Kamis, 31 Desember 2009 Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Kamis, 31 Desember 2009
Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Marilah kita tutup tahun ini dengan sukacita karena kebaikan Tuhan dan karena kepercayaan akan penyertaan Tuhan.

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahabaik, aku bersyukur atas penyertaanmu selama setahun ini. Bimbinglah aku selalu untuk menatap hari esok yang lebih baik bersama Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:18-21)

"Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus dan dianugerahi pengetahuan."

18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. 19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. 20 Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. 21 Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:7-8a.8b-9.10)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya.
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
3. Biarlah mereka bersorak-sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:1-18)

"Firman telah menjadi manusia."

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.



Renungan

Seseorang disebut mahasiswa karena perangai dan tindak-tanduknya memadai dengan sebutannya. Ia bukan siswa biasa lagi, tetapi mahasiswa. Bagaimana dengan mahasiswa yang masih suka tawuran? Atau masih ikut-ikutan melempar batu dan membakar mobil orang saat berdemonstrasi? Pantaskah ia menyandang predikat mahasiswa? Pohon dikenal dari buahnya. Hidup manusia dimaknai oleh perangai dan tindak-tanduknya.

Rasul Yohanes mengingatkan kita, orang-orang yang mengenal Allah, untuk hidup sesuai dengan predikat sebagai ‘orang yang mengenal Allah’. Caranya sederhana, yaitu dengan mengikuti perintah-Nya, hidup dalam terang firman-Nya. Menjadi duplikat Kristus yang hidup.

Karena Kristus adalah cahaya bagi para bangsa, maka para pengikut-Nya juga harus bisa menjadi cahaya bagi para bangsa. Hidupnya harus menghasilkan buah-buah nyata yang dirasakan oleh banyak orang yang ada di sekelilingnya.

Hari ini adalah hari ke-365 pada tahun 2009. Hari terakhir yang menutup perjalanan hidup bersama dalam sebuah kurun waktu yang telah kita lalui selama 52 minggu, atau selama 8.760 jam terakhir ini. Hari untuk merefleksikan kembali apa saja yang telah kita kerjakan selama setahun ini. Ada yang positif, tapi ada juga yang negatif. Ada keberhasilan, namun tak sedikit juga kegagalan. Ini semua menjadi tanda dinamika kehidupan kita. Jangan cemas, jalani saja.

Saatnya juga untuk mengarahkan hati dan pikiran kita ke depan. Menyongsong fajar dan hari baru yang menawarkan begitu banyak harapan dan tantangan. Kita satukan tekad untuk membangun hari esok di tahun yang baru dengan penuh semangat dan kebersamaan. Selamat menyongsong Tahun Baru 2010...!

Allah maharahim, Engkaulah penyelenggara segala sesuatu. Terima kasih atas rahmat dan kesempatan yang Kauanugerahkan bagiku untuk mencari arti hidupku selama setahun yang telah berlalu ini. Amin.


Ziarah Batin 2009, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan

Rabu, 30 Desember 2009 Hari Keenam dalam Oktaf Natal

Rabu, 30 Desember 2009
Hari Keenam dalam Oktaf Natal

"Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."

Doa Renungan Pagi

Allah sumber segala rahmat, kami bersyukur atas segala limpahan kebaikan-Mu yang telah kami terima sepanjang hidup kami terlebih selama satu tahun yang akan kami akhiri. Kami mohon pada-Mu semoga kami dapat melihat segala kebaikan-Mu selama ini dan tak lupa mengucap syukur atas segalanya. Ampunilah segala kelemahan kami agar bersama Hana yang setia menanti dan mempersiapkan dirinya untuk menyambut-Mu dalam hidupnya. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Ketaatan pada hukum Tuhan sungguh efektif membebaskan orang-orang Kristiani dari pengaruh dunia. Yohanes berdoa bagi para pendengarnya untuk menjadi orang-orang bebas, bebas dari kuasa kejahatan dan bebas untuk mengabdi Tuhan.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:12-17)

"Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."

12 Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. 13 Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat. 14 Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. 15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:7-8a.8b-9.10)
1. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
2. Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya, sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi!
3. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Inilah hari yang suci! Marilah, hai para bangsa, sujudlah di hadapan Tuhan, sebab cahaya gemilang menyinari seluruh muka bumi.

Saat Kanak-Kanak Yesus dipersembahkan di kenisah, Hana, seorang saleh dan rajin beribadah dalam puasa dan doa juga tampil berbicara. Dalam diri Yesus, terletaklah harapan pembebasan dan kelepasan bagi umat manusia.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:36-40)


"Hana berbicara tentang Kanak-Kanak Yesus."

36 Ketika Kanak-Kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, ada di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Kesetiaan selalu berbuah pada kebahagiaan. Kesetiaan terkadang menuntut hal-hal yang tidak mudah bahkan penuh tantangan, namun ketika kesetiaan itu benar-benar dihayati dengan hati yang tulus, yang terasa bukanlah kebosanan, putus asa ataupun rutinitas belaka, namun suatu sukacita yang berlimpah.

Doa Renungan Malam

Tuhan Yesus yang pemurah, kedatangan-Mu membawa sukacita dan sorak-sorai, kegembiraan dan semangat baru. Tinggallah malam ini bersama kami, agar kami terus dapat merasakan Roh-Mu yang menghangatkan roh dan jiwa kami. Semoga esok kami dapat menyambut hari baru dengan selalu ingat kepada Engkau dan sesama. Amin.

R U A H

Bagikan

Selasa, 29 Desember 2009 Hari Kelima dalam Oktaf Natal

Selasa, 29 Desember 2009
Hari Kelima dalam Oktaf Natal

"Kristus cahaya para bangsa."

Doa Renungan Pagi

Tuhan Yesus, pada hari ini Engkau dipersembahkan oleh kedua orangtua-Mu kepada Allah untuk disucikan dan di Bait Allah Engkau bertemu dengan Simeon yang setia menanti-Mu dengan hidup suci. Ajarlah kami hari ini mempersembahkan hidup kami agar dapat memuji dan menyerahkan seluruhnya pada penyelenggaraan-Mu yang selalu baik dan sempurna. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Yohanes menekankan bahwa satu-satunya jalan yang pasti untuk membuktikan bahwa kita mengenal Allah adalah melakukan kehendak dan perintah-perintah-Nya. Dan lagi, dengan melaksanakan semuanya itu, kita akan hidup dalam kasih dan ada dalam Allah.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:3-11)

"Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang."

