| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Sabtu, 18 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

 
Sabtu, 18 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XV
   
“Sebelum diberkati dengan sabda surgawi namanya roti. Tetapi setelah konsekrasi roti itu merupakan Tubuh Kristus” (St. Ambrosius)
     

Antifon Pembuka (Mat 12:18)
   
Inilah hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi. Roh-Ku akan Kucurahkan kepada Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa.

Doa Pagi


Allah Bapa Mahabaik, Engkau menghendaki suara-Mu terdengar dan kebaikan-Mu disaksikan orang dalam diri manusia penuh cinta kasih, yang takkan mematahkan gelagah terkulai dan takkan memadamkan sumbu berkedip-kedip. Semoga Dia menjadi lambang pengharapan dan kedamaian. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    
        


Russ Allison Loar (CC BY-NC-ND 2.0)

Bacaan dari Nubuat Mikha (2:1-5)     
    
"Mereka merampas ladang-ladang dan menyerobot rumah-rumah."
    
Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan merencanakan kejahatan di tempat tidurnya! Pada waktu fajar mereka melakukannya, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya. Bila menginginkan ladang, mereka merampasnya; bila menginginkan rumah, mereka menyerobotnya. Mereka menindas orang bersama isi rumahnya dan manusia bersama milik warisannya. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, “Sungguh Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini. Dan kalian takkan dapat menghindarkan lehermu dari padanya. Kalian takkan dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan. Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kalian dan akan memperdengarkan suatu ratapan. Mereka akan berkata, “Kita telah dihancurluluhkan! Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali, dan tak ada orang yang mengembalikannya. Ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita.” Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan orang yang tertindas.
Ayat. (Mzm 10:1-2.3-4.7-8.14)
1. Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh ya Tuhan, dan menyembunyikan diri-Mu di kala aku kesesakan? Karena congkak, orang fasik giat memburu orang yang tertindas, mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
2. Orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, orang tamak mengutuk dan menista Tuhan. Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas, “Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!” itulah seluruh pikirannya.
3. Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan. Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah.
4. Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.

Bait Pengantar Injil do = f, 4/4, kanon, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (2Kor 5:19)
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.
       
Inilah Injil Suci menurut Matius (12:14-21)
    
"Dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan."
   
Sekali peristiwa orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus. Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka semua. Dengan keras Ia melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Lihatlah, itu hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepadanya jiwa-Ku berkenan. Roh-Ku akan Kucurahkan atas Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak, suara-Nya tidak terdengar di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe  
(U. Terpujilah Kristus)


  

Renungan
   Mengikuti Yesus berarti melayani orang lain, bahkan ketika itu tidak nyaman, itulah menjadi seorang murid. Sama seperti Yesus menunjukkan kepada kita dan Dia mengajar kita untuk mengutamakan orang lain. Dia tidak memandang diri-Nya sendiri meskipun Dia adalah Tuhan. Dia tidak menganggap orang lain sebagai yang kedua. Dia memastikan orang lain adalah yang utama. Dia melayani mereka. Dia mengorbankan nyawa-Nya untuk mereka. Terkadang, larangan dalam hidup lebih jelas daripada perintah.
 
 Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh menjalani hidup kita dengan mengorbankan orang lain. Sebaliknya, kita dipanggil untuk hidup mengikuti Yesus. Apa yang Yesus ajarkan kepada kita, bagaimana Dia mengampuni orang, bahkan di kayu salib itu, jadi kita juga harus saling mengampuni. Betapa sabarnya Dia bahkan terhadap murid-murid-Nya. Dia sangat sabar terhadap mereka. Bahkan ketika mereka menunjukkan kurangnya iman, Dia tahu bahwa suatu hari mereka akan mengerti dan mereka akan melakukan hal-hal yang Dia inginkan.

  Selama kita masih di bumi dan selama kita mengasihi Tuhan, kita juga harus mengasihi sesama kita. Mengasihi sesama kita bukan hanya sekadar berkata, "oh, aku mencintaimu." Itu saja. Kita harus ada untuk mereka. Kita harus memberi nasihat ketika mereka membutuhkan seseorang untuk diajak bicara. Kita harus memberi makan kepada yang lapar, mereka yang tidak punya makanan. Mereka yang hanya membutuhkan seseorang untuk mendengarkan mereka. Terkadang mereka ada di luar sana, tetapi tidak ada yang mau mendengarkan mereka. Dan kita adalah murid-murid Kristus. Kita datang ke misa setiap hari, setiap hari Minggu. Dengan cara itu kita juga perlu lebih dekat dengan saudara-saudari kita, siapa pun mereka. Beberapa dari mereka tunawisma. Beberapa dari mereka duduk sendirian dan kita merasa, tidak, aku tidak bisa mendekati orang itu karena dia tidak bersih. Dia tidak bersih. Tetapi kita juga tidak bersih, tetapi Yesus ada untuk kita. 
 
Semoga Allah Yang Mahakuasa senantiasa menyentuh hati kita, menyentuh hati para pemimpin di dunia, menyentuh hati orang-orang yang memiliki pengaruh dalam masyarakat, sehingga mereka selalu ada untuk satu sama lain. Sehingga mereka selalu mengasihi Allah dan mengasihi sesama mereka. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus, sekarang dan selama-lamanya. 
   
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
RENUNGAN PAGI


renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy