| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Pertemuan Adven III, Keuskupan Agung Semarang: Pengembangan Iman di Lingkungan



A. Bahan untuk Pemandu

1. Tujuan Pertemuan
1)      Umat dan keluarga katolik menyadari bahwa keterlibatan berkomunitas di lingkungan merupakan upaya untuk semakin mengembangkan pendidikan iman.
2)      Umat dan keluarga katolik semakin disadarkan mengenai pentingnya menumbuhkan tanggungjawab pendidikan iman anak dalam lingkungan.

2. Gagasan Dasar Pertemuan
P:   Pada pertemuan yang kedua umat diajak merefleksi peran sekolah dalam mendukung pendidikan iman. Melalui sekolah, harapannya orangtua dibantu dalam mendidik iman anak-anak. Iman Katolik hendaknya dipupuk dan dikembangkan terus menerus. Ada orang yang berpendapat bahwa urusan iman adalah urusan pribadi. Di dalam Gereja Katolik, iman hakekat tidak hanya individual, Apakah iman Katolik hanya mempedulikan diri sendiri, berkembang dalam diri sendiri saja? Memang benar bahwa tindakan iman adalah tindakan yang personal, sebuah pertobatan yang lahir dan hati pribadi setiap manusia untuk mengimani Yesus Kristus. Tetapi kita tidak akan bisa secara sempurna membangun dialog pribadi dengan Yesus Kristus tanpa dukungan dan kebersamaan dengan umat yang lain. Kita beriman kepada Kristus tidaklah sendirian tetapi bersama orang lain yang sama-sama mengimani Yesus Kristus. Maka Iman Katolik selain bersifat personal sekaligus bersifat komunal. Lalu siapakah umat Katolik yang paling dekat di sekitar kita? Umat lain yang paling dekat di sekitar kita adalah paguyuban lingkungan. Umat lingkungan merupakan bagian konkrit Gereja, persekutuan umat beriman yang dijiwai semangat persaudaraan Injili dan secara penuh melibatkan din dalam masyarakat. Di dalam lingkungan tersebut antar keluarga-keluarga Katolik saling berelasi, mengembangkan hidup persaudaraan dalam iman akan Yesus Kristus, sebagai sebuah paguyuban yang makin terbuka bagi karya Roh Kudus, semakin sehati-sejiwa sebagai umat Allah. Melalui paguyuban inilah iman setiap pribadi semakin diteguhkan dan dikembangkan. Oleh sebab itu lingkungan menjadi basis hidup menjemaat bagi umat katolik.

B. Bahan Pertemuan

1. Pembuka

a. Lagu Pembuka

b. Tanda Salib
P:   Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus
U: Amin
P:   Kasih karunia dan damai sejahtera dan Allah Bapa dan dan Putera-Nya Yesus Kristus, beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya

c. Pengantar
P:   Pada pertemuan Adven kedua, kita telah diajak mendalami bersama bahwa sekolah juga merupakan salah satu tempat untuk membantu keluarga-keluarga dalam memperkembangkan iman kita. Selain sekolah kita juga mempunyai lingkungan sebagai salah satu tempat untuk menumbuhkan dan memperkembangkan iman kita. Apakah lingkungan kita bisa menjadi tempat menyuburkan iman? Sejauh mana kita terlibat dalam lingkungan sebagai anggota Gereja? Maka dalam pertemuan ketiga ini kita diajak merefleksikan peran kita di lingkungan. Kita diajak semakin menghidupkan lingkungan sebagai basis hidup menjemaat.

d. Tobat
P:   Kita sadar bahwa kita memiliki kekurangan terutama dalarn tanggung jawab kita mengembangkan iman di lingkungan, marilah kita memohon belas kasih dan pengampunan Tuhan.
U: Saya mengaku
P:   Semoga Allah yang maha kuasa mengasihani kita mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U:  Amin.

e. Penyalaan lilin Korona
Lilin ketiga dinyalakan oleh salah seorang bapak atau ibu pengurus lingkungan dan dilanjutkan dengan doa oleh pemandu.
P:   Allah Bapa yang Mahakasih, kami telah memasuki masa Adven, masa penantian akan kedatangan Putera-Mu terkasih. Kami mohon semoga lilin Adven ini menerangi hati kami agar semakin pantas untuk menyambut Putera-Mu yang lahir di tengah-tengah kami. Semoga lilin ini juga menerangi hati kami yang berkumpul untuk merenungkan hidup kami yang Kaupanggil untuk mendidik iman bagi anak-anak kami. Semoga dengan bimbingan sabda-Mu kami dapat menggiatkan lingkungan sebagai pendidikan iman menjemaat Permohonan ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
U: Amin

2. Situasi Nyata

a. Kisah Pengalaman
Pemandu bisa meminta salah satu umat untuk membacakan kisah dibawah ini
“Namaku Andreas Aldi, saat ini aku sekolah kelas XI di salah saiah satu SMU Negri. Sebagai seorang Katolik aku ingin sekali mengikuti kegiatan-kegiatan Gereja bergaul dengan teman-teman. Aku ingin mengekspresikan diri di lingkungan dan Gereja karena kegiatan-kegiatan di sekolah sangat terbatas dan semuanya bernuansa muslim, teman-teman Katolik di sekolah pun sangat sedikit. Sering kali teman-teman sekolah mengajak kegiatan muslim dengan berbagai alasan, membujuk untuk mengikuti kegiatan mereka. Pernah ada yang mengatakan bahwa aku adalah seorang kristiani sendiri di kelas, pindah agama saja agar aku bisa Iebih diterima oleh teman-teman. Tetapi keyakinanku tetap kuat, aku harus tetap menjadi Katolik!
Sebagai anak yang baik, aku selalu memberitahukan keinginan dan kegiatan yang akan aku ikuti pada mama tersayang. Mama sebagai ibu rumah tangga terlalu khawatir denganku kalau aku tidak memberitahukan kegiatan-kegiatanku pada mama. Sedangkan Ayah seorang guru SD. Di lingkungan Ayah adalah seorang prodiakon. Bisa dibayangkan kesibukannya melayani umat lingkungan. Suatu hari, mudika di lingkunganku akan mengikuti kegiatan week end gladi kepribadian yang diadakan oleh OMK Paroki. Sabtu siang, aku kembali meminta izin kepada mama untuk menginap mengikuti kegiatan tersebut. Mama tidak mengijinkan! Aku merayu mama untuk dapat diijinkan, memberikan ahasan sedemikian rupa supaya diberi kesempatan untuk bisa ikut kegiatan. Aku mengatakan bahwa materinya menarik. Tentang kepribadian. Justru dan situ seolah mama menginterogasiku. “Lha, apa selama ini Mama mendidik kepribadianmu tidak cukup?” Aku menjadi bingung menjawabnya. “Aldi, tugas utamamu saat ini adalah belajar! Apalagi kamu sudah SMA, persiapan untuk mencari kuliah, masa depanmu ada di depanmu sekarang! Mama sudah keluarkan banyak biaya untuk sekolahmu, kalau sekolahmu sampai gagal maka sia-sia seluruh biaya yang mama keluarkan!” Lanjut nasehat Mama, “Cukuplah ayahmu saja yang aktif di lingkungan, toh tidak usah semua tampil di lingkungan dan Gereja karena lingkungan dan Gereja bukan hanya milik kita saja, masih banyak orang yang bisa tampil dalam kegiatan-kegiatan tersebut”.
Aku sadar dengan nasehat mama itu benar, tetapi aku sendiri tidak tahu kenapa aku begitu mencintai kegiatan-kegiatan di lingkungan dan Gereja itu. Aku mulai berbohong pada mama, tekadku bulat ikut week end bersama teman-teman. Aku memberikan alasan mengikuti penelitian tugas sekolah bersama teman-teman.

b. Pendalaman
Pemandu bisa meminta salah satu umat untuk membacakan pertanyaan secara bergilir, kermudian pertanyaan dapat didalami dalarn kelompok-kelompok kecil atau disharingkan secara langsung
1)      Apa yang akan dilakukan oleh Aldi dan bagaimana tanggapan mamanya?
2)      Keterlibatan macam apa yang diharapkan dan umat agar lingkungan bisa menjadi hidup?
3)      Kegiatan-kegiatan lingkungan macam apa yang bisa mendukung perkembangan iman Anda?

c. Tambahan
1)      Hidupnya lingkungan menjadi tanggung jawab seluruh umat, bukan hanya menjadi tanggungjawab pengurus lingkungan.
2)      Semua umat lingkungan perlu diberi tempat dan perannya di lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang semakin hidup.
3)      Terlibat di lingkungan tidak dapat diwakilkan dan salah satu anggota keluarga saja.
4)      Lingkungan menjadi wahana pengembangan iman bagi seluruh warganya.
5)      Lingkungan menjadi tempat untuk saling meneguhkan dan menumbuhkan jati diri kristiani, yang ditandai dengan hidupnya suasana doa antar keluarga, sarasehan iman, semangat persaudaraan, peduli pada semua anggota jemaat dan memancarkan kasih Kristus pada sesama di tengah masyarakat.

3. Inspirasi Kitab Suci
a. Bacaan Kitab Suci Markus 3: 31-35
Pemandu bisa meminta umat untuk membacakan secara bergiliran tiap satu ayat
3:31     Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
3:32     Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”
3:33     Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”
3:34     Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
3:35     Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu—Ku.”

b. Pendalaman
1)      Dari teks tersebut, apakah Yesus melupakan Ibu dan saudara-saudaranya (keluarga Yesus)?
2)      Dari teks terebut, siapakah yang dimaksud saudara-saudara Yesus?
3)      Dari teks tersebut, Semangat menghidupkan lingkungan macam apa yang bisa kita kembangkan?
4)      Nilai apa yang bisa dipetik bagi kelangsungan perkembangan iman kita?

c. Tambahan
1)      Keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam pendidikan iman
2)      Pertumbuhan iman yang personal perlu dikembangkan lagi dalam hidup bersama jemaat yang lain, sebagai saudara seiman.
3)      Aktif dan terlibat di lingkungan bukan berarti lari dan meninggalkan keluarga.
4)      Lingkungan menjadi tempat pertemuan umat beniman kristiani yang meneguhkan dan menghidupkan iman.
5)      Lingkungan akan menjadi hidup jika antar anggota jemaat memiliki semangat persaudaraan, semua anggota hidup dalam rasa persaudaraan, sejiwa dalam Kristus.

4. Aksi
Pemandu mengajak umat membicarakan apa yang bisa dilakukan setelah mendalami topik lewat Situasi Nyata dan Inspirasi Kitab Suci. Hasil dicatat dan ditegaskan kembali yang hendak dilakukan sebagai tindakan nyata (aksi) dan pertemuan.
Dan refleksi iman di atas, kita disadarkan kembali bahwa lingkungan menjadi basis dalam kehidupan beriman kita. Semua anggota umat lingkungan mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menghidupkan lingkungan, termasuk juga dalam saling memperkembangkan imannya. Kegiatan-kegiatan macam apa yang perlu kita hidupkan kembali agar umat lingkungan bisa semakin mengembangkan imannya?

5. Penutup
Pertemuan dapat diakhiri dengan doa spontan dan umat yang hadir, kolekte, dilanjutkan dengan doa Bapa Kami dan Doa Penutup.

a. Doa Spontan/Doa Umat (dipersilahkan yang bersedia)

b. Doa Bapa Kami (didoakan bersama)

c. Doa Penutup
Yesus yang balk, puji dan syukur kami haturkan kepadaMu karena Engkau telah berkenan menjadi pemersatu kami umat lingkungan...(disesuaikan dengan nama lingkungan) yang setia mengimani-Mu. Kobarkanlah semangat iman kristiani kami dgar kami semakin teguh imannya, semakin berani memancarkan kasih-Mu sendiri di tengah paguyuban dan berani menjadi garam di tengah masyarakat kami. Semua ini kami haturkan dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

d. Berkat
P:   Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya
P:   Semoga kita dan keluarga kita selalu dibimbing dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin
P:   Dengan demikian, pertemuan Adven sudah selesai
U: Syukur kepada Allah

e. Lagu Penutup

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy