| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Sabtu, 12 Juli 2008

Sabtu 12 Juli 2008
  • Bacaan I : Yes 6:1-8
  • Bacaan Injil : Mat 10:24-33
Renungan
Tujuan, sebaik dan seluhur apa pun, tidak pernah bebas hambatan. No pain, no gain. Perjalanan tidak selalu mulus, dukungan pun tidak terus-terusan diperoleh. Dalam hidup ini, tentu ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Ada yang optimis dan ada yang mencibir. Ada yang memberi dorongan, tetapi yang menggembosi juga tidak kurang. Bahkan, bukan mustahil bahwa ada orang yang menantikan kegagalan kita.

Semakin tinggi cita-cita, semakin banyak hambatan dan rintangan; dan syarat-syarat pun makin berbelit. Makin tinggi gunung yang didaki, makin indah pemandangan dan makin besar kepuasan, tetapi angin pun akan lebih kencang dibandingkan dengan di tempat datar saja.

Bukan sesuatu yang langka bahwa pengikut Kristus menghadapi berbagai tantangan, tetapi Dia menjanjikan bahwa bila kita setia, kita akan memperoleh kemenangan. Dia selalu mendampingi kita agar kita tidak jatuh dan terkecoh. Kalau burung pipit saja dijaga Tuhan, apalagi kita. "Sebab itu, janganlah takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit".

Ya Yesus, Engkau senantiasa tegar dalam menghadapi segala kesulitan, bahkan sampai di Golgota. Ajarilah aku untuk tetap tegar dan berjuang seperti Engkau, tidak mundur sebelum bersatu dengan-Mu. Amin

Ziarah Batin 2008, Renungan dan Catatan Harian

Jumat 11 Juli 2008

Jumat 11 Juli 2008
  • Bacaan I : Hos 14:2-10
  • Bacaan Injil : Mat 10:16-23
Renungan

Di mata uang Amerika Serikat tertulis moto, "Kepada Tuhan Allah kita percaya." Rupanya, justru pada saat kita memiliki uang, kita semakin perlu percaya dan pasrah kepada Tuhan. Dia sajalah yang dapat kita andalkan karena Dia selalu setia dan menerima kita dalam kekurangan dan kelebihan kita. Bagi-Nya kita tetap anak kesayangan-Nya, entah kita sukses atau gagal, saat mengalami kesulitan atau kemudahan.

Caleg belum tentu berpegang pada janji kampanyenya. Kepala Daerah pasti didemo bila lupa akan visi-misi yang pernah dipaparkannya. Keluarga retak karena ketidakmampuan memegang teguh janji nikah. Banyak kaum religius dan imam meninggalkan panggilannya. Semua itu terjadi karena kita tidak setia pada pilihan kita.

Hanya Allah yang setia dan satu-satunya Sang Setia. Moto uang Amerika Serikat yang meng­gelitik itu sebenarnya mengingatkan bahwa Allahlah satu-satunya kekuatan, perisai, dan perlindungan kita. Air mata tetap bercucuran, peluh bersimbah, dan mungkin darah juga akan terkucur, tetapi kalau kita setia kepada Allah, hidup kita sungguh bermakna. Memang Yesus sangat benar pada saat Dia berkata, "Berbahagialah yang bertekun sampai akhir."

Ya Tuhan, hanya Engkau yang setia memegang janji dan memeliharaku dalam segala kesulitan. Ajarilah aku untuk setia kepada-Mu sebagaimana Engkau selalu setia kepadaku. Amin.

Ziarah Batin 2008, Renungan dan Catatan Harian

Kamis, 10 Juli 2008

Kamis, 10 Juli 2008
  • Bacaan I : Hos 11:1b.3-4.8c-9
  • Bacaan Injil : Mat 10:7-15
Renungan

Para ahli psikologi semakin yakin bahwa kedewasaan atau kematangan itu pertama-tama adalah kemampuan menata hidup secara seimbang, penuh integritas, dan bermartabat. Namun, sekaligus disadari bahwa manusia membutuhkan keterkaitan dan ketergantungan satu sama lain. Manusia semakin saling membutuhkan karena tak ada seorang pun yang bisa memenuhi segala kebutuhan dan kebahagiaannya sendirian. Pihak lain selalu akan ikut terlibat dan memainkan peranan dalam tiap interaksi. Dengan demikian, perjumpaan kita dengan sesama membawa berkat.

Tuhan Allah tidak pernah menginginkan kita menjadi manusia yang tidak dewasa. Firman dan sapaan-Nya dalam seluruh alam semesta mendorong kita agar semakin matang. Kita juga membutuhkan undangan, tantangan, dan ajakan sesama untuk semakin dewasa.

Sebelum kita mencapai kematangan penuh, kita akan terus mencari dalam kegelisahan. Santo Agustinus dalam Confessiones-nya mengungkapkan itu dengan sangat indah, "Tuhan Allah kami, resah hati kami sebelum beristirahat di dalam Engkau."


Ya Tuhan, kuatkanlah aku untuk tetap berkembang. Janganlah biarkan aku merasa diri mapan dan berpikir telah melaksanakan tugas dan kewajibanku. Ajarilah aku mengerti bahwa setiap hari baru adalah anugerah-Mu kepadaku untuk bertumbuh dan semakin matang. Amin.

Ziarah Batin 2008, Renungan dan Catatan Harian

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy