| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Rabu, 12 Mei 2010 Hari Biasa Pekan VI Paskah

Rabu, 12 Mei 2010
Hari Biasa Pekan VI Paskah

“Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” Kis 17:15.22-18:1; Yoh 16:12-15

Doa Renungan

Ya Bapa, terimakasih atas perlindungan-Mu pada hidup kami. Engkau berusaha menuntun kami dengan segala upaya agar kami selamat dan nanti pada akhirnya dapat berbahagia bersama-Mu. Semoga Engkau terus menjaga tindak tanduk dan setiap keputusan yang kami ambil pada hari ini supaya semakin berkenan kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (17:15.22-8:1)

"Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberikan kepada kamu."

Pada waktu itu terjadilah kerusuhan di kota Berea. Maka Paulus pergi dari sana. Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di kota Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya. Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati." Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu." Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka. Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Surga dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.
Ayat. (Mzm 148:1-2.11-12.13.14)
1. Pujilah Tuhan di surga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
2. Pujilah Tuhan, hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; Pujilah Tuhan, hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
3. Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
4. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel , umat yang dekat pada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:12-15)

"Roh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Saudara-saudari yang dicintai oleh Tuhan,
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Semakin belajar atau semakin banyak yang dipelajari pada umumnya juga semakin banyak yang tidak atau kurang diketahui, itulah hukum bagi siapapun yang terus menerus belajar atau bersikap mental belajar sepanjang hidup/hayat. Maka pada umumnya orang yang belajar terus menerus juga akan rendah hati serta berterima kasih dan bersyukur atas berbagai ilmu, pengetahuan, keterampilan dst…yang telah diterimanya melalui siapapun yang telah berbuat baik kepadanya. Orang yang demikian ini juga sering dimintai tolong orang lain untuk membagikan apa yang dimilikinya, dan karena yang dibagikan adalah ilmu, pengetahuan, keterampilan dst.. maka semakin dibagikan semakin diperkaya lagi. Orang yang bersikap mental belajar senantiasa terbuka terhadap aneka macam kritik, saran, pertanyaan, dst. dan disikapinya sebagai ‘yang akan memimpin ke dalam seluruh kebenaran’ , artinya semua tanggapan menjadi tantangan dan ajakan untuk terus belajar tanpa henti sampai mati. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua; marilah bersikap mental belajar terus menerus sepanjang hidup/hayat, dan kepada anak-anak sedini mungkin dibiasakan sikap mental belajar ini antara lain dengan teladan konkret dari orangtua. Kepada mereka yang sedang bekerja, entah tugas pekerjaan apapun, kami harapkan menghayati sikap mental belajar selama bekerja, maka ketika diberi jenis pekerjaan baru yang belum pernah diketahui atau dijumpai hendaknya diterima dengan rendah hati alias dikerjakan dengan sepenuh hati seraya membuka diri atas bantuan orang lain yang baik hati. Kita semua mendambakan kebenaran dan rasanya kebenaran akan kita peroleh jika kita saling belajar dan mengajar atau terus menerus belajar.

· "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” (Kis 17:32), demikian ejekan seseorang kepada Paulus yang membicarakan perihal kebangkitan orang mati. Orang-orang Atena pada waktu itu memang unggul dalam berfilsafat alias kecerdasan otak namun lemah dalam hal kecerdasan spiritual; mereka tidak percaya akan kebangkitan orang mati, yang memang merupakan misteri, tak terpahami hanya dengan akal atau otak saja. Hanya mereka yang sungguh beriman percaya akan kebangkitan orang mati. Beriman berarti mempercayakan diri pada ‘sesuatu yang tak kelihatan’, termasuk yang akan datang, yang sama sekali belum kita ketahui. Dalam lingkungan hidup yang lebih didominasi oleh semangat materialistis saat ini kiranya sebagai orang yang sungguh beriman juga akan memperoleh ejekan atau cemoohan sebagaimana dihadapi oleh Paulus. Demikian juga orang-orang yang lebih berpikir logis alias mengandalkan otaknya saja pada umumnya juga dengan mudah melecehkan atau merendahkan mereka yang sungguh beriman. Ketika memperoleh ejekan atau cemoohan yang menyakitkan tersebut hendaknya tidak perlu ditanggapi, melainkan diamkan saja serta doakan mereka atau kalau memang tidak kuat sama sekali , tinggalkan saja sebagaimana Paulus juga meninggalkan orang-orang Atena yang tidak menerima pewartaannya. Dengan kata lain suatu saat kita memang harus berani menyadari dan menghayati diri sebagai yang lemah, rapuh dan serba terbatas, lebih-lebih ketika menghadapi masalah, tantangan atau hambatan yang sulit diatasi. Masing-masing dari kita toh tak mungkin mengerjakan atau mengatasi segala sesuatu, apa yang kita kerjakan hanyalah bagian kecil dari keseluruhan, maka baiklah kita tetap rendah hati dalam fungsi, jabatan atau kedudukan apapun.

“Hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda! Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya” (Mzm 148:11-14a)


Ignatius Sumarya, SJ




Bagikan

Selasa, 11 Mei 2010 Hari Biasa Pekan VI Paskah

Selasa, 11 Mei 2010
Hari Biasa Pekan VI Paskah

Bergembiralah karena telah menjadi percaya kepada Allah.

Doa Renungan

Allah Bapa di surga, pada diri Yesus Putra-Mu digambarkan program hidup cinta kasih dan damai. Doa kami hendak mengungkapkan hasrat kami akan dunia yang lebih baik berkat wafat dan kebangkitan Kristus, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (16:22-34)

"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan sisi rumahmu."

22 Ketika Paulus dan Silas ada di Kota Filipi terjadilah yang berikut ini: Orang-orang Filipi bangkit menentang Paulus dan Silas lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 23 Setelah berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 24 Seusai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. 25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, dan orang-orang hukuman lain medengarkan mereka. 26 Dan terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. 28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" 29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" 31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." 32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. 33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. 34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 816
Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.
Ayat. (Mzm 138:1-2ab.2cde-3.7-8, R:8bc)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.
2. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
3. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.”

Bait Pengantar Injil PS 962

Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya

Ayat. Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan, dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:5-11)

"Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu."

5 Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? 6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. 7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. 8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; 10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; 11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Pengalaman manusiawi kita mengatakan bahwa sungguh sangat berat berpisah dengan orang yang begitu dekat dengan kita—pasti ada kesedihan dan penyesalan mendalam. Para murid merasa sedih mendengar ucapan Yesus, ”Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.” Kesedihan para murid dirasakan karena mereka masih menghendaki kehadiran Yesus secara fisik, dalam ruang dan waktu.

Yesus sesungguhnya tidak meninggalkan para murid-Nya bagi yatim piatu. Kini ia hadir secara baru dan menetap melalui Roh-Nya. Roh yang sama memberanikan Paulus dan Silas untuk tidak gentar menghadapi perlawanan para pembesar kota. Penjara, dera, penganiayaan, dan belenggu tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengantar orang-orang pada iman akan Yesus. Karya Roh hadir dalam diri mereka, yang dalam penjara justru menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Kekuatan Roh pun menyebabkan pintu-pintu penjara terbuka dan belenggu-belenggu mereka terurai. Hasil yang nyata adalah pertobatan kepala penjara, yang memberi dirinya bersama keluarganya dibaptis.

Kita bergembira karena kita dipercaya oleh Yesus untuk berkarya sebagai saksi-saksi-Nya. Marilah kita menanggapinya dengan penuh sukacita, sambil memohon kehadiran Roh-Nya yang menetap.

Tuhan Yesus Kristus, utuslah Roh Kudus-Mu untuk hadir secara menetap dalam kehidupan dan karyaku sebagai saksi-saksi-Mu yang sejati, dan antarlah semakin banyak orang untuk percaya kepada-Mu. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian




Bagikan

Senin, 10 Mei 2010 Hari Biasa Pekan VI Paskah

Senin, 10 Mei 2010
Hari Biasa Pekan VI Paskah

“Kamu juga harus bersaksi karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

Doa Renungan

Allah Bapa kami maha pengasih, jadikanlah bumi ini tempat kediaman-Mu, di mana Roh Yesus Putra-Mu mengarahkan kata dan karya kami kepada keadilan, kedamaian, serta kebebasan. Bimbinglah dengan demikian semua orang untuk hidup yang benar. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (16:11-15)

"Tuhan membuka hati Lidia, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."

11 Setelah Paulus mendapat pesan dari Surga supaya menyeberang ke Makedonia, kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; 12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. 13 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. 14 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan kepada umat-Nya
Ayat. (Mzm 149:1b-2.3-4.5-6.9)
1. Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku, sabda Tuhan; tetapi kamu juga harus bersaksi.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:26--16:4a)

"Roh kebenaran bersaksi tentang Yesus."

26 Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." 1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. 2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. 4 Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.


Renungan

Menjalankan suatu tugas membutuhkan semangat atau motivasi yang besar dan benar. Seorang bapak keluarga yang bertanggung jawab akan menjadikan keluarganya—istri dan anak-anak—sebagai motivasi untuk pekerjaannya. Para penanggung jawab negara dalam berbagai jajaran akan menjadikan kesejahteraan rakyat dan kepentingan umum sebagai motivasi pengabdian yang benar. Para pejabat Gereja, biarawan-biarawati, dan petugas-petugas pastoral lainnya akan menjadikan keselamatan rohani sebagai motivasi dasar pelayanan mereka. Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus menjanjikan Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang akan menyertai para murid-Nya untuk menjadi saksi-saksi-Nya di dunia melalui pelayanan dan pemberian diri mereka yang total. Dialah yang akan menjadi motivator mereka, memberi mereka dorongan, serta melengkapi mereka dengan kekuatan dan keberanian, terutama di kala mereka menghadapi tantangan, perlawanan, dan penganiayaan.

Buah-buah Roh dalam pewartaan dan pelayanan—seperti yang dijalankan oleh Paulus—adalah ”Tuhan membuka hati Lidia, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus” dan memberi diri dibaptis bersama seisi rumahnya. Sebagai tanda bahwa ia telah menjadi percaya, Lidia mengundang Paulus dan rekan-rekannya untuk menumpang di rumahnya. Pewartaaan dan pelayanan yang dijalankan dengan motivasi Roh membawa buah-buah iman.

Kita semua diberi perutusan sebagai saksi-saksi Kristus. Apakah kita menjadikan Roh-Nya sebagai motivator tugas dan karya kita sehari-hari? Apakah kita cukup terbuka memberi diri untuk dibimbing oleh Roh-Nya dan merasakan kehadiran Roh yang sama?

Tuhan, sumber perutusan, bukalah senantiasa diriku untuk dipenuhi oleh Roh-Mu yang kudus, agar seluruh hidup dan karyaku berada dalam bimbingan-Nya. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan

Bacaan Harian 10 - 16 Mei 2010

Bacaan Harian 10 - 16 Mei 2010
Rata Penuh
Senin, 10 Mei 2010 Hari Biasa Pekan VI Paskah
Kis. 16:11-15; Mzm. 149:12,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26 16:4a
Sebagai murid Yesus, kita semua diutus untuk mewartakan Kerjaan Allah. Namun, menjalankan tugas itu tidaklah gampang; akan banyak halangan dan hambatan. Terhadap pengalaman itu, kita tak perlu cemas dan kuatir, karena Penghibur, yaitu Roh Kebenaran, akan menolong dan menyertai langkah kita untuk menjadi saksi Kristus.

Selasa, 11 Mei 2010 Hari Biasa Pekan VI Paskah
Kis. 16:22-34; Mzm. 138:12a,2bc-3,7c-8; Yoh. 16:5-11
Kendati Yesus tidak lagi secara fisik berada bersama para murid, Ia mengutus Penghibur yang selalu hadir di tengah-tengah kehidupan para murid. Roh itulah yang akan menuntun pada kebenaran. Adakah kita menyadari kehadiran Roh Kudus itu dan membuka diri terhadap tuntunan-Nya?

Rabu, 12 Mei 2010 Hari Biasa Pekan VI Paskah
Kis. 17:15,22 - 18:1; Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd; Yoh. 16:12-15
Sebagai orang beriman, kita harus menyadari bahwa Roh Kudus yang diutus di tengah kita tidak akan mengajarkan sesuatu yang baru selain dari yang telah diajarkan Yesus. Sebab, Roh Kudus itu akan memberitakan apa yang diterima-Nya dari Yesus. Maka, kalau suatu bisikan yang dirasakan tidak sesuai dengan ajaran Yesus, dapat dipastikan itu bukanlah karya Roh. Karya Roh pasti mendatangkan damai dan sukacita.

Kamis, 13 Mei 2010 HARI RAYA KENAIKAN TUHAN
Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Ef. 1:17-23 atau Ibr. 9:24-28; 10:14-23; Luk. 24:46-53
Sebelum naik ke surga, Yesus meninggalkan perintah kepada para murid untuk meneruskan karya-Nya dalam mewartakan cinta kasih Allah ke seluruh dunia. Untuk itu Ia tentu telah mempersenjatai kita dengan segala talenta dan karunia yang dibutuhkan sebagai saksi-Nya. Gunakanlah senjata itu; jadilah saksi Kristus. Gereja membutuhkan Anda dengan talenta dan karunia yang Anda miliki.

Jumat, 14 Mei 2010 Pesta S. Matias
Kis. 1:15-17,20-26; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6,7-8; Yoh. 15:9-17
Inilah janji Yesus: ”Apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Syaratnya, kita harus pergi dan menghasilkan buah. Ladang terbentang! Yang penting adalah kemauan untuk berbuah. Sebab Yesus berujar: ”Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.”

Sabtu, 15 Mei 2010 Hari Biasa Pekan VI Paskah
Kis. 18:23-28; Mzm. 47:23,8-9,10; Yoh. 16:23b-28
Sambil menantikan Hari Raya Pentakosta beberapa hari lagi, baiklah kita tak kunjung henti untuk terus meminta Roh Kudus. Karena, Roh Kudus itulah yang akan mengajarkan bagimana kita seharusnya berdoa dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan (Roma 8: 26), sehingga semua doa yang kita panjatkan sungguh akan dikabulkan Bapa dalam nama Yesus.

Minggu, 16 Mei 2010 HARI MINGGU PASKAH VII
HARI MINGGU KOMUNIKASI SOSIAL SEDUNIA KE 44
Kis. 7:55-60; Mzm. 97:1,2b,6,7c,9; Why. 22:12-14,16-17,20; Yoh. 17:20-26
Dalam Doa Agung-Nya, Yesus berdoa untuk orang-orang yang percaya kepada-Nya, supaya mereka menjadi satu, ”... sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau”.Yesus sungguh menghendaki kesatuan dalam Gereja-Nya. Yesus tidak menghendaki adanya perpecahan. Marilah kita wujudkan kehendak Yesus itu, dengan usaha nyata untuk terus bersatu dan menghindari segala macam bentuk perpecahan dalam pelayanan di gereja kita.



Bagikan

Minggu, 09 Mei 2010 Hari Minggu Paskah VI

Minggu, 09 Mei 2010
Hari Minggu Paskah VI

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang kuasa dan kekal, Engkau mau tinggal pada kami, bila kami mentaati sabda-Mu. Kini bersabdalah kepada kami, bagaimana kami dapat memasuki damai-Mu bersama Putera-Mu, yang memperkenalkan Dikau sebagai Allah dan Bapa kami. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (15:1-2.22-29)

"Adalah keputusan Roh kudus dan keputusan kami supaya kepadamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu."

Sekali peristiwa beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan PS 822
Ref. Pujilah Allah Alleluya, Alleluya
Ayat: (Mzm 67:2-3.5.6.8; R:4)
1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu diantara segala bangsa.
2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; sekiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Kitab Wahyu (21:10-14.22-23)

"Ia menunjukkan kepadaku kota kudus yang turun dari surga."

Di dalam roh, aku Yohanes, dibawa oleh seorang malaikat ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi. Di sana ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus, yakni Yerusalem, turun dari surga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu. Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 959
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis: Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya. (Yoh 14:23)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (14:23-29)

"Roh Kudus akan menyatakan kepadamu segala sesuatu yang telah Kukatakan kepadamu."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

DENGAN LANGKAH-LANGKAH BATIN

Pada hari Minggu Paskah VI tahun C ini dibacakan Yoh 14:23-29. Petikan ini menutup pesan-pesan Yesus kepada para murid pada penutupan perjamuan malam terakhir. Pembicaraan berikut ini agak lebih "teologis" nadanya daripada ulasan-ulasan sebelumnya. Mohon kesabaran. Memang Injil Yohanes itu Injil yang paling rohani dan baru mulai bisa dinikmati bila kita akrabi dengan menghubungkannya dengan gerak-gerik Yang Ilahi yang kita alami sendiri.

"MENURUTI FIRMANKU"

Kata-kata Yesus yang mengawali petikan hari ini menjawab pertanyaan seorang murid yang hadir dalam perjamuan terakhir, yaitu Yudas yang lain (yang bukan Yudas Iskariot yang baru saja meninggalkan kelompok itu) mengapa Yesus akan menyatakan diri kepada mereka, yakni murid-murid itu, dan bukan kepada dunia (ayat 22). Maksudnya, mengapa ada perbedaan antara murid-murid dan "dunia". Memang dalam Injil Yohanes kata "dunia" menunjuk pada tempat kekuatan-kekuatan yang mau melawan Yang Ilahi. Jawabannya, yakni ayat 23, memuat pemberitahuan bahwa Yesus dan Bapanya akan tinggal bersama dengan orang yang menuruti firman Yesus dan mendapat perkenan Yang Mahakuasa sendiri. Kedua hal ini sebetulnya cara lain untuk mengatakan "mengasihi Yesus". Awal ayat 24 mengatakan hal yang sama tetapi dengan cara menyebut kebalikannya: yang tak mengasihinya ialah orang yang tidak menuruti firmannya. Kemudian ditegaskan pada bagian kedua ayat 24 itu bahwa firman tadi datang dari Bapanya, yakni Yang Mahakuasa yang mengutus Yesus.

Apa yang dimaksud dengan "firman" dalam ayat 23-24 itu? Apakah semua pengajaran yang telah diberikan Yesus kepada para murid? Memang begitulah kesan pertama. Namun bila dipikirkan lebih lanjut, makin terang yang dimaksudkan ialah perintah baru untuk saling mengasihi yang diberikan dalam Yoh 13:34-35 yang dibacakan hari Minggu yang lalu. Seperti diuraikan minggu lalu, inilah ajaran Yesus yang terbesar, ilmu terdalam yang diturunkannya kepada para murid sebelum ia pergi. Dengan demikian maka kata-kata bahwa firman itu berasal dari Bapa sendiri menegaskan bahwa asalnya dari atas sana. Diwariskan untuk menghadirkan Yang Mahakuasa sendiri di tengah para murid. Ini arti penegasan bahwa Yesus dan Bapanya akan tinggal bersama mereka yang menghidupi ajaran tadi.

Oleh karena itu perpisahan antara Yesus dengan murid-muridnya tidak lagi perlu menjadi hal yang menggelisahkan. Bahkan seharusnyalah menjadi alasan bersuka cita (ayat 28). Yesus akan berada dengan Bapanya yang dikatakan "lebih besar daripadanya" (ayat 29), dan kedua-duanya akan ada bersama manusia.

KEHADIRAN PENOLONG - APA ITU?

Kita boleh bertanya bagaimana pikiran-pikiran rohani itu di atas itu berhubungan dengan dunia nyata. Kunci untuk itu diberikan dalam petikan ini dengan bahasa rohani juga. Sang Penolong akan diutus dan kehadirannya akan membuat kata-kata Yesus tadi menjadi hidup. Orang akan teringat akan ajaran, akan "ilmu" yang diturunkan Yesus tadi. Dalam bahasa Yunaninya, yang disebut Penolong itu ialah Parakleetos, arti harfiahnya ialah dia yang dipanggil untuk mendampingi, untuk menolong, untuk menjadi pembela di hadapan dunia. Penolong ini kekuatan yang makin hadir di tengah-tengah kelompok orang yang percaya kepada kabar baik Yesus. Bagaimana persisnya ini terjadi dan dihidupi tidak diceritakan Yohanes lebih lanjut. Lukas-lah yang mengisahkannya dalam seluruh Kisah Para Rasul. Yohanes menghimbau orang-orang agar menyadari kehadiran ilahi yang membuat manusia dapat berjalan terus di dunia yang sarat kekuatan-kekuatan gelap.

Dalam arti itulah Injil Yohanes sebetulnya berbicara mengenai kehidupan sehari-hari. Kehadiran Penolong ada dalam perjalanan kehidupan. Seperti halnya para murid dulu mulai menemukan jalan-jalan baru dalam masyarakat dan hidup mereka, begitu juga kini kita boleh merasa dan percaya disertai Roh Tuhan yang menolong kita, yang selalu bisa dimintai tolong dalam keadaan terjepit, bisa "disambat". Itulah arti Parakleetos - "para", artinya dekat, "kleetos" yang dimintai bantuan dalam keadaan mendesak. Perlu ditambahkan, yang memanggil, yang "nyambat" ialah Yesus, bukan para murid, bukan kita, walau yang dibela ialah para murid. Dan dalam arti ini jelas pula bahwa Penolong itu memperhatikan gerak gerik kita tanpa selalu kita sadari. Dan bila mendapati kita sedang butuh bantuan, ia akan datang sebelum kita sempat memanggilnya - ia sudah "disambat" oleh dia yang perkataannya kita turuti.

Ada satu hal lagi yang penting. Kehadiran Penolong itu ada bersama dengan murid-murid, di tengah-tengah kita. Tidak dikatakan di dalam diri masing-masing mereka meskipun tentunya akibatnya akan demikian. Kehadirannya bukan "monopoli" orang yang lebih murah hati, yang lebih mampu berbuat baik, yang lebih spiritual dari yang lain. Bukan inilah yang hendak dikatakan. Penolong hadir di tengah-tengah umat, ada bersama. Ia menghidupkan sekelompok orang. Dengan menekankan segi ini Yohanes menunjukkan bahwa Roh itu tidaklah dapat disetir oleh ambisi-ambisi perorangan atau dibangga-banggakan sebagai bahan kesaksian sekalipun. Malah bisa dikatakan bila unsur ini tampil, orang boleh mempertanyakan apa di situ betul hadir Penolong yang dijanjikan Yesus tadi. Penolong, sang Parakleetos itu, datang di tengah-tengah himpunan orang-orang yang mau percaya - di tengah-tengah ekklesia - kumpulan orang yang terpanggil bersama itu. Tentang kedatangannya masih akan kita dalami nanti pada hari raya Pentakosta. Kini cukup bila kita pahami bahwa kehadirannya itu pertama-tama kehadiran ditengah-tengah kumpulan orang beriman, bukan terutama di dalam diri masing-masing.

CATATAN MENGENAI Yoh 15-17

Akhir ayat 29 yang dibacakan hari ini menyebutkan "...marilah kita pergi dari sini." Dengan ini dikatakan bahwa pertemuan dalam perjamuan terakhir itu telah selesai. Yesus dan murid-murid memasuki tahapan lain. Namun demikian, setelah menyebutkan akhir perjamuan tadi, Yohanes masih menuliskan tiga bab lagi, yakni Yoh 15, 16 dan 17, sebelum mulai menceritakan penangkapan Yesus dan kisah sengsara. Hingga kini para ahli tafsir belum dapat menerangkan secara memuaskan apakah tiga bab itu termasuk kata-kata dalam perjamuan atau disampaikan dalam kesempatan lain. Akan lebih berguna bila kita memandang ketiga bab itu seperti apa adanya sambil mencari kaitan dengan hal-hal yang telah diutarakan dalam perjamuan terakhir (Yoh 13-14). Akan tampak beberapa pokok yang digarisbawahi dalam Yoh 15-17:

- Yesus itu pokok anggur yang benar (Yoh 15:1-8), artinya orang bisa hidup bersemi bila menjadi ranting-ranting hidup darinya. Bila terpotong darinya maka orang akan binasa. Ini memberi keterangan lebih lanjut apa arti percaya kepadanya yang telah diutarakan dalam Yoh 14:1-14 selama perjamuan.


- Tetap bersama pokok anggur yang benar ini dapat terwujud bila murid-murid saling mengasihi (Yoh 15:9-17), sebuah warisan rohani yang telah diberikannya dalam Yoh 13:34-35 yang telah diulas dalam tulisan sebelum ini. Inilah cara menghadapi kekuatan-kekuatan jahat dari dunia ini. Sekaligus ditegaskan cara terbaik mempersaksikan kebenaran ajaran Yesus (Yoh 15:18-26).


- Betul-betul akan datang Penolong yang menguatkan para murid (Yoh 16:1-15), juga bila orang merasa ditinggalkan sendirian (Yoh 16:16-33), satu pokok yang diutarakan dalam perjamuan terakhir yang dibacakan hari ini.


- Yesus berdoa agar Bapanya tetap melindungi murid-muridnya (Yoh 17). Mereka ini seperti halnya Yesus adalah orang-orang yang diutus mewartakan kehadiran Yang Ilahi di dunia yang dikungkung kekuatan-kekuatan jahat. Ini memberi arah rohani bagi semua pembicaraan dalam perjamuan terakhir.


Makin disimak makin kelihatan betapa besarnya kekayaan rohani yang termuat dalam ketiga bab ini. Dengan demikian Yoh 15-17 itu juga berperan seperti ringkasan Injil Yohanes yang sepatutnya didalami oleh mereka yang mau menyampaikan homili atas dasar Injilnya.


MINUM TEH BERSAMA OOM HANS

GUS: Oom Hans, ada catatan menyangkut uraian di atas?


HANS: [Tersenyum.] You're my interpreter! Good or bad - that's what you're hired for.


GUS: Soalnya sih, Injil Oom itu rasanya makin misterius, makin mistik.


HANS: Itu tuh kan kata orang. Aku hanya cerita pengalaman, mengingat-ingat.


GUS: Kalau kita ngertinya sebagian-sebagian apa ya masih benar?


HANS: [Alisnya tiba-tiba berdiri.] Pilatus-lah yang mempertanyakan apa itu kebenaran di hadapan Sang Kebenaran sendiri (Yoh 18;38a). Bukan aku! Si Pilatus yang ragu-ragu terus itu akhirnya malah memilih perkara yang sebetulnya tidak dimauinya. Aku belajar dari pengalaman. Juga dari Ma Miryam. Pegang yang sudah kau punyai sekarang, ikuti langkah batinmu...!


GUS: Wah, wah, Oom ini makin gnostik nih! [Benar kata Luc: Oom Hans is at it again.]


HANS: Ehm! [Sambil nyruput teh kental panas bergula batu dan memandangi juadah bakar. Lalu menyulut pipa cangklongnya.] By the way, what did that Bishop of Hippo say in one of his sermons about my letter?


GUS: "Dilige et quod vis fac!"


Saya kutip kata-kata "Telateni dan jalankan apa yang kauinginkan!" dari Aurelius Augustinus, In epistolam Ioannis ad Parthos tractatus decem, VII, 8 yang diucapkannya dalam kotbahnya kepada umat di Hippo dan kepada para baptisan baru, pagi hari Sabtu Paskah th. 407. Sering kutipan itu salah kaprah ditampilkan kembali sebagai "Ama et fac quod vis!" Ketika saya sedang coba mengingat-ingat konteksnya, Oom Hans pergi menghilang naik andong gaib. Memang ia kerap pergi datang begitu saja. Boleh jadi hanya bisa diikuti dengan langkah-langkah batin....


Salam hangat,

A. Gianto



Bagikan

Sabtu, 08 Mei 2010 Hari Biasa Pekan V Paskah

Sabtu, 08 Mei 2010
Pw Sp. Maria, Bunda dan Pengantara Segala Rahmat
Hari Biasa Pekan V Paskah

“Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.”

Doa Renungan

Allah Bapa sumber segala kebajikan, kesetiaan diri adalah syarat menjadi murid-Mu. Putra-Mu telah menunjukkan kepada kami arti kesetiaan dalam pengharapan akan sebuah keselamatan. Semoga dengan merenungkan teladan-Mu tentang kesetiaan hari ini, Engkau membuka mata kami untuk senantiasa berharap kepada-Mu saja. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (16:1-10)

"Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami"

Sekali peristiwa Paulus datang ke Derbe dan Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium. Paulus mau, supaya Timotius itu menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia demi orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani. Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman, dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah untuk memberitakan Injil di Asia. Dansetibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengijinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan; ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya katanya, "Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!" Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku
Ayat. (Mzm 100:1-2.3.5, R:3c)
1. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil PS 951
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:18-21)

"Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia."

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia; maka dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan

Yesus berulang kali mengajarkan para murid-Nya untuk mengasihi satu sama lain. Namun, Ia juga mengingatkan mereka bahwa tidak ada jaminan cinta mereka akan dibalas dengan cinta. Sebaliknya, dunia dapat berbalik membenci mereka. Kalau demikian, para murid tidak usah bersedih sebab dunia telah membenci dan menolak Yesus terlebih dahulu. Kalau Yesus pun diperlakukan demikian, maka para murid-Nya tidak usah berharap akan mendapat perlakuan lebih baik. Itulah risiko menjadi murid atau pengikut Yesus, yakni dibenci. Menjadi murid Yesus berarti rela mengambil bagian dalam seluruh kehidupan yang telah dijalani-Nya, termasuk jalan derita-Nya.

Yesus juga mengingatkan para murid-Nya bahwa hal terburuk dalam kehidupan seorang murid—pengikut-Nya—ialah ketika dunia mengasihinya sebagai miliknya. Ketika ia menjadi milik dunia atau ketika hal-hal duniawi seperti kerakusan dan persaingan materialistis, status dan kuasa, kebencian, kemarahan, kejahatan, kekerasan, dan balas dendam menguasainya. Semuanya itu hanya menjadi belenggu-belenggu yang menjerat. Itulah tanda ia tidak dapat mencintai secara bebas dan penuh.

Peringatan Yesus ini mendorong kita untuk tetap setia menjadi milik-Nya, yakni orang-orang yang berpegang pada-Nya, yang mengikat tali kesatuan dan kasih dengan-Nya, serta yang dibimbing oleh Roh-Nya dalam seluruh jalan hidup kita.

Tuhan Yesus Kristus, bimbinglah aku agar selalu setia mengikuti jalan-Mu yang benar, yakni jalan menuju keselamatan abadi. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan

Jumat, 07 Mei 2010 Jumat Pertama Dalam Bulan

Jumat, 07 Mei 2010
Jumat Pertama Dalam Bulan

Akulah roti hidup yang turun dari surga. Barangsiapa makan dari roti ini, akan hidup selama-lamanya. (Yoh 6:51-52)

Doa Untuk Para Imam

Tuhan terkasih, Bapa Pengasih.
Aku berdoa kepada-Mu, lindungilah para imam Gereja-Mu,
sebab mereka itu milik-Mu,
Biarlah hidup mereka terbakar luluh di atas altar-Mu yang suci,
sebab mereka telah disucikan dan menyucikan diri bagiMu saja.
Lindungilah mereka, sebab mereka berada d tengah dunia,
meskipun mereka bukan dari dunia ini.
Masukkanlah mereka dalam lubuk hati-Mu,
bila nikmat duniawi menggoda dan memikat mereka.
Lindungilah dan hiburlah mereka dalam saat sepi,
susah derita dan bila pengorbanan hidupmnya nampak sia-sia.
Ingatlah ya Tuhan, tak seorangpun kecuali Engkau yang menjadi pemiliknya yang sah,
Dan walaupun mereka Kauberi panggilan ilahi,
tetapi tetaplah mereka memiliki hati manusiawi, dengan segala kerapuhannya.
Maka Bapa terkasih, lindungilah mereka bagaikan biji mata-Mu
dan peliharalah mereka bagaikan hosti tanpa noda.
Semoga setiap hari pikiran, dan perbuatannya aman terjaga
dan menjadi teladan indah bagi seluruh umat-Mu.
Tuhan terkasih, sudilah memberkati mereka senantiasa.
Terpujilah Engkau yang telah memanggil dan mengutus mereka,
Terpujilah Engkau yang tetap mendampingi dan memampukan mereka.
Ya hati kudus Imam Agung Yesus, kasihanilah mereka.
Ya Hati tersuci Maria Ratu Para Imam, doakanlah mereka.
Santo Yohanes Maria Vianney, doakanlah mereka. Amin.

Doa Renungan

Allah Bapa mahapengasih, terimakasih atas hidup yang Kauanugerahkan kepada kami, terlebih atas pengakuan terhadap diri kami sebagai sahabat meski kami sering berdosa. Kami mohon ampun atas langkah laku dan tindakan kami yang seringkali tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Hanya dengan melayani sesama, hidup akan bahagia dan menjadi layak untuk Kerajaan Surga. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (15:22-31)

"Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu.

Pada akhir sidang pemuka jemaat di Yerusalem yang membicarakan soal sunat, rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas. Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barnabas, dan Silas. Keduanya adalah orang yang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu, kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tidak mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu, yakni: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari pencabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat." Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 822
Ref. Pujilah Allah Alleluya, Alleluya
Ayat. (Mzm 150)
1. Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat.
2. Pujilah Allah karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat.
3. Pujilah Allah dengan tiupan sangkakala. Pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
4. Pujilah Allah dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
5. Pujilah Allah dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.

Bait Pengantar Injil
PS 959

Ref. Alleluya
Solis: Aku menyebut kamu sahabat, sabda Tuhan, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:12-17)

"Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah orang akan yang lain."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

“Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” (Yoh 15:12-17)

Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Mayoritas waktu dan tenaga kita setiap hari kiranya untuk ‘bepergian’ atau ‘bergerak ke sana-kemari’ entah dalam jarak jauh atau jarak dekat. Untuk apa kita pergi atau bergerak? Kiranya setiap kita pergi atau bergerak memiliki harapan atau dambaan tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari alias menghasilkan buah yang membahagiakan atau menyelamatkan. Kita pergi atau bergerak dapat karena diperintah orang lain atau karena kemauan atau keinginan sendiri. Sebagai murid-murid atau pengikut Yesus dalam setiap bepergian atau bergerak diharapkan menghasilkan buah ‘kasih’ karena kepada kita diberi perintah untuk saling mengasihi seperti Yesus telah mengasihi kita dengan ‘memberikan nyawanya’. Maka marilah kita mawas diri apakah dengan kepergian atau pergerakan kita dimanapun dan kapanpun kita semakin hidup saling mengasihi, semakin banyak kenalan berarti semakin banyak sahabat, semakin bersaudara atau bersahabat dengan siapapun juga. Semakin tambah usia berarti semakin banyak bepergian atau bergerak, maka selayaknya semakin tambah usia atau semakin tua semakin hidup saling mengasihi, semakin mempersembahkan harapan, dambaan atau cita-cita bagi keselamatan atau kesejahteraan umum/bersama. Maka mereka yang merasa lebih tua atau senior kami harapkan dapat menjadi teladan dalam hidup saling mengasihi bagi yang lebih muda atau yunior: orangtua menjadi teladan bagi anak-anaknya, guru/pendidik menjadi teladan bagi para peserta didik, pemimpin menjadi teladan bagi para anggotanya, dst… Kita semua adalah saudara atau sahabat, sama-sama ciptaan Tuhan, sama-sama mendambakan hidup damai dan sejahtera lahir dan batin, maka marilah saling memperdalam hidup saling mengasihi di antara kita tanpa pandang bulu, usia, SARA, pangkat, kedudukan, jabatan, fungsi, dst..

· “Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini” (Kis 15:28), demikian semangat dasar kebijakan para rasul dan penatua dalam menjalankan tugas pengutusan mereka atau menghayati panggilan. Semangat ini hendaknya menjadi pedoman atau acuan kita dalam cara hidup dan cara bertindak kita atau setiap kali bepergian atau bergerak. Secara khusus perkenankan di sini kami mengingatkan para orangtua maupun para pengelola sekolah/ pendidikan (kepala sekolah dan para guru) dalam mendampingi anak-anak atau para peserta didik. Hendaknya kepada anak-anak atau para peserta didik sedini mungkin dibiasakan ‘jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu’ bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi mereka. Dengan kata lain dalam mendidik atau membina anak-anak/peserta didik kami harapkan mengikuti ‘proses’, bukan dengan budaya instant. Memang yang sangat berpengaruh dalam hal pendidikan atau pembinaan hemat saya adalah para penentu atau pengambil kebijakan yang terkait dengan kurikulum atau bahan apa saja yang hendaknya dilatihkan atau dididikkan pada anak-anak. Kami mencerimati para peserta didik pada masa kini terlalu banyak dibebani oleh aneka macam mata pelajaran, sehingga mereka tidak tahu mana yang utama atau pokok dan mana yang tambahan dan sebagai pendukung. Ilmu atau mata pelajaran yang perlu dan berlaku secara universal hemat saya adalah : bahasa, matematika, phisika, biologi (ada aneka macam bahasa, pilihlah yang perlu dan berguna bagi masa depan para peserta didik). Mata pelajaran yang lain hemat saya merupakan tambahan atau pendukung, maka kami berharap di sekolah-sekolah manapun hendaknya unggul dalam hal bahasa, matematika, phisika dan biologi. Ingat dan sadari ketika orang menguasai bahasa (banyak bahasa) maka dengan mudah ia berkomunikasi serta mempelajari aneka ilmu pengetahuan yang telah dibukukan. Kami berharap kepada para orangtua di kota-kota besar juga tidak tergerak untuk memberi aneka macam les kepada anak-anak, sehingga anak-anak tertekan, kurang gembira. Buatlah anak-anak senantiasa bergembira dan ceria dalam belajar.

Jakarta, 07 Mei 2010


Romo Ign Sumarya, SJ



Bagikan

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy