| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Rabu, 07 Oktober 2026 Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Rabu, 07 Oktober 2026
Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario   
  
Sebagai doa damai, rosario selalu dan akan selalu menjadi doa keluarga dan doa untuk keluarga. Ada saatnya dulu, bahwa doa ini menjadi doa kesayangan keluarga, dan doa ini yang membawa setiap anggota keluarga menjadi sekat satu sama lain…. Kita perlu kembali kepada kebiasaan doa keluarga bersama berdoa untuk keluarga-keluarga…. Keluarga yang berdoa bersama, akan tetap tinggal bersama. … Para anggota keluarga, dengan mengarahkan pandangan pada Yesus juga akan mempu memandang satu sama lain dengan mata kasih, siap untuk berbagi, untuk saling mendukung, saling mengampuni dan melihat perjanjian kasih mereka diperbaharui oleh Roh Allah sendiri.” (Rosarium Virginis Mariae, 41, Paus Yohanes Paulus II)
 
   
 
Antifon Pembuka (Bdk. Luk 1:28, 42)

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

Hail Mary, full of grace, the Lord is with you. Blessed are you among women and blessed is the fruit of your womb.
  
Doa Pagi
 
Allah Bapa Yang Mahamurah, kami mengetahui dari kabar malaikat bahwa Yesus Kristus, Putra-Mu, menjadi manusia. Kami mohon, curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya berkat sengsara dan salib-Nya kami diantar kepada kebangkitan mulia. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan-bacaan dan Mazmur Tanggapan dari hari biasa, atau dari Rumus Umum SP. Maria, misalnya: Kis 1:12-14; MT Luk 1:46-47.48-49.50-51.52-53.54-55; R: Berbahagialah engkau, Perawan Maria, karena engkau telah mengandung Putra Bapa kekal, atau: alleluya; -- Luk 1:26-38
Bunda Maria Rosario Lepanto, doakanlah kami, berikanlah kami kedamaian dan kebebasan untuk menjalankan iman kami tanpa rasa takut. Gambar: Pertempuran Lepanto oleh Jose Ferre Clauzel CC BY-SA 4.0


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (2:1-2.7-14) 
   
"Mereka melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku."
   
Saudara-saudara, empat belas tahun setelah dipilih Tuhan, aku pergi ke Yerusalem bersama dengan Barnabas, dan Titus pun kubawa serta. Aku pergi ke sana berdasarkan suatu pernyataan. Di sana aku membentangkan Injil yang kuberitahukan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, jangan sampai dengan percuma aku telah berusaha. Pada kesempatan itu aku berbicara tersendiri dengan orang-orang yang terpandang. Mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil bagi orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus bagi orang-orang bersunat; maka mereka menjadi yakin. Sebab sebagaimana Tuhan telah memberi Petrus kekuatan untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, demikian pula Ia memberi aku kekuatan untuk menjadi rasul bagi orang-orang yang tak bersunat. Mereka pun menjadi yakin mengenai kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku. Maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan daku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan. Semua setuju bahwa kami pergi kepada orang-orang yang tak bersunat, sedangkan mereka kepada orang-orang yang bersunat. Mereka hanya minta agar kami tetap mengingat orang-orang miskin; dan hal itu sungguh-sungguh kuusahakan. Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku terus terang menentang dia, karena ia salah. Sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat. Tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Juga orang-orang Yahudi lain ikut berlaku munafik seperti dia, sehingga Barnabas sendiri terseret oleh kemunafikan mereka. Aku melihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil. Maka aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua, "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 
 
 atau 

Bacaan dari Kisah Para Rasul (1:12-14)
 
"Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa."
 
Setelah Yesus diangkat ke surga, dari bukit yang disebut Bukit Zaitun kembalilah para rasul ke Yerusalem yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya. Setelah tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, Simon orang Zelot, dan Yudas bin Yakobus. Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa bersama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 

Support renunganpagi.id


 Sahabat terkasih,
Terima kasih telah menjadikan renunganpagi.id bagian dari ruang perjumpaan Anda dengan Tuhan hari ini. Kami sungguh bersukacita jika renungan ini boleh menjadi saluran berkat yang meneguhkan hati Anda.
​Kami rindu agar kasih Kristus dan keindahan Gereja dapat menyentuh lebih banyak orang. Jika Anda tergerak untuk berjalan bersama kami dalam misi ini, persembahan kasih melalui QRIS akan menjadi benih kebaikan yang sangat berarti bagi pertumbuhan pelayanan kami.
​Semoga Bapa yang Mahabaik senantiasa melimpahkan rahmat-Nya dalam setiap langkah Anda.



Orang Kudus hari ini: 06 Oktober 2026 St. Bruno

  

Santo Bruno dari Cologne (sekitar 1030–1101) merupakan salah satu tokoh paling dihormati dalam tradisi monastik Kristen abad pertengahan; ia dikenal karena spiritualitasnya yang mendalam, ketajaman intelektualnya, serta perannya dalam mendirikan Ordo Kartusian—sebuah tradisi kontemplatif yang masih bertahan hingga kini. Lahir dari keluarga Hartenfaust yang terkemuka di Cologne, Jerman—sebuah kota yang ramai di wilayah Rhineland—masa muda Bruno ditandai dengan hak istimewa dan masa depan yang menjanjikan, yang menjadi landasan bagi perjalanan hidupnya yang memadukan keunggulan akademis dengan pengabdian asketis.

Saat masih muda, Bruno dikirim untuk menempuh pendidikan di sekolah katedral ternama di Reims, Prancis, yang merupakan salah satu pusat pembelajaran utama di Eropa pada abad ke-11. Di sana, ia mendalami teologi, filsafat, dan seni liberal, hingga akhirnya muncul sebagai seorang cendekiawan dan pengajar yang brilian. Sekitar tahun 1055, setelah kembali ke Cologne, ia diangkat sebagai kanon di Katedral Santo Cunibert; sebuah jabatan yang menegaskan pengaruhnya yang kian besar di kalangan gerejawi. Reputasi Bruno sebagai seorang pendidik tak lama kemudian membawanya kembali ke Reims. Di sana, ia menjabat sebagai direktur studi dan—pada usia yang tergolong sangat muda, yakni 45 tahun—sebagai kanselir keuskupan agung. Dalam peran-peran tersebut, ia bukan sekadar seorang akademisi; orang-orang sezamannya menggambarkannya sebagai "sahabat sejati" dan sosok pembimbing yang berorientasi pada hal-hal yang bersifat sakral, yang menuntun para muridnya dengan perpaduan antara kedalaman intelektual dan kejernihan moral.

Selasa, 06 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXVII

 
Selasa, 06 Oktober 2026
Hari Biasa Pekan XXVII
   
     “
Melalui pekerjaanmu, engkau menunjukkan apa yang engkau cintai dan apa yang engkau ketahui."

- Santo Bruno

Antifon Pembuka (Mzm 139:13)

Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku.

Doa Pagi

Allah Bapa kami yang Mahakudus, berilah kami ketenangan, agar sempat merenungkan Sabda-Mu. Semoga kami dapat merasakan cinta kasih-Mu yang melestarikan dan memperbarui manusia dan apa saja. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
           
Siouxfall Diocese
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (1:13-24)

"Allah berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa."

Saudara-saudara, kalian tentu telah mendengar tentang hidupku dalam agama Yahudi dulu. Tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dalam agama Yahudi itu aku jauh lebih maju dari banyak teman sebaya di antara bangsaku, karena aku sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. Tetapi Allah telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh karena kasih karunia-Nya. Ia berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku, agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa lain. Pada waktu itu sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. Aku juga tidak pergi ke Yerusalem untuk mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku. Tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Baru tiga tahun kemudian aku pergi ke Yerusalem untuk menemui Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. Tetapi rasul-rasul yang lain tak seorang pun yang kulihat, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutulis kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. Tetapi aku tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. Mereka hanya mendengar, bahwa orang yang dahulu menganiaya mereka sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bacaan Harian: 05 -11 Oktober 2026

Senin, 05 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVII (H).
Pfak St. Faustina Kowalska
Gal 1:6-12; Mzm 111:1-2.7-8.9.10c; Luk 10:25-37. 
 
Selasa, 06 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVII (H). 
Pfak St. Bruno
Gal 1:13-24; Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; Luk 10:38-42. 
 
Rabu, 07 Oktober: Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu Rosario (P).  
Gal 2:1-2.7-14; Mzm 117:1.2; Luk 11:1-4
 
Kamis, 08 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVII (H). 
Gal 3:1-5; MT Luk 1:69-70.71-72.73-75; Luk 11:5-13. 
 
Jumat, 09 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVII (H).
Pfak St. Dionisius, St. Yohanes Leonardus
Gal 3:7-14; Mzm 111:1-2.3-4.5-6; Luk 11:15-26. 
 
Sabtu, 10 Oktober:  Hari Biasa Pekan XXVII (H). 
Gal 3:22-29; Mzm 105:2-3.4-5.6-7; Luk 11:27-28. 
 
Minggu, 11 Oktober: Hari Minggu Biasa XXVIII (H). 
Yes. 25:6-10a; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Flp. 4:12-14,19-20; Mat. 22:1-14 (panjang) atau Mat. 22:1-10 (singkat). 
 
 
Photo by form PxHere 

Orang Kudus hari ini: 05 Oktober 2026 St. Faustina Kowalska

 

 
Phancamellia245 | CC BY-SA 4.0
 
  

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini Gereja mengajak kita mengenang sosok St. Maria Faustina Kowalska, seorang biarawati Polandia yang melalui penglihatannya, menghadirkan Devosi kepada Kerahiman Ilahi yang kini begitu hidup di tengah umat. Perjalanan rohaninya bermula dari sebuah keluarga miskin kelas pekerja di Głogowiec, Polandia, tempat ia dilahirkan dengan nama Helena Kowalska. Meskipun ketertarikannya pada kehidupan religius sudah tumbuh sejak usia belia, ia harus menunda panggilan tersebut karena ketiadaan restu orang tua dan tuntutan untuk bekerja demi menghidupi keluarga pada usia enam belas tahun. Namun, panggilan Tuhan tak pernah pudar, hingga akhirnya pada tahun 1924, ia diterima di Kongregasi Suster-suster Perawan Maria Berbelaskasih dan mengikrarkan diri dengan nama religius Maria Faustina dari Sakramen Mahakudus.

Senin, 05 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXVII

 
Senin, 05 Oktober 2026
Hari Biasa Pekan XXVII

Tuhan selalu dekat pada orang yang menyebut Dia dalam iman yang benar, harapan yang tak tergoncangkan dan dalam cinta sempurna. (St. Ambrosius)

   

Antifon Pembuka (Luk 10:36.37)

"Siapakah sesama orang yang jatuh ke tangan penyamun?" 'Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya.' "Pergilah dan lakukanlah demikian."

Doa Pagi


Ya Allah, Engkau telah menanamkan Sabda-Mu di dalam hati kami dan melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah memberi kami teladan bagaimana melaksanakan Sabda-Mu itu. Kami mohon, doronglah kami menunjukkan belas kasih kepada sesama kami, sebagaimana Putra-Mu telah melakukannya. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Penyaliban dan Kebangkitan dalam Kaca Patri
Di belakang altar di Gereja Legazpi, Bicol, Filipina adalah set mural kaca patri dan patung Yesus Kristus.
Wayne S. Grazio/flickr (CC BY-NC-ND 2.0)
 

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (1:6-12)
  
"Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia." 
 
Saudara-saudara, aku heran, bahwa kalian begitu cepat berbalik dari Allah, yang telah memanggil kalian oleh kasih karunia Kristus, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil; hanya ada orang-orang yang mengacaukan kalian dan yang bermaksud memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi seandainya kami sendiri atau pun seorang malaikat dari surga mewartakan kepada kalian suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi, "Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia." Jadi bagaimana sekarang? Adakah aku mencari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah aku mencoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencari perkenanan manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku menerimanya bukan dari manusia, dan bukan pula manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy