Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Orang Kudus hari ini: 17 September 2026 St. Robertus Bellarminus, Uskup dan Pujangga Gereja dan St. Hildegardis dari Bingen

 
Torvindus | CC-BY-SA-3.0

Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja Katolik mengajak kita untuk merenungkan teladan hidup dua sosok luar biasa, yakni St. Robertus Bellarminus dan St. Hildegardis dari Bingen. Meski hidup pada zaman dan jalan panggilan yang berbeda, keduanya dipersatukan oleh cinta dan dedikasi yang mendalam kepada Tuhan. St. Robertus, seorang Yesuit Italia dan teolog cemerlang, mendedikasikan hidupnya untuk membawa pembaruan di tengah umat. Sebagai teolog Jesuit pertama yang mengajar di Universitas Leuven dan kemudian melayani sebagai Uskup Agung Capua hingga menjadi Kardinal, ia tak kenal lelah menegakkan reformasi Konsili Trente. Dengan keteguhan hati yang luar biasa, ia melawan arus kebejatan, korupsi, dan nepotisme yang saat itu sempat merasuki Gereja, berjuang tanpa henti untuk mengembalikan kemurnian iman Katolik.


Semangat pembaruan dan pelayanan St. Robertus ini sejalan dengan kekayaan spiritual yang diwariskan oleh St. Hildegardis dari Bingen, seorang abdis Benediktin dan mistikus agung yang juga diakui sebagai Pujangga Gereja. Sejak masa mudanya, Hildegardis yang lahir dari keluarga bangsawan ini telah dianugerahi kepekaan spiritual dan penglihatan-penglihatan ilahi yang menuntunnya untuk menyerahkan seluruh hidupnya di dalam biara. Pengaruhnya menggema luas melalui karya-karyanya di bidang teologi dan musik. Meski kepemimpinannya sebagai abdis kerap diwarnai rintangan—termasuk pertentangan dari pihak luar yang ingin menguasai komunitasnya—berkat kesabaran dan kegigihan imannya, ia justru berhasil mendirikan biara-biaranya sendiri dan terus membagikan inspirasi surgawi yang menguatkan banyak orang hingga hari ini.

Kisah perjuangan St. Robertus di tengah dinamika hierarki Gereja dan ketekunan St. Hildegardis dalam keheningan mistiknya bermuara pada satu pesan penting bagi kita semua: bahwa panggilan untuk hidup kudus membutuhkan iman yang tangguh dan dedikasi yang utuh. Kita mungkin sering menyadari bahwa dosa-dosa dan kelemahan kerap membuat kita merasa tidak pantas di hadapan Tuhan. Namun pertanyaannya, bersediakah kita membuka hati dan membiarkan Tuhan melakukan karya belas kasih-Nya yang luar biasa di dalam diri kita? Semoga kasih dan penyertaan Tuhan senantiasa memampukan kita untuk terus bertumbuh dalam iman. Marilah kita berusaha meneladani keberanian, ketaatan, dan semangat dari St. Robertus Bellarminus, St. Hildegardis, serta para kudus lainnya, agar melalui setiap langkah dan tindakan kita, nama Tuhan semakin dimuliakan. Semoga Tuhan memberkati kita dan segala usaha baik kita. Amin.

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy