| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

MAZMUR TANGGAPAN MINGGU PRAPASKAH V TAHUN B

Pada link di bawah ini kami bagikan teks koreksi Mazmur Tanggapan Minggu Prapaskah V Tahun B yang akan kita rayakan pada Sabtu sore 21 Maret 2015 dan Minggu 22 Maret 2015 mendatang. Teks ini telah disetujui oleh Komisi Liturgi KWI berdasarkan surat nomor 005/L. MT/II/15 tertanggal 27 Februari 2015, sehingga dapat digunakan pada perayaan tersebut.
 
Silakan share teks ini pada pihak2 terkait: pastor paroki, seksi liturgi paroki/stasi, dan khususnya pemazmur yang akan bertugas.

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.

Kamis, 26 Februari 2015
Hari Biasa Pekan I Prapaskah


Est. 4:10a,10c-12,17-19; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Mat. 7:7-12.

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.
"

Setiap orang pastilah menghendaki yang baik, bahkan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Itulah yang biasanya selalu diminta dan dicari, juga diharapkan agar dibuat oleh orang lain untuknya. Tidak ada seorang pun yang menghendaki agar orang lain memperlakukannya secara tidak baik. Kalau kita meminta, harapannya ya orang lain memberikan apa yang kita minta, syukur malah lebih baik. Kalau kita sedang mencari sesuatu, harapannya orang lain membantu mencari dan menemukannya. Kalau kita mengetuk pintu rumah orang lain, harapannya sang tuan rumah membukakan dengan ramah dan menerima kita dengan sukacita. Dan semua yang kita kehendaki terhadap orang lain tersebut, juga kita kehendaki agar diperbuat Tuhan untuk kita. Nah, tentunya Tuhan dan sesama pun juga menghendaki hal yang sama agar kita buat bagi mereka. Ini yang seringkali tidak mudah kita lakukan. Maka, kita bersyukur karena melalui sabda-Nya, Tuhan menyadarkan kita akan "hukum emas ini: yang kita kehendaki dari orang lain, harus kita buat juga untuk orang lain". Semoga, kesadaran ini kita ikuti pula dengan tindakan konkret untuk mewujudkannya. 

Doa: Tuhan bantulah kami untuk mampu melakukan hanya apa yang baik bagi-Mu dan bagi sesama kami. Amin. -agawpr-

Kamis, 26 Februari 2015 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Kamis, 26 Februari 2015
Hari Biasa Pekan I Prapaskah

“Hanya percaya bahwa Allah itu ada, tidak akan saya sebut sebagai komitmen. Bahkan iblis pun percaya bahwa Allah itu ada! Percaya [kepada Allah] berarti [kita] harus mengubah cara hidup kita” – Mother Angelica

 
Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 5:2-3)

Tuhan, Rajaku dan Allahku, kabulkanlah doaku, indahkanlah keluh-kesahku, dengarkanlah suara permohonanku.

To my words give ear, O Lord; give heed to my sighs. Attend to the sound of my cry, my King and my God.


Doa Pag
i

Allah Bapa, asal segala kebaikan, semoga dengan bantuan rahmat-Mu kami selalu memikirkan dan melakukan yang baik. Sebab kami tidak dapat hidup tanpa Engkau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Ratu Ester memiliki iman yang luar biasa kuat. Di tengah ancaman bahaya maut, ia berlindung pada Tuhan dan menyerahkan diri kepada-Nya. Isi doanya mengungkapkan imannya.

 
Bacaan dari Kitab Ester (4:10a.10c-12.17-19)
  
 
"Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, ya Tuhan."
    
Di kala bahaya maut menyerang, Ratu Ester pun berlindung pada Tuhan. Ia mohon kepada Tuhan, Allah Israel, katanya, “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini. Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku. Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku, bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kaupilih dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi bagi-Mu; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah Kaujanjikan. Ingatlah, ya Tuhan, dan sudilah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami. Berikanlah kepadaku keberanian, ya Raja para allah dan Penguasa sekalian kuasa! Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu, dan ubahlah hatinya sehingga menjadi benci kepada orang-orang yang memerangi kami, supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya menemui ajalnya. Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang tidak mempunyai seorang pun selain Engkau, ya Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Pada hari aku berseru, Engkau menjawab aku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 138:1-2a,2bc-3,7c-8; R:3a)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama-Mu, dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Tuhan, tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil, do = es, 4/4, PS 966
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.
Ayat. (Mzm 51:12a,14a)
Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.

Yesus dalam khotbah di bukit mengundang para murid-Nya untuk memiliki iman yang kuat. Doa menjadi salah satu bukti iman. Dalam doa, kita menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Kita percaya akan penyelenggaraan ilahi-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:7-12)
   
"Setiap orang yang meminta akan menerima."
    
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu akan dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan
 
Minta, cari dan ketuk. Orang yang beriman tidak bisa hanya sedih diam termangu menunggu kebaikan Tuhan. Orang meminta membutuhkan kerendahan hati. Orang mencari membutuhkan ketelitian. Orang mengetuk membutuhkan kepastian, bahwa pintu yang diketuk benar. Namun yang mendasari itu semua adalah mau berjuang dan usaha keras serta percaya penuh kepada penyelenggaraan ilahi. Sebab Bapa itu murah hati, tahu apa yang terbaik bagi kita. Bukan untuk sesaat, tetapi terutama demi kehidupan abadi masa depan.

Antifon Komuni (Mat 7:8)

Setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Everyone who asks, receives; and the one who seeks, finds; and to the one who knocks, the door will be opened.

Doa Malam

Ya Bapa, kami bersyukur sebab Putra-Mu telah mengajar kami perihal iman dan harapan yang teguh serta sikap toleransi yang tinggi terhadap sesama. Kami mohon, tambahkanlah semangat kasih kami kepada-Mu dan kepada sesama serta limpahkanlah kerahiman-Mu bagi kami. Doa ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
RUAH

Orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!

Rabu, 25 Februari 2015
Hari Biasa Pekan I Prapaskah



Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4,12-13,18-19; Luk. 11:29-32.

"Orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

Salah satu aspek penting dalam pertobatan adalah kemauan dan kemampuan untuk mendengarkan hal-hal yang baik dan dengan cara baik. Maka, orang yang tidak mau mendengarkan bukanlah orang yang tuli telinganya (budheg) tetapi orang yang tuli hatinya (ndableg, mungkin bahasa Indonesianya bebal?) sehingga sulit sekali untuk berubah dan memperbaiki diri. Boleh dikatakan, mendengarkan adalah langkah awal menuju pertobatan yang berhasil. Orang-orang Ninive bisa serentak melakukan pertobatan karena mereka mendengarkan ajakan pertobatan yang disampaikan oleh Nabi Yunus. Kita pun akan bisa bertobat kalau kita mendengarkan suara panggilan dan kehendak Tuhan yang bergema dalam hati nurani atau suara hati kita, dalam Kitab Suci, dalam kotbah imam atau nasihat bapa pengakuan, dalam nasihat, masukan, kritikan dan kata-kata bijak dari orang lain, dalam tanda-tanda alam atau tanda-tanda zaman, dan lain-lain. 

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk mau serta mampu mendengarkan dengan baik. Amin. -agawpr-

Rabu, 25 Februari 2015 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Rabu, 25 Februari 2015
Hari Biasa Pekan I Prapaskah
 
Sangat dianjurkan, agar orang mempersiapkan diri untuk penerimaan Sakramen Pengampunan, melalui pemeriksaan batin dalam terang Sabda Allah. Teks-teks yang paling cocok untuk itu terdapat di dalam nasihat-nasihat moral dari Injil-Injil dan surat-surat para Rasul: dalam khotbah di bukit dan nasihat para Rasul Bdk. misalnya Rm 12-15; 1 Kor 12-13; Gal 5; Ef 4-6.. (Katekismus Gereja Katolik, 1454)


Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 25 (26):6.3.22)

Ya Tuhan, ingatlah akan kerahiman dan kerelaan-Mu yang abadi. Janganlah musuh bergembira atas kami. Ya Allah, bebaskanlah kami dari segala penindasan
 
Remember your compassion, O Lord, and your merciful love, for they are from of old. Let not our enemies exult over us. Redeem us, O God of Israel, from all our distress.
  
Doa Pagi

Allah Bapa Maha Pengasih, perhatikanlah umat yang menyerahkan diri kepada-Mu. Semoga kami mampu menguasai raga kami dengan berpantang dan meningkatkan semangat kami dengan karya amal. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
   
Bacaan dari Nubuat Yunus (3:1-10)
    
   
"Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat."
  
Tuhan berfirman kepada Yunus, "Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan." Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Setelah kabar sampai pada raja kota Niniwe, turunlah raja dari singgasananya; ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa." Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 4/4, PS 812
Ref. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Atau: Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.
Ayat. (Mzm 51:3-4.12-13.18-19; R:19b)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahan kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk-redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yl 2:12-13)
Sekarang juga, demikian firman Allah, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sebab Aku ini pengasih dan penyayang.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:29-32)
  
"Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus."
  
Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman ratu dari Selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan akan menghukum mereka: Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Yunus!"
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Masa Tobat Prapaskah mempunyai ciri tobat. Dalam katekese hendaknya ditegaskan kepada kaum beriman beserta akibat-akibat sosial dosa, hakikat dosa, yang menyangkal dosa sejauh merupakan penghinaan terhadap Allah. (Kongregasi Ibadat Ilahi, Perayaan Paskah dan Persiapannya, 16 Januari 1988, No. 14)
   
Renungan
 

“Orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!” (Luk 11:32). Orang-orang Niniwe sepertinya mudah dipertobatkan dengan pewartaan dan pengalaman Nabi Yunus. Kisah Yunus yang dibuang ke laut dan “dimakan” ikan selama tiga hari tiga malam kiranya menjadi ajakan pertobatan kuat bagi orang Niniwe. Dan Yesus mengingatkan “sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus”. Artinya, Yesus lebih tinggi daripada Yunus. Namun nyatanya, mereka tidak percaya pewartaan-Nya.

Memang sifat, tabiat dan perilaku masing-masing orang berbeda, unik. Ini tergantung dari pendidikan di saat kecil dan lingkungannya (orang-orang di sekitarnya, situasi rumah, dan daerah di mana ia tinggal). Kalau sejak kecil, orangtua mendidik hidup agama dan kebiasaan rohani dengan sabar, dengan tahap-tahap yang bisa diterima dan diikuti anak, nanti saat anak pubertas atau dewasa diharapkan orangtua akan lebih mudah mendampinginya. Kebiasaan-kebiasaan dasar yang baik: menyapa, berterima kasih, saling menghormati, saling menolong dan saling membantu bila sudah diajarkan sejak dini, pada saat dewasa mereka tidak akan canggung lagi. Mereka akan ringan tangan membantu orang yang membutuhkannya.

Kalau orang-orang Niniwe saja mampu bertobat karena pewartaan Yunus, sementara Yesus lebih besar daripada Yunus, apakah kita tidak mampu bertobat? Apa yang masih mau kita cari? Mukjizat apa lagi yang kita inginkan? Bukankah hidup, sabda, karya, sengsara, dan wafat Yesus merupakan pewartaan yang hebat? Apakah hati kita tidak tersentuh ketika melihat The Passion of the Christ? Apakah pribadi Yesus hanya dikira pribadi dongeng, orang hebat yang tidak nyata? Tuhan memberkati. (JK/Inspirasi Batin 2015)

Doa Malam

Allah Bapa yang Mahakuasa, dengan penuh kasih Kauampuni orang-orang Niniwe yang bertobat. Kami mohon, perhatikanlah kami, umat-Mu, yang menyerahkan diri untuk bertobat, agar kelak kami beroleh pengampunan dan kebahagiaan kekal bersama Putra-Mu, Tuhan kami, Yesus Kristus, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa.

Selasa, 24 Februari 2015
Hari Biasa Pekan I Prapaskah

  
Yes. 55:10-11; Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat. 6:7-15.

"Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya."
  
Origenes, salah satu Bapa Gereja yang hidup antara tahun 183-254, menuliskan pengalaman rohaninya tentang doa (de Oratione), yang isinya selain berbicara tentang Doa Bapa Kami juga tentang doa secara umum. Beberapa butir penting dan menarik antara lain: doa harus disertai keyakinan iman bahwa segala sesuatu yang tidak mungkin secara manusiawi, menjadi mungkin karena rahmat Tuhan. Tuhan tahu semua apa yang kita butuhkan, maka doa bukan pertama-tama untuk memohon tetapi untuk menyatukan hidup kita dengan Tuhan. Doa mengakat jiwa kita kepada Tuhan dan menguduskannya sehingga jiwa kita juga dikuatkan untuk menghadapi pencobaan dan melawan kejahatan. Oleh karena itu, doa hendaknya selalu mewarnai dan menyertai setiap hari-hari kita. Meskipun pengabulan doa sepenuhnya tergantung pada Tuhan, namun hendaknya kita memiliki disposisi yang baik untuk berdoa, yaitu: sikap dan suasana batin yang baik, kesungguhan dalam usaha melawan dosa, berdamai dengan sesama dan usaha terus-menerus untuk membebaskan diri dari hal-hal yang mengganggu pikiran kita. 
    
Doa: Tuhan, ajarilah kami dan berilah kami rahmat-Mu agar kami dapat berdoa dengan baik. Amin. -agawpr-

Selasa, 24 Februari 2015 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Selasa, 24 Februari 2015
Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Iman Gereja mendahului iman perorangan, yang diajak supaya menyetujuinya. Kalau Gereja merayakan Sakramen-sakramen, ia mengakui iman yang diterima dari para Rasul. Oleh karena itu berlakulah prinsip tua: "lex orandi, lex credendi" (atau sebagaimana Prosper dari Aquitania dalam abad ke-5 mengatakan: "legem credendi lex statuat supplicandi") "Peraturan doa harus menentukan peraturan iman": auct. ep.8.. Cara doa adalah cara iman; Gereja percaya, seperti yang ia doakan. Liturgi adalah unsur dasar tradisi yang suci dan hidup Bdk. DV 8. ---- Katekismus Gereja Katolik, 1124

Antifon Pembuka (Mzm 90 (89):1-2)

Tuhan, Engkaulah pelindung kami turun-menurun. Dari awal mula sampai akhirat, Engkau mendampingi kami.

O Lord, you have been our refuge, from generation to generation; from age to age, you are.

Doa Pagi

Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur atas begitu besar kasih-Mu kepada kami sampai Engkau mengutus Putra-Mu sendiri datang ke dunia dan menjadi rezeki bagi kami. Kami mohon, curahkanlah Roh Kudus-Mu kepada kapi, agar kami saling menaruh cinta kasih dan saling mengampuni seraya menyongsong kehidupan abadi yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
 
Firman Tuhan itu sungguh berdaya guna. Segala sesuatu yang difirmankan Tuhan, bila diterima dengan hati terbuka, akan menghasilkan buah yang melimpah.
 
Bacaan dari Kitab Yesaya (55:10-11)
     
"Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki."
   
