| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Jumat, 12 September 2025 Hari Biasa Pekan XXIII

Jumat, 12 September 2025
Hari Biasa Pekan XXIII
  
“Kekudusan bukan berarti tidak membuat kesalahan atau tidak pernah berdosa. Kekudusan tumbuh dengan kesanggupan untuk perubahan, pertobatan, kerelaan untuk memulai kembali, dan diatas segalanya, kesanggupan untuk rekonsiliasi dan pengampunan” – Kardinal Joseph Ratzinger, Paus Benediktus XVI
  
Antifon Pembuka (Mzm 16:7-8)

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku, bahkan waktu malam pun Ia berbicara dalam hatiku. Aku selalu ingat akan Tuhan. Aku tidak goyah karena Ia ada di sampingku.

Doa Pagi


Allah Bapa Maharahim, Engkau amat sabar dan amat longgar belas kasih-Mu. Semangatilah kiranya kami dengan Roh-Mu, agar dapat saling memaafkan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.        
Karya: EvgeniyaTiplyashina/istockphoto.com
        
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (1:1-2.12-14)   
    
"Tadinya aku seorang penghujat, tetapi kini dikasihani Allah."
   
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus atas perintah Allah, penyelamat kita, dan atas perintah Kristus Yesus, dasar pengharapan kita, kepada Timotius, anakku yang sah dalam iman. Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. Aku bersyukur kepada Kristus Yesus, Tuhan kita, yang menguatkan daku, karena ia menganggap aku setia, dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku. Padahal tadinya aku seorang penghujat dan seorang penganiaya yang ganas. Tetapi kini aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan, yaitu di luar iman. Malahan kasih karunia Tuhan kita itu telah dilimpahkan bersama dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan 
Ref. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku 
Ayat. (Mzm 16:1.2a.5.7-8.11)
1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku, ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasehat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 17:7b.a)
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran.
     
Inilah Injil Suci menurut Lukas (6:39-42)
  
"Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?"
  
Pada suatu ketika Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, "Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang? Seorang murid tidak melebihi gurunya, tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya, akan menjadi sama dengan gurunya. Mengapa engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui? Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu, 'Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu', padahal balok dalam matamu tidak kaulihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
 


Renungan


Dalam “Evangelii Gaudium”, Paus Fransiskus menyatakan bahwa “politik, meskipun sering diremehkan, tetap merupakan panggilan luhur dan salah satu bentuk kasih tertinggi, karena mengupayakan kebaikan bersama”. “Saya mohon kepada Tuhan untuk menganugerahkan kepada kita lebih banyak politisi yang sungguh-sungguh prihatin dengan keadaan masyarakat, rakyat, dan kehidupan kaum miskin!” tulis Paus.
 
Rasul Paulus berkata bahwa Yesus Kristus menilai dirinya cukup setia untuk memanggilnya ke dalam pelayanan-Nya meskipun ia dulunya seorang penghujat dan melakukan segala yang ia bisa untuk melukai dan mendiskreditkan iman.

Namun Yesus menunjukkan belas kasihan kepadanya dan kasih karunia Tuhan memenuhinya dengan iman dan kasih.

Jadi, baik seseorang dipanggil untuk melayani Tuhan maupun melayani bangsa, orang tersebut harus terlebih dahulu mampu melihat "balok" di matanya sendiri, alih-alih melihat serpihan di mata orang lain.

Kegagalan untuk melakukannya berarti orang tersebut agak "buta" terhadap kesalahan dan kekurangannya sendiri. Bagaimana orang yang "buta" seperti itu dapat memimpin orang lain?

Seperti yang dikatakan Paus Fransiskus, politik dan tanggung jawab politik adalah bentuk kasih yang luhur.

Semoga Tuhan menganugerahkan kepada negara kita pemimpin politik dan wakil rakyat yang bertanggung jawab, memiliki kasih dan empati.
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini

Antifon Komuni (1Kor 1:23-24)

Kami mewartakan Kristus yang tersalib. Kristuslah kekuatan Allah, dan kebijaksanaan Allah.

Doa Malam

Allah Bapa yang berbelaskasih, semoga sabda yang kami terima pada peringatan Santo Yohanes Krisostomus, meneguhkan kami dalam cinta kasih-Mu dan menjadikan kami saksi-saksi setia kebenaran-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2025 -

Privacy Policy