatan, mereka yang menghibur orang sakit, semua personel imigrasi dan semua yang dengan berani bertugas mengamankan negara kita dan dunia dari ancaman virus ini.

Jadilah kehendak-Mu, ya Bapa, ikatlah wabah ini dan singirkanlah penderitaan ini dari kami. Roh Kudus, ubahlah ketakutan kami menjadi kekuatan, ketangguhan dan ketabahan serta bantulah kami menghasilkan buah-buah iman, harapan, amal dan kasih.

Darah Yesus yang mulia, kuduskanlah dunia dari wabah ini.

Hati Kudus Yesus, kasihanilah kami.

Bunda Penolong Abadi, awasi kami dan jadilah perantara kami.

Santo Benediktus dan Santo Rafael, doakanlah kami.

Semua malaikat pelindungan kami terangi dan jagalah kami.

Demi nama Yesus yang Mahakudus, kami berdoa. Amin 

 

Antifon Komuni (Mat 6:34)

Janganlah kalian khawatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Doa Malam

Tuhan Yesus, terima kasih atas hari yang baru yang akan berlalu ini. Ampunilah aku karena kekhawatiran tentang masa depan maupun masa lalu yang senantiasa menggangguku. Dengan demikian, kini aku dapat hidup dalam damai-Mu. Amin.
 

 



RENUNGAN PAGI

 

Jumat, 18 Juni 2021 Hari Biasa Pekan XI

 

Jumat, 18 Juni 2021
Hari Biasa Pekan XI
 
Pada malam kehidupan kita, kita akan diadili sesuai dengan cinta kita. (St. Yohanes dari Salib)

   
Antifon Pembuka (Mzm 23:4.3)

Arahkanlah pandanganmu kepada Tuhan, maka mukamu akan berseri-seri dan takkan malu tersipu-sipu.

Doa Pagi

Allah Bapa mahakuasa dan kekal, ajarilah kami menghargai sabda yang Kausampaikan kepada kami. Semoga sabda itu meresap benar dalam hati kami, merasuk sampai ke tulang sungsum, serta membantu kami membahagiakan sesama.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.       Amin.
    
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (11:18.21b-30)
    
"Di samping banyak hal, masih ada urusanku sehari-hari, yaitu memelihara semua jemaat."
      
Saudara-saudara, karena banyak orang bermegah-megah secara duniawi, aku pun mau bermegah. Jika orang lain berani membanggakan sesuatu, maka aku pun – seperti orang bodoh kukatakan – berani juga. Mereka orang Ibrani, aku juga! Mereka orang Israel, aku juga! Mereka keturunan Abraham, aku juga! Mereka pelayan Kristus, aku berkata seperti orang gila: aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih payah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan; tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih payah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan haus; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian. Di samping banyak hal lain lagi yang tidak disebutkan, masih ada urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat. Jika ada orang yang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang yang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Allah melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.
Ayat. (Mzm 34:2-3.4-5.6-7)
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 5:3)
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, sebab milik merekalah Kerajaan Allah.

Inilah Injil Suci menurut Matius (6:19-23)
  
"Di mana hartamu berada, di situ pula hatimu berada."
     
Dalam kotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi; ngengat dan karat akan merusakkannya, dan pencuri akan membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga. Di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ pula hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

  
Renungan

 
Apa yang jelas tidak membutuhkan banyak akal sehat untuk mendapatkan maknanya.

Tapi apa yang jelas bisa luput dari perhatian kita, sama seperti akal sehat mungkin tidak begitu umum.

Sama seperti apa yang Yesus ajarkan dalam Injil hari ini tentang harta di surga.

Cukup jelas bahwa harta apa pun yang telah kita kumpulkan di dunia ini tidak dapat dibawa ke dunia berikutnya.

Selain kemungkinan dihancurkan dan dicuri, harta duniawi kita bisa sampai sejauh kita masuk ke peti mati tapi tidak lebih jauh.

Itu cukup jelas terutama ketika kita melihat kematian terjadi setiap hari, terutama pada pandemi covid-19 hampir tiap hari kita menyaksikan berita kematian manusia akibat covid-19. Tetapi hati kita mungkin berada di tempat lain dan dengan demikian kenyataan yang jelas itu mungkin tidak cukup mencolok untuk menyentak kita ke dalam mode akal sehat kita.

Meskipun ajaran Yesus sering cukup jelas dan menarik bagi akal sehat kita, apa yang dibicarakan St. Paulus dalam bacaan pertama tidak masuk akal - sebenarnya dia mengatakan bahwa dia sepertinya berbicara seperti orang bodoh.

Dan dia bahkan mengatakan bahwa dia memiliki sesuatu untuk dibanggakan - penderitaannya - dipenjara, dicambuk, dipukuli, dilempari batu, karam, selalu dalam bahaya,

Tetapi hatinya, kesibukannya sehari-hari, adalah kecemasannya terhadap gereja-gereja.

Hatinya adalah untuk umat Allah dan keselamatan mereka.

Di situlah hati St. Paulus berada. Jadi di mana hati kita, dan apa yang kita khawatirkan? Karena di mana hati kita berada, di situ juga harta kita. Itu sudah cukup jelas.

 
Tuhan, bantulah aku untuk memperlakukan barang-barang duniawi sedemikian rupa sehingga aku tidak kehilangan harta surgawi. Amin. (renungan pagi)
  
Antifon Komuni (Mat 6:20a.21)

Kumpulkanlah bagimu harta di surga. Sebab di mana hartamu, di situ pula hatimu berada. 
 
 


Kamis, 17 Juni 2021 Hari Biasa Pekan XI


Kamis, 17 Juni 2021
Hari Biasa Pekan XI
 
“Dengan meninggalkan komuni dan terpisah dari Tubuh Kristus, orang menjauh dari keselamatan.” (St. Siprianus)

Antifon Pembuka (Mzm 111:3-4)

Agung dan semaraklah karya Tuhan, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-Nya yang agung pantas dikenang. Tuhan itu Pengasih dan Penyayang.

Doa Pagi

Allah Bapa kami di surga, bagaimana kami dapat berdoa kepada-Mu, kalau bukan Engkau sendiri yang meletakkan kata-kata pada lidah kami. Semoga kami selalu terbuka terhadap bisikan Roh-Mu dan ajarilah kami mengenal nama-Mu.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.         
   
Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (11:1-11)
       
       
"Aku mewartakan Injil kepadamu dengan cuma-cuma."
     
Saudara-saudara, alangkah baiknya, jika kalian sabar terhadap kebodohanku yang tidak seberapa. Dan memang kalian sabar terhadap aku! Sebab aku cemburu kepadamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kalian kepada satu pria untuk membawa kalian sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiranmu disesatkan dari kesetiaanmu yang sejati kepada Kristus, sebagaimana Hawa diperdaya oleh ular dengan kelicikannya. Sebab kalian sabar saja, jika ada seseorang datang mewartakan Yesus yang lain daripada yang telah kami wartakan, atau memberikan kepadamu roh yang lain daripada yang kalian terima, atau Injil yang lain daripada yang telah kalian terima. Padahal menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dibanding rasul-rasul yang tiada taranya itu. Andaikata aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan. Sebab kami telah menyatakannya kepadamu pada segala waktu dan di dalam segala hal. Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kalian, karena aku mewartakan Injil Allah kepadamu dengan cuma-cuma? Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, agar aku dapat melayani kalian. Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengahmu, aku tidak menyusahkan seorang pun. Sebab apa yang kurang padaku, dicukupi oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagimu. Dan aku akan tetap berbuat demikian. Demi kebenaran Kristus dalam diriku, aku menegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya. Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kalian? Allah mengetahuinya!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Adil dan benarlah karya tangan-Mu ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 111:1-2.3-4.7-8; R:7a)
1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
2. Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
3. Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh; perintah-Nya kokoh lestari untuk selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Rm 8:15)
Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak, dalam roh itu kita akan berseru, "Abba, ya Bapa." 
      
Inilah Injil Suci menurut Matius (6:7-15)
   
"Berdoalah kalian demikian."
    
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Bila kalian berdoa janganlah bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka doanya akan dikabulkan karena banyaknya kata-kata. Jadi janganlah kalian seperti mereka. Karena Bapamu tahu apa yang kalian perlukan, sebelum kalian minta kepada-Nya. Maka, berdoalah kalian demikian: Bapa kami, yang ada di surga, dimulakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin. Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian pula. Tetapi jikalau kalian tidak mengampuni orang, Bapamu pun tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

 
Renungan
 

Setiap kali kita berbicara tentang dosa, kita biasanya memasukkannya ke dalam dua kategori: dosa berat atau dosa berat, dan dosa ringan.
   
Tentang dosa berat, Katekismus Gereja Katolik, menuliskan:

KGK, 1855: Dosa berat merusakkan kasih di dalam hati manusia oleh satu pelanggaran berat melawan hukum Allah. Di dalamnya manusia memalingkan diri dari Allah, tujuan akhir dan kebahagiaannya dan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih rendah. Dosa ringan membiarkan kasih tetap ada, walaupun ia telah melanggarnya dan melukainya.

KGK, 1857: Supaya satu perbuatan merupakan dosa berat harus dipenuhi secara serentak tiga persyaratan: “Dosa berat ialah dosa yang mempunyai materi berat sebagai obyek dan yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan dengan persetujuan yang telah dipertimbangkan” (RP 17).
  
Dosa ringan adalah dosa yang tidak terlalu serius, tetapi janganlah kita meremehkannya.
   
St. Thomas Aquinas mengatakan bahwa dosa ringan tidak membuat seseorang berpaling dari tujuan akhir atau Tuhan. Digambarkan sebagai seseorang yang berkeliaran, namun tetap menuju tujuan akhir.
  
Karena dosa ringan bisa berakibat serius dan merusak.

Kita ambil contoh dalam keluarga.

Setelah makan malam, kita mungkin memperhatikan salah satu anggota keluarga yang selalu menghindari mencuci piring atau bersih-bersih.

Kita menjadi jengkel, dan setelah beberapa saat kejengkelan ini menjadi kebencian dan perlahan-lahan muncul kepahitan.

Dan ketika kita tidak tahan lagi, kita menghadapi orang itu, tetapi kita menghadapi orang itu dengan kebencian dan kepahitan.

Koreksi yang kita maksudkan menjadi kritik dan bahkan mungkin kecaman.

Itulah sebabnya setelah mengajar murid-murid-Nya berdoa, Yesus menekankan pengampunan.

Tetapi ini bukan tentang memaafkan mereka yang telah melakukan kesalahan kepada kita, melainkan untuk memaafkan mereka atas kegagalan mereka.

Karena ketika kita berdiri di hadapan Allah, kita berdiri di hadapan-Nya sebagai orang berdosa dengan serangkaian kegagalan kita sendiri.

Jika seorang pendosa tidak dapat mengampuni pendosa lain atas kesalahannya, maka doa tidak masuk akal, dan itulah yang Yesus katakan.

Tetapi ketika kita menyadari bahwa kita tidak lebih baik dari orang lain yang akan kita tunjuk, maka belas kasihan dan pengampunan sudah mulai mengalir dalam diri kita.


Antifon Komuni (Mzm 98:1)

Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai dan banyak pulau bersukacita!

Doa Malam

Tuhan Yesus, seringkali kami mengampuni sesama namun secara kurang tulus. Bantulah kami agar dengan doa yang sederhana dan pemahaman yang mendalam akan kasih dan pengampunan-Mu kami dapat belajar terus-menerus untuk mengampuni orang lain secara nyata dan tulus. Amin.
    
 
RENUNGAN PAGI

 

Rabu, 16 Juni 2021 Hari Biasa Pekan XI


Rabu, 16 Juni 2021

Hari Biasa Pekan XI

“Percayalah, orang yang sungguh-sungguh rendah hati akan diberi Tuhan hati yang damai” (Sta. Teresia dari Avila)

Antifon Pembuka (Yoh 14:23)

Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya.

Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahamurah, ajarilah kami menaruh belas kasih kepada sesama, sebagaimana Engkau telah menaruh belas kasih kepada kami. Semoga kami dengan tulus ikhlas mendermakan apa yang kami terima berkat kemurahan hati-Mu, ya Allah dan Bapa kami. Doa ini kami persembahkan kepada-Mu dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (9:6-11)
  
"Allah mengasihi orang yang memberi sukacita."
   
Saudara-saudara, camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kalian, supaya kalian senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, “Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma. Kebenaran-Nya tetap untuk selama-lamanya.” Dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Dia juga yang akan menyediakan benih bagi kalian serta melipatgandakannya, dan menumbuhkan buah kebenaranmu. Kalian akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya.
Ayat. (Mzm 112:1-2.5-6.7-8.9)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.
3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Inilah Injil Suci menurut Matius (6:1-6.16-18)
   
"Bapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau."
    
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

  
Renungan

  
Setiap kali Gereja berbicara tentang memberi, yang langsung terlintas dalam pikiran adalah uang.

Dan secara umum, setiap kali organisasi amal berbicara tentang memberi, pengandaiannya adalah tentang uang.

Seperti yang kita dengar di bacaan pertama, ketika St. Paulus berbicara tentang memberi, dia pasti mengacu pada uang.

Sementara dalam kebanyakan kasus uang adalah sarana memberi, yang lebih penting adalah spiritualitas memberi.

Karena di dalam Injil, ketika Yesus berbicara tentang doa, puasa dan derma, Dia juga mengatakan bahwa Allah Bapa mengetahui niat untuk melakukannya.

Jadi apakah itu sedekah atau doa atau puasa, itu adalah bentuk persembahan spiritual kepada Tuhan Bapa, dan ketika Tuhan melihat kemurnian niat di baliknya, Dia akan memberi imbalan yang sesuai.

Oleh karena itu, selain sedekah atau uang, dalam hal doa dan puasa, bagaimana sikap di balik pemberian atau persembahan itu?

Seperti yang dikatakan St. Paulus dalam bacaan pertama, menabur tipis berarti menuai tipis. Dan Tuhan menyukai pemberi yang ceria.

Allah juga akan memberi balasan kepada orang-orang yang memberikan diri mereka dengan murah hati dalam doa, puasa dan derma.
(RENUNGAN PAGI)

Antifon Komuni (Mzm 112:9)

Orang takwa memberi derma dengan murah hati. Kebaikannya tetap selamanya; kekuatannya tiada bandingnya.

 

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy