| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: Refleksi Akhir Tahun (bagian 2 - habis)

 

Hari terakhir tahun ini telah tiba. Ini harus menjadi hari perhitungan dan resolusi. Pikirkanlah banyaknya manfaat yang telah Tuhan berikan kepada Anda sepanjang hidup Anda, terutama di tahun yang hampir berakhir.

Hitunglah berkat sementara yang telah Anda terima. Banyak teman dan kenalan Anda yang meninggal sepanjang tahun ini, namun Anda masih hidup. Tuhan telah menyelamatkan Anda dari bahaya dan penyakit yang tak terhitung banyaknya. Dia telah memberi Anda lebih banyak waktu untuk menyempurnakan kehidupan rohani Anda dan melakukan pekerjaan kerasulan demi kepentingan sesama Anda. Cobalah untuk tidak menjadi seperti pohon tandus dalam Injil, karena ini bisa menjadi tahun pencobaan terakhir Anda.

Hitunglah berkat rohani yang telah Anda terima. Renungkanlah rahmat dan inspirasi baik yang telah Tuhan berikan kepada Anda selama dua belas bulan terakhir ini. Seberapa sering Anda menerima pengampunan atas dosa-dosa Anda, dipulihkan dalam persahabatan dengan Tuhan, dan merasakan kembali sukacita dan kedamaian karena berada dalam keadaan rahmat? Seberapa sering Yesus datang ke dalam hati Anda dengan menyamar sebagai Ekaristi Mahakudus? Seberapa sering Anda mendapat pencerahan dan dorongan dengan mendengar atau membaca firman Tuhan? Pikirkan juga teladan baik yang telah Anda terima baik secara pribadi maupun di muka umum, dan ingatlah betapa banyaknya pertolongan Allah yang telah terulur untuk menyelamatkan Anda dari jatuh ke dalam dosa.

Senin, 01 Januari 2024 Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah (Hari Kedelapan dalam Oktaf Natal)

 
Senin, 01 Januari 2024
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah (Hari Kedelapan dalam Oktaf Natal)
Hari Perdamaian Sedunia
  
“Bunda Maria, Bunda Allah…, bait Allah yang kudus yang di dalamnya Tuhan sendiri dikandung… Sebab jika Tuhan Yesus adalah Allah, bagaimanakah mungkin Bunda Maria yang mengandung-Nya tidak disebut sebagai Bunda Allah?” (St. Sirilus dari Alexandria)
   

Antifon Pembuka (bdk. Yes 9:2.6; Luk 1:33)

Hari ini kita diliputi terang karena Tuhan telah lahir bagi kita. Nama-Nya: Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Raja Damai, Bapa Kekal. Pemerintahan-Nya takkan berkesudahan.

Today a light will shine upon us, for the Lord is born for us; and he will be called Wondrous God, Prince of peace, Father of future ages: and his reign will be without end.

Lux fulgebit hodie super nos: quia natus est nobis Dominus: et vocabitur Admirabilis, Deus, Principes pacis, Pater futuri sæculi: cuius regni non erit finis.

atau

Salam Bunda yang suci, Bunda mulia Penguasa abadi, yang memerintah surga dan bumi.

Hail, Holy Mother, who gave birth to the King, who rules heaven and earth for ever.

Salve sancta Parens, enixa puerpera Regem, qui cælum terramque regit in sæcula sæculorum.
 
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan dan Syahadat
 
  
Credit: Pavlo Sukharchuk/istock.com
Doa Pagi

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau telah menganugerahi umat manusia keselamatan kekal dengan perantaraan Santa Maria, Perawan dan Bunda. Kami mohon, semoga kami pun Kauperkenankan menikmati doa dan perlindungannya, sebab ia telah melahirkan bagi kami Putra-Mu, pemberi hidup, yaitu Tuhan kami Yesus Kristus, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Bilangan (6:22-27)
   
"Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel: maka Aku akan memberkati mereka."
      
Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa, "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bacaan Harian: 01 - 07 Januari 2024

Senin, 01 Januari 2024:  Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah (P). Hari Perdamaian Sedunia
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21.
 
Selasa, 02 Januari 2024:  Peringatan Wajib Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja (P).
1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28, 

Rabu, 03 Januari 2024: Hari Biasa Masa Natal (P).
1Yoh. 2:29-3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34

Kamis, 04 Januari 2024: Hari Biasa Masa Natal (P).
1Yoh. 3:7-10; Mzm. 98:1,7-8,9; Yoh. 1:35-42. 

Jumat, 05 Januari 2024: Hari Biasa Masa Natal (P).
1Yoh. 3:11-21; Mzm. 100:2,3,4,5; Yoh. 1:43-51. 

Sabtu, 06 Januari 2024: Hari Biasa Masa Natal (P).
1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Mrk. 1:7-11 atau Luk. 3:23-38. 

Minggu, 07 Januari 2024: Hari Raya Penampakan Tuhan (P). 
Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13. Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 2:1-12. 
 
 
Karya: Pat_Hastings/ISTOCK.COM

Ujud Kerasulan Doa Bulan Januari 2024

 
 

 Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini.
Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putera-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi pembimbing dan kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan […] ini:
 

JANUARI 2024


Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja
Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik.

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda
Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat.
 
Bulan Januari didedikasikan untuk Nama Yesus yang Tersuci. 
Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat, doakanlah kami!    
 
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Mat 1:21

 





Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang keterikatan dengan hal-hal duniawi


Pemborosan: pengabaian terhadap hal-hal rohani dan keterikatan berlebihan terhadap makhluk hidup.

Pemborosan menyebabkan suam-suam kuku, dan suam-suam kuku mengarah pada dosa. Mengapa kita tercerai-berai? Begitu banyak keindahan dan kebaikan yang mengelilingi kita, diciptakan Tuhan untuk kebaikan kita. Seringkali ketika kita memandangi keindahan duniawi, kita menjadi sangat terikat padanya. Kita melihat barang-barang duniawi dan terlalu berhasrat untuk memilikinya. Kita lupa bahwa keindahan bumi ini hanyalah cerminan sekilas dari keindahan abadi Tuhan, dan bahwa kebaikan ciptaan adalah anugerah dari Tuhan. Oleh karena itu, segala sesuatu yang baik dan indah di dunia ini hendaknya mengarahkan pikiran dan hati kita kepada Tuhan dan mendorong kita untuk mencintai Dia yang menciptakannya. Sayangnya, kita sering berhenti di tengah jalan, melupakan Tuhan, dan mulai mencari kepuasan sempurna pada makhluk yang tidak mampu mereka berikan kepada kita.

Pemborosan menyebabkan kita menjalani kehidupan duniawi dan hanya memikirkan kepentingan materi, uang, kesenangan, dan terkadang dosa. Jika kita mendapati bahwa kita telah jatuh ke dalam keadaan yang menyedihkan ini, marilah kita segera bertindak. Ingatlah bahwa kita tidak diciptakan seperti binatang untuk kepuasan indera, tetapi diciptakan untuk kebahagiaan rohani yang kekal. Hanya Tuhan yang dapat memuaskan jiwa kita yang tidak berkematian, sedangkan benda-benda ciptaan, yang dicintai demi kepentingannya sendiri, pada akhirnya membuat kita merasa getir dan kecewa. “Apa gunanya seseorang,” tanya Kitab Suci, “memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Mat. 16:26)

Minggu, 31 Desember 2023 Pesta Keluarga Kudus - Yesus, Maria, Yusuf (Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal)

 
Minggu, 31 Desember 2023
Pesta Keluarga Kudus - Yesus, Maria, Yusuf 
(Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal)
 
Keluarga Kristen adalah persekutuan pribadi-pribadi, satu tanda dan citra persekutuan Bapa dan Putera dalam Roh Kudus. Di dalam kelahiran dan pendidikan anak-anak tercerminlah kembali karya penciptaan Bapa. Keluarga dipanggil, supaya mengambil bagian dalam doa dan kurban Kristus. Doa harian dan bacaan. Kitab Suci meneguhkan mereka dalam cinta kasih. Keluarga Kristen mempunyai suatu tugas mewartakan dan menyebarluaskan Injil. (Katekismus Gereja Katolik, 2205)

 
Antifon Pembuka (Luk 2:16)
 
Para gembala bergegas datang dan bertemu dengan Maria dan Yusuf serta Sang Bayi yang terbaring di palungan.

The shepherds went in haste, and found Mary and Joseph and the Infant lying in a manger.

Deus in loco sancto suo: Deus, qui inhabitare facit unamines in domo: ipse dabit virtutem et fortitudinem plebi suae.

   
 
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan dan Syahadat
Bacaan I, Mazmur dan Bacaan II dapat menggunakan dari Tahun A. Bacaan Injil dari Tahun B.
     
Doa Pagi

Ya Allah, Engkau berkenan memberikan kepada kami Keluarga Kudus sebagai teladan yang unggul. Semoga kami meneladannya dalam keutamaan hidup berkeluarga dan dalam ikatan cinta agar kami layak menikmati dengan penuh sukacita anugerah hidup abadi di dalam rumah-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (3:2-6,12-14)
 
"Orang takwa menghormati ibu-bapanya."
 
Anak-anakku, dengarkanlah aku: Tuhan telah memuliakan bapa di atas anak-anaknya, dan hak itu atas para anaknya Ia teguhkan. Barangsiapa menghormati bapanya, ia memulihkan dosa, dan siapa memuliakan ibunya, ia sama dengan orang yang mengumpulkan harta. Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan. Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan hati ibunya. Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, dan jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Kalau akalnya sudah berkurang, hendaklah kaumaafkan, jangan menistakan dia sewaktu engkau masih berjaya. Kebaikan yang ditujukan kepada bapa tidak akan terlupakan; sebaliknya akan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 128:1-2.3.4-5; R:1)
1. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur yang ada di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di se keliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan, orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: Menghindari dosa dengan segala cara yang kita bisa

St. Patrick's Cathedral NYC

 Sungguh menyedihkan untuk mengakui bahwa, meskipun kita sudah mempunyai tekad yang baik dan meskipun kita telah menerima rahmat dari Allah, kita tetap saja jatuh ke dalam dosa. Kesalahan kita yang terus-menerus dapat membuat kita putus asa. Namun, ini adalah tipu muslihat iblis, yang telah memikat kita ke dalam dosa dan kini mulai memunculkan pikiran-pikiran keputusasaan. Dia ingin meyakinkan kita bahwa perlawanan tidak ada gunanya, bahwa sifat kita sudah rusak, dan tidak ada jalan keluar bagi kita.

“Anak-anakku yang terkasih,”
tulis St. Yohanes kepada orang-orang Kristen perdana, “hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” (1 Yohanes 2:1-2) “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:8-9) “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.” (1 Yohanes 2:5)

Sabtu, 30 Desember 2023 Hari Keenam dalam Oktaf Natal

 
Sabtu, 30 Desember 2023
Hari Keenam dalam Oktaf Natal

”Allah tidak kekurangan suatu apa! Ia menjadikan kamu Ilahi demi kemuliaan-Nya!” (St. Hipolitus)


Antifon Pembuka (Keb 18:14-15)

Ketika segalanya diliputi kesunyian dan malam mencapai puncak peredarannya, turunlah Sabda-Mu yang Mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan.

When a profound silence covered all things and night was in the middle of its course, your all-powerful Word, O Lord, bounded from heaven’s royal throne.
     
  
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
   
Doa Pagi

Allah Bapa Mahakuasa, kami mohon, semoga kelahiran Putra-Mu sebagai manusia baru membebaskan kami dari perbudakan manusia lama. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
 

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:12-17)
  
"Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."
  
Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni karena nama Yesus. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu, dan kamu telah mengalahkan yang jahat. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang melenyap bersama keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Orang Kudus hari ini: 29 Desember 2023 St. Thomas Becket, Uskup dan Martir

Fr Lawrence Lew, O.P. | Flickr CC BY-NC-ND 2.0
 
 Saudara-saudari terkasih, hari ini, kita memperingati St Thomas Becket dari Canterbury, Uskup Agung Canterbury yang hidup dan memerintah sebagai Uskup Agung sekitar delapan abad yang lalu.

St Thomas Becket adalah Kanselir Raja Inggris, Raja Henry II. Raja Henry menunjuk St. Thomas Becket sebagai Uskup Agung Canterbury, sebagai pemimpin seluruh Inggris, dengan harapan bahwa dengan melakukan hal itu, dia akan mampu mengendalikan Gereja di wilayah kekuasaannya dan menyesuaikannya dengan keinginannya. St. Thomas Becket adalah teman baiknya dan juga orang kepercayaannya.

Namun, St Thomas Becket memiliki pembaharuan hati dan dia dipanggil oleh Tuhan untuk tujuan yang lebih besar. Dia mengubah hidupnya dan meninggalkan semua gaya hidupnya yang jahat, dia mulai berjalan dengan setia di jalan Tuhan sejak saat itu. Pada akhirnya, dia harus melawan raja dan para bangsawannya yang semakin manipulatif dan memusuhi pekerjaan Gereja.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: Refleksi Akhir Tahun (bagian 1)

 

Ada dua puluh empat jam dalam sehari, delapan ribu tujuh ratus enam puluh dalam setahun. Bagaimana Anda menghabiskan waktu yang Tuhan berikan kepada Anda di masa lalu? Bagaimana Anda berniat menggunakan waktu yang akan Dia berikan kepada Anda di masa depan?

Ketika Anda memeriksa masa lalu, Anda akan menemukan banyak penyesalan. Mungkin Anda telah menghabiskan waktu berjam-jam dalam dosa, dalam gosip yang tidak berguna, dalam hiburan yang tidak berguna atau berbahaya, atau dalam transaksi bisnis yang tak terhitung jumlahnya, yang semuanya tidak akan memberikan kontribusi apa pun terhadap keselamatan kekal Anda, yang seharusnya menjadi perhatian utama Anda dalam hidup.

Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk memikirkan Tuhan, Pencipta dan Penebus Anda? Berapa jam yang telah Anda curahkan untuk berdoa, mengucap syukur, dan penebusan dosa? Berapa banyak yang telah Anda habiskan dalam karya kerasulan demi kepentingan sesama Anda? Mungkin pelayanan kepada Tuhan dan kesejahteraan rohani Anda sejauh ini merupakan hal yang paling tidak Anda khawatirkan, dan Anda hanya menghabiskan waktu-waktu yang tersisa dari kesibukan Anda yang lain. Namun Anda sadar betul bahwa tujuan hidup adalah untuk mengenal, mencintai, dan melayani Tuhan. Anda tahu bahwa Anda harus mempersembahkan kepada-Nya seluruh pikiran, kasih sayang, dan tindakan Anda, karena hanya Dia yang dapat membuat Anda bahagia.

Jumat, 29 Desember 2023 Hari Kelima dalam Oktaf Natal

 
Jumat, 29 Desember 2023
Hari Kelima dalam Oktaf Natal 
  
Memang Anak kecil yang diberikan kepada kita, tetapi di situ bersemayam ke-Allah-an sepenuhnya -- St. Bernardus
 
Antifon Pembuka (bdk. Yoh 3:16)

Demikian besar cinta kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan Putra Tunggal-Nya, agar semua orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup abadi.

God so loved the world that he gave his Only Begotten Son, so that all who believe in him may not perish, but may have eternal life.

  
 
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
 
Doa Pagi

Allah Bapa yang Mahakuasa, Engkau mengutus Putra-Mu untuk menerangi dunia yang gelap. Bantulah kami untuk memperingati kelahiran-Nya dengan puji-pujian yang pantas. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin      
   
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:3-11)
   
"Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang."
     
Saudara-saudara terkasih, inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata “Aku mengenal Allah”, tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan tidak ada kebenaran di dalam dia. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu kasih Allah sungguh sudah sempurna; dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Allah. Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Allah, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Saudara-saudara terkasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu; perintah ini telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang melenyap dan terang yang benar telah bercahaya. Barangsiapa berkata bahwa ia berada di dalam terang, tetapi membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: St. Yohanes, Penginjil

 
 
 St Yohanes adalah murid terkasih Yesus Kristus. Dia diizinkan, bersama dengan Santo Petrus dan Santo Yakobus, untuk menikmati kemuliaan Transfigurasi, dan dia diundang bersama mereka ke Taman Getsemani untuk menyaksikan penderitaan Penebus ilahi kita. Terlebih lagi, di Ruang Atas, setelah dia menerima Ekaristi Mahakudus, dialah satu-satunya Rasul yang mendapat hak istimewa untuk menyandarkan kepalanya di dada Yesus. Dia berdiri di kaki Salib di Gunung Kalvari dan mendengar Gurunya mempercayakan kepadanya dengan nafas terakhir-Nya harta paling berharga yang masih tersisa bagi-Nya di bumi, yaitu Perawan Maria yang Terberkati. “Nak, lihatlah ibumu.”

Benar bahwa Yesus mengasihi semua Rasul-Nya, yang kepada mereka semua Dia karuniai kebahagiaan menikmati kebersamaan dengan-Nya, mendengarkan pengajaran-Nya, dan menyaksikan mukjizat-mukjizat-Nya. Meski begitu, Ia mempunyai kasih sayang khusus kepada St. Yohanes. Ini karena Yohanes masih suci ketika Yesus memanggilnya, dan tetap demikian sepanjang hidupnya. Keadaan khususnya kekudusan menyenangkan Tuhan. Hal ini menjadikan kita seperti para Malaikat dan, dalam arti tertentu, lebih unggul dari mereka, karena roh-roh murni ini secara alami kudus, dan kita hanya dapat berhasil menjadi kudus melalui pengendalian diri yang besar. “Berbahagialah orang yang suci hatinya,” kata Yesus dalam Injil, “karena mereka akan melihat Allah.” (Mat. 5:8)

Kamis, 28 Desember 2023 Pesta Kanak-kanak Suci, Martir (Hari Keempat Dalam Oktaf Natal)

Kamis, 28 Desember 2023
Pesta Kanak-kanak Suci, Martir (Hari Keempat Dalam Oktaf Natal)
  
“Meskipun tidak mengerti, kanak-kanak martir ini mati demi Kristus.” (St. Quidvultdeus)
  
 
 
Turin - Lukisan simbolis kanak-kanak suci tak berdosa dengan para malaikat di gereja Chiesa di San Dalmazzo oleh Enrico Reffo (1831-1917). Credit: Sedmak/istock.com

 
Antifon Pembuka

Kanak-kanak tak bersalah dibunuh demi Kristus. Kini mereka mengikuti Anak Domba tak bercela, dan senantiasa berseru, "Terpujilah Kristus!"

The innocents were slaughtered as infants for Christ; spotless, they follow the Lamb and sing for ever: Glory to you, O Lord.

  
Pengantar

  
Pesta Kanak-kanak Suci yang kita rayakan pada hari ini menunjuk pada kenyataan bahwa kuasa kegelapan menjadi gusar terhadap terang Kristus. Ini dapat dilihat di sepanjang sejarah keselamatan. Dengan lahirnya Yesus, Raja Herodes merasa kedudukannya terancam dengan hadirnya Raja baru tersebut. Ia merasakan takhtanya mulai digoyang. Itulah sebabnya, ia tidak segan-segan membunuh anak-anak. Telinganya sudah tuli untuk mendengar ratapan para ibu yang harus kehilangan anaknya. Mata hatinya buta untuk melihat penderitaan begitu banyak orang. Kehadiran seorang pembawa damai kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang yang congkak dan arogan. Kedatangan Yesus, Sang Raja Damai, menyebabkan kekacauan besar dalam diri Herodes. Anak-anak yang tidak bersalah menjadi korban kekejamannya hanya karena ingin memastikan bahwa Yesus termasuk di antara anak-anak tersebut.
 
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan 
  
Doa Pagi
  
Allah Bapa yang Mahabaik, hari ini para martir-Mu yang kecil tak bersalah, meluhurkan Dikau bukan dengan madah melaikan dengan darah. Semoga iman yang kami akui dengan perkataan kami nyatakan pula dengan perbuatan.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.          
      
 Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1:5-2:2)    
  
"Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa."
   
Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: St. Stefanus, Diakon dan Martir Pertama


 Di antara ketujuh diakon yang dicalonkan oleh para Rasul, ada seorang bernama Stefanus yang menonjol karena kekudusan dan karunia rohaninya yang luar biasa. Karena mendapat pencerahan dari Tuhan, pemuda ini berani menegur orang-orang Yahudi di depan umum karena kekerasan hati mereka dan secara terbuka membela ajaran Kristus, yang ia nyatakan sebagai Juruselamat dan Penebus dunia. Suatu hari ketika dia diancam oleh musuh-musuhnya, Stefanus mengangkat matanya dengan penuh rasa percaya ke arah Surga dan berkata: “Lihatlah, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Orang-orang Yahudi tidak dapat lagi menahan amarah mereka dan mulai menyeret pemuda itu keluar kota. Di sana mereka meninggalkan pakaian mereka di bawah perhatian seorang pemuda bernama Saulus sementara mereka dengan kejam melempari Stefanus dengan batu sampai mati. Berlutut karena kekuatan misil, murid muda suci itu terus memandang ke arah Surga. “Tuhan Yesus,” serunya, “terimalah rohku.” Sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya, dia memaafkan musuh-musuhnya seperti yang dilakukan Guru ilahinya. “Tuhan,” doanya, “jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka.” Dan dengan kata-kata ini dia tertidur. (Lih. Kis 7:51-60; 8:1-2)

Rabu, 27 Desember 2023 Pesta St. Yohanes, Rasul, Penginjil (Hari Ketiga dalam Oktaf Natal)

 
Rabu, 27 Desember 2023
Pesta St. Yohanes, Rasul, Penginjil (Hari Ketiga dalam Oktaf Natal)

Santo Yohanes berlangkah lebih jauh lagi dan berkata: "Allah adalah kasih" (1 Yoh 4:8-16): Cinta adalah kodrat Allah. Dengan mengutus Putra-Nya yang tunggal dan Roh cinta pada kepenuhan waktu, Allah mewahyukan rahasia-Nya yang paling dalam Bdk. 1 Kor 2:7-16; Ef 3:9-12.; Ia sendiri adalah pertukaran cinta abadi, Bapa, Putra, dan Roh Kudus, dan Ia telah menentukan supaya kita mengambil bagian dalam pertukaran itu. (Katekismus Gereja Katolik, 221)
    

Antifon Pembuka

Yohanes inilah yang duduk di sisi Yesus waktu perjamuan. Bahagialah rasul ini, sebab rahasia surgawi diwahyukan kepadanya, dan sabda kehidupan diwartakannya ke seluruh dunia.

This is John, who reclined on the Lord’s breast at supper, the blessed Apostle, to whom celestial secrets were revealed and who spread the words of life through all the world.

atau (bdk. Sir 15:5)

Di tengah-tengah Gereja ia membuka mulutnya, dan Tuhan memenuhinya dengan roh hikmat dan pengertian dan memakaikan dia jubah kemuliaan.

In the midst of the Church he opened his mouth, and the Lord filled him with the spirit of wisdom and understanding and clothed him in a robe of glory.
   
   
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
    
Doa Pagi
  
Ya Allah, Engkau yang telah mengungkapkan rahasia Sabda-Mu kepada kami lewat Rasul Santo Yohanes, kami mohon semoga kami dapat mengerti dengan baik apa yang dia telah katakan kepada kami dengan mengagumkan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
         
Roma, Italia - 9 Maret 2016: Roma - Lukisan dinding St. Yohanes Penginjil di Gereja Chiesa di Santa Maria di Aquiro oleh Cesare Mariani dari (1826 - 1901 dalam gaya neo-mannerist. (credit: sedmak/istock.com) 
 
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1:1-4)
   
"Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu."
    
Saudara-saudara terkasih, apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar dan kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan kami raba dengan tangan kami; yakni firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya! Dan sekarang kami bersaksi serta memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa, dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, yakni Yesus Kristus. Semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: Membuka hati kita kepada Yesus dan menyambut Dia sebagai Raja dan Tuhan kita

 

Dunia mengabaikan kelahiran Yesus. Tidak ada tempat bagi-Nya di penginapan di Betlehem, dan tidak ada tempat bagi Maria dan Yusuf, dua orang pengembara yang miskin, yang terpaksa berlindung di gubuk yang menyedihkan. Di dunia selalu demikian, manusia menilai satu sama lain berdasarkan penampilan luar dan standar keuangan.

Bagaimana sikap kita terhadap Yesus Kristus? Bagaimana kita bersikap terhadap mereka yang membutuhkan dan menderita, yang di dalamnya kita dapat mengenali Pribadi Kristus sendiri?

Jika kita siap untuk membuka hati kita kepada Yesus dan menyambut Dia sebagai Raja dan Tuhan kita yang mutlak, kita akan diubahkan sehingga kita akan menjalani kehidupan-Nya dan bertindak selaras dengan-Nya. Singkatnya, kita akan menjadi orang kudus. Namun jika kita kurang dalam kemurahan hati dan enggan menyambut Yesus dengan sepenuh hati ke dalam hati kita, maka kita tidak akan pernah menjadi setengah-Kristen, menjadi hangat dan tidak bersyukur. Kita bahkan harus bersiap menyambut orang miskin sebagai wakil Kristus. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat. 25:40)

Orang Kudus hari ini: 26 Desember 2023 St. Stefanus, Martir Pertama

 
  
Public Domain

  Setelah Hari Raya Natal, hal pertama yang ingin diberitahukan Gereja kepada kita adalah martir pertama Gereja, St. Stefanus.
 
  Apa pesannya? Natal berarti kemartiran - dan banyak orang seperti St Stefanus mati di zaman kita sendiri Kristus persis seperti yang Dia lakukan. Kematian adalah bagian sentral dari kisah Natal sesungguhnya.
 
Kita dapat membaca segala hal tentang penderitaan Santo Stefanus dalam Kisah Para Rasul (Kisah Para Rasul 6:8-7:60)—kisah terpanjang dalam Kisah Para Rasul—di mana kematiannya mencerminkan dengan sangat jelas kematian Yesus sendiri, hingga ke pengampunan bagi para pembunuhnya, termasuk Saulus (segera menjadi St. Paulus) yang “menyetujui eksekusinya”. Hari rayanya tepat sehari setelah Natal.
 
 St. Stefanus dituduh melakukan penghujatan terhadap Musa dan Tuhan, dia dijatuhi hukuman mati oleh Sanhedrin. Setelah diusir dari Yerusalem, dia dilempari batu sampai mati. Sambil berlutut di hadapan para pembunuhnya, termasuk Saulus dari Tarsus, Stefanus berseru dengan suara nyaring, “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” (Kisah Para Rasul 7:56).

Selasa, 26 Desember 2023 Pesta St. Stefanus, Martir Pertama (Hari Kedua Dalam Oktaf Natal)

Selasa, 26 Desember 2023   
Pesta St. Stefanus, Martir Pertama (Hari Kedua Dalam Oktaf Natal)    

“Cinta yang dibawa Kristus dari surga ke dunia, mengangkat Stefanus dari dunia ke surga.” (St. Fulgensius dari Ruspe)


Antifon Pembuka

Pintu surga terbuka bagi Stefanus. Dialah yang pertama di antara para martir. Maka ia berseri mulia di surga, dimahkotai dengan kemenangan.

The gates of heaven were opened for blessed Stephen, who was found to be first among the number of the Martyrs and therefore is crowned triumphant in heaven.

  
  Ingat, selama Oktaf Natal ada Madah Kemuliaan
 
Travis | CC BY ND 2.0
   
Doa Pagi
    
Allah Bapa, sumber kemuliaan, pada pesta martir-Mu Santo Stefanus kami mengunjukkan persembahan ini di altar-Mu. Semoga kami mengikuti teladannya dalam membela iman dan menaruh cinta kasih kepada mereka yang memusuhi kita. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
   

Bacaan dari Kisah Para Rasul (6:8-10; 7:54-59)
  

"Aku melihat langit terbuka."
   
Sekali peristiwa Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. – Anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. – Mereka tampil bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serempak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Senin, 25 Desember 2023 Hari Raya Natal (Misa Fajar dan Misa Siang)

 
Senin, 25 Desember 2023
Hari Raya Natal (Misa Fajar)
      
“Pohon dan palungan bayi merupakan elemen suasana khas Natal yang merupakan bagian dari warisan spiritual komunitas kami. Iklim yang sarat dengan religiusitas dan kehangatan kekeluargaan ini juga harus kita lestarikan dalam masyarakat masa kini, di mana arus konsumerisme dan pencarian barang-barang material kadang-kadang tampak mendominasi. Natal adalah hari raya umat Kristiani dan simbol-simbolnya - terutama palungan bayi dan pohon yang dihias dengan hadiah - merupakan referensi penting terhadap misteri besar Inkarnasi dan Kelahiran Yesus, yang selalu diingat oleh liturgi Masa Adven dan Natal. Pencipta alam semesta, dengan menjadikan diri-Nya seorang Anak, datang di antara kita untuk ikut serta dalam perjalanan kemanusiaan kita; Dia menjadikan diri-Nya kecil untuk masuk ke dalam hati manusia dan dengan demikian memperbaharuinya dengan kemahakuasaan kasih-Nya. Oleh karena itu, marilah kita bersiap menyambut-Nya dengan iman, dijiwai dengan harapan yang teguh.”
  - Paus Benediktus XVI, Clementine Hall, 14 Desember 2007.

   

Antifon Pembuka (lih. Yes 9:2.6; Luk 1:33)  
   
  Hari ini cahaya bersinar atas kita, sebab Tuhan telah lahir bagi kita. Ia akan disebut Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Raja Damai, Bapa Kekal dan kerajaan-Nya takkan berakhir.
        
  
Today a light will shine upon us, for the Lord is born for us; and he will be called Wondrous God, Prince of peace, Father of future ages: and his reign will be without end.  
 
   Lux fulgebit hodie super nos: quia natus est nobis Dominus: et vocabitur Admirabilis, Deus, Principes pacis, Pater futuri sæculi: cuius regni non erit finis. Mzm. Dominus regnavit, decorem indutus est: indutus est Dominus fortitudinem, et præcinxit se. (Graduale Romanum, p.44)
         
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan, ada Syahadat (berlutut saat "Ia dikandung dari Roh Kudus"), Prefasi Natal I, II atau III, Communicantes Natal.
      
     
Doa Pagi
 
Allah yang Mahakuasa, kami sudah disinari oleh Terang yang baru. Dialah Sabda-Mu yang menjadi manusia. Semoga terang-Nya, yang bersinar dalam hati karena iman, bersinar juga dalam tindakan kami sehari-hari. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.       
         
Jendela yang menampilkan Kandang Natal di atas altar Gereja St. Katarina, ini adalah gereja tempat Patriark Latin Yerusalem merayakan Misa Tengah Malam pada Malam Natal. Credit: Dennis Jarvis / Flickr (CC BY-SA 2.0)
  Bacaan dari Kitab Yesaya (62:11-12)
   
"Katakanlah kepada putri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang."
      
  Inilah yang telah diperdengarkan Tuhan sampai ke ujung bumi: Katakanlah kepada putri Sion: Lihat, Penyelamatmu datang! Mereka yang dikumpulkan dengan jerih payah-Nya ada bersama-sama dengan Dia, dan mereka yang dihimpun-Nya berjalan di hadapan-Nya. Orang akan menyebut mereka: "Bangsa-Kudus", Orang-orang Tebusan-Tuhan"; dan engkau akan disebut: "Yang-Dicari", "Kota-Yang-Tidak-Ditinggalkan".  
Demikianlah Sabda Tuhan  
U. Syukur kepada Allah 

  
 Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806  
Ref. Hari ini cahaya turun atas kita, sebab Tuhan lahir bagi kita.
Atau Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.  
Ayat. (Mzm 97:1.6.11-12)  
1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Langit memberitakan keadilannya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. 
2. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.  
 

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (3:4-7)
    
"Oleh kasih karunia-Nya, kita berhak menerima hidup yang kekal"
        
  Saudaraku terkasih, ketika kerahiman dan kasih Allah serta Juruselamat kita telah nyata kepada manusia, kita diselamatkan oleh Allah. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Juruselamat kita. Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan kita.  
Demikianlah Sabda Tuhan  
U. Syukur kepada Allah. 

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: Novena Natal Hari Kesembilan (24 Desember)

 

24 Desember
NOVENA NATAL

Keluarga Kudus


Di dalam Keluarga Kudus kita mempunyai teladan kesempurnaan tertinggi—Yesus, Maria, dan Yusuf. Sebagai Tuhan, Yesus pada dasarnya suci. Melalui penglihatan hipostatik, kekudusan ini juga diteruskan ke sifat kemanusiaan-Nya. Kekudusan Yesus baru terungkap sedikit demi sedikit seiring bertambahnya usia, karena Dia ingin menjadi seperti kita dalam segala hal kecuali dalam dosa.

Sebagaimana Injil katakan, Dia “makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:52) Oleh karena itu, Yesus tidak sejak awal membuat dunia terpesona dengan kemegahan Gunung Tabor. Dia malah memberi kita contoh kekudusan yang seharusnya lebih mudah kita tiru karena kekudusan terus meningkat setiap saat. Dia memberi contoh kepada kita jenis kekudusan yang bermula dan berdasar pada kerendahan hati dan pelepasan diri dari hal-hal duniawi. “belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Mat. 11:29)

Bacaan Harian: 25 - 31 Desember 2023

Senin, 25 Desember 2023: Hari Raya Natal (P).
Malam: Yes. 9:1-6; Mzm. 96:1-2a,2b-3,11-12,13; Tit. 2:11-14; Luk. 2:1-14. 
Fajar: Yes. 62:11-12; Mzm. 97:1,6,11-12; Tit. 3:4-7; Luk. 2:15-20. 
Siang: Yes. 52:7-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Ibr. 1:1-6; Yoh. 1:1-18 (panjang) atau Yoh. 1:1-5.9-14 (singkat). 

Selasa, 26 Desember 2023: Pesta St. Stefanus, Martir Pertama (M).
Kis. 6:8-10; 7:54-59; Mzm. 31:3cd-4,6,8ab,16bc,17; Mat. 10:17-22. 

Rabu, 27 Desember 2023: Pesta St. Yohanes, Rasul, Penulis Injil (P).
1Yoh. 1:1-4; Mzm. 97:1-2,5-6,11-12; Yoh. 20:2-8. 

Kamis, 28 Desember 2023: Pesta Kanak-kanak Suci, Martir (M).
1Yoh. 1:5 - 2:2; Mzm. 124:2-3,4-5,7b-8; Mat. 2:13-18. 

Jumat, 29 Desember 2023: Hari Kelima dalam Oktaf Natal (P).
1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35.

Sabtu, 30 Desember 2023: Hari Keenam dalam Oktaf Natal (P).
1Yoh 2:12-17; Mzm. 96:7-8a,8b-9,10; Luk. 2:36-40. 

Minggu, 31 Desember 2023: Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf
Kej. 15:1-6;21:1-3; Mzm. 105:1b-2,3-4,5-6,8-9; Ibr. 11:8,11-12,17-19; Luk. 2:22-40 (Panjang) atau Luk 2: 22.39-40 (Singkat). 
 
 
 

 

Natal dan St. Fransiskus Assisi


 
 
 Sejarah kandang Natal dalam bidang seni dan sastra merupakan sebuah cerita tersendiri, namun titik balik sebenarnya adalah inspirasi St. Fransiskus dari Assisi. Bagi Santo Fransiskus, Natal selalu menjadi Hari Raya, namun ia tidak berpikir bahwa hal itu dirayakan sebagaimana mestinya. Kemiskinan Kristus telah hilang dalam kemewahan perayaan Natal. Suatu gagasan muncul di benaknya dan saat berada di Dalam kunjungannya ke Roma, ia mendapat izin dari Paus untuk mewujudkan idenya.

Kisah tentang bagaimana Santo Fransiskus dari Assisi “menemukan” palungan begitu menyenangkan dan menginspirasi sehingga dapat diceritakan atau dibacakan kepada anak-anak setiap tahun. Di sini kami memberikan kisah berdasarkan kata-kata Fr Thomas de Celano, yang ada di sana ketika hal itu terjadi dan yang menuliskannya:

Santo Fransiskus menelepon temannya sekitar dua minggu sebelum Natal dan berkata kepadanya: 'Jika kamu ingin kita merayakan Natal tahun ini bersama-sama di Greccio, segera pergi dan persiapkan apa yang aku beritahukan kepadamu; karena saya ingin mengenang Bayi yang dilahirkan di Betlehem, dan bagaimana Dia kehilangan semua kenyamanan yang bisa dinikmati bayi; bagaimana Dia dibaringkan di palungan di atas jerami, di antara keledai dan lembu. Untuk sekali ini aku ingin melihat semua ini dengan mataku sendiri.' Ketika orang yang baik dan setia itu mendengar hal ini, dia segera berangkat dan menyiapkan di tempat yang disebutkan di atas segala sesuatu yang telah dikatakan oleh Orang Kudus itu kepadanya.

Minggu-Senin, 24-25 Desember 2023, Vigili Natal dan Hari Raya Natal (Misa Malam)

Minggu Sore, 24 Desember 2023
Vigili Natal  - Misa Sore Menjelang Hari Raya Natal
   
Natal adalah pertemuan dengan Bayi yang baru lahir berbaring di gua yang sederhana. Saat merenungkannya di palungan, bagaimana kita bisa gagal memikirkan semua anak yang terus dilahirkan hari ini dalam kemiskinan yang parah di banyak wilayah di dunia? Bagaimana kita bisa gagal memikirkan bayi yang baru lahir yang tidak diterima, yang ditolak, yang tidak mampu bertahan hidup karena kurangnya perhatian dan perhatian Bagaimana kita bisa gagal memikirkan juga keluarga yang merindukan kegembiraan seorang anak dan tidak melihat harapan mereka terpenuhi sakit?"
- Paus Benediktus XVI, Audiensi Umum 'Makna Rohani Natal', 17 Desember 2008.


Antifon Pembuka (Bdk. Kel 16:6-7)

Hari ini kamu akan tahu bahwa Tuhan akan datang menyelamatkan kita, dan besok pagi akan kamu saksikan kemuliaan-Nya.

Today you will know that the Lord will come, and he will save us, and in the morning you will see his glory.

Hodie scietis, quia veniet Dominus, et salvabit nos; et mane videbitis gloriam eius.
  
Bacaan-bacaan di bawah ini dipakai dalam Perayaan Ekaristi tanggal 24 Desember sore, sebelum atau sesudah Ibadat Sore (Vesper) I Natal. Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan, ada Syahadat (berlutut saat "Ia dikandung dari Roh Kudus"), Prefasi Natal I, II atau III, Communicantes Natal. 
 
Renungan Vigili Natal dan Hari Raya Natal (Misa Malam) serta Hari Raya Natal (Misa Fajar dan Siang) kami satukan dalam 1 posting, sehingga total ada 2 post.
     
Doa

Ya Allah, setiap tahun Engkau menggembirakan kami dengan menantikan penebusan. Semoga kami, yang dengan gembira menerima Putra Tunggal-Mu sebagai Penebus, layak menghadap Dia dengan hati tenang, manakala Ia datang sebagai hakim. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Kitab Yesaya (62:1-5)
   
"Seorang mempelai girang hati melihat pengantin perempuan."
    
Oleh karena Sion aku tidak akan berdiam diri dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. Maka bangsa-bangsa akan melihat kebaenaranmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri. Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan dan serban kerajaan di tangan Allahmu. Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang berkenan kepada-Ku" dan negerimu "yang bersuami", sebab Tuhan telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami, sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 868
Ref. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya.
Aau Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:4-5.16-17.27.29; Ul: 2)
1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-menurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-menurun."
3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapa-kulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.
 

 
 

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy