Bulan Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang dan Keuskupan Agung Jakarta

Daftar Renungan Bulan Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang dan Keuskupan Agung Jakarta, silahkan buka link, jika tidak tersedia silahkan buka link di bagian kanan atau cari di google search custom engine.

KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG

  1. Pertemuan I Bulan Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang: Kebersamaan Meneguhkan Iman
  2. Pertemuan II Bulan Kitab Suci: Keuskupan Agung Semarang: HEROISME IMAN: TAAT SETIA KEPADA ALLAH, TEGAS MENOLAK ILAH-ILAH
  3. Pertemuan III Bulan Kitab Suci: Keuskupan Agung Semarang: Kematian, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal
  4. Pertemuan IV Bulan Kitab Suci: Keuskupan Agung Semarang: Ajaran Mengenai Surga, Api Penyucian, dan Neraka

BKSN KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

  1. Pertemuan I Keuskupan Agung Jakarta: Perjuangan Hidup Dalam Diriku
  2. Pertemuan II Bulan Kitab Suci Keuskupan Agung Jakarta: Perjuangan Hidup Dalam Keluarga

Kamis, 01 Oktober 2009 :: PW. St. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, Prw PujG

Kamis, 01 Oktober 2009
PW. St. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, PrwPujG

“Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”


Doa Renungan


Ya Tuhan, terimakasih atas hari yang baru ini. Puji syukur kami sampaikan kepada-Mu yang masih memberikan nafas kehidupan kepada kami. Kami akan memulai hari ini, kami mohon Engkau memberkati sehingga kami dapat menjadi pekerja di ladang-Mu yang subur. Sebab Engkaulah asal dan tujuan hidup kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nehemia (8:1-5a.6-7.8b-13)

"Ezra membuka Kitab dan memuji Tuhan. Maka seluruh umat menjawab, "Amin! Amin!"

Sesudah kembali dari pembuangan, orang-orang Israel telah menetap kembali di kota-kota mereka. Lalu pada bulan ketujuh berkumpullah seluruh rakyat di lapangan di muka Gerbang Air di Yerusalem. Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel. Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: "Amin, amin!", sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah. Para Lewi menjelaskan hukum itu kepada jemaat, sementara rakyat berdiri di tempatnya. Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!", karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu. Lalu berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!" Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: "Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!" Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 853
Ref. Sabda-Mu ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.
Ayat. (Mzm 19:8-11)
1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
4. Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:1-12)

"Semoga damaimu menyertai dia."

Pada waktu itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Teresa dari Kanak-kanak Yesus, perawan dan pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· “Yesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarlah saya menjadi mainanMu. Anggap saja saya ini bola-Mu. Bila akan Kauangkat, betapa senang hariku. Jika hendak Kausepak kian kemari, silahkan. Dan kalau hendak Kautinggal di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Saya akan menunggu dengan sabar dan setia. Tetapi kalau hendak Kautusuk…O, Yesus, tentu itu sakit sekali, namun terjadilah kehendakMu” (Yayasan Cipta Loka Caraka: Ensiklopedi Orang Kudus, Jakarta 1985, hal 292), demikian kata-kata atau doa Teresa. Apa yang didoakan didoakan Teresa ini kiranya menanggapi sabda Yesus :”Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala”. St.Teresa kiranya menjadi teladan dalam penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan dan kaul/keutamaan ketaatan serta kerendahan hati. Maka baiklah kita sebagai orang beriman meneladannya dalam hidup kita sehari-hari. Tantangan untuk taat dan rendah hati pada masa kini memang cukup berat, mengingat dan memperhatikan cukup banyak orang di sekitar kita cenderung untuk menjadi sombong dan kurang taat pada aneka macam aturan daan tatanan hidup bersama. Tantangan juga dapat muncul dari dalam diri kita sendiri antara lain ketakutan dan kemalasan. Kamu berharap para orangtua atau pemimpin dapat menjadi teladan dalam hal penghayatan ketaatan dan kerendahan hati. Di samping itu kami juga berharap kepada rekan muda-mudi atau pelajar untuk berani mempersembahkan diri kepada Tuhan dengan hidup membiara atau imamat.

· "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!” (Neh 8:11). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan kita. Berbagai tantangan dan keterbatasan diri kita sering membuat kita bersusah hati karena kita harus bekerja keras dan berat serta berjuang dengan pengorbanan diri. “Tuhan itulah perlindunganmu”, demikian peringatan atau nasihat yang selayaknya menjadi pegangan kita. Bersama dan bersatu dengan Tuhan kita akan mampu mengatasi aneka tantangan dan hambatan, maka biarkanlah Dia hidup dan bekerja dalam dan melalui diri kita yang lemah dan rapuh. Marilah kita hayati apa yang dihayati Paulus ini: ”Harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami “(2Kor 4:7). Harta kita adalah panggilan, fungsi, jabatan atau kedudukan kita masing-masing. Jika kita sukses atau berhasil dalam panggilan, fungsi, jabatan atau kedudukan, marilah hal itu kita hayati sebagai karya dan kekuatan Tuhan yang melimpah-ruah dalam diri kita yang rapuh dan lemah. Dengan kata lain semakin sukses atau berhasil hendaknya juga semakin rendah hati. “Hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita”, artinya setiap hari hendaknya kita mempersembahkan diri seutuhnya kepada Penyelenggaraan Ilahi, taat dan setia pada kehendak Tuhan.

“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah” (Mzm 19:8-11).


Jakarta, 1 Oktober 2009
Ignatius Sumarya, SJ


Note: bulan Oktober adalah bulan Rosario dan diharapkan setiap hari berdoa Rosario , entah pribadi atau bersama.

Rabu, 30 September 2009 :: Pw. St. Hieronimus, Imam Pujangga Gereja

Rabu, 30 September 2009
Pw. St. Hieronimus, Imam Pujangga Gereja

Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia -- Mzm 33:18a

Doa Renungan



Tuhan Yesus Kristus, pada peringatan Santo Hieronimus pada hari ini, aku mengenang kembali perjuangan besarnya untuk menerjemahkan Kitab Suci berdasarkan rasa cintanya yang begitu besar kepada umat beriman. Doronglah aku untuk selalu bersemangat dalam membaca dan merenungkan sabda-Mu sebagai penghargaan terhadap Santo Hieronimus dan terutama Engkau sendiri. Doa ini kami sampaikan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nehemia (2:1-8)

"Jika raja menganggap baik, utusan hamba ke kota makam leluhur hamba, untuk membangunnya kembali."

Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut. Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota , tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali." Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya. Berkatalah aku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng Bait Suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 847
Ref. Tuhan penjaga, dan benteng perkasa, dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 137:1-2.3.4-5)
1.Di tepi sungai-sungai Babel ,
di sanalah kita duduk sambil menangis,
apabila kita mengingat Sion.
Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu
kita menggantungkan kecapi kita.
2.Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita
meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian,
dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita:
"Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
3. Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?
Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem,
biarlah menjadi kering tangan kananku!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:57-62)

"Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi."

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah”
(Neh 2:1-8; Luk 9:57-62)

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Hieronemus, Imam dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Hari ini adalah hari terakhir bulan Kitab Suci/September 2009. Kiranya di antara anda semua selama bulan Kitab Suci terlibat dalam aneka pendalaman Kitab Suci dalam berbagai kesempatan, dan mungkin juga telah ditemukan ayat-ayat atau teks kitab suci yang mengesan serta tergerak untuk menghayati atau melaksanakannya di dalam hidup sehari-hari. Dengan kata lain setelah membacakan dan mendengarkan ayat-ayat Kitab Suci anda tergerak untuk memperbaharui hidup, agar cara hidup dan cara bertindak lebih sesuai dengan kehendak Tuhan. Anda siap sedia untuk memperbaharui atau diperbaharui, dibentuk atau dibina oleh sabda-sabda Tuhan, maka hendaknya pesan atau peringatan Yesus ini diperhatikan:”Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” . Kami harapkan anda melangkah maju terus tanpa kenal lelah, setia memperbaharui diri atau diperbaharui orang lain. Jauhkan aneka macam bentuk mangkir atau malas yang sering menggejala dalam alasan yang nampak rational dan tak terbantahkan, misalnya ‘urusan keluarga, off the record’. Dengan kata lain sebagai orang yang telah dibaptis hendaknya setia pada janji baptis, yang menjadi imam setia pada janji imamat, yang berkeluarga setia pada janji perkawinan dan yang hidup membiara setia pada tri-kaulnya dst.. Mereka yang sedang belajar setia pada janji pelajar sehingga semakin terampil belajar, dan mereka yang bekerja setia pada janji kerja sehingga terampil bekerja. Maju terus, jangan menoleh ke belakang, namun sekali-kali menoleh ke belakang dalam rangka refleksi silahkan. Kita percayakan diri kita kepada Penyelenggaraan Ilahi, kepada kehendak Allah.

· "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?”(Neh 2:3), demikian kata seorang pelayan kepada rajanya. “Pekuburan nenek moyang” merupakan symbol penghormatan kepada nenek moyang, dan mungkin dengan menyaksikan pekuburan nenek moyang yang baik orang juga akan teringat dan terkenang akan nasihat-nasihat baik dari nenek moyang, sebaliknya jika pekuburan nenek moyang amburadul atau berantakan serta kumuh, mungkin melambangkan tiada yang mengesan dari nenek moyang. Amburadul, berantakan atua kekumuhan pekuburan nenek moyang juga dapat melambangkan bahwa kita, para penerus hidup dan bertindak seenaknya sendiri, tidak memperhatikan dan melaksanakan aneka macam nasihat baik dari nenek moyang. Kata-kata atau ayat-ayat dalam Kitab Suci boleh dikatakan sebagai ajaran, nasihat, petuah atau perintah ‘nenek moyang’ kepada kita semua. Jika cara hidup dan cara bertindak amburadul dan tidak teratur ada kemungkinan kita kurang atau menghayati sabda-sabda Tuhan atau janji-janji yang pernah kita ikrarkan. Marilah kita buka, baca dan renungkan teks janji yang pernah kita ikrarkan guna memperbaiki cara hidup dan cara bertindak kita yang amburadul. Jika perlu baiklah kita menyepi sejenak, entah satu jam, satu atau dua hari, untuk mawas diri perihal cara hidup dan cara bertindak kita, apakah sudah sesuai dengan janji-janji yang pernah kita ikrarkan; dalam menyepi ini dapat sendiri atau berdua atau bertiga, jika suami-isteri hendaknya berdua bersama dengan pasangan hidupnya. Moga-moga rumus janji-janji tidak menjadi ‘kuburan mati’, melainkan hidup dan menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita.



Jakarta, 30 September 2009


Ignatius Sumarya, SJ

Rabu, 30 September 2009 :: Pw. St. Hieronimus, Imam Pujangga Gereja

Rabu, 30 September 2009
Pw. St. Hieronimus, Imam Pujangga Gereja

Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia -- Mzm 33:18a

Doa Renungan



Tuhan Yesus Kristus, pada peringatan Santo Hieronimus pada hari ini, aku mengenang kembali perjuangan besarnya untuk menerjemahkan Kitab Suci berdasarkan rasa cintanya yang begitu besar kepada umat beriman. Doronglah aku untuk selalu bersemangat dalam membaca dan merenungkan sabda-Mu sebagai penghargaan terhadap Santo Hieronimus dan terutama Engkau sendiri. Doa ini kami sampaikan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nehemia (2:1-8)

"Jika raja menganggap baik, utusan hamba ke kota makam leluhur hamba, untuk membangunnya kembali."

Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut. Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota , tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali." Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya. Berkatalah aku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng Bait Suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 847
Ref. Tuhan penjaga, dan benteng perkasa, dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 137:1-2.3.4-5)
1.Di tepi sungai-sungai Babel ,
di sanalah kita duduk sambil menangis,
apabila kita mengingat Sion.
Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu
kita menggantungkan kecapi kita.
2.Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita
meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian,
dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita:
"Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
3. Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?
Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem,
biarlah menjadi kering tangan kananku!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:57-62)

"Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi."

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah”
(Neh 2:1-8; Luk 9:57-62)

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Hieronemus, Imam dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Hari ini adalah hari terakhir bulan Kitab Suci/September 2009. Kiranya di antara anda semua selama bulan Kitab Suci terlibat dalam aneka pendalaman Kitab Suci dalam berbagai kesempatan, dan mungkin juga telah ditemukan ayat-ayat atau teks kitab suci yang mengesan serta tergerak untuk menghayati atau melaksanakannya di dalam hidup sehari-hari. Dengan kata lain setelah membacakan dan mendengarkan ayat-ayat Kitab Suci anda tergerak untuk memperbaharui hidup, agar cara hidup dan cara bertindak lebih sesuai dengan kehendak Tuhan. Anda siap sedia untuk memperbaharui atau diperbaharui, dibentuk atau dibina oleh sabda-sabda Tuhan, maka hendaknya pesan atau peringatan Yesus ini diperhatikan:”Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” . Kami harapkan anda melangkah maju terus tanpa kenal lelah, setia memperbaharui diri atau diperbaharui orang lain. Jauhkan aneka macam bentuk mangkir atau malas yang sering menggejala dalam alasan yang nampak rational dan tak terbantahkan, misalnya ‘urusan keluarga, off the record’. Dengan kata lain sebagai orang yang telah dibaptis hendaknya setia pada janji baptis, yang menjadi imam setia pada janji imamat, yang berkeluarga setia pada janji perkawinan dan yang hidup membiara setia pada tri-kaulnya dst.. Mereka yang sedang belajar setia pada janji pelajar sehingga semakin terampil belajar, dan mereka yang bekerja setia pada janji kerja sehingga terampil bekerja. Maju terus, jangan menoleh ke belakang, namun sekali-kali menoleh ke belakang dalam rangka refleksi silahkan. Kita percayakan diri kita kepada Penyelenggaraan Ilahi, kepada kehendak Allah.

· "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?”(Neh 2:3), demikian kata seorang pelayan kepada rajanya. “Pekuburan nenek moyang” merupakan symbol penghormatan kepada nenek moyang, dan mungkin dengan menyaksikan pekuburan nenek moyang yang baik orang juga akan teringat dan terkenang akan nasihat-nasihat baik dari nenek moyang, sebaliknya jika pekuburan nenek moyang amburadul atau berantakan serta kumuh, mungkin melambangkan tiada yang mengesan dari nenek moyang. Amburadul, berantakan atua kekumuhan pekuburan nenek moyang juga dapat melambangkan bahwa kita, para penerus hidup dan bertindak seenaknya sendiri, tidak memperhatikan dan melaksanakan aneka macam nasihat baik dari nenek moyang. Kata-kata atau ayat-ayat dalam Kitab Suci boleh dikatakan sebagai ajaran, nasihat, petuah atau perintah ‘nenek moyang’ kepada kita semua. Jika cara hidup dan cara bertindak amburadul dan tidak teratur ada kemungkinan kita kurang atau menghayati sabda-sabda Tuhan atau janji-janji yang pernah kita ikrarkan. Marilah kita buka, baca dan renungkan teks janji yang pernah kita ikrarkan guna memperbaiki cara hidup dan cara bertindak kita yang amburadul. Jika perlu baiklah kita menyepi sejenak, entah satu jam, satu atau dua hari, untuk mawas diri perihal cara hidup dan cara bertindak kita, apakah sudah sesuai dengan janji-janji yang pernah kita ikrarkan; dalam menyepi ini dapat sendiri atau berdua atau bertiga, jika suami-isteri hendaknya berdua bersama dengan pasangan hidupnya. Moga-moga rumus janji-janji tidak menjadi ‘kuburan mati’, melainkan hidup dan menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita.



Jakarta, 30 September 2009


Ignatius Sumarya, SJ

Selasa, 29 September 2009 :: Pesta St Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung

Selasa, 29 September 2009
Pesta St Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar -- Mat 13:16

Doa Renungan

Allah Bapa yang Mahakuasa, terimakasih bahwa Engkau telah mengutus ketiga Malaikat Agung: Mikael, Gabriel dan Rafael, untuk menjaga keselamatan rohani kami. Semoga melalui pesta mereka pada hari ini aku menjadi semakin sadar akan kasih dan perhatian-Mu yang besar kepadaku. Dengan pengantaraan Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Daniel (7:9-10.13.14)

"Pakaian-Nya putih seperti salju."

Aku, Daniel, melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuktanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat.
(Mzm. 138:1-2ab.2cde-3.4.5)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku; di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku hendak memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, sebab besarlah kemuliaan Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:47-51)

"Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak manusia."

Pada waktu itu Natanael datang kepada Yesus atas ajakan Filipus. Tatkala melihat Natanael datang, Yesus berkata tentang dia, "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada Yesus, "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya, "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya, "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya "Karena Aku berkata kepadamu: "Aku melihat engkau di bawah pohon ara", maka engkau percaya? Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan kaulihat." Lalu kata Yesus kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Ada tiga malaikat agung yang kita rayakan hari ini. Malaikat-malaikat agung itu adalah Rafael, Gabriel, dan Mikael. Malaikat Rafael kita kenal dari Kitab Tobit. Sementara Gabriel adalah malaikat pembawa kabar gembira kepada Maria. Mikael kita kenal sebagai panglima para malaikat yang berhasil mengalahkan setan. Dalam Injil, Yesus juga menyebutkan para malaikat yang akan turun naik dari surga ke dunia.

Para malaikat mempunyai tugas masing-masing sesuai yang diberikan oleh Allah. Mereka juga berperan dalam kerangka penyelamatan dunia oleh Allah melalui Yesus Kristus. Peran para malaikat kiranya dapat memberikan teladan kepada kita untuk juga setia pada tugas dan panggilan kita yang telah diberikan oleh Allah. Pesta hari ini mengajak kita untuk bersama para Malaikat Agung dan penghuni surga memenuhi perutusan kita mewartakan kebaikan Allah kepada setiap mahkluk yang kita jumpai.

Ya Allah, berilah aku kesetiaan untuk menjadi pembawa kabar sukacita-Mu. Amin.




Ziarah Batin 2009 Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian 28 September - 04 Oktober

Bacaan Harian 28 September - 04 Oktober

Senin, 28 September:
Hari Biasa Pekan XXVI (H).
Za 8:1-8; Mzm 102:16-21.29.22-23; Luk 9: 46-50.

Selasa, 29 September:
Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung (P).
Dan 7:9-10.13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-5; Yoh 1:47-51.

Rabu, 30 September:
Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam Pujangga Gereja (P).
Neh 2:1-8; Mzm 137:1-5; Luk 9:57-62.

Kamis, 01 Oktober:
Pesta Sta. Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan Pujangga Gereja (P).
Neh 8:1-4a.5-6.7b-12; Mzm 19:9-11; Luk 10:1-12.

Jumat, 02 Oktober:
Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung (P).
Kel 23:20-23a; Mzm 27:7-9c.13-14; Mat 18:1-5.10.

Sabtu, 03 Oktober:
Hari Biasa Pekan XXVI (H).
Bar 4:5-12.27-29; Mzm 69:33-37; Luk 10: 17-24.
(Bulan Oktober adalah Bulan Rosario. Dianjurkan oleh Paus hendaknya selama bulan Oktober doa rosario ditingkatkan dalam lingkungan umat dan keluarga).

Minggu, 04 Oktober:
Hari Minggu Biasa Pekan XXVII (H).
Kej 2:18-24; Mzm 128:1-6; Ibr 2: 9-11; Mrk 10:2-16.

Senin, 28 September 2009 :: Hari Biasa Pekan XXVI

Senin, 28 September 2009
Hari Biasa Pekan XXVI

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.


Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajarkan kepada kami bahwa siapa yang terkecil di antara kami akan menjadi yang terbesar. Doronglah kami sepanjang hari ini untuk dapat melayani sesama kami dengan didasari oleh kerendahan hati kami. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Zakharia (8:1-8)

"Aku akan menyelamatkan umat-Ku dari timur sampai barat."

Datanglah sabda Tuhan semesta alam, bunyinya: Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Aku berusaha untuk Sion dengan kegiatan besar dan dengan kehangatan amarah yang besar." Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Aku akan kembali ke Sion dan akan tinggal di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung Tuhan semesta alam akan disebut Gunung Kudus." Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek yang duduk di jalan-jalan Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya. Dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak-anak laki-laki dan perempuan yang bermain-main di situ." Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Kalau pada waktu itu sisa-sisa bangsa ini menganggap hal itu ajaib, apakah Aku akan menganggapnya ajaib?" Demikianlah sabda Tuhan semesta alam. Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Sesungguhnya Aku akan menyelamatkan umat-Ku dari timur sampai ke barat, dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka tinggal di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan sudah membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya.
Ayat.
(Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23)
1. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
3. Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu, supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:46-50)

"Yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar."

Sekali peristiwa timbullah pertengkaran di antara para murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, "Barangsiapa menerima anak ini demi nama-Ku, dia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku. Sebab yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar." Pada kesempatan lain Yohanes berkata, "Guru, kami melihat seseorang mengusir setan demi nama-Mu, dan kami telah mencegahnya, karena ia bukan pengikut kita." Tetapi Yesus menjawab, "Jangan kalian cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kalian, dia memihak kalian."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Nama Yesus memiliki kuasa. Kisah Injil hari ini menyatakan bagaimana nama Yesus dipakai dan memiliki kuasa. Pertama, Yesus menegaskan bahwa orang yang menyambut seorang anak kecil atau orang miskin, menyambut “dalam nama-Nya” (ay. 48). Apakah artinya? Anak kecil dan orang miskin adalah kelompok orang dalam masyarakat masa itu yang tidak mempunyai hak. Mereka bergantung pada orang lain. Dengan demikian, menerima mereka berarti kita memberikan pengharapan kepada mereka. Pengharapan itu menjadi nyata karena bersama dengan Yesus sendiri. Menerima mereka sama dengan menerima mereka dalam nama Yesus. Kedua, kuasa Yesus dipakai oleh orang untuk menyembuhkan. Namun, kuasa ini diberikan hanya kepada orang yang percaya kepada Yesus. Tanpa kepercayaan, tidak ada kuasa Yesus.

Apakah kita juga mau menerima sesama seperti ajakan Yesus? Kita menerima sesama kita dalam nama Yesus? Percayakah kita akan kuasa Yesus dalam kehidupan kita?

Ya Yesus, kadang aku menyebut nama-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari tanpa kami sadari. Bantulah aku agar aku makin menyadari pribadi-Mu manakala aku menyebut nama-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2009 (Renungan dan Catatan Harian)

Minggu, 27 September 2009 :: Hari Minggu Biasa XXVI

Minggu, 27 September 2009
Hari Minggu Biasa XXVI/ Tahun B

KESERAGAMAN ATAU KERAGAMAN?

Doa Renungan


Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau memperhatikan semua orang, tetapi terutama mereka yang tidak mendapat perhatian dari sesamanya. Kami mohon, janganlah kami tinggal berdiam diri melihat kelaliman atau ketidakadilan. Buatlah kami siap sedia membagikan cinta kasih-Mu kepada siapa saja. Berkatilah Monsinyur Ignatius Suharyo dalam tugas penggembalaannya yang baru. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Bilangan (11:25-29)

"Apakah engkau iri hati demi aku?"

Sekali peristiwa, turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi. Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka--mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah--maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan. Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: "Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan." Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: "Tuanku Musa, cegahlah mereka!" Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!"
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan PS 853
Ref. Sabda-Mu ya Tuhan, adalah Roh dan kehidupan.

_____ ___ _____ ______ _____ _____
1. 2 3 1 2 3 2 . 2 2 3 4 3 1 2 3 2 .1 1 .
Sab-da- Mu ya Tu - han, a- da- lah Roh dan ke- hi -dup - anAyat. (Mzm 19:8.10.12-13.14)
1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan itu teguh, memberi hikmat kepada orang bersahaja.
2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati. Perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus (5:1-6)

"Kekayaan sudah membusuk."

Hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS. 960
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat: Firman-Mu adalah kebenaran, kuduskanlah kami dalam kebenaran.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (9:38-43.45.47-48)

"Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah."

Pada suatu hari Yohanes berkata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan
KESERAGAMAN ATAU KERAGAMAN?

Rekan-rekan yang budiman!

Dalam Mrk 9:38-43.45.47-48 (Injil Minggu Biasa XXVI/B) diutarakan bagaimana suatu ketika Yohanes, salah satu dari para murid Yesus, bercerita kepada guru mereka bahwa mereka melihat orang yang mengeluarkan setan demi namanya. Langsung Yohanes mencegahnya, kan orang itu bukan salah satu dari pengikut para murid Yesus! Murid ini berpendapat bahwa siapa saja yang mau menjalankan hal-hal yang baik mestinya bergabung dulu dengan kelompok yang sudah mapan seperti para murid terdekat tadi. Bukan sendiri-sendiri. Yohanes mengatakan "bukan pengikut kita". Terasa adanya pendapat bahwa mengikuti Yesus baru dapat dijalani bersama dengan para muridnya. Seolah-olah mereka itu satu-satunya agen penyalur. Rupa-rupanya Yohanes berpikir dalam kerangka "keseragaman" dan tidak melihat nilai "keragaman" di antara para pengikut Yesus.

MENGIKUTI YESUS

Minggu lalu kita dengar bahwa barangsiapa dapat menghargai orang yang belum bisa berkata telah berbuat banyak, yakni "anak kecil", sama dengan menerima Yesus sendiri, dan sebetulnya menerima Bapanya yang mengutusnya (Mrk 9:36-37). Diajarkannya bahwa mengikutinya hendaknya tidak dipandang dari dengan besarnya jasa atau banyaknya sumbangan, melainkan dengan keluguan. Dalam petikan bagi hari Minggu ini, pokok mengenai menjadi pengikut Yesus tampil kembali. Apakah mengikut Yesus berarti mesti ikut di dalam kelompok murid-muridnya? Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab, apalagi bila kelompok murid Yesus kita samakan dengan Gereja. Pertanyaannya berkembang: apakah mengikuti Yesus mesti terjadi dengan menjadi anggota Gereja? Lalu Gereja mana? Tidak semua akan dipecahkan di sini karena persoalan yang ditampilkan dalam Injil hari ini tidak dapat dijabarkan begitu ke keadaan masa kini. Namun demikian, kita dapat berusaha memahami prinsip-prinsip yang dikemukakan Yesus di sini dan yang diikuti oleh komunitas pertama dulu.

Dalam episode kali ini kita ikuti bagaimana Yesus meluruskan pendapat Yohanes. Dilebarkannya pula pandangan para murid lainnya. Mereka diajarnya agar tidak melihat diri mereka sebagai kelompok pusat dalam umat. Janganlah mereka menganggap orang-orang yang belum atau tidak bergabung dengan mereka sebagai yang bukan pengikut Yesus. Dengan kata lain, mereka diajak menyadari bahwa ada orang-orang yang mau menerima Yesus dan mengikutinya meskipun tidak jelas-jelas bergabung dengan para murid terdekat. Yang menjadi ukuran bagi pengikut Yesus kiranya bukanlah keseragaman dengan para murid tadi, melainkan keselarasan dengan Yesus dan dengan pengutusan yang dijalaninya. Dan keselarasan ini bisa bermacam-macam ujudnya, bisa memuat keragaman.

TIGA POKOK PENGAJARAN

Ada tiga pokok ajaran yang terungkapi dalam ay. 39-42. Dalam ay. 39 diajaknya para murid menumbuhkan kelonggaran hati. Dikatakannya tentang orang yang mengeluarkan setan tapi bukan pengikut mereka, "Jangan kamu cegah dia, sebab tidak ada seorang pun yang telah mengerjakan mukjizat demi namaku dapat seketika itu juga mengumpat aku." Bagi Yesus orang itu jelas-jelas menjadi pengikutnya. Para murid Yesus, juga yang paling dekat sekalipun, diminta agar longgar hati menghargai keragaman.

Kemudian dalam ay. 40 dituntunnya para murid supaya sampai pada keyakinan bahwa "Siapa saja yang tidak melawan kita, ia ada di pihak kita." Ada soal bahasa yang agak pelik. Tetapi soalnya selesai bila kita mengerti pernyataan itu sebagai ajakan Yesus kepada para murid agar mampu dan berani menegaskan kalimat itu. Jadi yang dimaksud ialah murid-murid sendiri yang mempertengkarkan perkara tadi.. Mereka diharapkannya bisa bertindak sebagai orang besar yang sejati. Tak usah mereka merasa terancam bila ada orang yang mengerjakan hal serupa walaupun tidak bergabung dengan mereka. Dengan bahasa zaman kita sekarang, mereka diharap agar berani berkompetisi secara jujur.

Selanjutnya, ada imbauan dalam ay. 41 agar para murid memandangi diri dengan cara yang benar. Mereka sebenarnya memberi banyak kepada siapa saja yang berbuat kebaikan sekecil apapun kepada mereka. Tetapi mereka itu mendatangkan pahala bagi orang lain bukan karena diri mereka sendiri, melainkan karena mereka itu adalah pengikutnya. Menjadi pengikut Kristus, itulah yang membawakan keselamatan bagi orang lain, bukan menjadi pengikut para murid. Cocok dengan ajaran agar tidak mencari kedudukan, menginginkan status tinggi dalam umat, tidak menginginkan diri jadi pusat. Ayat ini sebenarnya ungkapan akan apa yang nyata-nyata diyakini umat awal seperti jelas dengan ungkapan "karena kamu adalah pengikut Kristus". Yesus sendiri dalam hidupnya tidak pernah menyebut diri Kristus atau Mesias; ia memakai sebutan Anak Manusia.

Akhirnya, para murid diminta dalam ay. 42 agar memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap orang-orang yang hendak mengikuti Yesus secara tulus. Ayat ini menggambarkan orang-orang itu sebagai "anak kecil" sejalan dengan pemakaian kata itu dalam Mrk 9:36-37 yang ikut dibacakan hari Minggu lalu. Jangan sampai mereka dibiarkan "berbuat dosa" oleh para murid yang merasa lebih dekat dengan Yesus. Masalah dalam penerapan ayat ini bagi zaman ini tentunya berkisar pada siapa yang merasa murid dekat dan siapa yang menjadi pengikut Yesus pada umumnya itu. Dalam menafsirkan ayat-ayat Kitab Suci bagi kehidupan masa kini, sebaiknya dibuat penerapan yang luwes dan tidak kaku. Jadi, "para murid terdekat" tak usah membuat orang ingat akan para pemimpin Gereja, para pastor melulu, dan sebaliknya "anak kecil" tak perlu dibatasi pada umat. Yang berpihak pada Yesus dan pengutusannya menjadi pengikutnya. Yang ikut memperhatikan kesejahteraan mereka ialah murid terdekat. Begitulah, Yesus menekankan bahwa siapa saja yang merasa sudah dekat padanya, sudah masuk ke dalam kelompok murid terdekat, hendaklah ia memikirkan kesejahteraan mereka yang masih belajar, masih mencoba menemukan jalan mendekat kepada Kabar Gembira yang dibawakan Yesus. Inilah kenyataan ikut serta dalam perutusan dan pengutusan Yesus. Inilah kekuatan yang menghidukan Gereja.

INTEGRITAS PENGIKUT YESUS

Membiarkan orang yang sedang berjalan kepadanya "berdosa" adalah keburukan yang besar. Kata asli yang dipakai di situ harfiahnya berarti "tersandung jatuh". Sanksi hukumannya lebih berat daripada orang yang ditenggelamkan ke dalam laut, dengan batu giling yang diikatkan pada lehernya. Dasar laut ialah wilayah kekuatan-kekuatan maut. Ditenggelamkan ke sana berarti diserahkan pada kuasa maut, tanpa kemungkinan naik karena pada lehernya diikatkan batu giling. Dan keadaan ini dikatakan mendingan daripada murid yang membiarkan orang jatuh tersandung! Tak usah Injil hari ini membuat kita-kita yang diserahi mendampingi umat merasa diancam. Sebaliknyalah, kita makin melihat betapa berartinya orang-orang yang telah dipercayakan kepada kita. Bagaimana kita bisa dipercaya begitu besar? Baiklah kita lihat bagian selanjutnya.

Dalam bagian berikutnya, ay. 43-48, diperdengarkan beberapa petuah keras untuk tidak membiarkan diri sendiri tersandung. Jadi tanggung jawab bukan saja terhadap keadaan orang lain, melainkan juga bagi diri sendiri. Wajar. Orang yang dapat menjaga diri tentunya dapat menolong orang lain. Cara penyampaiannya amat konkret. Bila lengan menyebabkan diri jatuh dalam tindakan yang merugikan diri maka lebih baik dipenggal saja, begitu juga kaki, demikian pula mata. Dikatakan lebih baik hidup dengan satu lengan, berjalan timpang, atau buta sebelah daripada terjerumus ke dalam neraka. Bagaimana memahami petuah-petuah keras ini? Jelas bukan secara harfiah. Sekali lagi yang penting ialah melihat dasar pemikiran yang dikemukakan di sini. Para murid diminta menyadari bahwa kehidupan dan Kerajaan Allah patut menjadi pilihan dasar.

GARAM DAN API?

Dalam ay. 49 dijumpai sebuah pepatah yang agak aneh: "(Karena) setiap orang akan digarami dengan api." Digarami biasanya berarti diasinkan sehingga tak hambar atau lebih penting lagi, jadi awet. Tetapi pengawetan di sini dilakukan dengan api, dengan nyala dan panas yang bakal membersihkan semua yang bersifat campuran sehingga sisanya nanti hanya yang murni. Apa yang dimurnikan dengan api? Integritas sebagai murid, kejujuran serta keluguan dalam mengikuti Yesus, akan dimurnikan sehingga nanti yang keluar ialah murid yang tahan uji, dan yang bakal dapat mengasinkan orang banyak. Bukan yang membiarkan hambar dan tak bertahan lama.

Pada akhir petikan ini ada ajakan agar dalam diri murid selalu ada "garam" tadi. Tentunya yang dimaksud ialah agar mereka senantiasa mampu mengawetkan diri sendiri dan juga orang lain. Bila demikian, hidup dalam damai satu sama lain akan menjadi kenyataan. Kalimat terakhir dalam petikan ini mengungkapkan hasil dari adanya daya pengawet dalam kehidupan batin para murid. Tanpa itu, tanpa integritas, akan sulitlah ada hidup damai di antara para murid.

Injil hari ini mulai dengan perkiraan para murid bahwa mengikuti Yesus baru bisa terjadi bila orang mau menggabungkan diri dengan mereka. Yesus tidak membenarkan gagasan itu. Ia malah menegaskan betapa berharganya orang yang menjadi pengikut Yesus, siapa saja, entah para murid dekat entah yang da di luar kalangan itu. Mereka yang merasa sudah lebih dekat dengannya dimintanya agar memperhatikan orang-orang yang mau mengikutinya. Kesetiaan pada tanggung jawab ini tanda kejujuran murid sang Guru dan menjadi ukuran bagi integritas Gereja di dunia ini.

Salam hangat,

A. Gianto

Sabtu, 26 September 2009 :: Hari Biasa Pekan XXV

Sabtu, 26 September 2009
Hari Biasa Pekan XXV

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan -- Mzm 149:4


Doa Renungan Pagi

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas iman yang telah Kauanugerahkan kepadaku. Banyak hal yang sulit aku mengerti akan muncul dalam kehidupanku. Oleh karena itu ya Tuhan, berilah aku kerendahan hati sehingga di tengah ketidakmengertianku aku tetap beriman kepada-Mu. Amin.

Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang yang terbuka, demikian kata malaikat kepada Zakharia. Seringkali kita tergoda untuk mengukur perkembangan karya perutusan kita. Itu bukan hal yang buruk. Namun dengan begiru kita telah menentukan sekat-sekat dalam karya Tuhan yang tak terbatas. Bagi mereka yang percaya, karya keselamatan telah berkembang melintas batas-batas yang bisa kita perkirakan.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Zakharia (2:5-9,14-15a)

"Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu."

Aku, Zakharia, melayangkan mataku dan melihat: Tampak seorang yang memegang tali pengukur. Aku lalu bertanya, "Ke manakah engkau pergi?" Maka ia menjawab, "Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebar dan panjangnya." Lalu malaikat yang berbicara dengan daku maju ke depan. Sementara itu seorang malaikat lain maju, mendekatinya dan diberi perintah. "Larilah, katakanlah kepada orang muda di sana itu, demikian, 'Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya. Dan Aku sendiri,' demikianlah sabda Tuhan, 'akan menjadi tembok berapi di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya'." "Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu," demikianlah sabda Tuhan, "dan pada waktu itu banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan dan akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Antar Bacaan
Ref. Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
Ayat.
(MT Yer 31:10.11.12ab.13)
1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerahkan Israel akan menghimpunnya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!
2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.
3. Waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira, Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.

Sering arti salib masih tersembunyi bagi kita. Kita cenderung menolak, takut lalu diam. Tetapi Yesus senantiasa bersabar dan mendoakan kita agar berani maju dan menjadikan salib sebagai satu-satunya harapan.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:43b-45)

"Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya."

Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Dengarkan dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus


Renungan


Para murid tidak berani bertanya karena mreka sadar bahwa mereka takut apabila yang dikatakan oleh Yesus menjadi kenyataan. Mereka takut Yesus mengetahui bahwa mereka mengikuti Dia dengan motivasi yang tidak murni, yaitu hanya ingin menikmati kemuliaan-Nya di dunia ini. Mereka diam sekalipun tidak mengerti dan hilanglah kesempatan untuk menjadi mengerti itu.

Doa Renungan Malam
Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas segala kemurahan-Mu yang kuterima pada hari ini. Berilah aku karunia untuk selalu menyadari kasih-Mu yang selalu tercurah dalam hidupku sehingga aku semakin rela untuk meletakkan akal budiku di bawah kekuasaan-Mu. Amin.




RUAH

Jumat, 25 September 2009 :: Hari Biasa Pekan XXV

Jumat, 25 September 2009
Hari Biasa Pekan XXV

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan -- Yak 1:2

Doa Renungan


Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas panggilan-Mu sehingga aku boleh menjadikan-Mu sebagai Juruselamat pribadiku. Merajalah dan kuasailah diriku sepanjang hari ini seturut kehendak-Mu. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Nubuat Hagai (2:1b-9)

"Sedikit waktu lagi maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan."

Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada tanggal 21 bulan ketujuh, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya, "Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada sisa bangsa Israel, demikian, "Masih adakah di antara kalian yang dahulu melihat rumah Tuhan dalam kemegahannya yang semula? Dan bagaimanakah kalian lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya yang sekarang kamu katakan sama sekali tidak berarti? Tetapi sekarang kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah sabda Tuhan, kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar. Kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah sabda Tuhan. Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kalian," demikianlah sabda Tuhan semesta alam, "sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kalian pada waktu kalian keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!" Dan beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga harta benda semua bangsa datang mengalir. Maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan. Sebab milik-Kulah perak dan emas, demikianlah sabda Tuhan semesta alam. Maka kemegahan rumah ini nanti akan melebihi kemegahannya yang semula, sabda Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berharap dan bersyukurlah kepada Allah, penolong kita.
Ayat.
(Mzm 43:1.2.3.4)
1. Berikanlah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari penipu dan orang curang!
2. Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?
3. Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun, dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
4. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:18-22)

"Engkaulah Kristus dari Allah. Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan."

Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada mereka, "Kata orang banyak siapakah Aku ini?" Mereka menjawab, "Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia; ada pula yang mengatakan: Salah seorang nabi dari zaman dulu telah bangkit." Yesus bertanya lagi, "Menurut kalian, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus, "Engkaulah Kristus dari Allah." Dengan keras Yesus melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapa pun. Ia lalu berkata, "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


Dalam suatu acara pesta perak perkawinan, pasangan suami-istri mengakui bahwa mereka masih dalam proses saling mengenal satu sama lain. Menurut mereka, mengenal pasangan membutuhkan lebih banyak hal dari sekadar kebersamaan dalam waktu yang lama. Namun, tidak berarti bahwa mereka tidak mengenal satu sama lain. Mereka sudah saling mengenal, tetapi harus lebih mengenal lagi seiring dengan pertumbuhan cinta mereka. Itulah resep mempertahankan perkawinan mereka selama ini.

Mengenal memang tidak sekadar mengetahui siapa orang itu. Apalagi mengandalkan apa kata orang atas orang yang kita kenal itu. Demikianlah kisah di dalam pengakuan Petrus hari ini berbicara tentang mengenal Yesus. Para murid mengandalkan pengetahuan tentang Yesus pada “kata orang”. Namun, jati diri Yesus tidak mereka tangkap. Kebersamaan dengan Yesus tidak juga membantu para murid untuk mengenal Dia secara lebih mendalam. Oleh karena itu, para murid membutuhkan penjelasan dan pengajaran Yesus mengenai tugas perutusan-Nya.

Menjadi murid Yesus berarti kita harus hidup bersama dengan-Nya. Kebersamaan dengan Yesus menjadikan kita semakin serupa dengan-Nya. Ini dapat terjadi kalau kita mengenal Yesus secara pribadi. Siapakah Yesus menurutmu?

Doa:
Ya Yesus, aku tahu bahwa Engkau lebih mengenal aku. Berilah aku rahmat-Mu untuk mau bertumbuh dalam pengenalan akan Dikau dan meneladani-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2009 Renungan dan Catatan Harian
RUAH

Kamis, 24 September 2009 :: Hari Biasa Pekan XXV

Kamis, 24 September 2009
Hari Biasa Pekan XXV

Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus -- Galatia 6:2

Doa Pagi

Allah Bapa yang mahakuasa, syukur atas karya keselamatan yang telah Engkau selenggarakan melalui perantaraan para nabi dan teristimewa Putera-Mu sendiri Yesus Kristus. Semoga sepanjang hari ini aku mampu menghargai karya keselamatan-Mu dengan sepantasnya, melalui sikap dan tindakanku di hadapan-Mu dan sesama. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Tanpa berkat Tuhan pekerjaan kita akan sia-sia. Tanpa sungguh mau memasrahkan diri dalam kehendak-Nya, karya Gereja pun tidak ada artinya. Pembangunan fisik dan persekutuan jemaat perlu dibarengi semangat untuk memperdalam iman. Mari kita terus mendoakannya.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Nubuat Hagai (1:1-8)

"Bangunlah rumah Tuhan dan Aku akan berkenan menerimanya."

Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada hari pertama bulan keenam, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya, "Beginilah sabda Tuhan semesta alam, 'Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan!' Maka datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya: Apakah sudah tiba waktunya bagi kalian untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan? Oleh sebab itu beginilah sabda Tuhan semesta alam, 'Perhatikanlah keadaanmu! Kalian menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit. Kalian makan, tetapi tidak sampai kenyang. Kalian minum, tetapi tidak sampai puas. Kalian berpakaian, tetapi badanmu tidak menjadi hangat. Dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja tetapi upahnya ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang!' Beginilah sabda Tuhan semesta alam, 'Perhatikanlah keadaanmu! Maka naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah rumah Tuhan. Maka aku akan berkenan menerimanya, dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ'."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan akan umat-Nya.
Ayat.
(Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Akulah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.

Bertemu dengan Yesus adalah harapan yang bisa menghasilkan rahmat. Sayangnya tidak semua orang ingin menjumpai Dia dalam motivasi yang tepat. Keinginan Herodes dalam Injil hari ini menjadi salah satu contohnya. Ia ingin bertemu sekadar karena ia merasa cemas dan terancam.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:7-9)

"Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?"

Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala sesuatu yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, "Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?" Lalu ia berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Renungan
Ketakutan dan perasaan bersalah selalu mengejar orang-orang yang telah melakukan kesalahan tetapi tidak mau mengakuinya dan kemudian bertobat. Berbagai macam pikiran akan muncul akibat ketakutan dan perasaan bersalah sehingga hidup menjadi tidak tenteram. Apakah aku sudah mengakui dosaku dan bertobat? Kalau belum, apa yang masih aku tunggu?

Doa Malam

Allah Bapa mahapemurah, Herodes ketakutan ketika melihat kebenaran-Mu tidak bisa dihentikan dengan membunuh Yohanes Pembaptis. Hingga hari ini kebenaran-Mu itu tetap lestari dalam Gereja. Syukur yang tak terhingga karena Engkau telah memanggilku sebagai anggota Gereja-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan pengantara kami. Amin.




RUAH

Rabu, 23 September 2009 :: Pw. St. Padre Pio, Imam

Rabu, 23 September 2009
Pw. St Padre Pio, Imam

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu -- Mrk 10:43


Doa Pagi


Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajar para murid-Mu untuk mewartakan kabar gembira tanpa membawa perbekalan apapun. Ini menunjukkan bahwa Engkau menghendaki aku untuk mewartakan iman yang telah Kauanugerahkan tanpa membawa maksud-maksud yang bersumber dari keegoisanku. Bimbinglah aku pada hari ini untuk mewartakan iman hanya demi kemuliaan nama-Mu. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Ezra (9:5-9)

"Dalam masa perbudakan, kami tidak engkau tinggalkan, ya Tuhan"

Ketika mendengar berita tentang dosa umat Israel, aku, Ezra, mengoyakkan pakaian dan jubahku, dan duduk tertegun. Pada waktu kurban petang bangkitlah aku dan berhenti menyiksa diri. Lalu aku berlutut dengan pakaian dan jubahku yang koyak-koyak; sambil menadahkan tanganku kepada Tuhan, Allahku, aku berkata, "Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu. Dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit. Sejak zaman nenek moyang kami sampai hari ini kesalahan kami besar, dan oleh karena dosa kami maka kami sekalian dengan para raja dan para imam diserahkan kepada raja-raja negeri asing. Kami diserahkan dalam kuasa pedang, ditawan, dijarah dan dihina di depan umum, seperti yang terjadi sekarang ini. Tapi kini kami mengalami kasih karunia Tuhan, Allah kami. Ia meninggalkan pada kami orang-orang yang terluput, dan memberi kami tempat menetap di tempat-Nya yang kudus. Allah kami membuat mata kami bercahaya dan memberi kami sedikit kelegaan di masa perbudakan kami. Sekalipun kami menjadi budak, tetapi dalam perbudakan itu Allah tidak meninggalkan kami. Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat keleluasaan untuk membangun rumah Allah dan menegakkan kembali reruntuhannya, serta memperoleh tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya.
Ayat. (Tobit 13:2,3-4a,4bcd,5,8)
1. Memang Allah menyiksa, tetapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati, tetapi menaikkan juga dari sana; tidak seorang pun luput dari tangan-Nya.
2. Wartakanlah kebesaran-Nya di sana, agungkanlah Dia di hadapan segala yang hidup. Sebab Dialah Tuhan kita, Dialah Allah, Ia adalah Bapa kita untuk selama-lamanya.
3. Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya, dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya, niscaya Ia pun berbalik kepada kamu, dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.
4. Pandanglah apa yang dikerjakan-Nya bagi kamu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut. Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja yang kekal.
5. Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, kunyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada kaum berdosa. Bertobatlah, hai orang-orang berdosa, lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya. Siapa tahu Ia berkenan akan kamu dan menjalankan belas kasihan kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.


Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas (9:1-6)

"Ia mengutus para murid mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit."

Sekali peristiwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang. Yesus berkata kepada mereka, "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian, keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka." Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa, sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

“Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang”
(Ezr 9:5-9; Luk 9:1-6)

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Padre Pio dari Pietrelcina hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Padre Pio adalah seorang imam yang sakit-sakitan, konon sakit paru-paru kronis, sehingga kurang dapat melayani umat secara langsung. Namun apa yang terjadi pada dirinya, yaitu kelemahan dan kerapuhan tubuhnya, menjadi masa berahmat: ia memiliki kesempatan lebih banyak untuk berdoa. Mujizat pun terjadi: kesehatan semakin membaik dan ia memperoleh rahmat ‘stigmata Kristus’, suatu penglihatan untuk berpartiisipasi dalam penderitaan dan wafat Yesus demi keselamatan seluruh dunia. Padre Pio kiranya dalam kelemahan dan kerapuhannya melaksanakan perintah Yesus yang ‘mengutus untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang”, ia mendirikan kelompok doa dan rumah sakit yang cukup modern pada zamannya. Banyak orang tergerak untuk menggabungkan diri dalam kelompok-kelompok doa yang didirikannya dan banyak orang sakit disembuhkan melalui rumah sakitnya. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus kita juga dipanggil ‘untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang’, maka marilah kita hayati atau laksanakan tugas panggilan ini sesuai dengan kesempatan dan kemungkinan kita masing-masing. Dimana ada orang sakit, entah sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi atau sakit tubuh, berarti Allah kurang atau tidak merajai orang yang bersangkutan atau lingkungan hidupnya. Marilah kita datangi atau kunjungi saudara-saudari kita yang membutuhkan penyembuhan atau bantuan, marilah mengorbankan atau mempersembahkan sebagian tenaga, waktu dan harta benda atau uang kita bagi mereka yang miskin dan berkekurangan atau menderita sakit.

· “Dan sekarang, baru saja kami alami kasih karunia dari pada TUHAN, Allah kami yang meninggalkan pada kami orang-orang yang terluput, dan memberi kami tempat menetap di tempat-Nya yang kudus, sehingga Allah kami membuat mata kami bercahaya dan memberi kami sedikit kelegaan di dalam perbudakan kami” (Ezr 9:8). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita, sebagai umat beriman. “Allah membuat mata kami bercahaya dan memberi kami sedikit kelegaan di dalam perbudakan”, kutipan inilah yang sebaiknya kita renungkan dan hayati. Mungkin kita tidak berada dalam perbudakan yang sesungguhnya, tetapi karena kita kerja keras dan penuh pengorbanan bagi kebahagiaan atau keselamatan orang lain sering kita merasa lelah atau diperbudak. Dalam perasaan atau pengalaman macam itu dan mungkin juga pengalaman merasa kurang diperhatikan atau ditinggal orang lain, marilah kita hayati kasih karunia Tuhan yang tak pernah berhenti: Tuhan senantiasa mendampingi dan menyertai perjalanan hidup kita dimanapun dan kapanpun serta dalam kondisi dan situasi macam apapun. Tanda penyertaan dan pendampingan Tuhan antara lain mata tetap segar dan bercahaya meskipun harus bekerja keras penuh pengorbanan dan penderitaan. Sorot atau sinar mata memang merupakan cermin kwalitas kepribadian seseorang: mengasihi atau membenci dapat dilihat dalam sorot atau sinar matanya. Gerak-gerik mata, misalnya kerlingan atau kedipan juga dapat menjadi bahasa kasih atau kejahatan, ajakan untuk berbuat baik atau berbuat jahat. Marilah kita gunakan kerlingan dan kedipan mata sebagai ajakan untuk berbuat baik kepada orang lain, sebagai ungkapan kasih kepada saudara-saudari kita. Marilah kita sadari dan hayati bahwa Tuhan ‘memberi kami tempat menetap di tempatNya yang kudus’, artinya tempat dimanapun dan kapanpun kita berdiri, duduk atau berada adalah kudus, dan dengan demkian kita sendiri diharapkan senantiasa dalam keadaan kudus adanya, mata bersinar memikat dan mempesona.


"Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya, dan kerajaan-Nyapun tetap untuk sekalian abad. Memang Ia menyiksa tapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dunia orang mati, tetapi menaikkan daripadanya juga; tiada seorangpun luput dari tangan-Nya… Wartakanlah kebesaran-Nya di sana, agungkanlah Dia di hadapan segala yang hidup. Sebab Dialah Tuhan kita dan Allah, Ia adalah Bapa kita untuk selama-lamanya.Oleh karena kejahatan kita maka kita disiksa-Nya, tetapi kita dikasihani-Nya lagi dan dikumpulkan-Nya dari antara sekalian bangsa, di mana kamu terserak-serak.”
(Tb 13:2.4-5)


Jakarta, 23 September 2009
Ign Sumarya, SJ


Selasa, 22 September 2009 :: Hari Biasa Pekan XXV

Selasa, 22 September 2009
Hari Biasa Pekan XXV

"Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya."


Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu karena hari ini kami dapat mendengarkan, membaca sabda-Mu yang menguatkan hati dan menyemangati. Dampingiilah kami agar tetap bertekun dan setia pada Yesus Putra-Mu. Kami percaya, bersama dengan semua orang yang berkehendak baik, kami dapat hadir sebagai terang dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Ezra (6:7-8.12b.14-20)

"Mereka mentahbiskan rumah Allah dan merayakan Paskah."

7 Pada waktu itu Darius, raja Persia, memerintahkan kepada para bupati di daerah Sungai Efrat sebagai berikut: "Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. 8 Lagipula telah dikeluarkan perintah olehku tentang apa yang harus kamu perbuat terhadap para tua-tua orang Yahudi mengenai pembangunan rumah Allah itu, yakni dari pada penghasilan kerajaan, dari pada upeti daerah seberang sungai Efrat, haruslah dengan seksama dan dengan tidak bertangguh diberi biaya kepada orang-orang itu. 12b Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama." 14 Maka para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artahsasta, raja-raja negeri Persia. 15 Maka selesailah rumah itu pada hari yang ketiga bulan Adar, yakni pada tahun yang keenam zaman pemerintahan raja Darius. 16 Maka orang Israel, para imam, orang-orang Lewi dan orang-orang lain yang pulang dari pembuangan, merayakan pentahbisan rumah Allah ini dengan sukaria. 17 Untuk pentahbisan rumah Allah ini mereka mempersembahkan lembu jantan seratus ekor, domba jantan dua ratus ekor dan anak domba empat ratus ekor; juga kambing jantan sebagai korban penghapus dosa bagi seluruh orang Israel dua belas ekor, menurut bilangan suku Israel. 18 Mereka juga menempatkan para imam pada golongan-golongannya dan orang-orang Lewi pada rombongan-rombongannya untuk melakukan ibadah kepada Allah yang diam di Yerusalem, sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Musa. 19 Dan pada tanggal empat belas bulan pertama mereka yang pulang dari pembuangan merayakan Paskah. 20 Karena para imam dan orang-orang Lewi bersama-sama mentahirkan diri, sehingga tahirlah mereka sekalian. Demikianlah mereka menyembelih anak domba Paskah bagi semua orang yang pulang dari pembuangan, dan bagi saudara-saudara mereka, yakni para imam, dan bagi dirinya sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita.
Ayat.
(Mzm 122:1-2.3-4ab.4cd-5)
1. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku:
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan."
Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu,
hai Yerusalem.
2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
ke mana suku-suku berziarah,
yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur kepada nama.
3. Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel .
Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan,
kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (8:19-21)

"Ibu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya."

Pada suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi, mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka diberitahukan kepada Yesus, "Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau." Tetapi, Yesus menjawab, "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan


Secara sepintas, perkataan Yesus hari ini kasar dan tidak sopan. Namun, kalau kita renungkan, justru tidak sama sekali. Yesus menggunakan pemahaman kita untuk mengerti bagaimana seharusnya hubungan kita dengan-Nya. Dengan istilah keluarga yang sudah akrab di telinga kita, Yesus menegaskan bahwa hubungan kita dengan-Nya adalah hubungan yang sangat mendalam, hubungan sebagai keluarga. Hubungan ini terjadi kalau kita melaksanakan kehendak Allah. Melalui hidup kita yang selaras dengan kehendak Allah, kita menjadi satu keluarga dengan Yesus sendiri. Kita menjadi saudara dan saudari Yesus.

Persaudaraan kita dengan Yesus semestinya menjadi dasar dalam kehidupan kita dengan sesama dan seluruh ciptaan. Bagaimanakah kita bersikap kepada sesama kita dan mahkluk hidup yang lain?

Yesus, Engkau menyebut aku saudara dan saudari-Mu bila aku mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah. Bantulah aku agar aku berani membuka hati bagi sabda Allah dan melaksanakannya dalam hidupku. Amin.



Ziarah Batin 2009 Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian 21 - 27 September

Bacaan Harian 21 - 27 September

Senin, 21 September: Pesta St. Matius, Rasul-Penginjil (M).
Ef 4:1-7.11-13; Mzm 19:2-5; Mat 9:9-13.


Selasa, 22 September: Hari Biasa Pekan XXV (P). Ezr 6:7-8.12b.14-20; Mzm 122:2-5; Luk 8:19-21.

Rabu, 23 September: Peringatan Wajib St. Padre Pio Pietrelcina, Imam (P).
Ezr 9:5-9; MT Tb 13:2-5.8; Luk 9:1-6.

Kamis, 24 September : Hari Biasa Pekan XXV (H)
Hag 1:1-8; Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.6b; Luk 9:18-22

Jumat, 25 Septermber: Hari Biasa Pekan XXI (H).
Hab 2:1b-9; Mzm 43:1-4; Luk 9:18-22.

Sabtu, 26 September: Hari Biasa Pekan XXV (H).
Za 2:5-9; MT Yer 31:10-12ab.13; Luk 9:43b-45.

Minggu, 27 September: Hari Minggu Biasa Pekan XXVI (H).
Bil 11:25-29; Mzm 19:8.10.12-14; Yak 5:1-6.

Senin, 21 September 2009 :: Pesta Santo Matius, Rasul, Penginjil

Senin, 21 September 2009
Pesta Santo Matius, Rasul, Penginjil

Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya -- Mat 21:22


Doa Renungan

Tuhan Yesus Kristus, Matius si pendosa telah Kaupilih untuk menjadi Rasul-Mu. Tindakan-Mu ini menunjukkan sikap-Mu yang tidak pernah membenci kaum pendosa melainkan justru ingin menyelamatkan mereka berdasarkan cinta kasih-Mu. Ajarilah aku pada hari ini untuk selalu bersemangat dalam membawa kembali saudara-saudaraku yang tersesat pada keselamatan. Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (4:1-7.11-13)

"Ada macam-macam tugas pelayanan demi pembangunan umat."

Saudara-saudara, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, menasihati kamu, supaya sebagai orang-orang yang terpanggil, kamu hidup sepadan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera: Satu tubuh dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu; satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua, menyertai semua dan menjiwai semua. Akan tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita Injil, gembala umat, maupun pengajar; semuanya itu untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi tugas pelayanan demi pembangunan tubuh Kristus. Dengan demikian akhirnya kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.
Ayat.
(Mzm 19:2-3.4-5)
1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.
2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur. Alleluya

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:9-13)

"Berdirilah Matius, lalu mengikuti Yesus."

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, "Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata, "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belaskasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan

Biasanya cukup sulit bagi kita untuk menghilangkan kesan buruk mengenai seseorang yang sudah menyakiti hati kita beberapa kali. Betapa biasa kita memberi cap buruk pada orang lain. Selain orang dicap sebagai orang tidak baik, sering ia harus menanggungnya seumur hidup di depan komunitas yang mengenalnya.

Yesus mempunyai cara pandang yang sangat berbeda. Bagi Yesus, cap jelek atau jahat pada seseorang jangan terus disimpan atau dipelihara. Mengapa? Karena orang itu bisa bertobat atau berubah. Hari ini kita merayakan Pesta Santo Matius Rasul dan Pengarang Injil. Kita mengenal baik riwayat Santo Matius yang tadinya pendosa (pemungut cukai). Tapi Yesus mengubah hati dan hidup Matius dengan sapaan panggilan yang pribadi. Matius tahu bahwa ia dianggap orang berdosa oleh masyarakatnya. Namun ketika ada orang yang menyapa hatinya, menerima dia dan memberi pengharapan akan hidup baru, Matius berubah. Itulah Tuhan Yesus yang mengubah hati Matius itu.

Kita harus mengakui betapa dalam diri kita, ada sekumpulan berisi daftar kejelekan dan kekurangan sesama kita. Begitu asyik kita ngrumpi kelemahan orang lain itu. Rasanya puas banget. Betapa sulit menghilangkan cap-cap jelek itu dari diri kita. Marilah kita mohon, agar Tuhan membebaskan hati dan pikiran kita dari segala cap jelek tentang orang lain. Ingatlah, Matius yang tadinya termasuk kelompok pendosa dapat menjadi seorang rasul dan pengarang Injil menjadi orang kudus dan teladan iman kita pula!


E. Martasudjita, Pr
Inspirasi Batin 2009

Minggu, 20 September 2009 :: Hari Minggu Biasa XXV/Tahun B

Minggu, 20 September 2009
Hari Minggu Biasa XXV/ Tahun B

"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." (Mrk 9:30-37)


Doa Renungan


Allah yang mahakuasa dan kekal, dimasa yang lalu, Engkau telah mengajari nenek moyang kami dengan kebijaksanaan, keutamaan, dan harga diri. Semoga dengan bantuan rahmat-Mu, di masa kini pun kami mampu menjadi peribadi mulia, rendah hati, dan takwa kepada-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan (2:12.17-20)

"Hendaklah kita menjatuhkan hukuman keji terhadapnya."

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, 12 "Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. 17 Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. 18 Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. 19 Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. 20 Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS. 810
Ref. Condongkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah bebaskan daku
Ayat. (Mzm 54:3-4.5.6.8)

1. Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkan doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!
2. Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak memperdulikan Allah.
3. Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, Aku akan bersyukur sebab nama-Mu baik, ya Tuhan

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus (3:16-4:3)

"Buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai."

16 Saudara-saudara, di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. 17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. 18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. 1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS. 952
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis: Allah telah memanggil kita; sehingga kita boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus Tuhan kita.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (9:30-37)

"Anak manusia akan diserahkan ... Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi pelayan dari semuanya."

Setelah Yesus dimuliakan di atas gunung, Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab la sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akar membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit." Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, la bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku. "
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

MENGIKUTI DIA DI JALANNYA

Injil bagi hari Minggu Biasa XXV tahun B kali ini (Mrk 9:30-37) memuat pernyataan Yesus yang kedua kalinya kepada murid-muridnya mengenai kesengsaraan, salib, serta kebangkitannya. Sesudah itu, ia juga memberi pengajaran agar dalam mengikutinya para murid tidak berpamrih bakal mendapat kedudukan. Sebelum mendalami pengajaran ini, marilah ditengok sejenak maksud serta makna pemberitahuan mengenai sengsara tadi bagi komunitas para murid waktu itu.

PERNYATAAN TENTANG KESENGSARAANNYA

Walaupun diakui sebagai Mesias oleh orang-orang yang paling dekat, Yesus mau lebih memahami dirinya sebagai Anak Manusia. Maksudnya, lebih menampilkan sisi kemanusiaan dan pribadi dirinya daripada sisi utusan ilahi dan tugas besar kemesiasan. Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya akan ditolak, disalibkan, tetapi akan dibangkitkan. (Lihat ulasan Injil Minggu lalu, Mrk 8:27-35). Pernyataan ini muncul sampai tiga kali dalam Injil Markus, Matius dan Lukas. Yang pertama, Mrk 8:31-33//Mat 16:21-23//Luk 9:22, yang kedua Mrk 9:30-32//Mat 17:22//Luk 9:43b-45 dan yang ketiga, Mrk 10:32-34//Mat 20:17-19//Luk 18:31-34. Pernyataan pertama diikuti pengajaran khusus bagi siapa saja yang mau mengikutinya, yakni agar mereka sedia "menyerahkan nyawa", maksudnya berdedikasi penuh Mrk 8:34-38//Mat 16:24-28//Luk 9:23-27. Pernyataan yang kedua dilanjutkan dengan pengajaran untuk tidak mencari kedudukan tinggi, melainkan bersikap seperti anak kecil Mrk 9:34-37//Mat 18:1-5//Luk 9:46-48. Pernyataan ketiga ditegaskan dengan pengajaran mengenai kesediaan melayani satu sama lain Mrk 10:35-45 Mat 20:20-28 (Lukas tidak menyertakan padanannya). Dari ikhtisar ini kelihatan bahwa arah ke salib dan kebangkitan itu memang sulit dipahami, bahkan oleh murid-murid terdekat yang sudah lama mengikutinya sekalipun. Jalan untuk memahami kenyataan salib dan kebangkitan itu ialah kesediaan untuk menerima tanpa mementingkan diri ataupun mencari kedudukan yang tinggi. Inilah yang diberikan dalam pengajaran yang mengikuti setiap pernyataan tadi.

Semakin dekat ke Yerusalem, Yesus semakin berusaha agar para murid terdekatnya memahami arah ke salib dan kebangkitan tadi dengan ikhlas. Murid-murid sulit memahami mengapa ia perlu mengalami penderitaan hingga kematian di salib. Mengapa Yang Maha Kuasa tidak menyertainya dengan bala tentara surga dan dunia untuk membangun kejayaan umat di hadapan para penentang-penentangnya. Pertanyaan seperti ini ada dalam lubuk hati mereka. Juga dalam hati kecil kita. Mengapa perlu sampai sejauh itu. Mengapa dia, dan juga kita, seolah-olah dibiarkan sendirian di hadapan kekuatan-kekuatan yang kini semakin mengancam kita.

MENGHADAPI KEKUATAN JAHAT DENGAN SALIB

Kekuatan jahat perlu ditekuni dengan salib, seperti yang dilakukan Yesus. Baru dengan demikian daya gelap akan dapat dikuasai dan diubah menjadi kekuatan terang. Namun demikian, perlu disadari bahwa salib tidak identik dengan apa saja yang dirasa sebagai penderitaan. Ada banyak kesusahan yang bukan salib dan mestinya bisa dihindari dan diatasi dengan kebijaksanaan hidup dan ikhtiar. Pelbagai ketimpangan ekonomi dan ketakadilan di masyarakat bukan salib, melainkan musibah sosial yang mesti ditangani dengan serius. Menyebutnya sebagai salib tidak membawa manfaat apapun kecuali menutup mata pada kenyataan. Dan mengurangi makna salib yang sesungguhnya. Yang perlu diterima sebagai salib ialah yang dihadapi oleh Yesus sendiri, yakni penolakan manusia terhadap kebaikan ilahi. Inilah realitas yang jahat yang hanya dapat dihadapi dengan salib.

Penderitaan serta kematian Yesus itu akan berakhir dengan kebangkitan. Unsur yang paling membedakan salib dengan penderitaan biasa ialah ada tidaknya kaitan dengan kebangkitan. Bahkan salib dan kebangkitan ialah satu realitas dengan dua muka yang tak dapat saling dipisahkan. Bila tidak ada kebangkitan, maka tak dapat dikatakan penderitaannya mengalahkan yang jahat. Juga tidak dapat ditegaskan bahwa ada kebangkitan tanpa salib. Seperti dalam peristiwa pemberitahuan pertama, para murid juga kurang menangkap maksud pemberitahuan kedua.

SIAPAKAH YANG TERBESAR?

Adegan beralih dari sebuah tempat di Galilea yang namanya tidak disebut ke sebuah rumah di Kapernaum, juga di wilayah Galilea. Di rumah inilah Yesus menanyai para murid tentang apa yang mereka bicarakan di perjalanan. Mereka diam tak berani menjawab, karena mereka tadi bertengkar mengenai siapa di antara mereka yang terbesar. Mereka cukup tahu, tidak sepatutnyalah mereka berpikir demikian. Tetapi Yesus tidak memarahi, melainkan mengajak mereka untuk mengenal diri dengan lebih baik. Mereka kini bukan lagi orang luar dan pengikut baru. Mereka telah berjalan bersama dia dari tempat ke tempat, sudah melihat yang diperbuatnya bagi orang banyak dan ikut serta melayani mereka. Murid-murid ini ialah Yang Duabelas, kalangan paling dekat dengannya sendiri. Mereka inti umat yang baru yang akan memperkenalkan Yang Ilahi kepada segala bangsa. Inilah orang-orang yang memang mempunyai niat mengikuti Yesus. Kok malah kini memperebutkan kedudukan siapa yang lebih penting. Memang mereka masih butuh belajar membuat diri searah dengan dia yang mereka ikuti.

Yesus pun memberi mereka pengajaran khusus mengenai apa itu menjadi yang pertama. Ia tahu tiap orang mempunyai hasrat menjadi orang penting. Orang yang tidak memiliki dorongan ke arah itu juga sulit menemukan makna hidup. Tetapi yang membuat penting ada bermacam-macam. Dan tidak selalu benar dan cocok dengan pilihan hidup yang sudah mulai ditempuh. Inilah keadaan para murid waktu itu. Kini sang Guru membantu mereka untuk semakin menemukan diri.

Diajarkan bahwa yang ingin menjadi yang pertama, hendaklah menjadi yang berdiri paling belakang dan melayani semuanya. Jelas hendak ditunjukkannya bahwa mementingkan orang lain bakal membuat pengikut Yesus menjadi besar. Dia sendiri menjalankannya. Seluruh hidupnya ditujukan untuk mengusahakan kebahagiaan orang lain, memperoleh keselamatan bagi umat manusia. Perjalanannya ke salib dan kebangkitan itu sebuah ziarah yang bakal menyelamatkan umat manusia dari kungkungan kuasa yang jahat yang tak dapat dipecahkan kecuali dengan pengorbanan dan keikhlasan untuk itu.

Para murid diajar untuk menerima anak kecil, artinya menerimanya sebagai yang penting meski ia tak dapat menonjolkan diri pernah berbuat banyak dan berjasa, dst. Ia diterima bukan karena yang diperbuatnya melainkan karena berharga tanpa jasa sendiri. Itulah spiritualitas yang sepantasnya berkembang dalam diri para murid dalam mengikuti guru mereka.

SEBUAH PERBANDINGAN

Ada manfaatnya bila hal di atas dipahami bersama dengan pengajaran yang diberikan setelah pemberitahuan kesengsaraan yang pertama dan yang ketiga. Titik berat dalam pengajaran yang disampaikan setelah pemberitahuan sengsara yang pertama ialah kesediaan berdedikasi utuh dalam mengikuti Yesus (Mrk 8:34-38). Injil mengungkapkannya dengan "merelakan nyawa". Tetapi yang ditekankan bukan sisi pengorbanan melulu, melainkan sisi keuntungannya. Dikatakan, siapa yang kehilangan nyawanya "karena aku dan karena Injil" malah akan mendapatkan keselamatan bagi dirinya (Mrk 8:35). Jadi tekanan bukan pada kemartiran atau berani mati demi agama dan iman. Tafsiran ke arah itu kurang membantu dan malah bisa disebut meleset. Yang dituju ialah keberanian untuk menanggalkan serta meninggalkan pikiran-pikiran sendiri mengenai apa itu mengikut Yesus dan membiarkan diri dituntun olehnya dan dengan demikian dapat mengalami sendiri apa itu berjalan bersama dia. Jadi "kehilangan nyawa" di situ ialah membuka diri untuk menerima kekayaan batin yang sejati. Spiritualitas ini memberi arti pada "menyangkal diri dan memikul salib dan mengikuti dia" yang dikatakan sebelumnya (ay. 34). Bukan memikul salib apa saja, melainkan ikut ambil bagian dalam meringankan salib yang dipanggul Yesus. Itulah salib yang bermuara pada kebangkitan.

Nanti sesudah pemberitahuan kesengsaraan yang ketiga kalinya, diceritakan bagaimana Yakobus dan Yohanes meminta Yesus agar mereka dapat duduk di kanan dan kirinya dalam kemuliaannya kelak. Yesus menanyai mereka apa mereka bersedia minum dari cawan yang diminumnya dan dibaptis dengan baptisan yang diterimanya. Maksudnya, menjadi senasib sepenanggungan. Mereka menyatakan sanggup. Sekalipun demikian, Yesus menukas, ia tak berhak memberikan kedudukan yang mereka inginkan itu karena hanya diberikan kepada yang pantas menerimanya, siapa pun orang itu (Mrk 10:35-40). Kemudian Yesus menambahkan, siapa ingin menjadi besar hendaknya menjadi orang yang mau melayani, yang mau menjadi yang pertama hendaknya ada di bawah, sebagai hamba, seperti ia sendiri (Mrk 10:43-45).

Dari ketiga pengajaran tadi dapat dilihat apa artinya mengikuti Yesus. Pertama-tama, tentu bukan meniru-niru dia, melainkan membiarkan diri dibentuk olehnya sendiri. Kedua, alih-alih beragenda mau jadi orang besar, ada ajakan bersedia datang kepadanya tanpa apa-apa yang dapat diperhitungkan sebagai jasa yang patut mendapat ganjaran. Akhirnya, mengikuti dia itu berarti membiarkan diri dituntun oleh Yang Maha Kuasa sendiri ke tempat dan kedudukan yang sudah disediakan oleh-Nya. Memang kini belum dapat diduga macamnya namun Bapa yang Maha Baik tentunya akan memberikan yang terbaik Inilah iman yang ditumbuhkan Yesus dalam diri murid-muridnya.

Salam hangat,

A. Gianto