Senin, 05 Desember 2022 Hari Biasa Pekan II Adven

 

Senin, 05 Desember 2022
Hari Biasa Pekan II Adven 
  
“Mengenai misteri Allah dalam Yesus Kristus dan Gereja-Nya. Tanpa aktivitas teologis yang sehat dan kuat, Gereja berisiko [mengalami] kegagalan dalam memberikan ekspresi penuh mengenai harmoni antara iman dan akal budi.” (Paus Benediktus XVI)
    
Antifon Pembuka (Yer 31:10; Yes 35:4)

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan wartakanlah sampai ke batas bumi: Janganlah takut! Lihat, Penebus kita akan datang.
 
Hear the word of the Lord, O nations; declare it to the distant lands: Behold, our Savior will come; you need no longer fear.

Doa Pagi

Allah Bapa Mahabaik, semoga doa permohonan kami naik ke hadirat-Mu. Perkenankanlah kami mengabdi pada-Mu dengan hati tulus ikhlas, agar kami layak menyambut misteri penjelmaan Putra-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (35:1-10)
  
"Allah sendiri yang menyelamatkan kamu."
     
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron akan diberikan kepadanya; Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, jangan takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kalian!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang yang hangat akan menjadi kolam dan tanah gersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebut Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Allah sendiri datang menyelamatkan kita.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yes 33:22) 
Lihat, raja kita, Tuhan semesta alam, datang!

Inilah Injil Suci menurut Lukas (5:17-26)
 
"Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan."
 
Pada suatu hari, ketika Yesus sedang mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Yesus, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Maka datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur. Mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Tetapi karena banyaknya orang di situ, mereka tidak dapat membawa masuk. Maka mereka naik ke atap rumah dan membongkar atap itu. Kemudian mereka menurunkan si lumpuh ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia, “Hai Saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hati, “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu Ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian pikirkan dalam hati? Manakah lebih mudah mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah’? Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” Lalu Yesus berkata kepada si lumpuh, “Aku berkata kepadamu: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumah!” Seketika itu juga bangunlah orang itu di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang takjub, lalu memuliakan Allah. Mereka amat takut dan berkata, “Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan
      
     Menjahit kembali kancing pada kemeja atau menjahit jahitan dua potong kain mungkin tampak sederhana dan tidak rumit.

Namun bagi kita yang biasanya tidak menggunakan benang dan jarum, ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

Mencari jarum yang tepat dan kemudian mencari gulungan benang itu mungkin sudah membuat kita berpikir untuk mengirimkan apapun yang sedang kita perbaiki kepada mereka yang bisa melakukannya dengan cepat dan profesional.

Dalam pelayanan Yesus, Dia memberitakan Kabar Baik dan melakukan mukjizat dan Dia juga menyembuhkan orang sakit. Dalam Injil hari ini, kita mendengar tentang Yesus menyembuhkan orang lumpuh.

Tetapi seperti menjahit kembali sebuah kancing atau menjahit dua helai kain bukanlah hal yang mudah, demikian pula Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menuduh Dia menghujat ketika Dia mengampuni dosa-dosa orang itu. Tetapi Yesus juga membuktikan bahwa pengampunan diberikan dengan menyembuhkan orang itu.

Di masa Adven ini, saat kita mempersiapkan perayaan kelahiran Kristus, kita juga mempersiapkan hati kita untuk menerima Dia ke dalam hidup kita.

Kita perlu menyadari apa dosa-dosa kita dan meminta pengampunan dan kesembuhan.

Kita seperti kemeja yang kehilangan satu atau dua kancing, atau kita mungkin seperti selembar kain yang sobek dan perlu dijahit.

Yesus akan "menjahit" kita kembali dan membuat kita utuh. Dia datang untuk ini. Marilah kita percaya bahwa Dia akan mengampuni dosa-dosa kita dan bahwa kita akan disembuhkan.
(RENUNGAN PAGI)   
 

Karya: Kara Gebhardt /istock.com
(lisensi berbayar harap tidak asal gunakan di web lain)

 
 
Antifon Komuni (Mzm 106:4-5; Yes 38:3)
 
Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai-Mu, 
agar kami sebulat hati bersukacita di hadapan-Mu. 
 
Come, O Lord, visit us in peace,
that we may rejoice before you with a blameless heart.
 

Minggu, 04 Desember 2022 Hari Minggu Adven II



Minggu, 04 Desember 2022
Hari Minggu Adven II
 
"Siapkanlah jalan Tuhan; inilah pewartaan Injil, penghiburan baru, dambaan besar, agar keselamatan Tuhan diketahui oleh semua manusia." (St. Eusebius dari Kaisaera)

         

Antifon Pembuka (Yes 30:19.30)

Hai umat Sion, lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan para bangsa. Ia akan memperdengarkan suara-Nya yang megah untuk menggembirakan hatimu.
   
Populus Sion, ecce Dominus veniet ad salvandas gentes: et auditam faciet Dominus gloriam vocis suæ, in lætitia cordis vestri.

  
Doa Pagi

   
Allah yang Mahakuasa dan Maharahim, janganlah Engkau biarkan kesibukan duniawi menghalangi langkah kami menyongsong Putra-Mu. Semoga berkat bimbingan-Mu yang bijaksana, kami dipersatukan dengan Tuhan kami Yesus Kristus,  yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.  Amin.
 
Bacaan dari Kitab Yesaya (11:1-10)
 
    
"Ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan."
          
Pada akhir zaman sebuah tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri. Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang yang terus terikat pada pinggang. Pada masa itu serigala akan tinggal bersama domba, dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput, dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Bayi akan bermain-main dekat liang ular tedung, dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi para bangsa. Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa, dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.      
        
Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 809/do = c, 2/4/ MT 002
Ref. Keadilan akan berkembang pada zamannya, dan damai sejahera akan berlimpah selama-lamanya.
Atau Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.
Ayat. (Mzm 72:1-2.7-8.12-13.17; R: 7; 2/4)
1. Ya Allah berikanlah hukum-Mu kepada Raja dan keadilan-Mu kepada putra Raja. Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan, dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.
2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan. Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dan dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
3. Sebab ia akan datang melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
4. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari, kiranya segala bangsa saling memberkati dengan nama-Nya, dan menyebut dia berbahagia.
  
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (15:4-9)
  
"Kristus menyelamatkan semua orang."
  
Saudara-saudara, segala sesuatu yang dahulu ditulis, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita. Maka kita harus teguh berpegang pada pengharapan berkat ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Semoga Allah, sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh karena itu, terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita untuk kemuliaan Allah. Yang aku maksudkan ialah, bahwa demi kebenaran Allah, Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengukuhkan janji yang telah diberikan Allah kepada nenek moyang kita, dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa lain memuliakan Allah berkat kasih karunia yang diberikan Allah kepada mereka. Hal ini kukatakan kepadamu seperti ada tertulis, “Aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa, dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.                                
                          
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Lukas 3:4.6; 2/4)
Persiapkan jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya; dan semua orang akan melihat keselamatan yang datang dari Tuhan.
    
Inilah Injil Suci menurut Matius (3:1-12)
 
"Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat"
  
Sekali peristiwa tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan berseru, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Sesungguhnya, dialah yang dimaksudkan Nabi Yesaya ketika nabi itu berkata, “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” Yohanes itu memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, makanannya belalang dan madu hutan. Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Dan sambil mengakui dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan. Tetapi waktu melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah Yohanes Pembaptis kepada mereka, “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat lolos dari murka yang akan datang? Maka hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Kami adalah anak Abraham. Sebab, aku berkata kepadamu: Dari batu-batu ini pun Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham. Kapak sudah tersedia pada akar pohon, dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku, dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung; tetapi debu jerami akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)



Renungan

  Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, pada hari Minggu ini kita merayakan Minggu Adven Kedua, dan sementara kita terus maju melalui waktu persiapan yang istimewa dan diberkati untuk perayaan Natal, kita melanjutkan perjalanan Adven kita dan Minggu ini kita fokus pada perdamaian, sebagai tema kedua dari empat yang ditetapkan untuk setiap Minggu Adven. Damai juga mengacu pada gelar Tuhan dan Juru Selamat kita sebagai Raja Damai, karena telah dinubuatkan bahwa kedatangan-Nya akan membawa kedamaian sejati ke dunia ini.

Dan itulah yang juga telah disinggung dalam perikop-perikop Kitab Suci kita hari ini, terutama dalam bacaan pertama kita hari ini yang diambil dari Kitab nabi Yesaya. Dalam bagian Kitab itu, nabi Yesaya sedang berbicara tentang nubuat tentang waktu kedatangan Juruselamat atau Mesias Allah, tentang datangnya masa damai yang begitu indah dan agung sehingga bahkan binatang buas pun akan datang dan duduk bersama dengannya. mangsa mereka secara harmonis.

Pesan perdamaian ini pastilah sangat memuaskan dan menyenangkan orang-orang pada zaman Yesaya, mengingat pada waktu itu, seperti yang sering terjadi di masa lalu, umat manusia sering terlibat dalam konflik dan peperangan, dan banyak yang harus menderita karenanya. konflik, kehilangan anggota keluarga dan orang yang dicintai, kehilangan harta benda, rumah dan harta benda mereka, dijarah dan harus melihat kota-kota, dan desa mereka dihancurkan.

Semua ini adalah bagaimana dunia berlalu sejak awal waktu, ketika yang kuat dan perkasa memangsa yang lemah, dan bagaimana yang kaya dan berpengaruh memanipulasi dan mengeksploitasi yang miskin. Penderitaan, rasa sakit dan kesedihan yang diciptakan memang dapat ditelusuri pada bagaimana kita umat manusia menyalahgunakan kehendak bebas yang telah Tuhan berikan kepada kita, karena kita memilih untuk bertindak dengan cara yang mencari kepuasan dan kebahagiaan kita sendiri, untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita dan jika perlu, atas penderitaan orang lain.

Itulah sebabnya mengapa kedamaian sering kali luput dari perhatian kita selama ini karena kita pada dasarnya egois, karena ketidaktaatan dan dosa kita, kerusakan dosa yang membuat kita memikirkan diri kita sendiri terlebih dahulu dan bukan tentang apa yang dipikirkan atau dibutuhkan orang lain. Begitulah perang telah dilakukan untuk memperebutkan sumber daya, prestise, kemuliaan, dan banyak hal duniawi lainnya yang sering kita cari dalam hidup. Ketika orang-orang dan bangsa-bangsa, para pemimpin mereka dan semua yang terlibat dalam konflik berusaha untuk mendapatkan sesuatu untuk diri mereka sendiri dan tidak memikirkan kebutuhan dan kebahagiaan orang lain, itulah sebabnya orang menderita dan perdamaian menjadi rusak.

Jika kita melihat dunia kita saat ini, perdamaian lebih sulit dipahami daripada sebelumnya, karena semakin banyak pihak yang berkonflik dan berperang melawan satu sama lain, kelompok-kelompok yang saling bertentangan dan terpecah-pecah melawan diri mereka sendiri. Pemerintah dan kerajaan saling berhadapan, membentuk kelompok dan aliansi yang bekerja untuk menggagalkan lawan dan tujuan mereka. Kita juga melihat bagaimana perang saudara dan konflik muncul dari waktu ke waktu, lagi dan lagi, dan bahkan banyak contoh ketika pemerintah dihancurkan oleh perpecahan dan dihancurkan oleh pertikaian.

Dan selama ini, Raja Damai, Tuhan kita Yesus Kristus telah hadir di dunia ini sejak Dia datang ke tengah-tengah kita lebih dari dua ribu tahun yang lalu, di kota kecil Betlehem, ketika Dia datang mewartakan kedatangan damai Tuhan yang sejati.  Namun, jika kita menyadari, bahwa Dia telah sering diabaikan oleh umat manusia, ditolak dan tidak diinginkan, sementara dunia terus mengejar manusia tanpa henti untuk mempertahankan keinginan dan keinginan egois mereka. Dia telah berbicara kebenaran kepada kita, namun, Dia dibungkam, dihukum dan mati di kayu Salib oleh mereka yang membenci dan menentang Dia.

Itulah yang juga dialami oleh banyak nabi dan utusan Tuhan, dan dalam perikop Injil hari ini, kita juga mendengar bagaimana Pribadi yang adalah Pemberita Mesias, St. Yohanes Pembaptis, juga menderita penolakan dan penindasan yang sama. Tuhan telah menderita. Banyak nabi Tuhan telah menderita dan harus menanggung cemoohan dan cemoohan hanya karena mereka berpegang teguh pada misi yang telah Tuhan percayakan kepada mereka.

Kita mendengar bagaimana meskipun semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh hamba Tuhan yang setia ini, imannya yang berani dan usahanya dalam memanggil banyak orang untuk bertobat dari dosa dan kejahatan mereka, orang-orang Farisi dan ahli Taurat masih menentang dan mempersulit dia, meragukan dia dan menolak untuk percaya pada kata-kata yang telah dia ucapkan, dan bahkan meragukan dia dan keaslian dari apa yang telah dia lakukan dan katakan di depan orang banyak.

Itulah sebabnya Tuhan tidak dapat membuat kemajuan apa pun dengan mereka yang masih melekatkan diri pada pikiran dan keinginan duniawi, mereka yang membiarkan keegoisan dan kesombongan mereka, keserakahan dan keterikatan mereka pada dunia untuk menutup hati dan pikiran mereka terhadap kebenaran Tuhan. dan cinta. Dan begitulah kedamaian sejati Tuhan tetap sulit dipahami bagi banyak dari kita, seperti yang telah terjadi selama ribuan tahun, karena kebanyakan dari kita tidak benar-benar menyambut Raja Damai ke dalam hidup kita dan ke dalam hati kita.

Dalam bacaan kedua kita hari ini, Rasul Paulus menulis kepada Jemaat di Roma dan berbicara tentang damai sejahtera  Kristus dan bagaimana kedatangan Tuhan ke dalam dunia telah memunculkan fajar era baru perdamaian. Dan Rasul Paulus juga menasihati umat beriman di sana untuk saling menyambut dan berdamai satu sama lain, sama seperti Tuhan Yesus telah membawa damai sejahtera Allah ke tengah-tengah orang-orang yang telah Ia sentuh, dan setelah itu menyampaikan damai yang sama kepada mereka yang telah Dia tugaskan dan panggil.

Di Roma pada waktu itu, yang merupakan ibu kota kosmopolitan dan terpadat dari Kekaisaran Romawi yang perkasa dan luas, ada banyak orang dari berbagai asal dan latar belakang, dari budaya dan tradisi yang berbeda, karena selain orang Romawi yang adalah penguasa tanah, ada juga orang-orang Yunani, Suriah, populasi Yahudi, Galia, Jerman, orang-orang di wilayah Afrika Utara, Thracia, Dacia, Berber, Arab, Persia dan bahkan banyak lainnya, dari berbagai negara dan bahasa.

Banyak dari orang-orang ini tidak hidup damai satu sama lain, dan tidak membantu bahwa banyak di antara populasi non-Romawi, terutama di kota Roma, adalah budak. Dan orang Romawi adalah pemilik tanah terbesar dan juga pemilik budak. Bahkan di antara orang-orang Romawi sendiri sering ada perbedaan yang besar dalam kekayaan dan properti yang mereka miliki, dan semua pembagian dan kategorisasi di antara orang-orang ini sering menyebabkan konflik dan ketidakbahagiaan.

Dan iman Kristen secara menarik berhasil menjembatani perbedaan-perbedaan ini bahkan di masa-masa awal Gereja. Rasul Paulus sebenarnya menasihati dan mengingatkan umat beriman untuk mengesampingkan perbedaan mereka, apa pun permusuhan dan ketidakbahagiaan masa lalu yang mungkin mereka miliki terhadap satu sama lain sebelumnya dan alih-alih memusatkan diri pada perdamaian, dan untuk hidup satu sama lain secara harmonis, diikat bersama oleh yang baru. ikatan cinta yang lahir dari Tuhan. Inilah bagaimana kedatangan Tuhan ke dunia karena itu telah mengubah umat-Nya, dari orang-orang yang terpecah oleh banyak perbedaan dan identitas, menjadi umat yang dipersatukan oleh iman.

Perpecahan dan konflik adalah ciri khas umat manusia yang rusak dan menderita oleh dosa, tetapi ketika Tuhan masuk ke dalam hidup kita dan menyentuh kita, kedamaian juga masuk ke tengah-tengah kita. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kita mengizinkan Tuhan masuk ke dalam hidup kita dan mengubah kita dengan kasih, damai sejahtera, dan kebaikan-Nya? Apakah kita membuka pikiran dan hati kita untuk menerima damai sejahtera Allah dalam hidup kita? Kenyataannya adalah bahwa selama kita masih terikat pada banyak keinginan duniawi kita, tetap egois dan sombong, akan sulit bagi kita untuk menemukan kedamaian sejati dalam hidup kita.

Oleh karena itu saudara-saudari dalam Kristus, pada Natal ini kita semua ditantang untuk kembali pada hakikat Natal yang sebenarnya, yaitu menyambut Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kita ke dalam hidup kita, agar kita benar-benar hidup dalam harmoni, damai dan kasih. satu sama lain. Inilah yang dimaksud dengan Natal, dan apa yang harus kita persiapkan untuk diri kita sendiri di masa Adven yang diberkati ini.

Alih-alih berfokus pada perayaan dan pesta yang berlebihan, kegembiraan dan kegembiraan tanpa benar-benar memahami mengapa kita merayakan Natal di tempat pertama, marilah kita semua membawa kegembiraan dan perayaan kita dengan pertama-tama, berdamai dengan semua orang yang mungkin telah membuat kita marah, bermusuhan dengan selama ini. Marilah kita semua belajar untuk saling mengampuni, sama seperti Tuhan sendiri yang telah terlebih dahulu mengampuni kita semua dari dosa-dosa kita. Ini adalah bagaimana kita membawa kedamaian ke dalam hidup kita, dan hanya dengan kedamaian kita dapat benar-benar merayakan Natal dengan penuh.

Mari kita semua menjadi pembawa damai dan berusaha untuk hidup dalam harmoni dan persatuan satu sama lain. Marilah kita semua berjuang untuk mati demi kesombongan kita dan untuk menghilangkan dari kita jejak ego dan keegoisan, dan sebaliknya membiarkan Tuhan masuk ke dalam hidup kita dan mengubah kita, sehingga melalui kita semua dan perbuatan baik kita, kedamaian dan harmoni akan memerintah. sekali lagi di dunia kita dirusak oleh perang dan konflik. Mari kita semua membawa damai Natal untuk semua orang, mulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita sendiri, dan kemudian ke komunitas kita dan kemudian ke semua orang di dunia ini.

Semoga Tuhan, Raja Damai kita memberi kita damai sejahtera-Nya, agar kita dapat datang merayakan Natal ini dengan sukacita sebagai satu umat, tidak lagi bertengkar dan memperebutkan hal-hal sepele dunia. Mari kita semua benar-benar peduli satu sama lain dan menunjukkan cinta sejati dalam tindakan dan interaksi kita satu sama lain. Semoga Tuhan memberkati kita selalu saat kita melanjutkan melalui masa Adven yang diberkati ini dan membimbing kita dalam perjalanan iman kita, sekarang dan selamanya. Amin.
(RENUNGAN PAGI) 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan Bapak/Ibu/Saudara/i yang telah mendukung kami baik melalui doa maupun donasi. 
     
Antifon Komuni (Bar 5:5;4:36)
  
Hai Yerusalem, bangkitlah dan berdirilah tegak. Nikmatilah suka cita yang datang dari Allahmu.
  
Ierusalem surge, et sta in excelso: et vide iucunditatem, quae veniet tibi a Deo tuo.
Jerusalem, arise and stand upon the heights, and behold the joy which comes to you from God.
 
Karya: Kara Gebhardt /istock.com
(lisensi berbayar harap tidak asal gunakan di web lain)

 
 
 
                   
   
 


 

Sabtu, 03 Desember 2022 Pesta St. Fransiskus Xaverius, Imam dan Pelindung karya misi

 

Author Josephgeogeorge (CC)

Jumat, 03 Desember 2021

Pesta St. Fransiskus Xaverius, Imam dan Pelindung karya misi  (Jumat Pertama)
   
“Asal ada yang mengajarkan pokok-pokok agama Kristiani kepada mereka, aku yakin bahwa mereka akan menjadi orang Kristen yang baik sekali.” (St. Fransiskus Xaverius)
  

Antifon Pembuka (Mzm 95:3-4)
  
Ceriterakanlah kemuliaan Tuhan di antara para bangsa dan karya-Nya yang agung di antara segala suku. Sebab Tuhan yang Mahaagung dan sangat terpuji.

atau (Mzm 18 (17): 50; 22 (21): 23)

Aku
akan memuji Engkau, Tuhan, di antara bangsa-bangsa;
Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah.

I will praise you, Lord, among the nations; I will tell of your name to my kin.
atau (Mzm 18 (17): 50; 22 (21): 23)

Aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa. Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku.

I will praise you, Lord, among the nations; I will tell of your name to my kin.

   
Doa Pagi


Allah Bapa, keselamatan umat manusia, pelbagai bangsa Kaujadikan milik-Mu berkat pewartaan Santo Fransiskus Xaverius, imam dan misionaris-Mu. Semoga semangat misionernya berkobar di hati umat-Mu, sehingga di mana-mana umat berkembang dengan suburnya.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.              
    
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (9:16-19.22-23)
  
  
"Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil."
  
Saudara-saudara, jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil. Seandainya aku melakukan pemberitaan itu atas kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan atas kehendakku sendiri, pemberitaan itu merupakan tugas yang ditanggungkan Allah kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa imbalan, dan bahwa aku tidak menuntut hakku sebagai pemberita Injil. Sesungguhnya aku bukan hamba siapa pun. Meskipun begitu, aku menjadikan diriku hamba semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya sedapat mungkin aku memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian di dalamnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4 PS 827
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil.
Ayat. (Mzm 117:1.2; R: Mrk 16:15)
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil, la = e, 4/4, PS 958
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 28:19-20)
Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman
    
Inilah Injil Suci menurut Markus (16:15-20)
  
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil!"
   
Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

   

Renungan


St. Fransiskus Xaverius adalah murid St. Ignatius dari Loyola, dan dia adalah salah satu pendiri Serikat Yesus dan salah satu dari tujuh Yesuit pertama yang dibentuk pada tahun 1534.

Dia memimpin misi yang luas ke Asia dan dia berpengaruh dalam penyebaran iman terutama di India.

Dia bahkan berkelana sejauh Tiongkok tetapi dia hanya mampu mencapai apa yang sekarang menjadi Hong Kong. Bahkan, dia meninggal di sana pada tanggal 3 Desember 1552.

Dalam perjalanannya, ia juga mempertobatkan banyak orang di India, terutama Goa, dan juga di Indonesia dan Jepang. Dia dikatakan telah mempertobatkan lebih banyak orang daripada yang dilakukan orang lain sejak St. Paulus.

Untuk alasan ini dia adalah santo pelindung misi, bersama dengan St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus.

Dan seperti St. Paulus, St. Fransiskus Xaverius juga menganggap pemberitaan Kabar Baik bukan hanya sebagai kewajiban tetapi juga sebagai berkat.

Seperti yang dikatakan St. Paulus dalam bacaan pertama, dia menjadikan dirinya sebagai budak bagi semua orang untuk memenangkan sebanyak mungkin bagi Tuhan.

Seperti St. Paulus, St. Fransiskus Xaverius juga menjadikan dirinya segala sesuatu bagi semua orang untuk menyelamatkan dengan cara apa pun.

Seperti St. Paul, St. Fransiskus Xaverius meninggalkan warisan karya dan semangat misionaris yang membentuk cetak biru dan dasar iman Katolik di negara-negara tersebut.

Seperti yang dijanjikan Tuhan Yesus, Dia bekerja dengan St. Fransiskus Xaverius dan meneguhkan firman-Nya dengan tanda-tanda.

Kita telah melihat tanda-tanda ini, dan semoga kita terus melihat tanda-tanda ini sehingga kami pada gilirannya akan mewartakan Kabar Baik, seperti yang dilakukan St. Fransiskus Xaverius.
   
Pada sosok St. Fransiskus Xaverius, kita dapat melihat kata-kata dari Injil hari ini sedang digenapi.

Dan kata-kata Injil, Kabar Baik, akan terus digenapi di dalam diri kita selama kita mau mewartakan Kabar Baik dalam perkataan dan tindakan.

Kita harus selalu ingat bahwa itu bukan kesesuaian kita untuk tugas itu, melainkan ketersediaan kita untuk misi itu. 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 

Antifon Komuni (Mrk 16:15; Mat 28:20)

Tuhan bersabda, “Pergilah ke seluruh dunia, dan maklumkanlah Injil! Aku besertamu setiap hari!”

atau (Mat 10:27)

Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

What I say to you in the darkness speak in the light, says the Lord, what you hear whispered, proclaim on the housetops.

Doa Malam

Terima kasih Bapa atas teladan Santo Fransiskus Xaverius, mampukanlah aku untuk menjadi utusan-Mu saat menjalankan kerasulan dalam hidup ini dengan setia dan kebenaran yang berasal dari-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. 
 
 
 

RENUNGAN PAGI

 

  Jumat, 02 Desember 2022 Hari Biasa Pekan I Adven

 

Jumat, 02 Desember 2022
Hari Biasa Pekan I Adven (Jumat Pertama Dalam Bulan)

“Biarlah aku mendambakan Dikau, ya Tuhan, dengan mencari Engkau” (St. Anselmus)


Antifon Pembuka

Lihatlah, Tuhan akan datang dengan mulia, mengunjungi umat-Nya dalam damai, dan memberi mereka hidup abadi.

Behold, the Lord will come descending with splendor to visit his people with peace, and he will bestow on them eternal life.

Doa Pagi

Allah Bapa Mahakuasa, tunjukkanlah kekuasaan-Mu dan datanglah di tengah-tengah kami. Semoga kami Kaujaga dan Kaulindungi agar lepas dari bahaya dosa, sehingga kami dapat hidup bebas merdeka dan selamat.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  

Bacaan dari Kitab Yesaya (29:17-24)
  
  
"Pada waktu itu orang-orang buta akan melihat."
 
Beginilah firman Tuhan, “Tiada lama lagi Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, kebun subur selebat hutan. Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar sabda sebuah kitab, dan mata orang-orang buta akan melihat, lepas dari kekelaman dan kegelapan. Orang-orang sengsara akan bersukaria dalam Tuhan dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorai di dalam Yang Mahakudus Allah Israel. Sebab orang yang gagah sombong akan lenyap dan orang pencemooh akan habis. Semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan, yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, yang memasang jerat terhadap orang yang menegur mereka di pintu gerbang, dan yang menyalahkan orang benar dengan alasan yang dibuat-buat. Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah kaum keturunan Yakub, yang telah membebaskan Abraham, “Mulai sekarang Yakub takkan lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. Sebab keturunan Yakub akan melihat karya tangan-Ku di tengah-tengah mereka, dan mereka akan menguduskan nama-Ku. Mereka akan menguduskan Yang Kudus Allah, dan mereka akan gentar terhadap Allah Israel. Pada waktu itu orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan mereka yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan adalah terang dan keselamatanku
atau Tuhan, Dikaulah penyelamatku.
Ayat. (Mzm 27:1.4.13-14)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan pasti datang; Ia datang dengan megah, dan mata para hamba-Nya akan berseri-seri.

Inilah Injil Suci menurut Matius (9:27-31)
 
"Dua orang buta disembuhkan karena percaya kepada Yesus."
 
Sekali peristiwa ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya. Yesus berkata kepada mereka, “Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata, “Terjadilah padamu menurut imanmu.” Maka meleklah mata mereka. Lalu dengan tegas Yesus berpesan kepada mereka, “Jagalah, jangan seorang pun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Yesus ke seluruh daerah itu.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan 


Dalam Injil, kita mendengar bahwa dua orang buta mengikuti Dia berteriak: Kasihanilah kami, hai Anak Daud! Tetapi Injil selanjutnya mengatakan bahwa hanya ketika Dia sampai di rumah itu, orang-orang buta itu datang kepada-Nya.

Mengapa Yesus tidak segera merawat kedua orang buta itu seperti biasanya? Mengapa Dia membuat kedua orang buta itu, yang sudah mengalami kesulitan untuk berkeliling, mengikuti Dia sampai ke rumah?

Di satu sisi, itu juga seperti apa yang kita rasakan tentang cara doa kita berjalan. Kita telah mengucapkan doa demi doa dan jawabannya tampaknya lambat datang, dan kadang-kadang kita bertanya-tanya apakah jawabannya akan pernah datang sama sekali.

Tetapi pengalaman kedua orang buta itu memberi tahu kita hal ini - agar doa dijawab, dibutuhkan kombinasi iman dan ketekunan.

Pada Jumat Pertama ini saat kita berkumpul dalam Ekaristi untuk berdoa bagi permohonan yang dipersembahkan kepada Hati Kudus, Yesus juga bertanya kepada kita ini: Apakah kamu percaya bahwa Aku dapat melakukan ini?

Lebih jauh lagi, masa Adven adalah masa penantian dengan iman dan pengharapan agar Tuhan menjawab doa-doa kita seperti yang Dia lakukan untuk umat-Nya di masa lalu.

Dan seperti bagaimana kedua orang buta itu menjawab Yesus, kita juga ingin percaya bahwa Yesus akan menjawab doa-doa kita. Ini bukan tentang seberapa cepat, tetapi tentang apakah kita percaya. Mari kita percaya dan tetap percaya.


Ya Tuhan, berilah aku iman yang hidup, pengharapan yang teguh, dan kasih yang sempurna. Amin.  
    
Antifon Komuni (Bdk. Flp 3:20-21)

Kami menunggu penyelamat, Tuhan Yesus Kristus, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.

We await a savior, the Lord Jesus Christ, who will change our mortal bodies, to conform with his glorified body. 
 

 
 
(RENUNGAN PAGI).