Senin, 25 Oktober 2021 Hari Biasa Pekan XXX

 

Karya:Jorisvo/istock.com

Senin, 25 Oktober 2021
Hari Biasa Pekan XXX

“Karena Kristus sendiri telah berkata, “Inilah Tubuh-Ku” siapa yang berani meragukan hal ini bahwa itu adalah Tubuh-Nya?” – St. Sirilus dari Yerusalem


Antifon Pembuka (Rm 8:16-17)

Roh Allah memberi kesaksian kepada roh kita, bahwa kita ini anak-anak Allah. Kalau anak, berarti juga ahli waris, yakni ahli waris Allah bersama Kristus.

Doa Pagi


Allah Bapa kami yang mahabaik, berkenanlah mengutus Roh-Mu mendatangi kami dan jadikanlah kami putra dan putri-Mu, yang tinggal di dunia ini dengan bebas serta penuh rasa syukur.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (8:12-17)
   
  
"Kalian telah menerima Roh yang menjadikan kalian anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, "Abba, ya Bapa".
   
Saudara-saudara, kita ini orang berutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kalian hidup menurut daging, kalian akan mati. Tetapi jika oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kalian akan hidup. Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kalian menerima bukan roh perbudakan yang membuat kalian menjadi takut lagi, melainkan Roh yang menjadikan kalian anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, ‘Abba, ya Bapa’. Roh itu memberi kesaksian bersama-sama roh kita bahwa kita ini anak Allah. Dan kalau kita ini anak, berarti juga ahliwaris, yakni ahliwaris Allah, sama seperti Kristus. Artinya jika kita menderita bersama dengan Dia, kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan.
Ayat. (Mzm 68:2.4.6-7ab.20-21)
1. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.
2. Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.
3. Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 17:17b.a)
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran; kuduskanlah kami dalam kebenaran.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (13:10-17)
  
"Bukankah wanita keturunan Abraham ini harus dilepaskan dari ikatannya sekalipun pada hari sabat?"
  
Pada suatu hari Sabat Yesus mengajar dalam salah satu rumah ibadat. Di situ ada seorang wanita yang telah delapan belas tahun dirasuk roh. Ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat wanita itu dipanggil-Nyalah dia. Lalu Yesus berkata, “Hai Ibu, penyakitmu telah sembuh.” Kemudian wanita itu ditumpangi-Nya tangan, dan seketika itu juga ia berdiri tegak dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat itu gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Lalu ia berkata kepada orang banyak, “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya, “Hai orang-orang munafik, bukankah kalian semua melepaskan lembu dan keledaimu pada hari Sabat dan membawanya ke tempat minum? Nah, wanita ini sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis. Bukankah dia harus dilepaskan dari ikatannya itu karena dia keturunan Abraham?” Waktu Yesus berbicara demikian, semua lawan-Nya merasa malu, sedangkan orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia yang telah dilakukan-Nya.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan
  
  Tindakan kedermawanan dan kasih sayang memang merupakan tindakan yang mulia.

Tapi itu juga merupakan tindakan yang menuntut pengorbanan, semacam pemberian diri.

Dan itu mungkin juga mengandung beberapa risiko, karena tindakan itu mungkin tidak dihargai, atau mungkin disalahpahami.

Ketika Yesus menyembuhkan wanita yang bungkuk selama 18 tahun, itu adalah tindakan belas kasih dan tanda kemurahan hati kasih Tuhan.

Tindakan itu sangat dihargai oleh wanita yang memuliakan Tuhan, dan orang-orang sangat gembira melihat keajaiban bahwa Yesus bekerja.

Tetapi musuh-musuh-Nya, di sisi lain, mengkritik Dia karena melanggar hukum.

Namun, Yesus tidak berhenti menunjukkan belas kasihan atau kasih hanya karena kritik ini.

Mungkin kita sendiri pernah mengalami kritik dan rasa tidak berterima kasih, dan ini mungkin membebani kita dan membuat kita menjadi acuh tak acuh dan ketakutan.

Namun kita diingatkan dalam bacaan pertama bahwa yang kita miliki bukanlah roh budak yang membawa ketakutan ke dalam hidup kita.

Apa yang telah kita terima adalah Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah dan dengan Roh, kita menjadi saksi kasih Allah terlepas dari kritik dan sikap tidak berterima kasih atau bahkan reaksi permusuhan.

Dengan melakukan itu, kita berbagi dalam penderitaan Kristus, dan ketika kita berbagi dalam penderitaan Kristus, kita juga akan berbagi dalam kemuliaan-Nya. 
(RENUNGAN PAGI)

Antifon Komuni (Mzm 68:20-21)

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita, Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan.

Minggu, 24 Oktober 2021 Hari Minggu Biasa XXX (Hari Minggu Misi Sedunia ke-95)

 


Minggu, 24 Oktober 2021
Hari Minggu Biasa XXX (Hari Minggu Misi Sedunia ke-95)
 
“Di dunia ini aku tidak bisa melihat Putra Allah yang Mahatinggi dengan mataku sendiri, kecuali melihat Tubuh dan Darah-Nya yang Mahakudus” – St. Fransiskus Assisi

 
Antifon Pembuka (Mzm 105:3-4)

Bersukacitalah hati orang yang mencari Tuhan! Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!

Let the hearts that seek the Lord rejoice; turn to the Lord and his strength; constantly seek his face.

Lætetur cor quærentium Dominum: quærite Dominum, et confirmamini: quærite faciem eius semper.


Doa Pagi


Allah Bapa, sumber kebahagiaan sejati, bukalah mata hati kami untuk melihat karya-Mu yang agung dalam hidup kami sehari-hari. Semoga, kami pun rela berbagi kebahagiaan dan saling bekerjasama untuk menggapai kebahagiaan hidup yang sejati, yaitu bersatu dengan Yesus Kristus, Putra-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yeremia (31:7-9)
    
  
"Dengan hiburan Aku akan membawa orang buta dan lumpuh."
    
Beginilah firman Tuhan, “Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! Sungguh, Aku akan membawa mereka dari tanah utara, dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan hamil bersama dengan himpunan perempuan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, lewat jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi Bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu, karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6, Ul:lh.3)
1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.
2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, "Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
3. Pulihkanlah kepada kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (5:1-6)
   
"Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut tata imamat Melkisedek."
      
Saudara-saudara, setiap imam agung, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan kurban karena dosa. Seorang imam agung harus dapat memahami orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan. Karena itu ia harus mempersembahkan kurban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Tidak ada seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri! Sebab setiap imam agung dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus! Ia tidak mengangkat diri-Nya sendiri menjadi Imam Agung, tetapi diangkat oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan atau seperti firman-Nya dalam suatu nas lain, Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya menurut tata imamat Melkisedek.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = bes, gregorian, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (2Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.

Inilah Injil Suci menurut Markus (10:46-52)
  
"Rabuni, semoga aku dapat melihat."
  
Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar lagi dari kota itu bersama murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, duduklah di pinggir jalan seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus. Ketika didengarnya bahwa yang lewat itu Yesus dari Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku.” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Maka Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!” Mereka memanggil si buta itu dan berkata kepadanya, “Kuatkanlah hatimu! Berdirilah, Ia memanggil engkau.” Orang buta itu lalu menanggalkan jubahnya. Ia segera berdiri, dan pergi mendapatkan Yesus. Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Jawab orang buta itu, “Rabuni, semoga aku dapat melihat!” Yesus lalu berkata kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia! Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

  
Renungan
 

Dalam Injil, kita mendengar tentang seorang pria yang mungkin terlihat sebagai orang yang pendiam. Dan kita bahkan bisa bertanya-tanya pada orang ini.

Dia punya nama, tapi itu bukan nama. Injil mengatakan bahwa dia disebut Bartimeus, tetapi dengan cepat dijelaskan bahwa itu berarti "anak Timeus". Jadi siapa nama anak Timeus, kita tidak diberitahu; hanya saja dia disebut Bartimeus.

Dia tidak memiliki nama, dan dia tidak memiliki penglihatan – dia buta. Dan dia adalah seorang pengemis. Jadi Bartimeus adalah orang yang sangat miskin – dia tidak memiliki identitas, tidak memiliki kemampuan, dan dia berada dalam kemiskinan.
 
Dia tidak memiliki suara dalam banyak hal, dan dia bisa disebut sebagai orang yang pendiam, karena dia menghabiskan waktunya memikirkan betapa malang dan putus asa hidupnya, tetapi tidak ada orang yang mau mendengarkannya.

Tetapi ketika Bartimeus mendengar bahwa Yesus sedang lewat di jalan itu, dia mulai berteriak dan berkata, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku.”

Tetapi ketika dia disuruh oleh orang banyak untuk diam, dia berteriak lebih keras.

Kerumunan merasa kesal dengan teriakannya, jadi mereka tidak mendengarkan apa yang dia teriakkan, mereka juga tidak melihat arti dari apa yang terjadi.

Bartimeus, yang tidak memiliki identitas, tidak memiliki kemampuan dan hidup dalam kemiskinan, diberi wahyu tentang siapa Yesus.

Yesus memiliki nama dan Dia memiliki latar belakang – Yesus dari Nazaret. Dia juga memiliki gelar mistik – Anak Daud. Dan Dialah yang akan memandang dengan belas kasihan kepada orang-orang yang miskin, putus asa, tidak berdaya dan putus asa, seperti Bartimeus.

Kerumunan tidak menangkap, orang banyak tidak melihatnya, dan dalam kejengkelan mereka, mereka hanya ingin membungkam Bartimeus.

Tetapi Yesus mendengarnya, Yesus melihatnya, dan hal-hal akan berubah bagi Bartimeus.

Saat kita merenungkan bagian Injil, kita mungkin menemukan diri kita mengidentifikasi diri dengan orang banyak. Seringkali, kejengkelan dan frustrasi membutakan kita untuk melihat dan mendengar kebutuhan orang lain, dan kita membungkam makna yang lebih dalam dari situasi dan pengalaman hidup kita.
 
Jadi orang yang kita pandang rendah hari ini mungkin berubah menjadi orang yang kita butuhkan besok. Mari belajar berjalan dalam kesabaran dan saling memahami meski dalam kondisi yang sulit.

Jika orang banyak berhasil membungkam Bartimeus, maka kita tidak akan pernah mendengar wahyu itu: Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku.
[RENUNGAN PAGI]

Antifon Komuni (Bdk. Mzm 20:6)

Kami akan bersorak-sorai karena karya penyelamatan-Mu. Kami akan bergembira dalam nama Allah kita.

We will ring out our joy at your saving help and exult in the name of our God.

Atau (Bdk. Ef 5:2)

Kristus telah mengasihi kita dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan yang harum bagi Allah.

Christ loved us and gave himself up for us, as a fragrant offering to God.

Atau: Lætabimur in salutari tuo: et in nomine Domini Dei nostri magnificabimur.
Karya:valokuvaus/istock.com

Sabtu, 23 Oktober 2021 Hari Biasa Pekan XXIX

 

Karya: Anna_Anikina/istock.com
Sabtu, 23 Oktober 2021
Hari Biasa Pekan XXIX

“Maafkanlah semua orang yang pernah bersalah padamu” (St. Antonius Maria Claret)
 
Antifon Pembuka (Rm 8:10)
 
Jika Kristus ada dalam dirimu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi Roh hidup dalam kebenaran.
 
Doa Pagi

Allah Bapa kami, sumber sukacita, semoga kami Kaulepaskan dari dosa dan semoga kami terbuka untuk menerima Roh Putra-Mu. Semoga pula sabda-Nya menjadi kabar sukacita bagi siapa saja di seluruh dunia. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (8:1-11)
   
"Roh Allah yang membangkitkan Yesus dari alam maut tinggal dalam dirimu."
     
Saudara-saudara, bagi mereka yang ada dalam Kristus tidak ada penghukuman. Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kalian dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat yang tidak berdaya karena daging telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa, Allah telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging agar tuntutan hukum Taurat digenapi dalam diri kita. Sebab kita tidak hidup menurut daging, melainkan menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; tetapi mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Keinginan daging ialah maut, tetapi keinginan Roh ialah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging itu bermusuhan dengan Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah. Hal ini memang tidak mungkin baginya! Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan di hati Allah. Tetapi kalian tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal dalam dirimu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus. Tetapi kalau Kristus ada dalam dirimu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah hidup karena kebenaran. Dan jika Roh Allah, yang membangkitkan Yesus dari alam maut, diam dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Atau Itulah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; Ul: lh.6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yeh 33:11)
Tuhan telah berfirman, "Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan kepada pertobatannya supaya ia hidup."
   
Inilah Injil Suci menurut Lukas (13:1-9)
   
"Jikalau kalian semua tidak bertobat, kalian pun akan binasa dengan cara demikian."
   
Pada waktu itu beberapa orang datang kepada Yesus dan membawa kabar tentang orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus, sehingga darah mereka tercampur dengan darah kurban yang mereka persembahkan. Berkatalah Yesus kepada mereka, "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya daripada semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! Kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua pun akan binasa dengan cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada semua orang lain yang tinggal di Yerusalem? Tidak! Kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua pun akan binasa dengan cara demikian." Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan ini, "Ada seorang mempunyai sebatang pohon ara, yang tumbuh di kebun anggurnya. Ia datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukannya. Maka berkatalah ia kepada pengurus kebun anggur itu, 'Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara itu namun tidak pernah menemukannya. Sebab itu tebanglah pohon ini. Untuk apa pohon itu hidup di tanah ini dengan percuma?' Pengurus kebun anggur itu menjawab, 'Tuan, biarkanlah pohon ini tumbuh selama setahun ini lagi. Aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan akan berbuah. Jika tidak, tebanglah'!"
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan

 
Meninggal dunia dengan damai memang merupakan anugerah besar dari Tuhan.

Dan dikelilingi oleh anggota keluarga dekat dan telah menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit akan menjadi sesuatu yang dianggap sebagai akhir yang sempurna untuk kehidupan di bumi.

Dan kematian yang bahagia, damai dan diberkati adalah salah satu ujud yang ditemukan di sebagian besar doa renungan.

Ya, kita berdoa untuk kematian yang damai dan diberkati, dan jika Tuhan menghendaki, tanpa rasa sakit atau penderitaan.

Tetapi ketika kita mendengar tentang kematian tragis yang tiba-tiba, atau kehidupan yang diakhiri oleh suatu penyakit, atau kematian sebelum waktunya, kita mungkin bertanya-tanya apakah itu semacam hukuman.

Dalam Injil, beberapa orang memberi tahu Yesus tentang kematian beberapa orang Galilea, yang mungkin disiksa dan dieksekusi, mengikuti apa yang dilakukan Pilatus dengan darah mereka.

Yesus pada gilirannya mengingat delapan belas nyawa yang hilang ketika menara di Siloam jatuh menimpa mereka.

Yesus juga menjelaskan bahwa mereka yang kehilangan nyawa mereka secara tragis tidak lebih berdosa daripada orang lain.

Faktanya, mereka yang kehilangan nyawa karena penganiayaan, para martir yang menyaksikan iman mereka dengan hidup mereka, diberkati oleh Tuhan.

Apapun masalahnya, apakah kematian tragis atau kematian damai, marilah kita melalui pertobatan kita bersiap untuk menghadapi kematian.

Merupakan suatu berkat besar dari Tuhan untuk mengetahui bahwa kematian adalah jalan menuju kehidupan kekal bersama Tuhan.

  
Antifon Komuni (Rm 8:5)

Mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal dari daging. Mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal dari Roh.

Doa Malam

Allah Bapa kami sumber belas kasih, semoga kami bertobat berkat sabda-Mu dan Kaubimbing mengikuti jejak Putra-Mu. Limpahilah kami kiranya belas kasih-Mu yang sepenuhnya ada pada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


RENUNGAN PAGI