3 Saudara-saudara terkasih, inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. 6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. 7 Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. 8 Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. 9 Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. 10 Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. 11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Mazmur Tanggapan PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya!
2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya, ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
3. Tuhanlah yang menjadikan langit, keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan hormat ada di tempat kudus-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Kristuslah cahaya yang menerangi para bangsa, Dialah kemuliaan bagi umat Allah

Kanak-Kanak Yesus dipersembahkan di kenisah oleh kedua orangtua-Nya, Maria dan Yusuf. Tampil juga Simeon, seorang benar dan saleh. Ia melihat bahwa dalam diri Yesus terletaklah harapan keselamatan bagi seluruh umat manusia.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:22-35)

"Kristus cahaya para bangsa."

22 Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Penantian akan sesuatu akan menjadi tidak berarti tanpa adanya pengharapan. Penantian akan menjadi sekedar penantian apabila pengharapan tidak bertumbuh dan berkembang semakin kuat dalam masa penantian itu. Ketika pengharapan diambil dari penantian, yang tertinggal hanyalah keputusasaan, ketidaksabaran dan kejemuan. Bagaimana dengan penantian Anda?

Doa Renungan Malam

Yesus yang setia, kami menyerahkan hidup kami pada-Mu pada malam ini semoga malam ini kami tidur bermandikan terang ilahi dan rahmat surgawi. Berjagalah bersama kami karena kami telah melihat keselamatan-Mu yang tak terbayangkan namun sudah dapat kami rasakan dalam hidup kami. Sebab Engkaulah Tuhan pengantara kami yang berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

RUAH

Bagikan

Senin, 28 Desember 2009 Pesta Kanak-kanak Suci, Martir

Senin, 28 Desember 2009
Pesta Kanak-kanak Suci, Martir

"Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa."

Doa Renungan Pagi

Allah Bapa yang mahabaik, hari ini kami memperingati pengorbanan para martir-Mu yang kecil dan suci. Bayi-bayi yang tak bersalah meluhurkan kelahiran baru bagi umat manusia tidak saja dengan madah pujian namun memuji-Mu dengan darah mereka. Semoga iman yang kami akui dengan perkataan kami, kami wujud nyatakan dalam hidup kami, sehingga hidup kami menjadi pujian bagi-Mu untuk selamanya. Dalam Kristus Tuhan pengantara kami. Amin.

Yohanes mengungkapkan bahwa Allah adalah terang, dan di dalam Dia tidak ada kegelapan. Itulah sebabnya, segala dosa harus diakui dalam kesadaran bahwa Allah mengetahui segalanya.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1:5-2:2)

"Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa."

Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Allah menjadi pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap.
Ayat. (Mzm 124:2-3.4-5.7b-8)
1. Jika bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.
2. Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menimbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu.
3. Jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu barisan para martir berkurban dengan mempertaruhkan nyawa.

Raja Herodes mencoba untuk membunuh Kanak-Kanak Yesus. Hal itu terjadi karena dia gagal untuk melihat bahwa di dalam diri Anak itu terletaklah harapan keselamatan umat manusia. Yesus, Maria dan Yusuf harus mengungsi ke Mesir, dan kemudian akan kembali dan menetap di Nazaret.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (2:13-18)

"Herodes menyuruh agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya dibunuh."

Setelah orang-orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangunlah. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku’. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Pengorbanan untuk seseorang yang dicintai, sekali pun berat pasti akan dilakukan dengan semangat. Ini terjadi karena nilai orang yang dicintai itu jauh lebih tinggi daripada berat pengorbanan yang harus dilakukan. Dan apabila itu sungguh demikian, maka pengorbanan itu bukan lagi pengorbanan, melainkan suatu perwujudan cinta.

Doa Renungan Malam

Tuhan, sudilah pada akhir hari ini Engkau menjaga dan memberkati kami dalam istirahat malam ini, terimalah segala persembahan hidup kami yang kurang sempurna ini, jika Engkau berkenan sudilah menerimanya, namun jika ada kekurangan karena kesalahan kami, sudilah Engkau menyempurnakannya. Terpujilah Engkau Tuhan pemberi segala kebaikan. Amin.

R U A H

"Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa."

Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta Kanak-Kanak suci, martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Penguasa yang gila akan harta benda, kedudukan/jabatan dan kehormatan duniawi menjadi gusar dan merasa tidak aman dan tidak nyaman ketika muncul tokoh baru yang mengambil atau mendominasi hati rakyat. Itulah yang dialami Herodes ketika menerima info telah lahir seorang Raja sesuai dengan ramalan para nabi, ia ingin membunuhnya, namun karena sulit atau tidak dapat menemukan Sang Raja yang dimaksud maka ia memerintahkan agar semua anak-anak laki-laki usia dibawah 2 (dua) tahun di Betlekem dibunuh. Kanak-kanak pun akhirnya dibunuh dan mereka menjadi martir. Kanak-kanak memang lebih suci daripada orangtua atau orang dewasa, maka pada pesta Kanak-Kanak suci, martir, hari ini saya mengajak kita semua untuk memberi perhatian selayaknya atau istimewa kepada anak-anak. Anak-anak adalah masa depan kita, masa depan bangsa dan Gereja; tidak memperhatikan anak-anak berarti bunuh diri pelan-pelan. Secara khusus kami mengingatkan para ibu untuk berani memboroskan waktu dan tenaga bagi anak-anaknya yang masih balita, 2 atau 5 tahun ke bawah, juga menyusui anaknya secara memadai (menurut berbagai nasihat sebaiknya anak-anak dapat menyusu atau menikmati ASI kurang lebih satu tahun). Kami mengharapkan tidak dengan mudah ‘menyerahkan’ kanak-kanak kepada asuhan pembantu/baby sitter atau neneknya, sebagaimana dilakukan sebagian ibu/orangtua di kota-kota yang mabuk kerja alias materialistis. Berilah makanan bergizi, sesuai pedoman empat sehat lima sempurna, kepada kanak-kanak.

· “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” (1Yoh 2:1-2). Kanak-Kanak Yesus yang baru saja kita kenangkan kelahiranNya adalah pendamaian untuk segala dosa kita. Hemat saya jika kita hidup dalam kasih juga akan mengimani bahwa setiap kanak-kanak adalah pendamaian bagi kita semua. Sebagai contoh: suami-isteri tanpa anak dapat uring-uringan terus, sebaliknya ketika mereka memiliki anak kiranya suami-isteri akan bersama-sama mengasihi dan membesarkan atau mendidik anak-anaknya, mengingat dan memperhatikan bahwa anak adalah hasil atau buah kerjasama atau gotong-royong. Maka ketika anda sebagai orangtua, bapak atau ibu ataupun guru/pendidik tergoda atau dirayu untuk berbuat dosa atau menyeleweng, kenangkan dan ingat anak-anak atau peserta didik anda, dengan demikian kiranya anda tak tergerak untuk melakukan dosa. Memang para penjahat sering memanfaatkan anak untuk kepentingan mereka sendiri antara lain dengan menculik seorang anak dan minta tebusan berupa uang sebanyak mungkin. Betapa tinggi nilai seorang anak? Ketika orang dewasa tidak ada alias bepergian kiranya kita cuek saja alias tidak/kurang gusar, tetapi ketika anak kecil tidak ada di rumah kiranya banyak orang gusar dan was-was. Lihatlah dalam dan dengan mata kasih anak-anak, maka anda akan tergerak untuk hidup dan bertindak dalam kasih, saling mengasihi. Anak sungguh membawa damai bagi siapapun yang hidup dan bertindak dalam dan oleh kasih.

“Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu” (Mzm 124:2-5).

Jakarta, 28 Desember 2009

Ignatius Sumarya, SJ


Bagikan

Bacaan Harian 28 Desember 2009 - 03 Januari 2010

Bacaan Harian 28 Desember 2009 - 03 Januari 2010

Senin, 28 Desember : Pesta Kanak-kanak Suci, Martir (M).
1Yoh 1:5 – 2:2; Mzm 124:2-5.7b-8; Mat 2:13-18.

Selasa, 29 Desember : Hari Kelima Dalam Oktaf Natal (P).
1Yoh 2:3-11; Mzm 96:1-3.5b-6; Luk 2:22-35.

Rabu, 30 Desember : Hari Keenam Dalam Oktaf Natal (P).
1Yoh 2:12-17; Mzm 96:7-10; Luk 2:36-40.

Kamis, 31 Desember : Hari Ketujuh Dalam Oktat Natal (P).
1Yoh 2:18-21; Mzm 96:1-2.11-13; Yoh 1:1-18.

Jumat, 01 Januari : Hari Raya Sta. Perawan Maria Bunda Allah (P).
Bil 6:22-27; Mzm 67:2-3.5-6.8; Gal 4:4-7; Luk 2:16-21.

Sabtu, 02 Januari : Peringatan Wajib St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze, Uskup Pujangga Gereja (P) :
1Yoh 2:22-28; Mzm 98:1-4; Yoh 1:19-28.

Minggu, 03 Januari : Hari Raya Penampakan Tuhan (P).
Yes 60:1-6; Mzm 72:2.7-8.10-13; Ef 3:2-3a.5-6; Mat 2:1-12.


Bagikan

Minggu, 27 Desember 2009 Santo Yohanes, Rasul dan Pengarang Injil

Minggu, 27 Desember 2009

Santo Yohanes, Rasul dan Pengarang Injil

Santo Yohanes Rasul berasal dari Betsaida, sebuah dusun di pantai danau Genesareth. Ayahnya adalah Zebedeus, seorang nelayan yang tergolong berkecukupan dan ibunya bernama Salome, seorang wanita yang sangat setia melayani dan mengikuti Yesus. Bersama dengan saudaranya St. Yakobus, dia dipanggil untuk menjadi Rasul Kristus. Karena wataknya yang keras, Yesus menjuluki mereka „anak-anak guruh“. St. Yohanes adalah Rasul yang termuda dan termasuk Rasul inti dalam bilangan keduabelas murid Yesus. Para penginjil menyebutnya sebagai murid kesayangan Yesus (Yoh 21,20). Pada perjamuan malam terakhir, dia diperbolehkan menyandarkan kepalanya di dada Yesus. Bersama dengan Petrus dan Yakobus, dia adalah saksi pembangkitan puteri Yairus (Mrk 5,37 dst), saksi peristiwa perubahan rupa Yesus di gunung Tabor (Mrk 9,2 dst) dan saksi peristiwa sakratul maut dan doa Yesus di taman Getsemani (Mrk 14,33). Bersama dengan Andreas, Yohanes adalah murid Yohanes Pembaptis (Yoh 1,40). Yohanes Pembaptislah yang mengutus mereka berdua kepada Yesus dan bertanya: „Rabbi, dimanakah Engkau tinggal? (Yoh 1,36-39).

Yohanes adalah murid Yesus yang paling setia. Ketika para murid lainnya lari meninggalkan Yesus pada saat Dia ditangkap, disiksa dan disalibkan, bersama-sama dengan Bunda Maria, Yohanes tetap mendampingi Yesus sampai di bawah kaki salib-Nya. Dan di kaki salib itulah dia diserahi tugas untuk menjaga dan merawat Bunda Maria (Yoh 19,27).

Menurut tradisi gereja awal, Yohanes adalah penulis Kitab Wahyu dan surat-surat pertama sampai ketiga Yohanes. Kira-kira pada tahun 60 ia pergi ke Asia Kecil dan menjadi Uskup di kota Efesus. Menurut Kitab Wahyu (1,9) ia dibuang ke pulau Patmos karena agama dan ajarannya. Sekembalinya ke Efesus, ia mengarang Injilnya. Dari tulisan-tulisannya dapat disimpulkan bahwa Yohanes adalah seorang teolog yang pemikirannya berisikan refleksi dan ajaran teologis yang sangat mendalam tentang Yesus dan karya perutusan-Nya.

Dikisahkan, pada tahun-tahun terakhir hidupnya, kotbah Yohanes hanyalah berupa wejangan-wejangan singkat yang selalu diulang-ulang: “Anak-anakku, cobalah kamu saling mencintai.” Saking seringnya dia berbicara mengenai tema cinta kasih, suatu hari dia ditanya oleh para pengikutnya, mengapa ajarannya selalu yang sama saja. St. Yohanes menjawab: “Sebab itulah perintah Tuhan yang utama dan jikalau kamu melakukannya, sudah cukuplah yang kamu perbuat.”

Santo Yohanes adalah Rasul terakhir yang meninggal dunia kira-kira pada tahun 100 di Efesus pada masa pemerintahan Kaisar Trayanus. Pestanya dirayakan setiap tanggal 27 Desember.

Disarikan dari berbagai sumber oleh Rm. Victor Bani, SVD

Minggu, 27 Desember 2009 Pesta Keluarga Kudus

Minggu, 27 Desember 2009
Pesta Keluarga Kudus

"Kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah."

Doa Renungan

Allah Bapa kami, sumber kebahagiaan, Putra-Mu merasakan keramahan, kemesraan dan kerasan di dalam keluarga. Di situlah Engkau mengucapkan Sabda kekal di dunia dan menguduskan keluarga, tempat Engkau tinggal di antara kami. Curahkanlah berkat-Mu kepada setiap rumah tangga, dan semoga kami hidup damai dan rukun serta saling membagi rezeki di situ. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (1:20-22.24-28)

"Seumur hidupnya Samuel diserahkan kepada Tuhan."

Setahun sesudah mempersembahkan kurban di Silo, mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu diberinya nama Samuel, sebab katanya, “Aku telah memintanya dari Tuhan.” Lalu Elkana, suami Hana, pergi dengan seisi rumahnya untuk mempersembahkan kurban sembelihan tahunan dan kurban nazar kepada Tuhan. Tetapi Hana tidak ikut pergi. Katanya kepada suaminya, “Nanti, apabila anak itu sudah cerai susu, aku akan mengantarkan dia; maka ia akan menghadap ke hadirat Tuhan, dan tinggal di sana seumur hidupnya.” Setelah Samuel disapih oleh ibunya, ia dihantar ke rumah Tuhan di Silo, dan bersama dia dibawalah: seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur. Waktu itu Samuel masih kecil betul. Setelah menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli. Lalu Hana berkata kepada Eli, “Mohon bicara, Tuanku! Demi Tuhanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku, untuk berdoa kepada Tuhan. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan.” Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 84:2-3.5-6.9-10)
1. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam! Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan; jiwaku dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
2. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan daripada-Mu, yang bertolak dengan penuh gairah.
3. Ya Tuhan, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga-Mu, ya Allah Yakub. Lihatlah kami, ya Allah perisai kami, pandanglah wajah orang yang Kauurapi!

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (3:1-2.21-24)

"Kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah."

Saudara-saudaraku terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Allah. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata bagaimana keadaan kita kelak. Akan tetapi kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian penuh iman untuk mendekati Allah. Dan apa saja yang kita minta dari Allah, kita peroleh dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya itu: yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan beginilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu dalam Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 956
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Semoga damai Kristus melimpahi hatimu, semoga sabda Kristus berakar dalam dirimu. (Kol 3:15a.16a)

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:41-52)

"Yesus ditemukan orang tua-Nya di tengah para ahli kitab."

Tiap-tiap tahun, pada hari raya Paskah, orangtua Yesus pergi ke Yerusalem. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Seusai hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orangtua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan. Karena tidak menemukan Dia, kembalilah orangtua Yesus ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari, mereka menemukan Yesus dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan dan segala jawab yang diberikan-Nya. Ketika Maria dan Yusuf melihat Dia, tercenganglah mereka. Lalu kata ibu-Nya kepada-Nya, “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?” Lihatlah, Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Yesus makin bertambah besar, dan bertambah pula hikmat-Nya; Ia makin besar, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan

Injil bagi Pesta Keluarga Kudus kali ialah Luk 2:41-52. Dikisahkan bagaimana Yesus yang sudah berumur 12 tahun diajak orang tuanya ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Ketika mereka kembali ke Nazaret, Yesus tertinggal. Mereka kembali ke Yerusalem mencarinya. Pada hari ketiga mereka menemukannya sedang duduk di tengah-tengah para ahli agama di Bait Allah.

MENGAPA YESUS TINGGAL DI BAIT ALLAH?

GUS: Apa maksud Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Bait Allah? Supaya ia ikut Paskah?

TON: Mulai umur 12 tahun semua anak Yahudi wajib mengikuti upacara agama. Pada usia itu mereka diresmikan masuk dunia orang dewasa dalam sebuah upacara inisiasi. Dapat diperkirakan bahwa Yesus menerima upacara ini di Bait Allah di Yerusalem sebelum perayaan Paskah. Baru setelah ikut upacara itu, seorang anak dapat ikut serta penuh dalam perayaan Paskah. Ia juga boleh diterima dalam sekolah Taurat.

GUS: Penjelasannya?

TON: Orang Yahudi beranggapan bahwa tiap anak mem*punyai tiga guru utama. Yang pertama ialah ibunya sendiri. Dialah yang membesarkannya dari lahir hingga disapih. Setelah itu peran pendidik diambil alih ayahnya hingga anak itu memasuki masa pubertas pada umur 12-13 tahun. Pada usia itu seorang anak mulai masuk dunia orang dewasa dan wajib belajar hidup mengikuti ajaran Taurat. Kini gurunya ialah Taurat sendiri. Maka itu, pada umur-umur itu seorang anak diinisiasi dengan upacara sebagai "Bar Mitzvah", ungkapan Aram ini artinya "anak ajaran Taurat", maksudnya hidup yang diarahkan untuk menghayati Taurat. Hingga hari ini di kalangan orang Yahudi, "Bar Mitzvah" adalah pesta terbesar bagi anak-anak dan orang tua mereka. Meriahnya dan maknanya dirasa seperti pesta khitanan di Jawa pentingnya.

GUS: Tapi pada khitanan dijalankan sunat juga - apa begitu pula di kalangan orang Yahudi?

TON: Lain. Dalam "Bar Mitzvah" tidak diadakan sunatan karena sunat di kalangan Yahudi dilakukan ketika masih bayi, lihat Luk 2:21.

GUS: Setelah dinyatakan sebagai Bar Mitzvah, Yesus dapat ikut mendalami Taurat dan karena itu ia tinggal di Bait Allah bertanya jawab dengan para ahli agama?

TON: Betul! Di Bait Allah ada kelompok-kelompok sekolah Taurat. Kita bayangkan Yesus berpindah-pindah mengikuti pelajaran dari kelompok satu ke kelompok berikutnya sehingga terpisah dari orang tuanya. Yusuf dan Maria sendiri kiranya juga sibuk berbicara dengan para orang tua lain dan kenalan di situ.

GUS: Belum puas tanyanya nih. Apa maksudnya kisah Yesus diketemukan sesudah tiga hari (ay. 46)? Apakah ini menunjuk ke arah kebangkitan nanti?

TON: Begini penjelasannya. Orang tua Yesus sudah jauh meninggalkan Yerusalem pulang menuju Nazaret yang letaknya 150-an km di utara. Ketika menyadari Yesus tidak ada dalam rombongan, mereka terpaksa kembali ke Yerusalem. Perjalanan berangkat dari Yerusalem dan balik ke sana ini katakan saja memakan waktu dua siang hari. Hari berikutnya, yakni hari ketiga, mereka menemukannya di Bait Allah. Dengan penjelasan ini maka "hari ketiga" ini tidak perlu dihubung-hubungkan dengan peristiwa kebangkitan.

GUS: Kata-kata Yesus yang ditujukan kepada ibunya dalam ayat 49 menegaskan bahwa semestinyalah ia "terserap dalam urusan-urusan Bapaku" (Yunaninya "en tois tou patros mou"). Dalam konteks ini memang berarti tinggal di rumah Bait Allah seperti lazim diungkapkan dalam terjemahan. Betulkah?

TON: Setuju. Eh, omong-omong, di situ juga pertama kalinya dalam Injil Lukas ditampilkan Yesus berbicara. Perkataannya menjadi titik tolak untuk mulai mengenali siapa dia itu. Ia merasa wajib menyibukkan diri dengan perkara-perkara Bapanya. Dan mulai saat itu kehidupannya memang terpusat ke sana. Kita ingat kata-katanya yang terakhir ketika menghembuskan napas terakhir di salib. Dalam Luk 23:46, ia berseru kepada Bapanya dan menyerahkan nyawanya kepada-Nya. Kemudian dalam Luk 24:49, sebelum naik ke surga, ia masih meneguhkan hal yang dijanjikan Bapanya.

GUS: Jadi ini semacam ikhtisar kristologi Lukas ya? Yesus ditampilkan sebagai orang yang mulai dewasa dengan menyadari bahwa hidupnya itu demi urusan-urusan Bapanya. Dan komitmen ini dijalaninya terus sampai akhir, sampai di kayu salib nanti.

TON: Jitu!

GUS: Tanya lagi. Lukas juga menyebutkan pada akhir petikan ini bahwa Yesus makin dewasa, bertambah bijaksana, dan makin dikasihi Allah dan manusia. Apa maksudnya?

TON: Ini cara menggambarkan orang yang hidup bagi kepentingan Tuhan dan manusia. Mirip dengan yang dikatakan mengenai Samuel dalam 1 Sam 2:26. Akan tetapi, Lukas menambah satu unsur lain, yakni "hikmat". Gagasan ini menunjuk pada pengalaman hidup yang mengajar orang makin peka memahami kebutuhan orang. Yang membuat orang solider dengan sesama. Dia yang sudah jadi "anaknya ajaran Taurat" dapat menghayatinya dengan hikmat. Ajaran agama menjadi hidup, tak mandek sebatas kewajiban dan larangan melulu. Dia itu Taurat hidup yang dikirim Bapa kepada umat manusia.

MENYIMPAN DALAM HATI

Dua kali Lukas mengatakan bahwa Maria menyimpan perkara yang dialaminya dalam hatinya. Pertama kali ketika mendengar para gembala mengisahkan pemberitahuan malaikat mengenai anak yang baru lahir di Betlehem (Luk 2:19) dan kedua kalinya di sini (Luk 2:51). Dalam gaya bahasa Semit, menyimpan dalam hati berarti memikirkannya berulang-ulang dan tiap kali menemukan arti yang makin dalam.

Ungkapan "menyimpan dalam hati" juga dipakai menggambarkan sikap Yakub ketika mendengarkan kisah mimpi anaknya, Yusuf (Kej 37:11). Sebenarnya Yakub menganggap Yusuf ini aneh-aneh saja. Namun demikian, Yakub menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan Yang Ilahi yang menyampaikan sesuatu dengan cara yang belum begitu dimengertinya. Bukan seperti saudara-saudara Yusuf yang menurut ayat itu "iri hati", atau dengki, njotak, menolak. Contoh lain: Daniel mendapat penglihatan yang menggetarkan dan mendengar penjelasannya dari seorang makhluk ilahi. Dalam Dan 7:28, dikatakan bahwa ia amat gelisah dan ketakutan, tetapi di situ juga ditegaskan bahwa Daniel "menyimpan dalam hati", maksudnya semakin meresapi makna penglihatan mengenai merajalelanya kejahatan dan diakhirinya kejahatan itu oleh kuasa ilahi. Maria lain lagi. Ia bukannya setengah percaya seperti Yakub atau tergetar seperti Daniel. Ia tahu siapa yang baru lahir darinya. Ia telah mendengarnya sendiri dari Gabriel (Luk 1:28-36). Akan tetapi, dalam peristiwa menemukan Yesus di Bait Allah, Maria memang belum sepenuhnya memahami yang dilakukan Yesus.

Dalam keempat pemakaian ungkapan "menyimpan dalam hati" itu, perasaan orang yang bersangkutan tidak sama. Itulah yang terjadi pada Maria. Pertama kali ia memahami sepenuhnya, yang kedua kalinya belum, Yakub malah rada skeptik, Daniel gelisah dan pucat ketakutan setengah mati. Namun demikian, ketiga orang ini tetap mau dan berusaha mengerti lebih jauh apa yang sedang terjadi. Mereka tidak berhenti dan menutup diri, puas dengan sikap sudah tahu, merasa lebih aman bila tidak begitu saja menerima, atau gemetar ketakutan melulu, atau pasrah asal percaya begitu saja. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa "menyimpan dalam hati" itu ialah sikap yang membuat orang makin memahami misteri. Dan sikap ini tidak ditentukan oleh suasana batin atau perasaan-perasaan yang mengitarinya seperti jelas dalam contoh-contoh di atas.

Satu tambahan. Ungkapan "menyimpan dalam hati" tidak berarti merahasiakan. Daniel malah membagikan yang dialaminya. Yakub tak memiliki alasan merahasiakannya karena Yusuf sendiri latah bercerita mengenai mimpinya kepada semua orang. Maria tentu berkali-kali menceritakannya ke orang-orang yang dekat kepadanya dan karena itulah Lukas mendapat bahan-bahan bagi Injil mengenai masa kanak-kanak Yesus.

Boleh jadi "menyimpan dalam hati" itu prinsip tafsir yang paling memungkinkan Sabda Tuhan betul-betul menyapa orang tanpa terikat pada keadaan dan suasana yang sering mengeruhkan kehadiran-Nya. Inilah yang menjadi kekuatan bagi yang bertugas menafsirkan Sabda Tuhan. Dia tetap bisa berbicara kepada orang banyak kendati kemampuan dan keadaan penafsir berbeda-beda. Satu saja syaratnya: sedia "menyimpannya dalam hati" seperti Maria, seperti Daniel, seperti Yakub.


Salam hangat,
A. Gianto

Sabtu, 26 Desember 2009 Pesta St. Stefanus, Martir Pertama

Sabtu, 26 Desember 2009
Pesta St. Stefanus, Martir Pertama

Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah -- Roma 8:14

Doa Renungan


Allah Bapa sumber kehidupan, terimakasih atas hari baru ini. Bapa, Engkau memanggil orang-orang untuk setia kepada-Mu dan berani mati demi nama-Mu. Berilah kami hari ini rahmat yang kuperlukan agar kami boleh belajar setia kepada-Mu dan berani hidup lebih keras lagi. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kisah Para Rasul (6:8-10;7:54-59)


"Aku melihat langit terbuka."

Sekali peristiwa, Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut orang Libertini. - Anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. - Mereka tampil bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serempak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 820
Ref. Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu 'kupercayakan jiwaku.
Ayat. (Mzm 31:3cd-4.6.8ab.16bc.17)
1. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
2. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku.
3. Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku! Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.


Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:17-22)


"Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja."

Pada waktu mengutus murid-murid-Nya, Yesus berkata, "Waspadalah terhadap semua orang! Sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama; dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semua itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu; Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan menyerahkan anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Stefanus, martir pertama, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Hari pertama setelah pesta Natal kita kenangkan pesta St.Stefanus, martir pertama di dalam Gereja, orang yang begitu menyatu dengan Sang Penyelamat Dunia, rela mengorbankan diri demi keselamatan jiwanya sendiri maupun jiwa sesama manusia. Sebagai orang beriman kita semua dipanggil untuk menghayati jiwa kemartiran dalam hidup kita sehari-hari alias setia pada iman kita masing-masing, dengan semangat iman kita hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Salah satu bentuk penghayatan kemartiran masa kini yang cukup mendesak hemat saya adalah ‘hidup dan bertindak jujur’ dimanapun dan kapanpun, mengingat dan memperhatikan aneka kebohongan dan manipulasi maupun ‘sandiwara kehidupan’ masih marak di sana-sini. Sebagai contoh pada hari-hari ini kiranya kita masih mendengarkan atau membaca perihal kasus Bank Century yang sarat dengan manipulasi dan misteri itu. Jumlah uang begitu besar jumlahnya tidak jelas alirannya, demikian berita yang tersebar; tidak jelas atau disembunyikan? Jika kasus Bank Century ini tak dapat diselesaikan dengan baik, maka kebohongan, manipulasi dan ‘sandiwara kehidupan’ pasti akan semakin marak dalam kehidupan bersama kita. “Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”, demikian sabda Yesus. Bertahan dalam iman dan kejujuran, itulah panggilan dan tugas pengutusan umat beriman, maka dengan ini kami mengajak para pejuang kebenaran, keadilan dan kejujuran untuk terus berjuang; ingat bahwa hidup jujur mungkin untuk sementara akan hancur, tetapi seterusnya atau selamanya akan mujur.

· "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." (Kis 7:56), demikian kata Stefanus, yang penuh Roh Kudus serta menatap ke langit, ketika berada di Mahkamah Agama serta sedang diadili karena kesetiaan imannya. Tekanan dan intimidasi dari para penguasa atau tokoh bangsa dan agama ditanggapi dengan tenang bersama dengan Tuhan, itulah yang terjadi dalam diri Stefanus. Kecenderungan para penguasa serakah, sombong dan korup memang dengan berbagai cara dan usaha mengintimidasi dan menekan mereka yang akan membongkar keserakahan, kesombongan dan korupsinya. Dengan kekuasaannya ia mencoba melindungi diri melalui para pembantunya yang diangkat dalam jabatan atau fungsi strategis dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Meneladan St.Stefanus, kami mengajak dan mengingatkan kita semua yang merasa beriman untuk senantiasa dengan jernih, jujur dan cermat memperhatikan dan melihat aneka kasus yang populer, seperti Bank Century maupun RS Omni Internasional dan Prita. Semakin ruwet dan semrawut atau kabut sebuah kasus, yang memang dibuat demikian oleh para penguasa, hendaknya semakin mendorong kita untuk menengadah ke atas alias berdoa. Menghayati semangat kemartiran yang berarti penuh dengan Roh Kudus memang perlu disuburkan dengan hidup doa. Berdoa berarti mengarahkan hati sepenuhnya kepada Tuhan, Yang Ilahi, dengan dambaan hati kita dikuasai oleh Yang Ilahi. Ketika hati dikuasai atau dirajai oleh Yang Ilahi atau Tuhan, kami yakin kita akan dapat bertahan dalam iman meskipun harus menghadapi aneka masalah, tantangan, hambatan, tekanan dan intimidasi yang menakutkan itu. Bertahan dalam iman ada kemungkinan kita hanya dalam pertahanan terus menerus, artinya kita tidak ikut arus kebohongan dan manipulasi maupun korupsi.

“Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku." (Mzm 31:3cd-4)

Jakarta, 26 Desember 2009

Ign Sumarya, SJ


Bagikan

Selamat Natal!

renunganpagi.blogspot.com mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2010!

Anda dapat saling menyapa, menyampaikan ucapan Natal dan Tahun baru dengan menuliskan komentar atau memberikan renungan singkat lainnya disini. Renungan harian sebelum Malam Natal dapat dilihat di baris post paling bawah.

Tuhan memberkati.


Bagikan

Renungan Natal: Jangan Takut! Hadapilah Tantangan, Sebab Kamu Telah Dipilih!

JANGAN TAKUT!

HADAPILAH TANTANGAN, SEBAB KAMU TELAH DIPILIH

Jangan takut. Apa yang paling kita takuti? Kematian? Benarkah kematian hal yang menakutkan? Rasanya tidak, karena ada orang yang ternyata mau mati bahkan bunuh diri. Lalu kalau orang mau bunuh diri, dia takut akan apa?

Yang paling kita takuti rasanya bila hidup menjadi tidak bernilai lagi: entah oleh kemiskinan, penyakit, kematian, penolakan, tidak mendapat tempat di hati sesame, dan terutama karena dosa-dosa kita.

Melalui perayaan Natal malam ini, di mana Tuhan sudi datang menjadi manusia, saya dan anda semua adalah orang-orang yang istimewa, saya dan anda ada di hati Tuhan. Anda mungkin tidak ada di hati saudara-saudari anda atau sesama anda, atau bahkan istri atau suami anda, tetapi dengan kedatangan Tuhan, yang Emmanuel, anda ada di hati Tuhan, karena justru kita orang yang tidak pantas Ia sudi datang.. Ia ingin mengembalikan manusia yang jatuh dalam lumpur dosa, agar bisa meraih kemuliaan Allah. Luk. 2:14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Syaratnya hanya satu yang diminta dari kita: mau menerima Dia/Tuhan di hati kita, maka kita akan ada di hati Tuhan. Demikian sukacita surgawi akan terjadi bila kita berkenan di hati Tuhan.

Anda dan saya dipilih, ditentukan oleh Allah seperti Maria, dan para gembala yang dipilih oleh Allah untuk membawa kabar gembira bahwa Allah itu baik, bahwa Allah berkenan hadir dalam hati kita masing-masing entah bagaimana keadaan hati kita, dan dalam Allah kita mempunyai nilai dan bermartabat.


Allah mendatangi kita semua dan kita semua merindukan kedatangan Allah yang membuat hidup kita menjadi penuh, fullness.

Saya dan anda dipilih menjadi murid-Nya, menjadi orang yang disayangiNya. Inilah kebanggaan yang mesti kita bangkitkan dalam diri kita. Karena saya dan anda ternnyata istimewa di mata Tuhan. Maka inilah modal utama kita, agar jangan takut.


Banyak orang ada dalam situasi bermasalah dan sulit untuk keluar dari masalah. Sesak hidupnya. Tidak tahu hari depan akan seperti apa? Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan ............
Tuhanlah yang bisa menjadi jaminan dan harapan, maka ia minta petunjuk ke mana-mana, dukun, paranormal, dan….. seperti lagunya Ebiet: Coba tanya pada rumput yang bergoyang.

Banyak orang yang jauh dari kasih Tuhan, karena suatu tindakan yang membuat dirinya sendiri menjadi terkucil/karena mengucilkan diri. Banyak orang malah menjauh dari Gereja saat menghadapi masalah hidup yang susah dan berat. Karena alasan malu, minder-sungkan dengan sesamanya. Apakah itu berarti Gereja Katolik, lingkungan-lingkungan dan kelompok-kelompok dalam Gereja Katolik hanya untuk orang-orang yang mapan?

Kalau kita yang mapan secara materi, social, dan mungkin juga “rohani”lalu memandang rendah orang-orang miskin, sederhana, rendah pendidikannya, atau karena kesalahan yang telah dibuatnya sehingga mereka takut bergabung bersama kita, berarti kita telah mengkianati penjilmaan Tuhan yang menjadi manusia.

Data di lingkungan sangat jelas, berapa jumlah KK dan warganya, dan berapa jumlah warga yang menampakkan keaktifannya? Lalu apa alasan mereka tidak partisipasi aktif?
Berapa pula yang rajin menimba kekuatan hidup dari Ekaristi mingguan?

Seperti Allah rindu, rindu mengumpulkan anak-anak seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya dibawah kepak sayapnya (Luk.13:34), saya pribadi juga rindu mereka berkumpul kembali sebagai saudara seiman dalam Kristus dalam Gereja Katolik; untuk berjalan bersama dalam pejiarahan iman dan sekaligus menghidupkan kembali kasih persaudaraan sebagai satu kawanan. Sehingga Doa Yesus, Sint Unum. “Semoga mereka semua bersatu.”

Ketakutan lain yang ada dalam hati kita adalah dalam hal menghadapi tantangan hidup. Ada banyak tantangan menghadang hidup kita dari segi social, ekonomi, maupun politik. Sebagai orang yang beriman Kristiani pun kita sebenarnya sudah memilih untuk siap menghadapi tantangan. Dengan menjadi pengikut Kristus, kita harus dan wajib menghidupi nilai-nilai keadilan, kasih, kebenaran dan damai.

Ketika kita dibaptis atau orangtua membaptiskan kita, sebenarnya saat itu kita siap dan disiapkan untuk menghadapi tantangan. Itu sama seperti Yesus yang segera setelah dibaptis menghadapi tantangan dan godaan di gurun. Yesus dapat melewati godaan dan tantangan bahkan menang karena” Roh Tuhan ada pada-Nya yang dilambangkan burung merpati”. Bunda Maria siap menjadi ibu Tuhan, juga karena dirahmati Allah dan Tuhan sertai dia. (Luk.1:28).
Kalau kita telah dipilih, berarti kitapun dirahmati dan jangan lupa kitapun akan disertai. Mengapa takut?

Dalam beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun yang baru. Siapkah kita dengan segala permasalahan yang bakal terjadi? Sebagai murid Tuhan dan Maria, kita akan dengan mantab berseru: “Aku siap, karena aku orang yang terpilih – yang dirahmati dan disertai Allah.”

Aku ingin seperti pohon natal, meskipun tanahnya gersang dan panas ia tetap tumbuh dan hijau. Dan dalam kesatuan dengan Kristus akan bercahaya.

Tuhan memberkati kita semua. Selamat Natal.

Pastor Petrus Mujiono, SCJ.

---------------------

Ada orang yang setelah membuat suatu kesalahan tertentu terhadap orangtuanya dan dibenci orangtuanya, lalu lari ke narkoba karena merasa tidak ada lagi yang sayang padanya. Untuk sembuh kembali juga berat karena saat mau sembuh, sungguh dibutuhkan ada orang yang bener-bener sayang kepadanya, kalau tidak percuma sembuh. Perlu ada orang yang mau mengerti dia, memahami dia, mencintai dia. Ia takut, karena tidak ada orang yang sayang lagi padanya.


Di hari Natal ini ada orang yang saya yakinkan bahwa Allah-lah yang kasih sayangnya tidak dapat diragukan lagi, “Bagaimanapun keadaanmu sekarang ini, Ia sayang kepadamu. Jangan ragukan itu. Maka rayakanlah Natal ini dengan sukacita, karena Ia datang karena kasihNya yang besar kepadamu. Ia menantikanmu dengan siap memelukmu dengan penuh kasih di hatiNya.” Dan ia berjanji akan merayakan malam natal ini setelah sekian tahun tidak pernah mau ke gereja karena ia merasa tidak ada orang yang sayang lagi, termasuk orangtuanya, bahkan Allah-pun tidak, katanya.

***Lewat kreativitas orang muda kita, tempat Yesus dilahirkan tidak digambarkan di gua, tetapi di rumah bedeng/kandang ternak yang terletak disamping rumahnya karena tidak ada tempat lagi di penginapan. Itu biasa bagi pemilik ternak untuk membuat kandang disamping rumahnya, agar sekaligus bisa mengawasi ternak mereka dari pencurian atau dimangsa binatang.

Tidak adanya tempat penginapan bukan karena sudah penuh semua, tetapi karena ada event khusus sensus penduduk maka para pemilik penginapan pasti menaikan harganya, dan Yusup pasti tidak mampu membayarnya. Atau karena penampilan mereka yang sangat sederhana langsung mereka bilang, bahwa tempat sudah penuh.


Sumber: www.st-stefanus.or.id, dengan penyesuaian.

Jumat, 25 Desember 2009 NATAL SIANG

Jumat, 25 Desember 2009
NATAL SIANG

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya."


Doa Renungan

Allah Bapa yang maharahim, kami mengucap syukur Kau perkenankan bersama-sama merayakan Natal ini, yang merupakan bukti cinta kasih dan belas kasih-Mu. Kami mohon dengan rendah hati, lahirkanlah kembali Putra-Mu di dalam diri kami dan di tengah masyarakat kami, agar kami semakin menghayati Allah Beserta kami, yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan pengantara kami yang hidup dan berkuasa, bersama Bapa dan Roh Kudus Allah sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Yesaya (52:7-10)

"Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab tuhan telah menghibur umatnya."

O betapa indah kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan bentara yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik; yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion, "Allahmu meraja!" Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: Mereka bersorak-sorai serempak. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana Tuhan kembali ke Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umat-Nya. Ia telah menebus Yerusalem. Tuhan telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan PS 806

Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Lagu: Karl- Edmund Prier, SJ
do=d 3/4, 4/4
Ayat.
(Mzm 97:1.6.11-12.)
1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Langit memberikan keadilannya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
2. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Bacaan Kedua

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (1:1-6)

"Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."

Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulangkali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah berhasil mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat sebagimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata, "Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan" Atau pun: "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku". Lagipula, ketika mengantar Anak-Nya yang sulung ke dunia, Allah berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 953

Ref. Alleluya, Alleluya
Solis: Hari ini cahaya gemilang turun ke dunia, dan fajar suci menyinari kita. Marilah menyembah Tuhan, hai semua bangsa.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (Yoh 1:1-18) (Yoh 1:1-5.9-14)

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya."

(Pada awal mula adalah Firman. Firman itu ada bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Firman itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya, Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran.) Tentang Dia Yohanes memberikesaksian dan berseru, "Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi lasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Bacaan pertama Yes 52:7-10 mengungkapkan gairah umat menerima warta gembira bahwa yang mereka percaya - Allah - sungguh berkuasa melindungi orang-orang-Nya. Dia kini berada kembali di tengah-tengah umat, di Yerusalem yang untuk beberapa lama menjadi kota yang runtuh pamornya. Kini kota itu akan berdiri kembali karena Ia ada di situ. Kehadiran-Nya bukan sekadar akan membangun kembali kota itu, melainkan mengubahnya menjadi tempat kehadiran-Nya yang batiniah. Dan oleh karenanya Ia tidak lagi terbatas di tempat itu saja, melainkan ada di mana saja Ia dimuliakan. Kota Yerusalem menjadi kota rohani bagi semua orang yang melihat dan menerima kehadiran-Nya.

Pembukaan Injil Yohanes (Yoh 1:1-18) ini sarat dengan makna. Dikatakan dalam kedua ayat pertama "Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu adalah Allah. Ia pada awal mulanya ada bersama dengan Allah" (Yoh 1:1-2). Guna memahaminya, orang perlu mengingat Kisah Penciptaan menurut tradisi dalam Kej 1:1-2:4a. Di situ dikisahkan bahwa pada awalnya Tuhan menjadikan terang dengan memfirmankannya. Firman-Nya (yakni "jadilah terang!") menjadi kenyataan, yakni terang. Dan begitu selanjutnya hingga ciptaan yang paling akhir, yakni umat manusia (dengan memakai gaya bahasa merismus "laki-laki dan perempuan") yang diberkati dan diberi wewenang mengatur jagat ini sebagai wakil Tuhan Pencipta sendiri.

Terjemahan ay. 1 "Dan Firman itu Allah" ialah terjemahan harfiah kalimat Yohanes "kai theos en ho logos". Kalimat Yunani seperti itu sebetulnya bukan hendak menyamakan Firman dengan Tuhan. Alih bahasa yang lebih dekat dengan maksud Yohanes boleh jadi demikian: "keilahian itu adalah Firman". Kata "theos" dipakai tanpa artikel atau kata sandang di sini tampil dalam arti keilahian. Pemakaian seperti ini maksudnya untuk menekankan bahwa yang sedang dibicarakan, yakni Firman itu memiliki bagian dalam keilahian. Dengan demikian juga hendak dikatakan bahwa keilahian yang kerap terasa jauh dan menggentarkan belaka itu kini mulai dekat dan dapat didengarkan, membiarkan diri dimengerti, dikaji, dipikir-pikirkan, dan dengan demikian ikut di dalam kehidupan manusia. Itulah maksud Yohanes. Oleh karena itu, juga tidak mengherankan bila dalam Yoh 1:3 ditegaskan tak ada yang ada di jagat ini yang dijadikan tanpa Firman. Tak ada yang tak berhubungan dengan-Nya. Hubungan ini tetap ada sekalipun dianggap sepi, disangkal, tidak diperhatikan. Selanjutnya, dalam ay. 4 ditegaskan bahwa ia itu kehidupan dan kehidupan itu adalah terang bagi manusia. Dalam Kisah Kejadian tadi, terang menjadi ciptaan pertama yang mendasari semua yang ada.

Bagi Yohanes, kata "dunia" (ay. 9, 10) mengacu pada tempat beradanya kekuatan-kekuatan gelap yang melawan kehadiran ilahi (lihat ay. 5). Ke tempat seperti inilah terang ilahi tadi bersinar dan terangnya tak dikalahkan oleh kekuatan-kekuatan gelap. Yohanes menghubungkan peristiwa kelahiran Yesus sebagai kedatangan terang ilahi ke dunia ini. Dengan latar Kisah Penciptaan maka jelas kelahiran Yesus itu ditampilkan Yohanes sebagai tindakan yang pertama dalam karya penciptaan Tuhan. Namun demikian, arah tujuan pembicaraan Yohanes bukan sekadar menyebut itu. Penciptaan ini dimaksud untuk menghadirkan Tuhan Pencipta. Bukan sebagai Tuhan yang kehadiran-Nya harus diterjemahkan terutama dalam wujud hukum-hukum agama, seperti hukum Taurat, melainkan sebagai Bapa yang mengasalkan kehidupan manusia, yang menyapa manusia dengan Firman yang membawakan kehidupan.

Kehadiran Ilahi memiliki daya pembaharu dan inilah kenyataan penciptaan. Bagi zaman ini, akan besar maknanya bila dikatakan bahwa iman akan kelahiran Kristus di dunia ini ialah kelanjutan kepercayaan bahwa Allah terus menciptakan jagat beserta isinya. Firman-Nya kuat. Terangnya tak terkalahkan meskipun banyak yang menghalangi. Artinya, yang menganggap ciptaan ini buruk dan gelap belaka dan memperlakukannya dengan buruk boleh jadi sudah mulai memisahkan diri dari Dia, sumber terang itu sendiri, dan akan tersingkir sendiri. Tetapi mereka yang percaya bahwa jagat ini dapat menjadi baik dan ikut mengusahakannya sebetulnya memilih ada bersama Dia.


Salam hangat,
A. Gianto

Bagikan