Situasi pandemi covid-19 di Indonesia seiring dengan masuknya varian baru saat ini dalam keadaan mengkhawatirkan, banyak fasilitas kesehatan over kapasitas, kami mohon anda untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan 5M Memakai masker dengan benar sekalipun sedang berbicara, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi ketika keluar rumah.

Jumat, 30 Juli 2021 Hari Biasa Pekan XVII

 

Jumat, 30 Juli 2021
Hari Biasa Pekan XVII 

Allah berbicara kepada manusia melalui Sabda-Nya. Doa kita berbentuk kata-kata, baik yang dipikirkan maupun yang diucapkan. Tetapi yang terpenting ialah bahwa hati selalu hadir di depan Dia, kepada Siapa kita berbicara dalam doa. "Apakah doa kita dikabulkan, tidak bergantung pada banyaknya kata-kata, tetapi pada kesungguhan jiwa kita" (Yohanes Krisostomus, ecl. 2). ---- Katekismus Gereja Katolik, 2700

Antifon Pembuka (Mzm 81:10-11a)

Janganlah di antaramu ada allah lain dan janganlah menyembah allah asing. Akulah Tuhan Allahmu.


Doa Pagi


Allah Bapa kekuatan kami, Engkaulah yang menentukan hari-hari hidup seseorang. Mampukanlah kami untuk merayakan dan menguduskan hari kebangkitan Putra-Mu dengan penuh kasih dan sukacita.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Kitab Imamat (23:1.4-11.15-16.27.34b-37)
      
   
"Hari-hari Tuhan yang harus kalian rayakan dan kalian kuduskan."
   
Tuhan bersabda kepada Musa, "Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan, hari-hari pertemuan kudus yang harus kalian maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap. Dalam bulan pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, adalah Paskah bagi Tuhan. Dan hari yang kelima belas bulan itu adalah hari raya Roti Tidak Beragi. Tujuh hari lamanya kalian harus makan roti yang tidak beragi. Pada hari yang pertama kalian harus mengadakan pertemuan kudus. Janganlah kalian melakukan sesuatu pekerjaan berat. Kalian harus mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan tujuh hari lamanya. Pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kalian melakukan suatu pekerjaan berat." Tuhan bersabda pula kepada Musa, "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, 'Apabila kalian sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepada kalian, dan kalian menuai hasilnya, maka kalian harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam. Dan imam itu harus mengunjukkan berkas itu di hadapan Tuhan, supaya Tuhan berkenan akan kalian. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat. Kemudian kalian harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kalian membawa berkas persembahan unjukan, haruslah genap tujuh minggu. Sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh harus kalian hitung lima puluh hari. Lalu kalian harus mempersembahkan kurban sajian yang baru kepada Tuhan. Akan tetapi tanggal sepuluh bulan ketujuh adalah Hari Perdamaian. Kalian harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan. Hari yang kelima belas bulan ketujuh itu adalah hari raya Pondok Daun bagi Tuhan, tujuh hari lamanya. Pada hari yang pertama harus ada pertemuan kudus. Janganlah kalian melakukan suatu pekerjaan berat. Tujuh hari lamanya kalian harus mempersembahkan kurban api-apian dan pada hari yang kedelapan kalian harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan. Itulah hari raya Perkumpulan. Janganlah kalian melakukan suatu pekerjaan berat. Itulah hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan, yang harus kalian maklumkan sebagai hari pertemuan kudus untuk mempersembahkan kurban api-apian kepada Tuhan, yaitu kurban bakaran dan kurban sajian, kurban sembelihan dan kurban-kurban curahan, setiap hari, sebanyak yang ditetapkan untuk hari itu."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.    
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.
Ayat. (Mzm 81:3-4.5-6ab.10-11ab)
1. Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, petiklah kecapi yang merdu, diiringi gambus. Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita.
2. Sebab begitulah ditetapkan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub; hal itu ditetapkan-Nya sebagai peringatan bagi Yusuf, waktu Ia maju melawan tanah Mesir.
3. Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah allah asing. Akulah Tuhan, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (1Ptr 1:25)
Sabda Tuhan tetap selama-lamanya. Itulah sabda yang diwartakan kepadaku.

Inilah Injil Suci menurut Matius (13:54-58)
    
"Bukanlah Dia itu anak tukang kayu? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
   
Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya. Di sana Ia mengajar orang di rumah ibadat mereka. Orang-orang takjub dan berkata, "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu? Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Karena ketidakpercayaan mereka itu, maka Yesus tidak mengerjakan banyak mukjizat di situ.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
  
Jika seseorang bertanya kepada Anda siapa yang mengkhotbahkan homili pada Misa Minggu lalu, Anda mungkin perlu beberapa saat untuk mengingat imam mana itu.

Tetapi jika pertanyaan berikutnya adalah "Jadi, apa yang ia khotbahkan?" maka kita benar-benar harus berpikir untuk mengingat apa yang kita dengar.

Dan sepuluh orang lain yang ada di sana mendengarkan homili yang sama akan memiliki sepuluh versi dari apa yang dikhotbahkan.

Itu bisa berarti bahwa orang sedang melakukan refleksi mereka sendiri tentang Firman Tuhan.

Namun, orang juga cenderung mendengarkan dengan berbagai tingkat keterbukaan dan penerimaan.

Dan itu sangat tergantung pada siapa yang berbicara.

Dalam Injil hari ini, kita melihat bahwa keputusan dibuat antara pembicara dan apa yang diucapkan.

Orang-orang di kampung halaman Yesus tidak terbuka terhadap pribadinya, dan karenanya tidak terbuka terhadap kebenaran.

Ketika kita menantang diri kita untuk mendengarkan apa yang dikatakan dan bukan bagaimana dikatakan atau siapa yang mengatakannya, maka kita akan dapat mendengar kebenaran.
(RENUNGAN PAGI)
 
CC0

 

  

Kamis, 29 Juli 2021 Peringatan Wajib St. Marta, Maria, Lazarus

Kamis, 29 Juli 2021
Peringatan Wajib St. Marta, Maria, Lazarus
         
Gereja mengajarkan bahwa setiap jiwa rohani langsung diciptakan Allah Bdk. Pius XII. Ens. "Humani generis" 1950: DS 3896; SPF 8. - ia tidak dihasilkan oleh orang-tua - dan bahwa ia tidak dapat mati Bdk. Konsili Lateran V 1513: DS 1440.: ia tidak binasa, apabila pada saat kematian ia berpisah dari badan, dan ia akan bersatu lagi dengan badan baru pada hari kebangkitan. (Katekismus Gereja Katolik, 366)

       

Antifon Pembuka (Luk 10:38)
   
Yesus memasuki sebuah dusun, dan seorang wanita bernama Marta menyambut-Nya ke dalam rumahnya. 

Doa Pagi

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Putra-Mu telah sudi bertamu di rumah Santa Marta. Semoga berkat doanya kami setia melayani Kristus dalam diri sesama kami, supaya kelak kami pun masuk ke dalam kediaman surgawi. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang masa. Amin. 

 
Bacaan Injil diambil dari rumus khusus untuk Peringatan Wajib Santa Marta, Maria, Lazarus

Bacaan dari Kitab Keluaran (40:16-21.34-38)    
    
"Awan menutupi Kemah Pertemuan dan kemuliaan Tuhan menutupi Kemah Suci."
   
Tentang hal ikhwal Kemah Suci Musa melakukan semuanya secara tepat, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Dan terjadilah dalam bulan pertama tahun kedua, pada tanggal satu bulan itu didirikanlah Kemah Suci. Beginilah Musa mendirikan Kemah Suci itu: Ia memasang alas-alasnya, menyusun papan-papannya, memasang kayu-kayu lintang dan mendirikan tiang-tiangnya. Kemudian ia membentangkan atap kemah yang menudungi Kemah Suci dan meletakkan tudung kemah di atasnya, seperti diperintahkan Tuhan kepadanya. Lalu awan menutupi Kemah Pertemuan dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci. Setiap kali awan itu naik dari atas kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari tempat mereka berkemah. Tetapi jika awan itu tidak naik, mereka pun tidak berangkat, sampai hari awan itu naik. Sebab awan Tuhan itu berada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam!
Ayat. (Mzm 84:3-4.5-6a.8a.11)
1. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan, jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
2. Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
3. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan dari pada-Mu, langkah mereka makin lama makin tinggi.
4. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku daripada diam di kemah-kemah orang fasik.
       
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 8:12) 
Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, dan ia akan mempunyai terang hidup.
    

Inilah Injil Suci menurut Yohanes (11:19-27)
    
   
"Akulah kebangkitan dan hidup!"
   
Menjelang hari raya Paskah, banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, ‘Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya’. Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup! Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

 
Renungan

    
Setiap kali kita berbicara tentang St. Marta, bayangan orang yang aktif dan berorientasi pada pekerjaan serta berorientasi pada tugas muncul di benak kita.

Itu mungkin karena peristiwa itu (Lukas 10:38-42) ketika dia mengundang Yesus ke rumahnya dan dia disibukkan dengan semua pelayanan.

Dan kemudian dia mengeluh kepada Yesus tentang meminta saudara perempuannya, Maria, untuk membantunya dalam pekerjaan itu.

Tetapi Yesus mengatakan kepadanya bahwa dia khawatir dan resah tentang banyak hal, namun hanya satu yang penting, dan Maria telah memilih bagian yang lebih baik.

Marta pasti ingat apa yang Yesus katakan kepadanya, jadi meskipun sedih dan berduka atas kematian saudara laki-lakinya, dia tahu bahwa hanya Yesus yang dapat menghiburnya.

Dan sesuai dengan kepribadiannya, dia bergerak untuk pergi keluar dan bertemu Yesus dan untuk mengungkapkan imannya kepada Yesus.

Tetapi pada kesempatan ini, dia juga membuat pewartaan yang mendalam.

Marta menyatakan Yesus sebagai Kristus, Anak Allah.

Hanya Santo Petrus yang membuat pernyataan serupa itu.

Oleh karena itu, St. Marta, terlepas dari kepribadiannya yang aktif dan berorientasi pada pekerjaan dan berorientasi pada tugas, perlahan-lahan mulai mengenali siapa Yesus itu.

St. Marta adalah contoh bagi kita tentang seseorang yang aktif dan sibuk namun meluangkan waktu untuk merenung dan menemukan siapa Yesus.

Seperti St. Marta, kita mungkin juga memiliki kehidupan yang sangat aktif dan sibuk dengan banyak hal.

Tetapi janganlah kita melupakan satu hal penting - doa!

Dalam doa kita akan memperoleh kedamaian untuk mengetahui bahwa Yesus adalah benar-benar Anak Allah, Juruselamat kita. (RENUNGAN PAGI)
 
Author Andrewrabbott
Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International
 
  
Antifon Komuni (Yoh 11:27)
 
Marta berkata kepada Yesus: "Engkaulah Kristus, Putra Allah yang hidup, yang telah datang ke dunia ini."
   
Dixit Martha ad Iesum: Tu es Christus, Filius Dei vivi, qui in hunc mundum venisti.
 
Martha said to Jesus: You are the Christ, the Son of God, who is coming into this world.
.
   
Doa Malam 
    
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, terima kasih atas kurnia-Mu yang mengagumkan hari ini. Sadarkanlah kami selalu untuk bersyukur atas belas kasihan-Mu yang tak berkesudahan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

 
 

  

 


Rabu, 28 Juli 2021 Hari Biasa Pekan XVII

 

Rabu, 28 Juli 2021
Hari Biasa Pekan XVII
   
Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-menurun. (Mzm 100:5)
     

Antifon Pembuka (Mzm 67:6.7.36)

Allah bersemayam di tempat-Nya yang kudus. Dialah yang menghimpun umat-Nya dalam rumah-Nya. Dia sendirilah yang memberi kekuatan dan keberanian kepada umat-Nya.
   
Doa Pagi
  
Allah Bapa kami, pelindung dan harapan kami, tanpa Engkau tiada sesuatu pun yang baik lagi suci. Limpahkanlah kiranya belas kasih-Mu kepada kami, agar di bawah bimbingan dan pembinaan-Mu kami kini dapat memanfaatkan ciptaan-Mu di bumi sedemikian rupa, sehingga kami tetap terpikat pada nilai-nilai abadi.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   
   
Bacaan dari Kitab Keluaran (34:29-45)
    
  
"Melihat wajah Musa, orang-orang Israel takut mendekat."
    
Ketika Musa turun dari Gunung Sinai dengan membawa kedua loh hukum Allah, ia tidak tahu bahwa kulit wajahnya bercahaya karena ia telah berbicara kepada Tuhan. Dan ketika Harun dan semua orang Israel melihat Musa, tampaklah kulit wajahnya bercahaya. Maka mereka takut mendapati dia. Tetapi Musa memanggil mereka. Lalu Harun dan para pemimpin jemaah datang kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka. Sesudah itu mendekatlah semua orang Israel lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan Tuhan kepadanya di atas Gunung Sinai. Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah wajahnya. Tetapi apabila Musa masuk menghadap Tuhan untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar. Dan apabila keluar, ia menyampaikan kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya. Apabila orang Israel melihat bahwa kulit wajah Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi wajahnya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Kuduslah Tuhan, Allah kita.
Ayat. (Mzm 99:5.6.7.9)
1. Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduskanlah Ia!
2. Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab mereka.
3. Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya, dan pada ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.
4. Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah Tuhan, Allah kita!

Bait Pengantar Injil do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (1Yoh 2:5)
Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus. 
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:44-46)
   
"Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu."
    
Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Karena sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe
 
Renungan
   
      Jika benda mati dapat berbicara, kita mungkin bertanya-tanya apa yang akan mereka katakan. Dan apakah kita akan terkejut dengan apa yang akan mereka katakan?

Bagaimana jika kursi yang kita duduki memberi tahu kita bahwa itu sebenarnya kursi berkualitas baik dan memberi kita postur dan kenyamanan duduk yang baik?

Akankah kita memperlakukannya dengan perhatian khusus dan menghargainya apa adanya dan untuk apa yang dilakukannya untuk kita?
 
Tentu saja ladang dan mutiara tidak dan tidak bisa mengatakan apa-apa tetapi perlu seseorang untuk memperhatikan nilai tersembunyi di dalamnya.

Di sisi lain, kita mendengar dalam bacaan pertama bahwa wajah Musa berseri-seri dengan kemuliaan Tuhan.

Tapi itu bukan hanya radiasi eksternal; Musa adalah sahabat Allah yang berbicara dengan-Nya muka dengan muka, dan dari hati ke hati. Dari pancaran hati itulah wajah Musa bersinar dengan kemuliaan Allah.

Hati kita dibuat untuk kemuliaan Tuhan. Ketika kita menjadi sahabat Tuhan, seperti Musa, maka hidup kita bahkan wajah kita akan terpancar dengan kemuliaan Tuhan.

Kita bukanlah benda mati yang tidak dapat berbicara. Kita adalah manusia yang diciptakan untuk kemuliaan Tuhan dan ketika kita berbicara, semoga itu untuk kemuliaan Tuhan.
(RENUNGAN PAGI)