Minggu, 19 April 2026
Hari Minggu Paskah III
“Dalam kebangkitan Kristus terpenuhilah janji-janji Perjanjian Lama Bdk. Luk 24:26-27. 44-48. dan janji yang Yesus sendiri berikan selama hidup-Nya di dunia Bdk. Mat 28:6; Mrk 16:7; Luk 24:6-7.. Ungkapan "sesuai dengan Kitab Suci" (1 Kor 15:3) Bdk. Syahadat Nikea-Konstantinopel. menunjukkan bahwa dengan kebangkitan Kristus terpenuhilah ramalan-ramalan ini..” (Katekismus Gereja Katolik, 652)
Hari Minggu Paskah III
“Dalam kebangkitan Kristus terpenuhilah janji-janji Perjanjian Lama Bdk. Luk 24:26-27. 44-48. dan janji yang Yesus sendiri berikan selama hidup-Nya di dunia Bdk. Mat 28:6; Mrk 16:7; Luk 24:6-7.. Ungkapan "sesuai dengan Kitab Suci" (1 Kor 15:3) Bdk. Syahadat Nikea-Konstantinopel. menunjukkan bahwa dengan kebangkitan Kristus terpenuhilah ramalan-ramalan ini..” (Katekismus Gereja Katolik, 652)
Antifon Pembuka (Mzm 66 (65) :1-2)
Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Alleluya.
Cry out with joy to God, all the earth; O sing to the glory of his name. O render him glorious praise, alleluia.
Jubilate Deo omnis terra, alleluia: psalmum dicite nomine eius, alleluia: date gloriam laudi eius, alleluia, alleluia, alleluia.
Doa Pagi
Allah Bapa kami di surga, Engkau selalu membangkitkan daya hidup baru pada umat-Mu. Engkau telah memulihkan martabat kami dan mengangkat kami menjadi putra-putri-Mu. Semoga kami senantiasa memuji Dikau karenanya, dan semoga kami mendambakan kebangkitan kami dan terlaksananya segala harapan kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
![]() |
Karya: thanasus/istock.com |
"Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."
Pada hari Pentakosta, bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul. Dengan suara nyaring ia berkata kepada orang banyak, "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan, mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan. Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi, dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu Daud telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 859
Ref. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.
Ayat. (Mzm 16:1.2a-5.7-8.9-10.11; Ul: 11a)
1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
2. Aku memuji Tuhan yang telah memberikan nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak akan goyah.
3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tentram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.
4. Engkau memberitahukan kepadaku, ya Tuhan, jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (1:17-21)
Ref. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.
Ayat. (Mzm 16:1.2a-5.7-8.9-10.11; Ul: 11a)
1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
2. Aku memuji Tuhan yang telah memberikan nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak akan goyah.
3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tentram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.
4. Engkau memberitahukan kepadaku, ya Tuhan, jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (1:17-21)
"Kamu telah ditebus dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda."
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 24:32)
Terangkanlah Kitab Suci kepada kami, ya Tuhan Yesus, agar hati kami berkobar-kobar mendengar sabda-Mu.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (24:13-35)
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 24:32)
Terangkanlah Kitab Suci kepada kami, ya Tuhan Yesus, agar hati kami berkobar-kobar mendengar sabda-Mu.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (24:13-35)
"Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti."
Pada hari Minggu Paskah, dua orang murid Yesus sedang pergi ke sebuah desa bernarna Emaus, yang terletak kira-kira sepuluh kilometer jauhnya dari Yerusalem. Mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak mengenali Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apa yang kamu percakapkan sementara berjalan?’ Maka berhentilah mereka dengan muka heran. Seorang dari mereka, yang bernama Kleopas, balik bertanya, "Adakah Engkau satu-satunya orang pendatang di Yerusalem yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” Bertanyalah Yesus, “Kejadian apa?” Jawab mereka, “Segala yang terjadi dengan Yesus dan Nazaret! Dia itu seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh rakyat. Tetapi para imam kepala dan para pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka telah menyalibkan Dia. Padahal tadinya kami mengharapkan bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sekarang sudah lewat tiga har sejak semuanya itu terjadi. Beberapa wanita dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, tetapi tidak menemukan jenazah Yesus. Lalu mereka kembali dengan berita bahwa mereka telah melihat malaikat-malaikat, yang mengatakan bahwa Yesus hidup. Lalu beberapa teman kami pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar apa yang dikatakan wanita-wanita itu; tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.” Lalu berkatalah Yesus kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh! Betapa lamban hatimu, sehingga kamu tidak percaya akan segala sesuatu yang telah dinubuatkan oleh para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dar Kitab-Kitab Musa sampai dengan Kitab para nabi. Sementara itu mereka mendekati desa yang mereka tuju. Yesus berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi kedua murid itu mendesak, katanya, “Tinggallah bersarna dengan kami, sebab hari sudah mulai malain, dan matahari hamnpir terbenam. Maka masuklah Ia untuk tinggal bersama dengan mereka. Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka, dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi Yesus hilang dan pandangan mereka. Maka kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan, dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?’ Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada kedua murid itu, “Sungguh Tuhan telah bangkit, dan telah menampakkan diri kepada Simon!” Lalu kedua murid itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan, dan bagalmana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
"Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka." (Luk 24:31) Kisah Injil ini adalah kisah Paskah favorit saya. Dan sangat tepat pada Minggu Paskah ketiga ini, karena saat kita melanjutkan masa Paskah, Minggu demi Minggu, akan ada perkembangan pengajaran, keyakinan sejati, tentang apa yang Kristus nyatakan dan bagaimana hal itu tertanam dalam kehidupan, akal budi, dan perasaan semua murid dan rasul. Tiba-tiba sebuah doktrin akan mulai muncul ke permukaan, sebuah ajaran, sebuah dogma. Kita akan berpegang teguh di sini. Jadi kita tahu apa yang benar-benar kita percayai. Dan dalam kisah khusus ini, yang kita sebut sebagai jalan ke Emaus, para murid di jalan ke Emaus, terdapat sejumlah nuansa teologis.
Pertama, kita menemukan bahwa Yesus yang telah bangkit ini berada dalam tubuh yang tidak dikenali oleh para pengikut-Nya. Hati mereka berkobar ketika Ia membuka Kitab Suci kepada mereka, tetapi mereka tidak dapat melihat esensi dari siapa yang mereka ajak bicara, esensi dari Kristus yang ilahi. Hanya ketika melihat penampakan-Nya melalui mata iman yang transenden, barulah mereka mengenali-Nya.
Kedua, kita menemukan bahwa Yesus yang telah bangkit tidak terikat oleh hukum alam atau hukum waktu dan ruang. Ia dapat berjalan menembus pintu. Ia dapat berjalan menembus tembok. Ia dapat berada di dua tempat sekaligus. Ia berada di Yerusalem, seperti yang kita baca dalam Injil, di Yerusalem pada saat yang sama ketika Ia bersama para murid di jalan menuju Emaus. Karena Kristus sekarang adalah tubuh yang telah bangkit. Ia dapat berada di seratus tempat berbeda pada saat yang sama, menampakkan diri kepada seratus orang berbeda pada saat yang sama. Bahkan, Santo Paulus menyinggung hal itu, bagaimana Ia menampakkan diri kepada 500 orang. Bukan secara individu, maaf, bukan dalam satu kelompok besar seperti ini, tetapi secara individu. Jadi pikirkanlah itu. Setiap orang, apakah mereka bertani, bekerja di pabrik, di mana pun mereka berada di rumah, mereka semua melihat-Nya pada saat yang sama dalam momen individu mereka sendiri.
Ketiga, ada kiasan tentang misa di sini. Firman diberitakan di jalan dan roti diberkati, dikuduskan. Namun, kalimat itu, Ia lenyap dari pandangan mereka. Kalimat itu menambah daya tarik narasi Injil ini. Itu adalah kalimat terpenting dalam seluruh Injil. Bisa jadi kalimat terpenting dalam seluruh Injil. Itu adalah tanda tangan Tuhan yang telah bangkit, bisa kita katakan. Tanda tangan-Nya, pengungkapan diri-Nya kepada mereka yang pada akhirnya akan mengikuti-Nya sejak hari itu hingga sepanjang zaman, sampai hari ini, zaman kita sekarang. Jadi, timbul pertanyaan, mengapa ketika mereka akhirnya mengenali-Nya dalam pemecahan roti, Ia menghilang begitu tiba-tiba dari pandangan mereka? Ketika saya bertanya kepada anak-anak usia sekolah dasar, ke mana Yesus pergi ketika Ia menghilang? Biasanya tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengetahuinya. Anak-anak biasanya memiliki wawasan yang tajam tentang hal-hal spiritual, sebuah karunia yang diberikan kepada mereka karena kepolosan mereka. Ke mana Yesus pergi? Ia tidak lenyap begitu saja. Ia masuk ke dalam roti. Nah, itu secara teologis tidak benar. Ia tidak masuk ke dalam roti. Ia menjadi roti itu sendiri. Pikirkanlah. Ia memecahkan roti, memberkatinya, memecahkannya lagi, memberikannya kepada mereka, lalu menghilang di hadapan mata mereka. Ke mana Ia pergi? Ia menjadi roti, sakramen Ekaristi Kudus tepat di depan mata mereka.
Pada saat itu, Ia mengingatkan murid-murid di Emaus dan setiap murid yang akan datang setelah-Nya tentang tindakan terpenting dalam pelayanan-Nya. "Terimalah dan makanlah. Inilah Tubuh-Ku." Tidak cukup. Tidak cukup bahwa Ia telah bangkit. Tidak cukup bahwa kita bahkan dapat melihat-Nya. Yesus ingin menegaskan secara nyata bahwa Ia benar-benar telah bangkit. Kristus tidak berpura-pura menghilang, dan Ia pun tidak berpura-pura menghilang dari kita. Jika Allah mengizinkan, kita dapat mengenali-Nya dalam Perayaan Ekaristi setiap hari Minggu, setiap misa setiap hari. Firman Allah membangkitkan hati kita, tetapi sakramen Allah dan Komuni Kudus membuka mata kita kepada semua yang benar, kudus, dan agung. Saudara-saudari terkasih, marilah kita tetap memperhatikan banyak momen Emmaus yang terjadi setiap kali kita mendekati altar Allah, mengenali Tuhan yang telah bangkit dalam pemecahan roti. Amin.. (RENUNGAN PAGI)
“Umat beriman Katolik, sembari menghormati keyakinan agama dari
saudara-saudari yang terpisah, pantas menghindarkan menerima komuni
perayaan mereka, agar tidak timbul salah paham tentang hakikat Ekaristi,
dan selanjutnya tidak menyalahi kewajiban menyaksikan kebenaran dengan
jelas. Yang sebaliknya akan memperlambat kemajuan upaya menuju kesatuan
nyata yang penuh. Mirip dengan itu, juga tak masuk akal menggantikan
Misa hari minggu dengan perayaan sabda ekumenis atau ibadat doa bersama
dengan umat kristiani dari jemaat-jemaat Gereja yang disebutkan di atas,
atau bahkan dengan mengambil bagian dalam ibadat mereka. Perayaan dan
ibadat seperti itu, kendati dalam keadaan tertentu pantas dipuji,
sebagai persiapan bagi tujuan kesatuan yang penuh, termasuk komuni
Ekaristi, namun tak pantas menggantikannya” (St. Yohanes Paulus, Paus,
Ensiklik Ecclesia de Eucharistia No. 30)
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Bdk. Luk 24:35)
Para murid mengenali Tuhan Yesus ketika Ia memecah-mecahkan roti, alleluya
The disciples recognized the Lord Jesus in the breaking of the bread, alleluia.
atau
Cantate Domino, alleluia: cantate Domino, benedicite nomen eius: bene nuntiate de die in diem salutare eius, alleluia, alleluia. (Mzm 96:2)
Menyanyilah bagi Tuhan, alleluya, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari, alleluya, alleluya. (Mzm 96:2)
Para murid mengenali Tuhan Yesus ketika Ia memecah-mecahkan roti, alleluya
The disciples recognized the Lord Jesus in the breaking of the bread, alleluia.
atau
Cantate Domino, alleluia: cantate Domino, benedicite nomen eius: bene nuntiate de die in diem salutare eius, alleluia, alleluia. (Mzm 96:2)
Menyanyilah bagi Tuhan, alleluya, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari, alleluya, alleluya. (Mzm 96:2)




