Senin, 27 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XVII
Sebagaimana ragi mengembangkan adonan, demikian Kerajaan Allah harus mengembangkan dunia dengan bantuan Roh Kristus Bdk. AA 5.. Dan pengaruh ini harus dibuktikan dengan membuat relasi pribadi dan sosial, tata ekonomi, dan hubungan internasional menjadi lebih adil. Sementara itu, tidak boleh dilupakan bahwa tanpa manusia berusaha untuk berlaku adil, tidak akan tercipta tata dunia yang adil. (Katekismus Gereja Katolik, 2832)
Antifon Pembuka (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum kecil.
Doa Pagi
Ya Allah, dalam kurban Kristus yang satu dan sempurna, Engkau telah menyempurnakan berbagai kurban Perjanjian Lama. Semoga, meski kami diliputi kelemahan dan dosa, kami tetap tekun memelihara benih-benih kebaikan yang telah Kautanam dalam diri kami sehingga dapat menghasilkan buah yang melimpah. Sebab Dialah Tuhan, yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Hari Biasa Pekan XVII
Sebagaimana ragi mengembangkan adonan, demikian Kerajaan Allah harus mengembangkan dunia dengan bantuan Roh Kristus Bdk. AA 5.. Dan pengaruh ini harus dibuktikan dengan membuat relasi pribadi dan sosial, tata ekonomi, dan hubungan internasional menjadi lebih adil. Sementara itu, tidak boleh dilupakan bahwa tanpa manusia berusaha untuk berlaku adil, tidak akan tercipta tata dunia yang adil. (Katekismus Gereja Katolik, 2832)
Antifon Pembuka (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum kecil.
Doa Pagi
Ya Allah, dalam kurban Kristus yang satu dan sempurna, Engkau telah menyempurnakan berbagai kurban Perjanjian Lama. Semoga, meski kami diliputi kelemahan dan dosa, kami tetap tekun memelihara benih-benih kebaikan yang telah Kautanam dalam diri kami sehingga dapat menghasilkan buah yang melimpah. Sebab Dialah Tuhan, yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Yeremia (13:1-11)
"Bangsa ini akan menjadi seperti ikat pinggang yang tidak berguna untuk apa pun."
Beginilah sabda Tuhan kepadaku, "Pergilah membeli ikat pinggang lenan, dan ikatkanlah pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!" Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang disabdakan Tuhan, lalu kuikatkan pada pinggangku. Sesudah itu datanglah sabda Tuhan kepadaku untuk kedua kalinya, "Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli, yang sekarang ada pada pinggangmu itu. Pergilah segera ke Sungai Efrat, dan sembunyikanlah di sana, di celah-celah bukit batu!" Maka pergilah aku dan menyembunyikannya di tepi Sungai Efrat sebagaimana diperintahkan Tuhan kepadaku. Sesudah beberapa lama bersabdalah Tuhan kepadaku, "Pergilah segera ke Sungai Efrat, dan ambillah dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!" Maka pergilah aku ke Sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya. Tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna lagi untuk apa pun. Lalu datanglah sabda Tuhan kepadaku, "Beginilah sabda Tuhan, 'Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakan Yehuda dan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini enggan mendengarkan sabda-Ku. Mereka mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan bersujud kepada mereka. Bangsa yang jahat ini akan menjadi seperti ikat pinggang yang tidak berguna untuk apa pun. Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah dahulu segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku,' demikianlah sabda Tuhan, 'supaya mereka itu menjadi umat yang ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Kidung Tanggapan
Ref. Engkau telah melupakan Allah yang melahirkan dikau
Ayat. (Ul 32:18-19.20.21)
1. Hai umat, engkau telah melalaikan Gunung Batu yang memperanakkan dikau, dan melupakan Allah yang melahirkan dikau. Ketika Tuhan melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.
2. Tuhan bersabda, "Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.
3. Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal."
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.
Inilah Injil Suci menurut Matius (13:31-35)
"Biji sesawi itu menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya."
Sekali peristiwa Yesus membentangkan perumpamaan ini, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil di antara segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya." Dan Yesus menceritakan perumpamaan lain lagi, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang wanita dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat, sampai seluruhnya beragi." Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan Ia tidak menyampaikan apa pun kepada mereka kecuali dengan perumpamaan. Dengan demikian digenapilah sabda nabi, "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan. Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
"Small is beautiful." Itulah judul sebuah buku di tahun 1970-an karya E.F. Schumacher. Dan ia berpendapat bahwa di dunia modern, ekonomi harus memperhatikan manusia. Bukan hanya lebih besar lebih baik, lebih kaya. Tidak. Setiap individu perlu memiliki pekerjaan, pekerjaan yang bermartabat, untuk bertahan hidup. Ketika Tuhan memilih untuk menebus dunia kita, Ia pertama-tama mengambil wujud manusia sebagai sel kecil di dalam rahim Perawan Maria yang Terberkati, seperti kita semua memulai kehidupan manusia kita. Kemudian, ya, Ia lahir sebagai bayi kecil di Betlehem. Kemudian Ia tumbuh di sebuah desa kecil di Nazaret, sebuah desa terpencil. Tampaknya, Ia bekerja sebagai tukang kayu selama 30 tahun dalam apa yang disebut kehidupan tersembunyi. Dan kemudian, ya, Ia membentuk sekelompok kecil rasul dan kemudian mengutus mereka untuk menjadi, ya, seperti biji sesawi, seperti ragi di dalam komunitas. Kristus terus-menerus menekankan bahwa orang-orang kecil, bahkan anak-anak kecil, adalah orang-orang yang akan menyambut Kerajaan Allah, yang akan memahami pesan-Nya.
Teknologi modern telah membuat kita menyadari kekuatan dari hal-hal kecil. Energi nuklir, mari kita berdoa semoga digunakan untuk kebaikan dan bukan untuk menghancurkan. Juga mikrochip, tempat semua informasi ini berada di ponsel kecil kita. Sangat kecil, semua informasi itu. Kekuatan dari apa yang bisa ada dalam hal-hal kecil. Dan kita tahu bagaimana Kristus memuji persembahan janda miskin, koin kecil yang ia masukkan ke dalam perbendaharaan Bait Suci.
Kita bisa menjadi benih kecil, kita bisa menjadi ragi dalam komunitas. Ketika kita membawa Injil itu melalui teladan kita, dan seperti yang disarankan oleh Santa Bunda Teresa, hanya tindakan kebaikan kecil, senyuman, sedikit kata rekonsiliasi, dapat menghasilkan keajaiban di dunia. Jadi marilah kita berdoa agar hari ini kita dapat melakukan sesuatu, ya, sesuatu yang kecil, yang bisa seperti biji sesawi, seperti ragi di dalam komunitas. Dan itu akan terjadi jika didukung oleh Tuhan, dan itulah sebabnya kita selalu mengakhiri Injil dan khotbah kita dengan doa. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus, sekarang dan selama-lamanya.
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
RENUNGAN PAGI




