Rabu, 01 Januari 2014 Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah

Rabu, 01 Januari 2014
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah
     
Barangsiapa tidak percaya bahwa Bunda Maria adalah Bunda Allah, maka ia adalah orang asing bagi Allah. Sebab Bunda Maria bukan semata-mata saluran, melainkan Kristus sungguh-sungguh terbentuk di dalam rahim Maria secara ilahi (karena tanpa campur tangan manusia) namun juga manusiawi (karena mengikuti hukum alam manusia). --- St. Gregorius dari Nazianze
 
Antifon Pembuka (bdk. Yes 9:2.6; Luk 1:33)
 
Hari ini kita diliputi terang karena Tuhan telah lahir bagi kita. Nama-Nya: Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Raja Damai, Bapa Kekal. Pemerintahan-Nya takkan berkesudahan.
 
atau

Salam Bunda yang suci, Bunda mulia Penguasa abadi, yang memerintah surga dan bumi.

Salve sancta Parens, enixa puerpera Regem, qui cælum terramque regit in sæcula sæculorum.

Doa Pagi
   
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau telah menganugerahi umat manusia keselamatan kekal dengan perantaraan Santa Maria, Perawan dan Bunda. Kami mohon, semoga kami pun Kauperkenankan menikmati doa dan perlindungannya, sebab ia telah melahirkan bagi kami Putra-Mu, pemberi hidup, yaitu Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
    
Bacaan dari Kitab Bilangan (6:22-27)
 
"Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel: maka Aku akan memberkati mereka."
 
Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa, "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2 PS 809
Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil Allah kami adalah rahim.
Ayat. (Mzm 67:2-3.5.6.8; 2/4)
1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku di atas bumi.
3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (4:4-7)
 
"Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan."
 
Saudara-saudara, setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli waris-ahli waris, oleh karena Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, kanon, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Ibr 1:1-2)
Dahulu Allah berkata kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; kini Ia bersabda kepada kita dengan perantaraan Putra-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:16-21)
 
"Mereka mendapati Maria, Yusuf, dan si Bayi. Pada hari kedelapan Ia diberi nama Yesus."

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendampati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan, dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Biasanya apa yang dimiliki, kemampuan, kepribadian dan perilaku orang tua membawa pengaruh cukup besar pada anaknya. Misalnya, jika ayahnya atau ibunya seorang yang memiliki kedudukan di pemerintahan dan mendapatkan kehormatan, maka anaknya pun akan dihormati, sebagaimana orang tuanya. Meskipun, kadan ada juga yang anaknya mendapatkan kehormatan secara lebih dibandingkan orang tuanya.

Hal berbeda telah terjadi pada Bunda Maria, khususnya dalam perayaan hari raya ini, Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, di akhir Oktaf Natal. Kita memahami bahwa Bunda Maria memperoleh gelar Bunda Allah (Theotokos) itu oleh karena Yesus, Putranya. Ia tetaplah seorang manusia yang sederhana dan saleh. Namun, karena dipilih menjadi Bunda Sang Juruselamat, ia mendapatkan tempat terhormat di antara kaum wanita. Hal ini dikatakan oleh Elisabet, “Terpujilah Engkau di antara wanita.” Kalimat ini pun telah menjadi doa yang akrab di telinga dan hati kita. Jadi, fokus dan alasan dari pernyataan iman bahwa Maria itu Bunda Allah adalah Yesus sendiri.

Iman kita menyatakan bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia. Ia menjadi pendamai bagi kita dengan Allah. Sebab, dalam diri Yesuslah Allah dan manusia bersatu dalam satu pribadi. Bukan setelah Ia menginjak dewasa, tetapi sejak dalam kandungan Bunda Maria. Sabda telah menjadi daging, Putra Allah menjadi Anak Manusia dalam kandungannya. Maka dari itu, pantaslah bahwa Maria menjadi Bunda Allah. Ia bukan hanya Bunda Yesus yang menjadi simbol harapan manusia, suatu tanda perdamaian Allah dengan manusia, melainkan juga teladan bagi kita. Sebab, ia mampu bekerja sama dengan rencana Allah.

Kini kita bisa memahami bahwa Bunda Maria mendapatkan karunia yang begitu besar, menjadi Ibu Tuhan kita, Yesus Kristus. Ia telah turut ambil bagian dalam karya keselamatan manusia, melahirkan Sang Putra, Pribadi Allah yang menjadi manusia, yang membawa damai bagi setiap manusia yang percaya kepada-Nya. Ia pun menjadi ibu kita dalam beriman dan percaya akan kasih karunia Allah dalam diri Yesus, Sang Raja Damai.

Maka, tepat pula di awal tahun ini, kita juga merayakan Hari Perdamaian Sedunia. Ada pesan dari Bapa Suci, Paus Fransiskus. Singkatnya, lewat Pembaptisan, kita telah disatukan dan ambil bagian dalam kehidupan-Nya. Inilah yang membuat kita menjadi duta perdamaian. Sebagai duta, kita mulai menjalankan dari lingkungan terdekat, keluarga atau komunitas kita. Kita memulai tugas kita dengan menciptakan rasa nyaman, tenteram dan saling memaafkan sambil membiarkan Allah turut campur tangan dalam kehidupan kita.

Sebagaimana Maria menjadi Bunda Allah karena Yesus, kita pun menjadi duta perdamaian karena Yesus. Belajar dari Maria, Bunda Perdamaian, mari kita juga menyerahkan hidup dan tugas kita itu kepada rencana-Nya. Maka, usahakan ada doa bersama dalam keluarga atau komunitas, supaya Yesus sungguh sebagai alasan kita menjadi duta perdamaian, dan itulah juga sarana pembentukan karakter pribadi yang siap mengampuni dan menerima perbedaan.
RUAH

Selasa, 31 Desember 2013 Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Selasa, 31 Desember 2013
Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal
   
“Berdoalah bersamaku dalam jam-jam terakhir tahun yang akan segera berakhir ini” (St. Perawan Maria, 31 Desember 1990)
 
Antifon Pembuka (bdk. Yes 9:6)
 
Seorang anak lahir untuk kita, seorang putra dianugerahkan kepada kita. Ia memegang kendali pemerintahan dan disebut penasihat ulung.
 
Doa Pagi

Ya Bapa, hari ini sampailah kami di penghujung tahun 2013. Esok hari kami memulai tahun yang baru. Bantulah kami untuk mewujudkan niat-niat baik kami di tahun mendatang dan mengikis kecenderungan kami yang tidak teratur. Mampukan kami untuk hidup seturut firman-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Dengan ungkapan “antikristus”, Yohanes menyinggung tentang para pengajar palsu. Mereka telah menyebabkan luka pada komunitas. Para pengajar palsu ini yang memisahkan diri dari kebersamaan dengan jemaat tidak pernah akan berbagi kehidupan bersama dengan Allah.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:18-21)
 
"Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus dan dianugerahi pengetahuan."
 
Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang; bahkan sekarang telah bangkit banyak antikristus! Itulah tandanya bahwa waktu ini benar-benar waktu yang terakhr. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama kita. Tetapi hal itu terjadi supaya menjadi nyata bahwa tidak semua orang sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua dianugerahi pengetahuan. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya, dan karena kamu juga mengetahui bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:1-2. 11-12. 13)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya.
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak sorai.
3. Biarlah mereka bersorak sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya
Ayat. 2/4
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah.

Yohanes menunjukkan bahwa Kristus, Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia adalah pewahyuan Allah yang terakhir dan sempurna. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Kita diundang untuk percaya dan menyerahkan diri kepada-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:1-18)
 
"Firman telah menjadi manusia."

Pada awal mula adalah Firman; Firman itu ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepunahan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Sabda Allah menunjukkan jati diri Allah sendiri. Segala kuasa Bapa telah diberikan kepada Yesus, Sang Putra. Yesus berkuasa untuk membarui alam semesta yang telah rusak karena dosa Adam dan Hawa. Yesuslah Adam kedua yang memulihkan dunia menjadi Taman Firdaus yang kudus. Pada akhir tahun 2013 ini mari kita lambungkan rasa syukur kita atas Yesus yang senantiasa menyertai kita sepanjang tahun ini dan akan memimpin kita di tahun yang baru.

Madah Pujian Akhir Tahun (Te Deum: PS 668/PS 669/MB 491/Holy God, We Praise Thy Name)

Doa Malam

Ya Bapa, terimalah syukur kami atas kasih karunia-Mu yang Engkau limpahkan kepada kami sepanjang tahun 2013. Ampunilah segala kesalahan dan kelalaian kami dan berkatilah kami agar kami mampu memperbarui hidup kami dengan lebih baik. Amin.

RUAH

Bacaan Harian 30 Desember 2013 - 05 Januari 2014

Bacaan Harian 30 Desember 2013 - 05 Januari 2014

Senin, 30 Desember 2013: Hari Keenam Dalam Oktaf Natal (P).
1Yoh. 2:12-17; Mzm. 96:7-8a,8b-9,10; Luk. 2:36-40.

Selasa, 31 Desember 2013: Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal (P).
1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.

Rabu, 01 Januari 2014: Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah - Hari Perdamaian Sedunia. (P).
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21

Kamis, 02 Januari 2014: Peringatan Wajib St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze (P).
1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28

Jumat, 03 Januari 2014: Hari Biasa Masa Natal (P).
1Yoh. 2:29-3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34

Sabtu, 04 Januari 2014: Hari Biasa Masa Natal (P).
1Yoh. 3:7-10; Mzm. 98:1,7-8,9; Yoh. 1:35-42

Minggu, 05 Januari 2014: Hari Raya Penampakan Tuhan - Hari Anak Misioner Sedunia (P).
Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 2:1-12

Senin, 30 Desember 2013 Hari Keenam dalam Oktaf Natal

Senin, 30 Desember 2013
Hari Keenam dalam Oktaf Natal

Wahai manusia, janganlah saling bermusuhan! - St. Hipolitus

Antifon Pembuka (Keb 18:14-15)

Ketika segalanya diliputi kesunyian dan malam mencapai puncak peredarannya, turunlah Sabda-Mu yang Mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan.

Doa Pagi

Allah sumber segala rahmat, kami bersyukur atas segala limpahan kebaikan-Mu yang telah kami terima sepanjang hidup kami terlebih selama satu tahun yang akan kami akhiri. Kami mohon pada-Mu semoga kami dapat melihat segala kebaikan-Mu selama ini dan tak lupa mengucap syukur atas segalanya. Ampunilah segala kelemahan kami agar bersama Hana yang setia menanti dan mempersiapkan dirinya untuk menyambut-Mu dalam hidupnya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Yohanes menyampaikan pesan dan nasihatnya baik kepada anak-anak, orang muda, maupun bapa-bapa. Mereka semua diingatkan tentang rahmat yang mereka terima, perilaku yang telah mereka tinggalkan dan keutamaan yang harus selalu mereka bangun.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:12-17)
 
"Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."
  
Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:7-8a.8b-9.10)
1. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
2. Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya, sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi!
3. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Inilah hari yang suci! Marilah, hai para bangsa, sujudlah di hadapan Tuhan, sebab cahaya gemilang menyinari seluruh muka bumi.

Bait Allah adalah tempat di mana Hana mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan. Di Bait Allah pula, Allah menyatakan diri-Nya kepada Hana. Kanak-kanak Yesus harus hidup tersembunyi di Nazaret. Dan Dia bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:36-40)
   
"Hana berbicara tentang Kanak-Kanak Yesus."
 
Ketika Kanak-Kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, ada di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Karena Tuhan Yesus dan Bapa adalah satu, maka segala kuasa Bapa telah diserahkan kepada Yesus, Sang Putra. Nabiah Hana sangat bersukacita boleh melihat Yesus. Inilah puncak perjuangan hidupnya yang berkanjang dalam doa dan puasa. Setelah melihat Yesus, segala sesuatu yang lain terasa tak berarti. Kita bisa mencapai puncak kebahagiaan saat bersatu dengan Yesus. Sekarang pun, kita bisa melihat dan merasakan kehadiran Yesus dengan mata iman.

Doa Malam

Yesus, Engkaulah yang dinanti-nantikan oleh nabiah Hana dengan tekun dan setia beribadah, berpuasa dan berdoa. Semoga kami pun mau dan mampu meneladannya dalam hidup kami, karena Engkaulah sumber hidup dan sukacita kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

RUAH

Minggu, 29 Desember 2013 Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria, Yusuf

Minggu, 29 Desember 2013
Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria, Yusuf

Keluarga Kristen adalah persekutuan pribadi-pribadi, satu tanda dan citra persekutuan Bapa dan Putera dalam Roh Kudus. Di dalam kelahiran dan pendidikan anak-anak tercerminlah kembali karya penciptaan Bapa. Keluarga dipanggil, supaya mengambil bagian dalam doa dan kurban Kristus. Doa harian dan bacaan. Kitab Suci meneguhkan mereka dalam cinta kasih. Keluarga Kristen mempunyai suatu tugas mewartakan dan menyebarluaskan Injil. (Katekismus Gereja Katolik, 2205)
 
Antifon Pembuka
 
Para gembala bergegas datang dan bertemu dengan Maria dan Yosef serta Sang Bayi yang terbaring di palungan.
 
Doa Pagi
 
Ya Allah, Engkau berkenan memberikan kepada kami Keluarga Kudus sebagai teladan yang unggul. Semoga kami meneladannya dalam keutamaan hidup berkeluarga dan dalam ikatan cinta agar kami layak menikmati dengan penuh sukacita anugerah hidup abadi di dalam rumah-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (3:2-6,12-14)
 
"Orang takwa menghormati ibu-bapanya."
 
Anak-anakku, dengarkanlah aku: Tuhan telah memuliakan bapa di atas anak-anaknya, dan hak itu atas para anaknya Ia teguhkan. Barangsiapa menghormati bapanya, ia memulihkan dosa, dan siapa memuliakan ibunya, ia sama dengan orang yang mengumpulkan harta. Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan. Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan hati ibunya. Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, dan jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Kalau akalnya sudah berkurang, hendaklah kaumaafkan, jangan menistakan dia sewaktu engkau masih berjaya. Kebaikan yang ditujukan kepada bapa tidak akan terlupakan; sebaliknya akan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 128:1-2.3.4-5; R:1)
1. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur yang ada di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di se keliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan, orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (3:12-21)
 
"Tata hidup keluarga di dalam Tuhan."
 
Saudara-saudara, kalianlah orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi oleh-Nya. Maka kenakanlah belas kasihan, kemurahan dan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan hendaknya kalian saling mengampuni bila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sebagaimana Kristus mengampuni kalian, demikian pula kalian hendaknya. Dan di atas semuanya itu kenakanlah cintakasih, tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Semoga damai sejahtera Kristus menguasai hatimu, karena untuk itulah kalian dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Semoga sabda Kristus dengan segala kekayaannya tinggal di antara kamu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan segala hikmat. Nyanyikanlah mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, untuk mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah itu demi nama Tuhan Yesus Kristus, dan dengan perantaraan-Nya bersyukurlah kepada Allah, Bapa kita. Hai para isteri, tunduklah kepada suamimu sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai para suami, kasihilah isterimu, dan janganlah berlaku kasar terhadapnya. Hai anak-anak, taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai para bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Kol 3:15a.16a)
Semoga damai Kristus melimpahi hatimu, semoga sabda Kristus berakar dalam dirimu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (2:13-15,19-23)
  
"Bawalah Bayi serta ibu-Nya mengungsi ke Mesir."
  
Setelah orang-orang majus yang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem pulang, nampaklah Malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangun. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf di Mesir dalam mimpi. Kata malaikat itu, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.” Lalu Yusuf pun bangunlah. Diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, dan pergilah mereka ke tanah Israel. Tetapi setelah mendengar bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, Yusuf takut ke sana. Setelah dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana ia tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Lampu Natal masih bernyala kelap-kelip di ruang tamu. Pohon Natal masih menjadi hiasan segar dan beberapa hadiah masih tergeletak di bawah pohon Natal. Setelah merayakan Natal dalam perayaan liturgis dan kegembiraan keluarga, umat Katolik diajak oleh Gereja untuk melengkapi perayaan itu dengan merayakan “Pesta Keluarga Kudus, Yesus Maria dan Yusuf” (lazim disebut Keluarga Kudus dari Nazaret).
Injil pada pesta ini menonjolkan tokoh Yusuf yang berperan besar dalam ambil bagian untuk mengawal rencana Allah menyelamatkan dunia melalui inkarnasi Putra-Nya, Yesus Kristus. Memang bukan hanya Yusuf yang berperan besar dalam mengawal rencana keselamatan manusia. Selain Yusuf juga ada Maria dan malaikat, namun peran Yusuf sebagai kepala keluarga mendapat tempat khusus dalam karya keselamatan ini.

Injil Matius menegaskan peranan Yusuf dengan sangat jelas. Ia menjadi pendengar yang baik dan setia pada Sabda Tuhan. Ketaatannya sungguh luar biasa. Sampai tiga kali ia harus membuat keputusan untuk membawa keluarganya berpindah-pindah tempat. Pengungsian ke Mesir, bagi Yusuf adalah suatu tempat yang tidak aman secara rohani. Bagi orang Israel, Mesir adalah tempat yang selalu mengingatkan nasib mereka sebagai budak. Mesir adalah tempat para ahli nujum dan pesihir hidup. Oleh karena itu, pengungsian ke Mesir bagi Yusuf merupakan hal yang tidak mudah. Kesan mengungsi ke Mesir memang seolah tempat yang jauh dan aman dari jangkauan Herodes, tetapi Mesir sendiri bukan tempat pengungsian yang ideal bagi keluarga Israel yang taat akan hukum Tuhan dan adat istiadat Yahudi. Tidak adakah tempat pengungsian yang lebih baik bagi keluarga Yusuf, Maria dan Yesus? Kiranya Allah mempunyai maksud khusus dengan meminta Yusuf untuk mengungsi ke Mesir.

Matius menyiratkan hal itu ketika ia memberi kesaksian bahwa pengungsian ke Mesir dilakukan untuk menggenapi firman Tuhan. Matius menegaskan bahwa hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi, “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” Kirnaya inilah spiritualitas Yusuf dalam menjalankan fungsi kebapakan dalam hidup keluarganya. Ia membangun keluarganya dengan dasar untuk menggenapi firman Tuhan. Ia selalu taat pada bimbingan Tuhan melalui malaikat yang selalu memberinya nasihat lewat mimpinya.

Keluarga katolik di zaman ini adalah keluarga yang hidupnya seperti hidup keluarga Yusuf di Mesir. Dunia sekarang dipenuhi ahli nujum dan pesihir. Tentu bukan ahli nujum Mesir dan bukan pesihir Mesir, tetapi ahli nujum dan pesihir model masa kini. Ahli nujum masa kini yang menawarkan ramalan-ramalan hidup sukses, ahli nujum masa kini yang meramalkan nasib manusia dan dunia dengan dasar kekuatan prananya. Pesihir masa kini yang menawarkan sihir kekayaan instan, kecantikan instan, sekali tepuk semua tersedia dengan nyaman dan tanpa usaha banyak. Di tengah situasi seperti itu, spiritualitas Yusuf dalam membangun keluarganya sudah seharusnya dan sewajarnya menjadi acuan keluarga Katolik.

Spiritualitas Yusuf dalam membangun keluarga adalah berdasar ketaatan dan kesetiaan pada firman Tuhan karena keluarganya membawa misi Tuhan. Hal itu menjadi dasar pula bagi keluarga Katolik masa kini. Keluarga Katolik adalah Gereja Inti, Gereja Rumah Tangga. Mereka membangun relasi berdasarkan Sakramen Perkawinan. Mereka mengemban tugas untuk memperluas anggota Keluarga Allah. Oleh karena itu, tiap kepala keluarga Katolik adalah Yusuf masa kini. Tanpa menyadari hal itu, mereka akan tetap tinggal dan tersesat di Mesir zaman ini yang dipenuhi ahli nujum dan pesihir.

RUAH

Kobus: Yang Tercerai, Dikumpulkan




silahkan klik gambar untuk memperbesar


'Memusnahkan' Benda Rohani Yang Telah Rusak

 photo 20131229_zps4eebdece.jpg
Copyright: Tegar Andito

Sabtu, 28 Desember 2013 Pesta Kanak-kanak Suci, Martir

Sabtu, 28 Desember 2013
Pesta Kanak-kanak Suci, Martir
  
“Raja Agung lahir sebagai anak miskin. Para sarjana menyembah Dia, yang masih berbaring di palungan, tetapi memerintah langit dan bumi” (St. Quidvultdeus)
 
Antifon Pembuka
  
Kanak-kanak tak bersalah dibunuh demi Kristus. Kini mereka mengikuti Anak Domba tak bercela, dan senantiasa berseru, "Terpujilah Kristus!"
  
Pengantar
   
Pesta Kanak-kanak Suci yang kita rayakan pada hari ini menunjuk pada kenyataan bahwa kuasa kegelapan menjadi gusar terhadap terang Kristus. Ini dapat dilihat di sepanjang sejarah keselamatan. Dengan lahirnya Yesus, Raja Herodes merasa kedudukannya terancam dengan hadirnya Raja baru tersebut. Ia merasakan takhtanya mulai digoyang. Itulah sebabnya, ia tidak segan-segan membunuh anak-anak. Telinganya sudah tuli untuk mendengar ratapan para ibu yang harus kehilangan anaknya. Mata hatinya buta untuk melihat penderitaan begitu banyak orang. Kehadiran seorang pembawa damai kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang yang congkak dan arogan. Kedatangan Yesus, Sang Raja Damai, menyebabkan kekacauan besar dalam diri Herodes. Anak-anak yang tidak bersalah menjadi korban kekejamannya hanya karena ingin memastikan bahwa Yesus termasuk di antara anak-anak tersebut.

Doa Pagi

Allah sumber hidup kami, hari ini kami mengenangkan kanak-kanak suci yang menjadi martir karena ambisi dan kebengisan Raja Herodes. Kami pun mohon belas kasih-Mu bagi arwah para janin yang digugurkan maupun kanak-kanak yang dibunuh oleh orang tuanya. Semoga mereka menikmati sukacita abadi bersama-Mu di surga. Amin. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin

Allah adalah terang. Itu berarti bahwa Allah itu dapat dikenal walaupun tidak kelihatan. Karena Ia menyatakan diri-Nya sebagai Cinta. Selain itu, Allah itu kudus dan sempurna. Karena kegelapan dosa tidak ada sama sekali pada-Nya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1:5-2:2)

"Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa."
 
Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap.
Ayat. (Mzm 124:2-3.4-5.7b-8)
1. Jika bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.
2. Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menimbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu.
3. Jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu barisan para martir berkurban dengan mempertaruhkan nyawa.

Raja Herodes berusaha untuk membunuh kanak-kanak Yesus. Karena dia gagal untuk melihat dan percaya bahwa dalam diri Anak ini tergantunglah harapan akan keselamatan seluruh umat manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (2:13-18)
 
"Herodes menyuruh agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya dibunuh."
 
Setelah orang-orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangunlah. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku’. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Sifat anak yang polos, tampil apa adanya, tidak bisa berbohong dan bergantung kepada orang lain, menjadi gambaran ungkapan iman yang mengandalkan Tuhan. Merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Anak-anak yang hatinya masih suci dan tidak bersalah ini harus menanggung murka Herodes. Mereka menjadi martir yang menyelamatkan Bayi Yesus. Walau belum menyadarinya, mereka telah mengurbankan nyawa bagi rencana karya keselamatan Allah. Bagaimana semangat kemartiran kita?

Doa Malam

Ya Bapa yang Maharahim, syukur dan terima kasih atas rahmat kehidupan bagi kami. Ampunilah mereka yang menyia-nyiakannya. Kuasailah hati mereka dengan kehangatan cinta-Mu agar mereka merasakan betapa berhargalah hidup mereka. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.


RUAH

Sudahkah Anda.......

 photo 20131225_zps3013e101.jpg
Copyright: Tegar Andito

Kobus: Hari Raya Natal, Yang Kecil, Dimuliakan




silahkan klik gambar untuk memperbesar


Jumat, 27 Desember 2013 Pesta St Yohanes, Rasul, Penginjil

Jumat, 27 Desember 2013
Pesta St. Yohanes, Rasul, Penginjil

Santo Yohanes berlangkah lebih jauh lagi dan berkata: "Allah adalah kasih" (1 Yoh 4:8-16): Cinta adalah kodrat Allah. Dengan mengutus Putera-Nya yang tunggal dan Roh cinta pada kepenuhan waktu, Allah mewahyukan rahasia-Nya yang paling dalam Bdk. 1 Kor 2:7-16; Ef 3:9-12.; Ia sendiri adalah pertukaran cinta abadi, Bapa, Putera, dan Roh Kudus, dan Ia telah menentukan supaya kita mengambil bagian dalam pertukaran itu. (Katekismus Gereja Katolik, 221)

Antifon Pembuka

Yohanes inilah yang duduk di sisi Yesus waktu perjamuan. Bahagialah rasul ini, sebab rahasia surgawi diwahyukan kepadanya, dan sabda kehidupan diwartakannya ke seluruh dunia.

Doa Pagi

Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau hadir ke dunia membawa warta kasih. Rasul-Mu Santo Yohanes telah memahami firman ini dan mewartakan melalui Injil yang ditulisnya. Bantulah kami ya Tuhan agar dapat menghayati dan menyampaikan kasih-Mu kepada sesama kami. Sebab Engkaulah Tuhan, Pengantara kami yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1:1-4)
 
"Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu."

Saudara-saudara terkasih, apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar dan kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan kami raba dengan tangan kami; yakni firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya! Dan sekarang kami bersaksi serta memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa, dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, yakni Yesus Kristus. Semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat. (Mzm 97:1-2.5-6.11-12)
1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita. Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
3. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan, kepada-Mu paduan para rasul bersyukur.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:2-8)
 
"Murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur."
 
Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah Simon menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

”Ia melihatnya dan percaya” (Yoh 20:8). Itulah ucapan spontan yang keluar dari Yohanes ketika tiba di kubur Yesus yang sudah kosong. Ia dan Petrus berlari ke kubur Yesus setelah mendapat warta dari Maria Magdalena. Pengalaman Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, sebagai saksi mata kebangkitan Yesus sungguh istimewa. Ia merupakan sosok yang menunjukkan kualitas-kualitas ideal seorang murid Yesus, yakni duduk paling dekat dengan Yesus pada Perjamuan Malam Terakhir; dia melihat arti terdalam dari makam kosong; dia mengenali Tuhan yang bangkit dengan berucap ”Itu Tuhan,” ketika para murid kembali ke pekerjaan sebagai nelayan pascakebangkitan.

Ia dilukiskan bersama Petrus berlari dan mendapati kubur kosong serta ”melihatnya dan percaya” mengandung makna yang mendalam. Hal ini barangkali bukan masalah kekuatan fisik tetapi urgensi untuk berjumpa dan ada bersama dengan Tuhannya. Walaupun ketika sampai di kubur, Petrus diizinkan masuk terlebih dahulu, karena ia adalah pemimpin yang diberi prioritas, namun bagi Petrus, kubur itu sudah kosong karena Yesus tidak ada lagi di situ. Tetapi, perasaan berbeda dialami oleh Yohanes ketika ia melihat ke dalam: ”ia melihatnya dan percaya.” Sikap dan pernyataan iman Yohanes-lah yang mengemuka. Ia melihat dengan iman bahwa Tuhannya telah bangkit dan kembali kepada Bapa-Nya.

Yohanes mengajak kita untuk melangkah lebih dalam melampaui hal-hal yang kelihatan dan terjangkau oleh pikiran manusia, yakni mengakui dalam iman Kristus yang bangkit dan bertumbuh menjadi saksi setia dari kebangkitan-Nya.

Tuhan Yesus, tumbuhkanlah imanku akan Kristus yang bangkit dan kuatkanlah aku untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya yang setia. Amin.

Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian

Kamis, 26 Desember 2013 Pesta St. Stefanus, Martir Pertama

Kamis, 26 Desember 2013
Pesta St. Stefanus, Martir Pertama
 
“Cinta yang dibawa Kristus dari surga ke dunia, mengangkat Stefanus dari dunia ke surga” (St. Fulgensius dari Ruspe)
 
Antifon Pembuka

Pintu surga terbuka bagi Stefanus. Dialah yang pertama di antara para martir. Maka ia berseri mulia di surga, dimahkotai dengan kemenangan.

Doa Pagi

Yesus yang penuh kasih dan belas kasihan, Engkau selalu rela mengampuni dosa-dosa kami. Hamba-Mu, St. Stefanus, telah mampu berjuang untuk kebenaran demi nama-Mu. Semoga karena doa dan teladannya, kami pun mampu mengikuti jejaknya. Amin.

Stefanus dipenuhi dengan karunia dan kuasa melalui persatuannya dengan Kristus dan kehadiran Roh Kudus. Dalam situasi sulit, ia tetap berani mewartakan kebenaran Allah. Tetapi akhirnya, Stefanus harus mati dirajam. Saat dirajam, ia tetap memberi kesaksian iman. Ia menyerahkan rohnya kepada Yesus sendiri.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (6:8-10; 7:54-59)
  
"Aku melihat langit terbuka."
 
Sekali peristiwa Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. – Anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. – Mereka tampil bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serempak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan jiwaku.
Ayat. (Mzm 31:3cd-4.6.8ab.16bc.17)
1. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
2. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Aku akan bersorak sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku.
3. Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku! Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa mereka akan mengalami banyak penolakan oleh karena nama-Nya. Dalam situasi seperti itu, mereka justru memberi kesaksian tentang iman mereka. Barangsiapa bertahan hingga kesudahannya, justru akan selamat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:17-22)
 
"Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja."
 
Pada waktu mengutus murid-murid-Nya, Yesus berkata, “Waspadalah terhadap semua orang! Sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama; dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu; Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian juga seorang ayah akan menyerahkan anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orangtuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Seluruh hidup dan karya Yesus menunjukkan kebenaran Allah. Misi Yesus ini mendapat tantangan dari banyak pihak. Kita sebagai pengikut Yesus akan mengalami hal yang sama, seperti telah dialami oleh Stefanus. Memang, membela kebenaran itu sering mengalami banyak hambatan. Kita tetap berani melangkah karena kuasa Yesus akan menyertai kita. Mari kita mengabdi kebenaran Tuhan sampai akhir.

Doa Malam

Ya Yesus, kami mohon rahmat pertobatan bagi mereka yang menganiaya sesamanya, bahkan membunuhnya. Kuasailah hati mereka agar mereka menyadari kesalahannya dan mau kembali ke jalan yang benar. Sebab itulah yang Engkau kehendaki sejak dahulu hingga kini dan untuk selama-lamanya. Amin.


RUAH

Rabu, 25 Desember 2013 Hari Raya Natal (Siang)

Rabu, 25 Desember 2013
Hari Raya Natal (Siang)
Solemnity of the Nativity of the Lord (Christmas) - Mass During The Day
   

Melalui kata-kata Kitab Suci, Allah hanya mengatakan satu kata: Sabda-Nya yang tunggal, dan di dalam Dia Ia mengungkapkan Diri seutuhnya: Bdk. Ibr 1:1-3.


"Sabda Allah yang satu dan sama berada dalam semua Kitab; Sabda Allah yang satu dan sama bergaung dalam mulut semua penulis Kitab yang suci. Dan karena sejak awal Ia adalah Allah pada Allah, Ia tidak membutuhkan suku-suku kata, karena Ia tidak bergantung pada waktu" (Agustinus, Psal. 103,4,1). --- Katekismus Gereja Katolik, 102
Antifon Pembuka (lih. Yes 9:6)

Seorang Bayi telah lahir bagi kita, seorang Putera telah diberikan kepada kita. Ia menyandang kekuasaan di bahu-Nya, dana kan disebut Penasihat Agung.

A child is born for us, and a son is given to us; his scepter of power rests upon his shoulder, and his name will be called Messenger of great counsel.

Puer natus est nobis, et filius datus est nobis: cuius imperium super humerum eius: et vocabitur nomen eius, magni consilii Angelus.
Mzm. Cantate Dominum canticum novum: quia mirabilia fecit. (Graduale Romanum, 47)

Doa Siang

Ya Allah, secara mengagumkan Engkau menciptakan manusia dengan martabat yang luhur, dan secara lebih mengagumkan lagi Engkau membaruinya. Kami mohon perkenankanlah kami ikut serta dalam keilahian Kristus yang sudah berkenan menjadi manusia seperti kami. Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (52:7-10)
   
"Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umatnya."

O betapa indah kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan bentara yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik; yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion, "Allahmu meraja!" Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: Mereka bersorak-sorai serempak. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana Tuhan kembali ke Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umat-Nya. Ia telah menebus Yerusalem. Tuhan telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3b.3c-4.5-6; Ul:3c)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di antara para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.
4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan.

Bacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani (1:1-6)
 
"Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."
  
Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulangkali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah berhasil mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat sebagimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata, "Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan" Atau pun: "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku". Lagipula, ketika mengantar Anak-Nya yang sulung ke dunia, Allah berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 
 
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat:2/4
Hari ini cahaya gemilang turun ke dunia, dan fajar suci menyinari kita; marilah menyembah Tuhan, hai semua bangsa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:1-18)
 
"Firman telah menjadi manusia."
  
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Salah satu bagian tersulit yang dihadapi oleh frater adalah bergelut dengan kenangan lama, yakni kenangan akan kebiasaan-kebiasaan di rumah. Suasana kehangatan keluarga mudah membayang di saat belajar. Indahnya masa pacaran masa lalu, mudah merasuk di keheningan kerja pagi. Kenangan akan kebebasan di luar, mudah muncul di malam Minggu, saat latihan koor persiapan Misa Minggu Pagi.

Itulah beberapa kenangan yang dirasa mengganggu di awal hidup membiara. Kadang kenangan itu sedemikian kuat, sehingga beberapa frater mengalami “sakit rasa”, seperti rindu rumah, kesepian, dan kekosongan yang mendera, atau rasa marah tanpa sebab. Tetapi, bila mereka ini tabah menjalani hidupnya, maka rutinitas dan aturan yang dulu dirasa mengganggu, berangsur menggairahkan. Pelan-pelan mereka terbiasa menghadapi tugas sederhana: berkebun, membersihkan kandang, mencabut rumput, mengepel kapel, membersihkan kamar mandi dan sebagainya. Tubuhnya tumbuh menjadi kuat; pikirannya lepas bebas; berbagai perasaan yang muncul tidak menyetirnya lagi. Mereka menjadi tenang, wajah cerah, bergerak dengan keteraturan acara-acara yang menyembuhkan.

Hari Natal adalah peristiwa kehadiran Tuhan. Sabda yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah menjadi Manusia. Dia adalah terang, yang menerangi setiap orang. Ia datang ke dalam dunia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Demikianlah inti Injil yang dibacakan hari ini.

Peristiwa kehadiran Tuhan yang ditolak oleh orang-orang kepunyaan-Nya, mirip dengan peristiwa frater yang baru saja masuk biara. Segala nilai baik yang ditawarkan biara, tidak dikenal dan ditolaknya. Itu terjadi karena sudah sekian lama frater merasakan nilai dan kebiasaan lama dari rumah. Tetapi, semakin frater hidup dalam kenangan lama dan menolak nilai-nilai baru, semakin meranalah hidupnya di biara. Demikianlah dengan kita. Rupanya hati kita harus menyesuaikan diri agar Yesus lahir di hati. Sudah sekian lama kita berada dalam kegelapan: cemburu, sombong, melakukan hal yang tidak sopan, pemarah, menyimpan kesalahan orang lain dan mencari keuntungan diri sendiri (1Kor 13:4-7). Berbagai sikap itu adalah tanda penolakan kita pada Sang Terang, menolak lahirnya Tuhan.

Karena itu, untuk merayakan Natal kita mesti membiarkan Terang merasuki kita. Bersabar, menyimpan rahasia, murah hati, bersukacita karena kebenaran, rendah hati, pemaaf, semangat berbagi adalah sikap-sikap yang dijiwai sang Terang. Saat kita menerjemahkan itu dalam kehidupan, maka berbagai perubahan kecil akan lahir.

Misalnya, di rumah: anak, isteri dan suami tiba-tiba merasakan kehangatan dan kegembiraan. Tetangga melihat keramahan dan orang kecil mendapatkan kemurahan. Di kantor: anak buah atau karyawan merasakan kesejukan dan berbagai kreativitas dilahirkan. Kalau hal itu dilakukan, maka Natal sungguh-sungguh terjadi dan Yesus lahir di hati. Selamat Hari Raya Natal.

RUAH

Rabu, 25 Desember 2013 Hari Raya Natal (Fajar)

Rabu, 25 Desember 2013
Hari Raya Natal (Fajar)
Solemnity of the Nativity of the Lord  – Mass at Dawn
 
“Tidak ada yang lebih diperlukan untuk menumbuh-kembangkan pengharapan kita selain menunjukkan kepada kita bagaimana Allah sungguh-sungguh mengasihi kita. Dan bukti apa yang lebih kuat tentang hal ini selain bahwa Anak Allah telah menjadi teman seperjalanan dengan kita dalam kodrat manusia.” --- St. Agustinus (De Trinitate xiii)

 

Antifon Pembuka (lih. Yes 9:2.6; Luk 1:33)

Hari ini cahaya bersinar atas kita, sebab Tuhan telah lahir bagi kita. Ia akan disebut Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Raja Damai, Bapa Kekal dan kerajaan-Nya takkan berakhir.

Today a light will shine upon us, for the Lord is born for us; and he will be called Wondrous God, Prince of peace, Father of future ages: and his reign will be without end.

Lux fulgebit hodie super nos: quia natus est nobis Dominus: et vocabitur Admirabilis, Deus, Principes pacis, Pater futuri sæculi: cuius regni non erit finis.
Mzm. Dominus regnavit, decorem indutus est: indutus est Dominus fortitudinem, et præcinxit se. (Graduale Romanum, 44)
 
Doa Pagi
 
Allah yang Mahakuasa, kami sudah disinari oleh Terang yang baru. Dialah Sabda-Mu yang menjadi manusia. Semoga terang-Nya, yang bersinar dalam hati karena iman, bersinar juga dalam tindakan kami sehari-hari. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Grant, we pray, almighty God, that, as we are bathed in the new radiance of your incarnate Word, the light of faith, which illumines our minds, may also shine through in our deeds. Through our Lord Jesus Christ, your Son, who lives and reigns with you in the unity of the Holy Spirit, one God, for ever and ever. Amen.

Bacaan dari Kitab Yesaya (62:11-12)  
 
"Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang."
    
Inilah yang telah diperdengarkan Tuhan sampai ke ujung bumi: Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Penyelamatmu datang! Mereka yang dikumpulkan dengan jerih payah-Nya ada bersama-sama dengan Dia, dan mereka yang dihimpun-Nya berjalan di hadapan-Nya. Orang akan menyebut mereka: "Bangsa-Kudus", Orang-orang Tebusan-Tuhan"; dan engkau akan disebut: "Yang-Dicari", "Kota-Yang-Tidak-Ditinggalkan".
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
 
A reading from the book of the prophet Isaiah (62:11-12)
 
See, the LORD proclaims to the ends of the earth: say to daughter Zion, your savior comes! Here is his reward with him, his recompense before him. They shall be called the holy people, the redeemed of the LORD, and you shall be called “Frequented,” a city that is not forsaken.
The word of the Lord.
All: Thanks be to God.


Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 97:1.6.11-12)
1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Langit memberikan keadilannya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
2. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Responsorial Psalm (Ps 97:1, 6, 11-12)
Ref. A light will shine on us this day: the Lord is born for us.
1. The LORD is king; let the earth rejoice; let the many isles be glad. The heavens proclaim his justice, and all peoples see his glory.
2. Light dawns for the just; and gladness, for the upright of heart. Be glad in the LORD, you just, and give thanks to his holy name.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (3:4-7)
    
"Oleh kasih karunia-Nya, kita berhak menerima hidup yang kekal"
   
Saudaraku terkasih, ketika kerahiman dan kasih Allah serta Juruselamat kita telah nyata kepada manusia, kita diselamatkan oleh Allah. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Juruselamat kita. Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

A reading from the Letter of Saint Paul to Titus (3:4-7)

Beloved: When the kindness and generous love of God our savior appeared, not because of any righteous deeds we had done but because of his mercy, He saved us through the bath of rebirth and renewal by the Holy Spirit, whom he richly poured out on us through Jesus Christ our savior, so that we might be justified by his grace and become heirs in hope of eternal life.
The word of the Lord.
All: Thanks be to God.


Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 2:14; 2/4)
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.
 
Gospel Acclamation
Ref. Alleluia, alleluia, alleluia, alleluia.
Verse. (Lk 2:14)
Glory to God in the highest, and on earth peace to those on whom his favor rests.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:15-20)
    
"Segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka."
   
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke surga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yosef dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

A Reading from the holy Gospel according to Luke (2:15-20)


When the angels went away from them to heaven, the shepherds said to one another, “Let us go, then, to Bethlehem to see this thing that has taken place, which the Lord has made known to us.” So they went in haste and found Mary and Joseph, and the infant lying in the manger. When they saw this, they made known the message that had been told them about this child. All who heard it were amazed by what had been told them by the shepherds. And Mary kept all these things, reflecting on them in her heart. Then the shepherds returned, glorifying and praising God for all they had heard and seen, just as it had been told to them.
Priest: The Gospel of the Lord.
All: Praise to you, Lord Jesus Christ!

 
Renungan

 
Yang diberitakan malaikat Tuhan kepada para gembala (ay. 10-12) kini mereka teruskan kepada orang-orang yang ada di sekitar palungan (ay. 15). Boleh kita bayangkan, di tempat umum di sekitar palungan itu ada banyak orang lain yang juga menginap di situ. Mereka sedang menolong keluarga baru ini. Mendengar kata-kata para gembala mengenai warta malaikat tadi, semua orang ini menjadi terheran-heran (ay. 18). Bagi mereka bayi yang dilahirkan ibu muda ini biasa saja. Tapi apa para gembala ini menjelaskan hal yang luar biasa yang sedang terjadi kini! Para gembala itulah orang-orang yang pertama-tama memberi arti rohani bagi peristiwa kelahiran tadi. Mereka itu juga pewarta kedatangan Penyelamat yang bukan orang-orang yang secara khusus berhubungan dengan Allah seperti halnya Maria atau Yohanes Pembaptis ketika masih ada dalam kandungan. (Katakan saja, para gembala itulah para teolog, para ahli kristologi generasi awal, yang mampu memukau perhatian orang. Guru Besar mereka ialah para malaikat dan semua bala tentara surgawi.)

Satu catatan. Disebutkan dalam ay. 15 "... gembala-gembala itu berkata satu kepada yang lain, 'Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem untuk melihat ....'" Kepada siapa kata-kata itu ditujukan? Dalam bacaan teks yang biasa, jelas ajakan itu ditujukan kepada satu sama lain. Namun demikian, bacaan teks ini juga tertuju kepada pembaca. Teks ini membuat siapa saja yang membaca atau mendengarkannya merasa diajak gembala-gembala tadi bersama pergi dengan mereka ke Betlehem menyaksikan kebesaran ilahi dalam wujud yang membuat orang mulai bersimpati kepada Tuhan. Lukas kerap memakai teknik berbicara seperti ini. Dengan memakai bentuk percakapan - bukan hanya dengan cerita - Lukas membuat pembaca merasa seolah-olah ikut hadir di situ. Dan pada saat tertentu ajakan akan terasa ditujukan bagi pembaca juga.

Yang hadir dalam pembacaan Injil Misa fajar bisa pula merasakannya. Dan bila itu terjadi, warta petikan Injil Misa Fajar akan menjadi makin hidup. Orang diajak para gembala yang telah menyaksikan kebesaran Tuhan untuk ikut pergi mencarinya "di Betlehem", di tempat yang kita semua tahu, yang dapat dicapai, bukan di negeri antah-berantah. Warta Natal Lukas tak lain tak bukan ialah pergi mendapati dia yang lahir di tempat yang bisa dijangkau siapa saja - di "Betlehem" - boleh jadi dalam diri orang yang kita cintai, boleh jadi dalam kehidupan orang-orang yang kita layani, dalam diri orang-orang yang membutuhkan kedamaian, atau juga dalam diri kita sendiri yang diajak ikut menghadirkannya. Ini bisa memberi arah baru dalam kehidupan. Betlehem bisa bermacam-macam wujud dan macamnya, namun satu hal sama. Di situlah Tuhan diam menantikan orang datang menyatakan simpati kepada-Nya. Adakah perkara lain yang lebih menyentuh?

Dalam bacaan pertama misa fajar (Yes 62:11-12 )diutarakan dengan nada penuh kegembiraan agar orang di kota Yerusalem membuka pintu gerbang mereka lebar-lebar menyambut kedatangan raja yang mereka nanti-nantikan. Mereka dihimbau menerima dengan terbuka dia yang membawakan keselamatan bagi kota yang gelisah dan merasa terancam oleh kekuatan-kekuatan yang memusuhinya, baik dari luar maupun dari dalam. Yang menyambutnya akan menjadi bangsa yang kudus, orang-orang yang ditebus Tuhan sendiri, mereka itu tidak ditinggalkan-Nya (ay. 12). Kebesarann-Nya ini kini menjadi nyata - dalam peristiwa kelahiran Yesus seperti diumumkan dalam Injil misa malam dan fajar ini.

A. Gianto