| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Selasa, 26 Mei 2026 Peringatan Wajib St. Filipus Neri, Imam


 

Selasa, 26 Mei 2026
Peringatan Wajib St. Filipus Neri, Imam
 
“Serahkan dirimu ke dalam pelukan Tuhan dan yakinlah bahwa jika Dia menginginkan sesuatu darimu, Dia akan membuatmu cocok untuk pekerjaan itu dan memberimu kekuatan.”—Santo Filipus Neri
   

Antifon Pembuka (bdk. Rm 5:5, 8:11)

Cinta kasih Allah dicurahkan ke dalam hati kita berkat Roh-Nya yang tinggal dalam diri kita. 
 
The love of God has been poured into our heartsthrough the Spirit of God dwelling within us.
     
Pengantar
 
Filipus Neri lahir pada 21 Juli 1515 di Florence, Italia. Filipus ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1551. Dengan riang-gembira, jujur dan ramah, ia memberi semangat dan harapan kepada orang-orang di sekelilingnya. Banyak orang terhibur karenanya. Setiap hari di tempat pengakuannya dikerumuni banyak orang. Bahkan kardinal-kardinal pun datang meminta nasihat dan bimbingan kepadanya. Filipus Neri meninggal pada 26 Mei 1595 dan dibeatifikasi pada 11 Mei 1615 oleh Paus Paulus V serta dikanonisasi pada 12 Maret 1622 oleh Paus Gregorius XV. 
    
Doa Pagi

Allah Bapa, sumber kegembiraan kami, abdi-adi-Mu yang setia Kauluhurkan dengan kesucian mulia. Maka, kami mohon kepada-Mu, kobarkanlah dalam diri kami api Roh Kudus yang menyala-nyala dalam hati Santo Filipus Neri.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.        
 
 
 
   
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (1:10-16)


"Para nabi telah bernubuat tentang kasih karunia bagimu. Sebab itu waspadalah, dan taruhlah harapanmu sepenuhnya pada kasih karunia itu."

Saudara-saudara terkasih, para nabi telah menyelidiki dan meneliti keselamatan kalian. Mereka telah bernubuat tentang kasih karunia yang diperuntukkan bagimu. Mereka telah meneliti pula saat yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada dalam diri mereka. Roh itu sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudahnya. Kepada para nabi itu telah dinyatakan bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, melainkan melayani kalian dengan segala sesuatu yang sekarang diberitakan kepada kalian dengan perantaraan mereka yang diutus oleh Roh Kudus surgawi menyampaikan berita Injil kepada kalian. Dan pokok pewartaan itu ialah apa yang bahkan para malaikat pun ingin mengetahuinya. Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah, dan taruhlah harapanmu sepenuhnya pada kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat, dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kalian pada waktu kalian belum beriman. Hendaklah kalian menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang telah memanggil kalian itu kudus. Sebab ada tertulis: Hendaklah kalian kudus, seperti Aku kudus adanya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 807

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Atau. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3c-4)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib! Keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya.
Ayat. (Lih. Mat 11:25)
Terpujilah Engkau Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
    

Inilah Injil Suci menurut Markus (10:28-31)


"Sekalipun disertai penganiayaan, pada masa ini juga kalian akan menerima kembali seratus kali lipat dan di masa datang menerima hidup yang kekal."

Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau.” Maka Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
 
 Adalah kecenderungan dan keinginan alami manusia untuk memenuhi kebutuhan kita. Jadi, dalam apa pun yang kita lakukan, kita ingin tahu apa keuntungan dan manfaat bagi diri kita sendiri. Semua itu berasal dari kebutuhan manusia untuk bertahan hidup dan melindungi diri sendiri. Kita mungkin tidak mengatakannya dengan lantang, tetapi dalam pikiran kita akan mengajukan pertanyaan seperti: Apa yang akan saya peroleh dari ini? Apa yang ada untuk saya? 
 
Dalam Injil, Petrus dengan terang-terangan bertanya kepada Yesus: Bagaimana dengan kami? Kami telah meninggalkan segalanya dan mengikuti Engkau. Yesus memberi dia dan yang lainnya jawaban untuk direnungkan. Ya, mereka akan diberi upah, tetapi akan ada juga penganiayaan, akan ada penderitaan, akan ada masa keraguan dan kesusahan. Tetapi mereka harus ingat bahwa upah mereka pada akhirnya ada di kekekalan.

Bacaan pertama juga akan menegaskan hal ini ketika dikatakan bahwa para nabi mencari dan meneliti dengan sangat saksama ketika mereka mencoba mencari tahu kapan dan dalam keadaan apa nubuat mereka akan digenapi. Namun kemudian dinyatakan kepada mereka bahwa nubuat-nubuat itu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk masa depan yang jauh, untuk suatu bangsa yang tidak akan mereka kenal atau lihat. Demikian pula dengan kita. Yesus memberi tahu kita bahwa ada upah kekal. Dan semoga kita menyadari bahwa Yesuslah upah kita, sekarang dan di kekekalan.
 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
Antifon Komuni (Yoh 15:9)

Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Sabda Tuhan.
Doa Malam

Yesus, tambahkanlah kerelaanku untuk lebih serius dalam mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi. Semoga di mana pun aku berada, aku tak pernah terpisah dari-Mu dan senantiasa menjadi pelayan cinta kasih-Mu. Sebab Engkaulah andalanku. Amin. 
    
RENUNGAN PAGI

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy