Selasa, 16 Juni 2026
Hari Biasa Pekan XI
“Betapa besar belas kasih Tuhan Yesus kepada kita. Betapa banyak kasih sayang dan kebaikan-Nya!” (St. Siprianus)
Antifon Pembuka (Mzm 51:5-6a)
Aku sadar akan pelangaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa.
Doa Pagi
Allah Bapa sumber belas dan cinta kasih, Engkau memancarkan sinar matahari kepada siapa pun, baik orang baik-baik maupun orang jahat. Kami mohon, semoga kami menaruh cinta kasih kepada musuh, serta mendoakan mereka yang membenci kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Hari Biasa Pekan XI
“Betapa besar belas kasih Tuhan Yesus kepada kita. Betapa banyak kasih sayang dan kebaikan-Nya!” (St. Siprianus)
Antifon Pembuka (Mzm 51:5-6a)
Aku sadar akan pelangaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa.
Doa Pagi
Allah Bapa sumber belas dan cinta kasih, Engkau memancarkan sinar matahari kepada siapa pun, baik orang baik-baik maupun orang jahat. Kami mohon, semoga kami menaruh cinta kasih kepada musuh, serta mendoakan mereka yang membenci kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (21:17-29)
"Engkau menyuruh orang Israel berbuat dosa."
Sesudah Nabot dibunuh, Tuhan bersabda kepada Nabi Elia, orang Tisbe,
“Bangunlah, pergilah menemui Ahab, Raja Israel di Samaria. Ia telah
pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.
Katakanlah kepadanya demikian, ‘Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah
membunuh dan merampas!’ Katakan pula kepadanya, ‘Beginilah sabda Tuhan:
Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ pulalah anjing akan
menjilat darahmu’.” Kata Ahab kepada Elia, “Sekarang engkau mendapat
aku, hai musuhku?” Jawab Elia, “Memang sekarang aku akan mendapat
engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang
jahat di hadapan Tuhan. Sungguh, aku akan mendatangkan malapetaka
kepadamu. Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki
dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di
Israel. Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga
Yeroboam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia. Sebab engkau
telah menyakiti hati-Ku dengan menyebabkan orang Israel berbuat dosa.
Juga mengenai Izebel Tuhan telah bersabda, ‘Anjing akan memakan Izebel
di tembok luar Yizreel. Siapa saja dari keluarga Ahab yang mati di kota
akan dimakan anjing, dan yang mati di padang akan dimakan burung di
udara’. Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang
memperbudak dirinya dengan melakukan yang jahat di mata Tuhan, karena ia
telah dibujuk oleh Izebel, isterinya. Bahkan ia telah berlaku sangat
keji. Ia mengikuti berhala-berhala, seperti orang Amori yang telah
dihalau Tuhan dari depan orang Israel. Segera sesudah Ahab mendengar
perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada
tubuhnya, dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan
berjalan dengan langkah lamban. Maka bersabdalah Tuhan kepada Elia orang
Tisbe itu, “Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di
hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka
Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya. Barulah dalam
zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, karena kami telah berdosa.
Ayat. (Mzm 51:3-4.5-6a.11.16)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa.
3. Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 13:34)
Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan. Kasihilah sesamamu sebagaimana Aku mengasihi kamu.
Inilah Injil Suci menurut Matius (5:43-48)
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, karena kami telah berdosa.
Ayat. (Mzm 51:3-4.5-6a.11.16)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa.
3. Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 13:34)
Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan. Kasihilah sesamamu sebagaimana Aku mengasihi kamu.
Inilah Injil Suci menurut Matius (5:43-48)
"Kasihilah musuh-musuhmu."
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian telah mendengar bahwa disabdakan, ‘Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu’. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian’. Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar. Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Manusia memiliki kemampuan dan sumber daya yang terbatas. Dan keterbatasan umur adalah kenyataan paling nyata dalam kehidupan manusia. Jadi, dalam keterbatasan manusia kita, kita tidak dapat mengatakan bahwa kita dapat mencintai tanpa syarat. Dan kita juga tidak dapat mengatakan bahwa kita dapat memaafkan tanpa syarat. Karena hanya Tuhan yang dapat mencintai tanpa syarat, dan hanya Dia yang dapat memaafkan tanpa syarat.
Dalam bacaan pertama, Tuhan tampaknya telah mengampuni raja jahat Ahab atas dosa mengerikan membunuh seorang pria yang tidak bersalah hanya karena keserakahan atas sebidang tanah. Tampaknya hanya karena Ahab melakukan penebusan dosa, Tuhan tidak menjatuhkan hukuman kepadanya tetapi malah menimpakannya kepada putranya. Tetapi dengan pemahaman bahwa kehidupan setelah kematian dan keberadaan seseorang berlanjut pada keturunannya, maka itu sebenarnya hukuman yang lebih mengerikan bagi Ahab. Bukan karena Tuhan tidak ingin mengampuni Ahab tanpa syarat. Melainkan Ahab-lah yang tidak bertobat tanpa syarat.
Seperti yang tertulis dalam bacaan pertama: Sesungguhnya, tidak pernah ada orang seperti Ahab yang berbuat munafik dan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan.
Jadi, kita mungkin tidak mampu mengasihi tanpa syarat, dan kita juga tidak mampu mengampuni tanpa syarat. Setidaknya yang dapat kita lakukan adalah bertobat tanpa syarat, sambil berpaling kepada Tuhan yang mengasihi kita dan mengampuni kita tanpa syarat..
Dalam bacaan pertama, Tuhan tampaknya telah mengampuni raja jahat Ahab atas dosa mengerikan membunuh seorang pria yang tidak bersalah hanya karena keserakahan atas sebidang tanah. Tampaknya hanya karena Ahab melakukan penebusan dosa, Tuhan tidak menjatuhkan hukuman kepadanya tetapi malah menimpakannya kepada putranya. Tetapi dengan pemahaman bahwa kehidupan setelah kematian dan keberadaan seseorang berlanjut pada keturunannya, maka itu sebenarnya hukuman yang lebih mengerikan bagi Ahab. Bukan karena Tuhan tidak ingin mengampuni Ahab tanpa syarat. Melainkan Ahab-lah yang tidak bertobat tanpa syarat.
Seperti yang tertulis dalam bacaan pertama: Sesungguhnya, tidak pernah ada orang seperti Ahab yang berbuat munafik dan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan.
Jadi, kita mungkin tidak mampu mengasihi tanpa syarat, dan kita juga tidak mampu mengampuni tanpa syarat. Setidaknya yang dapat kita lakukan adalah bertobat tanpa syarat, sambil berpaling kepada Tuhan yang mengasihi kita dan mengampuni kita tanpa syarat..
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Doa Malam
Allah Bapa, sumber belas dan cinta kasih, semoga kami memiliki belas
kasih kepada siapa pun, sebagaimana Engkau mengasihani kami. Semoga
Kauampuni dosa kami, sehingga dapat semakin mengagumi keagungan-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
RENUNGAN PAGI