Beginilah firman Tuhan, “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih pada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku: Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.
Ayat. (Mzm 34:4-5.6-7.16-17.18-19; R:18b)
1. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
2. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru-seru, dan Tuhan mendengarkan: Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
3. Mata Tuhan tertuju pada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong: wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
4. Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan: dari segala kesesakannya mereka ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Mat 4:4b)
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
 
Mutu doa tidak ditentukan oleh banyaknya kata-kata melainkan maksud hati untuk menyerahkan diri kepada Tuhan. Doa “Bapa Kami” menjadi model setiap doa kita. Kita menyerahkan segalanya kepada kekuasaan dan penyelenggaraan ilahi-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (6:7-15)
       
"Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa."
  
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya Karena itu berdoalah begini, “Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.” Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan

 
Doa yang baik dan benar bukan soal banyak kata-kata. “Berdoa itu to love, percakapan pribadi yang akrab dengan Allah,” demikian ungkapan mesra Santa Teresa dari Avila. Bapa Kami menjadi jalan masuk untuk sampai ke ruang terdalam dari puri batin kita. Karena setiap kata dalam doa Bapa Kami bermakna dalam dan harus dengan rela kita dilakoni sebagai ungkapan kasih. Salah satu yang terpenting praktik perbuatan kasih adalah pengampunan. Pengampunan itu menyembuhkan. Saling mengampuni berarti saling menyembuhkan. Dan semua itu mengharukan dan membahagiakan.

Antifon Komuni (Mzm 4:2)

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!

When I called, the God of justice gave me answer; from anguish you released me; have mercy, O Lord, and hear my prayer!
 
“Kita akan lebih mudah menerima apa yang kita minta, apabila kita berdoa dalam nama Kristus” (St. Agustinus)
 
Doa Malam

Bapa yang Mahakudus, syukur kepada-Mu, atas Putra-Mu yang telah mengajari kami bagaimana berdoa yang benar. Semoga doa luhur ini kami hayati dan jabarkan dalam aneka kegiatan kami setiap hari. Lindungilah kami dalam istirahat malam ini ya Bapa, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

RUAH

Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Senin, 23 Februari 2015
Hari Biasa Pekan I Prapaskah

 
Im. 19:1-2,11-18; Mzm. 19:8,9,10,15; Mat. 25:31-46.

"Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya."

Kanan itu bahasa jawanya tengen dan kiri itu kiwa. Maka, dalam bahasa Jawa ada istilah "ngiwake" yang maknanya sangat dekat dengan "nglirwake" yakni sikap atau tindakan mengesampingkan atau mengabaikan, misalnya suatu tugas, pekerjaan, kewajiban atau tanggung jawab tertentu. Selain itu, ada juga istilah "nengenke" yang kurang lebih berarti memberikan perhatian lebih atau mementingkan. Orang yang "nengenke kadonyan" berarti orang yang mementingkan hal-hal duniawi dan biasanya cenderung "ngiwake dan nglirwake" (= mengesampingkan) hal-hal rohani. Rupanya, apa yang kita "kiwake" dan yang kita "tengenke" selama hidup di dunia ini diperhitungkan juga oleh Tuhan pada saat pengadilan terakhir, sebagaimana tampak dalam Injil hari ini. Kalau, selama di dunia ini kita terlalu "nengenke" hal-hal duniawi namun "ngiwake" Tuhan dan sesama, maka pada saat akhir nanti kita juga ditempatkan di sebelah kiri-Nya, kita akan "dikiwake" atau dikesampingkan oleh Tuhan sehingga keselamatan kita tidak terjamin. Sebaliknya, kalau kita berani untuk "ngiwake" barang-barang duniawi untuk lebih "nengenke" Tuhan dan sesama, pada saat akhir nanti, kita juga akan ditempatkan di sisi kanan-Nya. Tuhan akan memberi perhatian kepada kita dan dengan demikian, keselamatan kita terjamin oleh-Nya.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami berani untuk memetingkan dan memberi perhatian kepada-Mu dan sesama kami, lebih daripada hal-hal duniawi yang fana. Amin. -agawpr-

Senin, 23 Februari 2015 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Senin, 23 Februari 2015
Hari Biasa Pekan I Prapaskah
 
Karena dosa-dosaku, aku begitu menghitamkan jiwaku, sehingga aku tak dapat melihat Tuhan (St. Theresia dari Avila)
 
Antifon Pembuka (Mzm 123 (122) :2-3)

Sebagaimana mata seorang hamba tertuju kepada tuannya, demikian pula mata kita terarah kepada Allah, agar Ia mengasihi kita. Sayangilah kami, ya Tuhan, sayangilah kami.

Like the eyes of slaves on the hand of their lords, so our eyes are on the Lord our God, till he show us his mercy. Have mercy on us, Lord, have mercy.

Doa Pagi

Allah Bapa Penyelamat orang berdosa, bukalah hati kami untuk menerima ajaran-Mu. Semoga kami bertobat dari dosa dan memperoleh manfaat dari matiraga kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Kitab Imamat (19:1-2.11-18)
   
"Engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran."
      
Tuhan berfirman kepada Musa, “Berbicaralah kepada segenap jemaat Israel, dan katakan kepada mereka: Kuduskanlah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus. Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah berdusta seorang kepada sesamanya. Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah Tuhan. Janganlah engkau memeras sesamamu manusia, dan janganlah merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya. Janganlah kaukutuki orang tuli, dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan; engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan. Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah membela orang kecil secara tidak wajar, dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran.Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah Tuhan. Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hati, tetapi engkau harus berterus terang menegur sesamamu, dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 853
Ref. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah Roh dan kehidupan.
Ayat. (Mzm 19:8.9.10.15; R: Yoh. 6:64b)
1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati, perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
4. Mudah-mudahan Engkau sudi mendengarkan ucapan mulutku dan berkenan akan renungan hatiku, ya Tuhan, Gunung Batu dan penebusku.
   
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (2Kor 6:2b)
Waktu ini adalah waktu perkenanan, hari ini adalah hari penyelamatan!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:31-46)
    
"Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."
     
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat datang bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

  Ibu Teresa dari Kalkuta mengatakan, ”Mereka yang tidak diinginkan dan tidak dicintai ...mereka yang berjalan di dalam dunia tanpa ada satu pun yang memperhatikan. Pernahkah kita pergi untuk menemui mereka? Pernahkah kita mengenal mereka? Pernahkah kita mencoba untuk menemukan mereka?” Sebuah ajakan praktis untuk mencintai sesama terutama kepada mereka yang sering kita abaikan. Beliau adalah pelaksana Sabda yang sejati, terutama Sabda Kasih yang sering kita hafal dan banggakan sebagai orang Kristen.

Dalam Kitab Imamat, Allah mengingatkan umat-Nya akan betapa pentingnya menghormati dan mencintai sesama manusia, sebab manusia itu citra Allah. Manusia harus menghormati kekudusan Allah melalui cinta kepada sesama, terutama terhadap mereka yang miskin, cacat dan menderita. Yesus melalui khotbah tentang pengadilan terakhir mengungkapkan: ”Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat. 25: 40).

Siapa pun sesama itu dan bagaimana saja keadaan hidup mereka, entah berdosa, cacat dan berkekurangan, kita semua sama di hadapan Allah. Kasih mengasihi antara sesama bukan lagi sebagai seruan pengandaian melainkan suatu keharusan hidup.
 
Tuhan, bantulah aku agar mampu mencintai semua orang terutama mereka yang miskin dan terlupakan melalui perbuatan-perbuatanku yang nyata. Amin. (Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian)

Antifon Komuni (Mat 25:40, 34)

Amin, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku, demikianlah firman Tuhan. Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
 
Amen, I say to you: Whatever you did for one of the least of my brethren, you did it for me, says the Lord. Come, you blessed of my Father, receive the kingdom prepared for you from the foundation of the world.
 
Doa Malam

Allah Bapa yang Mahamulia, kami bersyukur karena Yesus Kristus Tuhan kami, telah sudi merendahkan diri dan menjadi hamba semua orang. Kami mohon, jadikanlah kami murid-murid-Nya yang setia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan selama-lamanya. Amin.

Kobus Minggu 22 Februari 2015


Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!

Minggu, 22 Februari 2015
Hari Minggu Prapaskah I

 
Kej. 9:8-15; Mzm. 25:4b-5ab,6-7bc,8-9; 1Ptr. 3:18-22; Mrk. 1:12-15.

"Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

Kita mengalami betapa tidak mudahnya bertobat. Dari pihak kita sendiri, kita sudah memiliki kerapuhan sehingga mudah sekali jatuh. Masih ditambah lagi dengan pekerjaan iblis yang selalu menggoda kita, seperti halnya dialami juga oleh Yesus (Mrk 1,13). Namun, bagaimama pun juga, toh kita harus tetap bersukur karena dosa-dosa kita tidak langsung mendatangkan hukuman begitu saja. Tuhan telah berjanji bahwa Ia tidak akan lagi "memusnahkan segala yang hidup" (Kej 9,15). Bagi kita, Tuhan senantiasa memberikan peringatan dan ajakan untuk bertobat, untuk memperbaiki diri terus menerus. Bahkan, Ia juga memberikan rahmat-Nya yang memampukan kita untuk bertobat. Tidak hanya itu. Diri-Nya sendiri pun Dia berikan kepada kita sebagai tebusan, sebagaimana ditegaskan oleh St. Petrus dalam bacaan II. "Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah" (1Ptr 3,18).

Doa (Mzm 25, 5-7): Ya Tuhan, bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan. Amin. -agawpr-

Minggu, 22 Februari 2015 Hari Minggu Prapaskah I

Minggu, 22 Februari 2015
Hari Minggu Prapaskah I
 
Masa Prapaskah tahunan adalah masa rahmat, karena kita mendaki Gunung Suci hari raya Paskah. "Masa Prapaskah mempunyai tugas ganda, mempersiapkan para katekumen dan kaum beriman untuk perayaan misteri Paskah. Para calon diantar oleh perayaan pendaftaran, oleh perayaan tobat dan pengajaran untuk menghayati Sakramen-sakramen Inisiasi; kaum beriman harus lebih rajin mendengarkan Sabda Allah dan berdoa dan mempersiapkan diri dengan tobat atas pembaruan janji baptis." (Caeremoniale Episcoporum) [Kongregasi Ibadat Ilahi, Perayaan Paskah dan Persiapannya, 16 Januari 1988, No. 6]
 

Antifon Pembuka (bdk. Mzm 91:15-16)

Ia akan memanggil-Ku dan Aku akan mendengarkan dia. Aku akan meluputkan dan memuliakannya. Dengan umur panjang akan Kupenuhi dia.

Invocabit me, et ego exaudiam eum: eripiam eum, et glorificabo eum: longitudine dierum adimplebo eum.

Doa Pagi


Allah Yang Mahakuasa, kami menjalankan masa Prapaskah ini sebagai tanda pertobatan kami. Semoga kami semakin mengenali Kristus dan mampu menghadirkan-Nya dengan hidup yang pantas. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kejadian (9:8-15)
  
"Perjanjian Allah dengan Nuh sesudah ia dibebaskan dari air bah."
   
Sesudah air bah berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anak Nuh yang bersama-sama dengan dia, “Camkanlah, Aku mengadakan perjanjian dengan kamu dan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang ada besertamu, yakni burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi, segala yang keluar dari bahteramu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak kini segala yang hidup takkan dilenyapkan oleh air bah lagi dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” Dan Allah berfirman, “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk hidup yang ada sertamu turun temurun untuk selama-lamanya: Busur-Ku akan Kutempatkan di awan sebagai tanda perjanjian antara Aku dan bumi. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah Kuadakan dengan kamu dan dengan segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 845
Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.
Ayat. (Mzm 25:4b-5ab.6-7ab.8-9)
1. Tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
2. Ingatlah segala rahmat dan kasih-setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.
3. Tuhan itu baik dan benar, sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (3:18-22)
  
"Air itu melambangkan pembaptisan yang kini menyelamatkan kamu."
   
Saudara-saudaraku terkasih, Kristus telah mati satu kali untuk segala dosa kita. Ia yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu roh-roh mereka yang pada masa Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan dari air bah itu. Air itu melambangkan pembaptisan yang kini menyelamatkan kamu, bukan dengan membersihkan kenajisan jasmani, melainkan dengan memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah berkat kebangkitan Yesus Kristus, yang telah naik ke surga dan kini duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia menaklukkan segala malaikat, kuasa dan kekuatan kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = d, 4/4, PS 966
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.
Ayat. (Mat 4:4b)
Manusia hidup bukan saja dari roti, melainkan juga dari setiap sabda Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:12-15)
   
"Yesus dicobai oleh Iblis dan malaikat-malaikat melayani Dia."
    
Sekali peristiwa Roh memimpin Yesus ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai oleh Iblis. Yesus berada di sana di antara binatang-binatang liar, dan malaikat-malaikat melayani Dia. Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan
 
Pertobatan berarti perubahan sikap menjadi lebih baik. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan hati dan pikiran yang membawa diri semakin dekat dengan Tuhan, dan kepada sesama yang ditampakkan lewat perbuatan. Surga adalah tempat Allah tinggal. Ke sana semua orang beriman yang bertobat, percaya dan setia akan dibawa. Jalan menuju ke Kerajaan Allah (surga) ini adalah jalan hidup yang benar, baik, setia dan pertobatan terus-menerus.

Banyak orang lebih mengandalkan pikiran dan perbuatannya dalam menjalani masa Prapaskah atau masa tobat. Mereka berpikir bahwa dengan berbuat baik dan berderma, pertobatan sudah terjadi. Akhirnya, mereka merasa tidak perlu lagi pergi mengaku dosa atau merayakan Sakramen Tobat. Ini adalah satu kekeliruan kecil yang berdampak besar. Derma dan kebaikan yang sudah dilakukannya tidak salah, tetapi ada satu sisi terpenting yang diabaikan dalam perbuatan tersebut, yaitu hati.

Ada pepatah mengatakan, “Kepala yang penuh pengetahuan tidak akan lebih hebat daripada hati yang penuh iman.” Pikiran dan kebaikan akan membawa kita ke depan pintu surga, tetapi hati yang bersih akan membawa kita memasuki pintu surga. Apakah kita hanya mau sampai ke pintu surga saja?

Pencobaan yang dialami Yesus di padang gurun adalah pencobaan iman, keteguhan dan ketulusan hati. Bayangkan suasana padang gurun! Kosong, sepi, panas di siang hari dan dingin di saat malam. Pencobaan ini bukan uji nyali seperti yang biasa kita lihat di televisi; bahwa orang dibawa dalam kesepian dan kegelapan malam untuk melihat apakah dia berani atau tidak. Padang gurun adalah ujian hati dan iman, gambaran sebuah perjalanan dengan tangan hampa dan tanpa teman. Hanya Bapa yang menjadi andalan dan jaminan. Yesus tidak takut sama sekali. Mestinya kita pun harus bersikap yang sama dalam menjalani masa Prapaskah ini. Tidak perlu takut dan cemas menjalani padang gurun pencobaan maupun padang gurun kehidupan. Sebab, sama seperti Allah memegang janji-Nya kepada Nuh tidak memusnahkan yang hidup dengan air bah, demikian juga Ia tidak akan memusnahkan orang berdosa yang bertobat.

Tobat membuat hati dan pikiran semakin harmonis dengan kehendak Allah. Tobat mengalahkan keinginan liar, yang sama seperti anak kecil yang suka bermain-main tanpa kenal lelah. Perbuatan baik dan derma kita adalah buah tangan bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Ini berarti, tobat itu berbuah dan buahnya bisa dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitar kita.

Surga adalah tempat di mana orang bisa bersemuka dengan Allah tanpa kenal ruang dan waktu, bersahabat dengan semua ciptaan tanpa kenal asal dan latar belakang. Surga adalah tempat kerukunan tanpa definisi dan penjelasan. Yang ada adalah sukacita dan kebahagiaan bersama Allah dan semua ciptaan. Surga adalah pahala bagi orang yang bertobat.

Karena itu, mari pada masa Prapaskah ini kita membangun tobat, berbagi buah pertolongan lewat berbuat kebaikan dan berderma, menerima sesama dengan sukacita dan damai. Pertobatan yang kita lakukan ini adalah pertobatan menuju surga. (Kartolo Malau, O.Carm/RUAH)

Antifon Komuni (Mat 4:4)

Manusia hidup bukan dari makanan saja, melainkan juga dari setiap Sabda Allah.

atau (Mzm 91:4-5)

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,

Scapulis suis obumbrabit tibi Dominus, et sub pennis eius sperabis: scuto circumdabit te veritas eius.
 
 
 Hidup kita sebagai peziarah di dunia ini tidak dapat bebas dari pencobaan. (St. Agustinus).

Sabtu, 21 Februari 2015 Hari Sabtu sesudah Rabu Abu

Sabtu, 21 Februari 2015
Hari Sabtu sesudah Rabu Abu
 
“Doa itu secara istimwa berbicara dengan Tuhan, namun bukan untaian kata-kata belaka” (St. Yohanes Krisostomus)
 

Antifon Pembuka (Mzm 69 (68):17)

Ya Tuhan, dengarkanlah kami karena Engkau maharahim. Pandanglah kami sekadar kasih-Mu yang melimpah.

Answer us, Lord, for your mercy is kind; in the abundance of your mercies, look upon us.


Doa Pagi

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, perhatikanlah kelemahan kami dan bantulah kami dnegan kekuatan rahmat-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Puasa menjadi kesempatan bagi kita untuk mengungkapkan cinta. Hal itu terungkap bagaimana kita berbuat sesuatu bagi mereka yang miskin dan tertindas. Di mana ada cinta kasih, Tuhan sungguh hadir.
   

Bacaan dari Kitab Yesaya (58:9b-14)
 
 
"Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap."
  
Inilah Firman Allah, “Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu. Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebut “Yang memperbaiki tembok yang tembus”, “Yang membetulkan jalan” supaya tempat itu dapat dihuni. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebut hari Sabat sebagai “Hari Kenikmatan” dan hari kudus Tuhan sebagai “Hari Yang Mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu sendiri, atau berkata omong kosong; maka engkau akan bersenang-senang, karena Tuhan. Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu.
Ayat. (Mzm 86:1-2.3-4.5-6)
1. Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi; selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.
2. Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
3. Sebab, ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni; kasih setia-Mu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yeh 33:11)
Aku tidak berkenan akan kematian orang fasik, melainkan akan pertobatannya supaya ia hidup.
 
Cinta dan perhatian Yesus ditujukan kepada para pendosa. Lewi, seorang pemungut cukai yang biasanya dicap sebagai pendosa, sungguh mengalami cinta Tuhan. Dia dipanggil untuk menjadi salah satu murid-Nya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:27-32)
  
"Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat."
  
Sekali peristiwa Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain ikut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Pemungut bea cukai mempunyai predikat sebagai orang berdosa, karena bekerja untuk penjajah. Karena itu mereka dijauhi dan dikucilkan. “Ikutlah Aku!” Panggilan Yesus itu disambut hangat oleh Lewi. Maka bergegas berdirilah ia dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. Lewi lalu mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Buah perjumpaan, sapaan, kepedulian dan panggilan dari Yesus menghasilkan sukacita dan pertobatan. Bagaimana sikap kita pada masa Prapaskah ini berhadapan dengan orang-orang yang dikucilkan karena berbagai alasan?

Antifon Komuni (Mat 9:13)

Aku menghendaki belas kasihan, bukan persembahan, demikianlah firman Tuhan, karena aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa.
 
I desire mercy, not sacrifice, says the Lord, for I did not come to call the just but sinners.
 
Doa Malam

Tuhan, malam ini kuserahkan segala kekuatan dan kelemahanku, kelebihan dan kekuranganku kepada-Mu. Aku telah mengusahakannya namun tak jarang dosa kesombonganku masih ada dalam hidupku. Karena itu, ya Tuhan, sembuhkanlah aku yang berdosa dan ingin selalu bertobat ini. Amin.


RUAH

Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa

Jumat, 20 Februari 2015
Hari Jumat sesudah Rabu Abu (Hari Pantang)

 
Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4,5-6a,18-19; Mat. 9:14-15.

"Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa"
 
Segala sesuatu ada waktunya. Maka, orang Jawa mempunyai nasihat bijak: "empan papan, angon wayah". Artinya, kita harus bisa bersikap dan membawakan diri dengan bijaksana sesuai dengan tempat dan waktu. Saat ini adalah masa prapaskah: waktu untuk berpantang dan puasa. Yach, meskipun kewajiban berpuasa hanya pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung, dan pantang hanya setiap hari Jumat selama masa prapaskah, namun hendaknya susana puasa dan pantang mewarnai setiap hari-hari kita. Bukankah puasa dan pantang itu bukan sekedar urusan makanan dan minuman saja tetapi lebih-lebih berpuasa dan berpantang dari setiap pikiran, perasaan, perkataan, sikap dan tindakan yang tidak baik? Misalnya: puasa dan pantang misuh, terlambat, ngrasani atau nge-gosip, memecah-belah atau mengadu-domba, dll. Marilah kita gunakan waktu dan kesempatan penuh rahmat ini dengan sebaik-baiknya.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu menggunakan masa prapaskah ini dengan sebaik-baiknya, sehinga melalui pantang dan puasa yang kami jalani, kami semakin mampu memurnikan dan menyucikan diri kami. Amin. -agawpr- 

Jumat, 20 Februari 2015 Hari Jumat sesudah Rabu Abu

Jumat, 20 Februari 2015
Hari Jumat sesudah Rabu Abu (Hari Pantang)

Puasa hendaknya dikaitkan dengan pemberian sedekah, yang meliputi berbagai macam perbuat kasih yang terpuji. (St. Leo Agung)


Antifon Pembuka (Mzm 30 (29) :11)

Tuhan telah mendengarkan suaraku dan berbelas kasih. Tuhanlah penolongku.
 
The Lord heard and had mercy on me; the Lord became my helper.

 
Doa Pagi


Allah Bapa yang Mahakudus, bantulah kami membarui diri dengan tobat. Semoga usaha mati raga yang kami mulai dapat kami selesaikan dengan hati tulus ikhlas. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (58:1-9a)
    
 
"Berpuasa yang Kukehendaki ialah engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman."
    
Beginilah firman Tuhan Allah, “Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka, dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang berlaku benar dan tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyai Aku tentang hukum-hukum yang benar. Mereka suka mendekat menghadap Allah, dan bertanya, “Kami berpuasa, mengapa Engkau tidak memperhatikannya juga?” Kami merendahkan diri, mengapa Engkau tidak mengindahkan juga?” Camkanlah! Pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi, serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan cara berpuasa seperti ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Inikah puasa yang Kukehendaki: Mengadakan hari merendahkan diri? Menundukkan kepala seperti gelagah? Dan membentangkan kain sarung serta abu sebagai lapik tidur? Itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah: Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk; membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan depanmu, dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia berkata: Ini Aku!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 4/4, PS 812
Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.
Atau: Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. 
 Ayat. (Mzm 51:3-4.5-6a.18-19)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.
2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Am 5:14)
Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup, dan Allah akan menyertai kamu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:14-15)
  
"Mempelai itu akan diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa."
    
Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus, dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan
 
Dalam sebuah penelitian diungkap bahwa puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat. Uniknya menurut penelitian tersebut ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Hal ini juga dibuktikan dengan suatu kasus pada sekelompok mahasiswa Universitas Chicago, USA, yang diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai remarkable(luar biasa).
 
Praktik puasa dikenal dalam semua agama. Puasa merupakan salah satu sarana yang biasa dipakai untuk tujuan spiritual, yaitu semakin mendekatkan diri pada Tuhan dan membersihkan diri dari segala kelemahan dan dosa. Saat berpuasa kita mengambil jarak dari makanan, minuman dan hiburan-hiburan jasmani, sehingga perhatian kita lebih terarah pada hal yang sifatnya rohani, terutama dalam hubungan dengan Tuhan. Pikiran menjadi tenang dan batin mudah untuk menjadi hening.

Kegembiraan kita dalam berpuasa baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru adalah: ”Bukanlah usaha tidak makan dan minum tetapi bertobat, memperjuangkan keadilan dan kejujuran serta rela berbagi kepada semua orang yang menderita” (bdk. Yes. 58:6-7). Dengan kata lain, mampu menghadirkan Kristus yang memperjuangkan misi keselamatan-Nya dengan: bertobat, hidup semakin dekat dengan Tuhan dalam doa dan ekaristi, bersikap adil dan jujur, dan rela memberi derma (bdk. Mat. 9:14-15)
 
Tuhan, pimpinlah aku dengan Roh-Mu, supaya aku mampu menjalankan masa tobat agar semakin dekat dengan-MU dan rela berbagi kasih dengan sesama. Amin. (Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian)
 
Antifon Komuni (Mzm 25 (24):4)

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah itu kepadaku.

O Lord, make me know your ways, teach me your paths.

Doa Malam

Allah Bapa yang Mahakudus, ajarilah kami berpantang dan berpuasa seturut kehendak-Mu: berbuat amal, rukun serta bantu-membantu agar dapat terbebas dari kekuasaan jahat dan hidup dengan pantas sebagai putra dan putri Bapa yang satu dan sama. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy