| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Rabu, 27 Mei 2026 Hari Biasa Pekan VIII

 

St. John Cantius Catholic Church
 
Rabu, 27 Mei 2026
Hari Biasa Pekan VIII


Menjadi tugas khas sang Imam, berdasarkan pentahbisannya, untuk mengucapkan Doa Syukur Agung itu, yang ada pada kodratnya adalah puncak seluruh perayaan, Karena itu sungguh merupakan kesalahan besar jika Doa Syukur Agung dibawakan demikian rupa sehingga bagian-bagian tertentu dari Doa itu diucapkan oleh seorang diakon atau seorang pelayan awam atau seorang pribadi di antara umat atau oleh seluruh umat bersama-sama, Jadi Doa Syukur Agung itu harus dengan selengkapnya diucapkan hanya oleh Imam. (Redemptionis Sacramentum, Instruksi VI: Tentang Sejumlah Hal yang Perlu Dilaksanakan ataupun Dihindari berkaitan dengan Ekaristi Mahakudus No. 52)
      
Antifon Pembuka (lih. 1Ptr 1:19)

Kalian telah ditebus dari cahaya hidup yang sia-sia, warisan nenek-moyang kalian. Kalian telah ditebus dengan darah Kristus.

Doa Pagi


Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, kami mohon lahirkanlah kami kembali berkat sabda dan berkat Roh Yesus Kristus, Putra-Mu, agar dapat menyebut dan memuliakan nama-Mu di dalam segala tingkah laku kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, dan sepanjang segala masa. Amin.
 
 
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (1:18-25)

"Kamu telah ditebus dengan darah yang berharga, darah anak domba tak bernoda, yaitu darah Kristus."
   
Saudara-saudara, kalian tahu bahwa kalian telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu. Kalian telah ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Kristus telah dipilih sebelum dunia dijadikan. Tetapi baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir karena kalian. Oleh Dialah kalian percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga iman dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. Kalian telah menyucikan diri dengan mentaati kebenaran. Maka kalian sanggup mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Oleh sebab itu hendaklah kalian sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati. Sebab kalian telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang baka, yaitu oleh sabda Allah yang hidup dan kekal. Sebab ‘semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya laksana bunga rumput! Rumput menjadi kering dan bunga gugur. Tetapi sabda Tuhan tetap untuk selama-lamanya’. Inilah sabda yang disampaikan Injil kepada kalian.
Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/2, PS 863
Ref.  Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.
Atau Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah!
Ayat. (Mzm 147:12-13.14-15.19-20)
1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.
2. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi, dengan segera firman-Nya berlari.
3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel . Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 20:28)
Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.


Inilah Injil Suci menurut Markus (10:32-45)

"Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan."

Sekali peristiwa Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem. Yesus berjalan di depan. Para murid merasa cemas, dan orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang pun merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya. Yesus berkata, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.” Lalu Yakobus, dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus. Mereka berkata, “Guru, kami harap Engkau mengabulkan suatu permohonan kami.” Jawab Yesus, “Apakah yang kalian ingin Kuperbuat bagimu?” Mereka menjawab, “Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, seorang di sebelah kanan, dan seorang di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Kalian tidak tahu apa yang kalian minta. Sanggupkah kalian meminum piala yang harus Kuminum? Dan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?” Mereka menjawab, “Kami sanggup.” Yesus lalu berkata kepada mereka, “Memang, kalian akan meminum piala yang harus Kuminum, dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan atau kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya telah disediakan.” Mendengar itu, kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kalian tahu, bahwa orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tetapi janganlah demikian di antara kalian! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kalian, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kalian, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Sebab Anak Manusia pun datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi orang banyak.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
  
  Langkah pertama untuk melenyapkan suatu bangsa adalah menghapus ingatan rakyatnya. Mulailah dengan menghancurkan buku-bukunya, budayanya, bahasanya, dan sejarahnya. Kemudian tulis buku-buku baru, ciptakan budaya baru, ciptakan sejarah baru. Tak lama kemudian, bangsa itu akan mulai melupakan siapa mereka dan apa mereka. Di masa mendatang, bangsa itu akan menjadi bangsa yang terlupakan dan rakyat yang terlupakan. Secara umum, perjuangan umat manusia adalah perjuangan ingatan melawan pelupaan.

Bacaan pertama mendorong kita untuk mengingat tebusan yang telah dibayarkan untuk membebaskan kita dari cara hidup yang tidak berguna yang kita kenal sebelumnya. Tebusan itu dibayarkan dengan darah Yesus Kristus yang berharga, Anak Domba Allah yang tidak berdosa. Kita mengingatnya dengan taat kepada kebenaran dan menjalani hidup kita dengan kasih. Segala sesuatu akan berlalu, rumput layu, bunga gugur, takhta orang-orang yang berkuasa dan perkasa naik dan turun.  Tetapi Firman Allah tetap kekal, dan Kabar Baik keselamatan mengingatkan kita akan kasih Allah kepada kita. Marilah kita selalu mengingat tebusan yang dibayarkan untuk menyelamatkan kita, dan marilah kita selalu mengingat siapa yang membayar tebusan itu.

Orang Kudus hari ini: 27 Mei 2026 St. Agustinus dari Canterbury 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
 
Antifon Komuni (Mrk 10:45)
 
Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa sebagai tebusan bagi banyak orang.

 




     Komuni memisahkan kita dari dosa. 
 
Tubuh Kristus yang kita terima dalam komuni, telah "diserahkan untuk kita" dan darah yang kita minum, telah "dicurahkan untuk banyak orang demi pengampunan dosa". Karena itu Ekaristi tidak dapat menyatukan kita dengan Kristus, tanpa serentak membersihkan kita dari dosa yang, telah dilakukan dan melindungi kita terhadap dosa-dosa baru.
"'Setiap kali kita menerimanya, kita menyatakan kematian Tuhan' Bdk. 1 Kor 11:26.. Kalau kita menyatakan kematian Tuhan, kita menyatakan pengampunan dosa. Andai kata setiap kali bila darah-Nya dicurahkan, itu dicurahkan demi pengampunan dosa, aku harus selalu menerimanya, supaya ia selalu menyembuhkan dosa-dosaku. Aku yang selalu berbuat dosa, harus selalu mempunyai sarana penyembuhan" (Ambrosius, sacr. 4,28). (Katekismus Gereja Katolik, 1393)
 
 
 
 
RENUNGAN PAGI

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy