| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Senin, 13 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

 

Senin, 13 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XV
   
Tidak ada ruang untuk meragukan bahwa segenap umat beriman Kristus, sesuai dengan tradisi terus-menerus Gereja Katolik, wajib menghormati Sakramen Mahakudus ini dengan penghormatan latria yang ditujukan kepada Allah yang benar. Jangan pula terjadi Sakramen Mahakudus kurang dihormati, sebab ia ditetapkan oleh Kristus Tuhan untuk diterima. Sebab di dalamnya kita percaya bahwa Tuhan yang sama hadir, Dia yang oleh Bapa yang kekal dibawa ke dalam dunia dengan mengatakan, `Biarlah segenap malaikat Tuhan sujud menyembah-Nya', Dia kepada siapa para majus sujud menyembah, dan yang terakhir, Dia yang disembah oleh para rasul di Galilea seperti dicatat dalam Kitab Suci....” --- Konsili Trente dalam “Dekrit mengenai Sakramen Ekaristi” (1551)

  
       
Antifon Pembuka (Yes 1:16b.17)

Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik. Usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam. Belalah hak anak yatim, perjuangkanlah perkara para janda.
  
  
Doa Pagi

  
Ya Allah, Engkau telah mengutus Putra-Mu
kepada kami. Kami mohon, semoga pertentangan-pertentangan yang terjadi dalam rangka menanggapi kedatangan Putra-Mu itu, tidak menghancurkan kami tetapi justru semakin menguji kemurnian dan kesungguhan iman kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.     
        

Bacaan dari Kitab Yesaya (1:11-17)     
   
"Bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku."
   
Dengarkanlah sabda Tuhan, hai para pemimpin Sodom, "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak? Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
Ayat. (Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23; R:23b)
1. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
2. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
3. Itukah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 5:10)
Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah kerajaan Allah.
      
Inilah Injil Suci menurut Matius (10:34 - 11:1)
    
"Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku."
  
Pada suatu hari Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, "Jangan kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan barangsiapa mengasihi puteranya atau puterinya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku, ia akan memperoleh kembali. Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang yang benar sebagai orang benar, ia kan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu, sungguh ia takkan kehilangan upahnya." Setelah Yesus selesai mengajar keduabelas rasul-Nya, Ia pergi dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan


Sepanjang minggu ini kita akan membaca dari nabi besar Yesaya. Kita sangat akrab dengan Yesaya, terutama selama masa Adven, hari-hari kerja dan Minggu yang mengarah pada perayaan Natal. Dan kita tahu Yesaya adalah salah satu nabi utama, tentu saja bersama dengan nabi-nabi seperti Amos, Hosea, dan Yeremia. Mereka memiliki banyak hal untuk diajarkan. Mereka telah melakukannya selama bertahun-tahun. Dan mereka tampaknya menyampaikan pesan yang sama. Dan pesannya cukup sederhana. Betapa pun setianya kita, betapa pun taatnya kita, betapa pun banyaknya doa yang kita panjatkan, betapa pun banyaknya misa yang kita hadiri, jika semua pengabdian itu hanya tetap ada di kepala kita dan tidak pernah sampai ke hati kita untuk menghasilkan pertobatan, maka semua hal itu hanyalah pertunjukan lahiriah. 
 

Dalam bacaan pertama hari ini melalui Nabi Yesaya, Allah memperingatkan semua orang yang berbuat dosa, bahwa dosa-dosa mereka diketahui oleh-Nya, dan dosa-dosa itu akan menjadi kehancuran mereka kecuali mereka berpaling darinya dan bertobat. Tuhan merujuk pada Sodom, yang pada saat itu telah menjadi tanah tandus untuk waktu yang lama sejak dihancurkan oleh hujan belerang dari Surga, bersama dengan Gomora. Rujukan kepada Sodom ini sebenarnya merujuk pada dosa-dosa umat, yang sama seperti dosa-dosa penduduk Sodom dan Gomora di masa lalu. Tetapi sebelum kita salah memahami dosa-dosa itu sebagai dosa yang melibatkan kelompok orang tertentu atau seksualitas, kita harus menyadari bahwa dosa-dosa Sodom dan Gomora sebenarnya adalah dosa-dosa perlakuan buruk terhadap tamu, penghinaan, dan pengucilan terhadap orang-orang yang mereka anggap sebagai orang asing seperti Lot dan keluarganya.
   
Dalam bagian Injil, Tuhan Yesus mengajar murid-murid-Nya tentang kenyataan kedatangan-Nya ke dunia dan bagaimana murid-murid mungkin harus menghadapi penderitaan, kesulitan, dan penganiayaan seperti yang telah dihadapi para nabi di masa lalu. Hal ini karena secara kontekstual pada waktu itu, orang-orang umumnya mengharapkan bahwa kedatangan Mesias atau Juruselamat dan Yang Kudus yang telah Allah janjikan kepada mereka seharusnya disertai dengan banyak sukacita, kebahagiaan, dan pembebasan dari kejahatan dan keburukan dunia. Itulah pemahaman umum di antara orang-orang mengenai Siapakah Mesias itu.

Orang-orang sering mengharapkan bahwa Mesias, Putra Daud, akan menjadi Pemimpin mereka dalam sebuah kampanye dan pemberontakan besar untuk membebaskan mereka dari tirani dan kekuasaan para penindas dan penguasa Romawi. Mereka mengharapkan Mesias menjadi Raja baru atas mereka, memerintah Kerajaan Israel yang dipulihkan. Tetapi kenyataannya adalah bahwa kedatangan Tuhan justru akan menciptakan perpecahan dan kesengsaraan bagi para pengikut-Nya, semua karena kekeraskepalaan dan perlawanan yang sama yang sering ditunjukkan dunia kepada-Nya dan para utusan-Nya. Kebenaran yang dibawa Kristus ke dunia ini akan memisahkan bahkan keluarga dan teman, dan itu akan menyebabkan perpecahan dan pergumulan, bahkan di antara orang-orang yang paling setia sekalipun. Itulah sebabnya kita semua dipanggil untuk benar-benar setia kepada Tuhan dan bukan hanya sekadar basa-basi atau formalitas seperti yang dilakukan orang Israel di Yehuda pada zaman nabi Yesaya. Kita semua harus berkomitmen pada kehidupan baru yang didedikasikan kepada Tuhan, dan dalam setiap tindakan dan perbuatan kita, kita harus benar-benar dipenuhi dengan keinginan untuk mengasihi Tuhan dan dengan keinginan untuk menerima metode dan cara-Nya. Kita semua harus menjadi teladan dalam kehidupan dan tindakan kita setiap saat. 
 
  Orang Kudus hari ini: 13 Juli 2026 St. Henrikus 
 
  Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 

Antifon Komuni (Mat 10:42) 
 
Barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang kecil ini, karena ia murid-Ku, ia takkan kehilangan upahnya. 
 
Doa Malam

Yesus, Engkaulah jalan, kebenaran dan hidup. Tunjukkanlah kepadaku jalan yang benar, sehingga aku dapat selalu berdamai dengan sesamaku. Tolonglah aku supaya dalam melayani-Mu, aku sanggup memberikan diri sepenuhnya dengan rela dan berusaha dengan giat tanpa pamrih sebagai utusan-Mu. Amin.
   
 
 
 

RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy