Minggu, 20 Mei 2012 Hari Minggu Paskah VII -- Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-46 -- Novena Roh Kudus hari ketiga

Minggu, 20 Mei 2012
Hari Minggu Paskah VII -- Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-46

*Untuk negara-negara tertentu: Hari Raya Kenaikan Tuhan bacaan dan renungan lihat: Hari Raya Kenaikan Tuhan Kamis, 17 Mei 2012

Novena Roh Kudus hari ketiga


Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Doa Penerangan Roh Kudus PS 147


Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu, dan menyalakan di dalam api cinta-Mu.
P. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah kita berdoa (hening).

Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Antifon Pembuka


Tuhan, dengarkanlah suara seruanku, kasihanilah aku dan kabulkanlah doaku. Seturut sabda-Mu kucari wajah-Mu, ya Tuhan. Jangan wajah-Mu Kausembunyikan dari padaku. Alleluya.


Doa


Allah Bapa kami yang kekal dan kuasa, Engkau mau menjaga dan memelhiara semua orang dalam nama Yesus. Semoga sabda-Nya dapat mencapai kami, agar kami dapat hidup dalam kebebasan putra-putri-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persekutuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Bacaan dari Kisah Para Rasul (1:15-17.20a.20c-26)


"Harus ditambahkan kepada kami satu orang untuk menjadi saksi tentang kebangkitan Tuhan."


Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata, "Hai, Saudara-saudara, haruslah digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias. Dengan demikian Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/2, PS 835

Ref. Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
Ayat. (Mzm 103:1-2.11-12.19-20ab)

1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan kebaikan-Nya!
2. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takut akan Dia. Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran kita dibuang-Nya.
3. Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, agungkanlah Dia, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (4:11-16)


"Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita."

Saudara-saudaraku yang terkasih, Allah begitu mengasihi kita! Maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = g, gregorian, PS 959

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 14:18)
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu, maka bersukalah hatimu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:11b-19)


"Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita."

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, "Ya Bapa, yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran."

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Antifon Komuni (Yoh 17:22)

Aku mohon, ya Bapa, semoga mereka bersatu, sebagaimana Kita pun bersatu. Alleluya.


Renungan

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Sekarang ini, perkembangan alat-alat teknologi semakin canggih. Hampir di setiap rumah ada televisi, radio, tape dan telepon. Dulu kita hanya menonton televisi warna hitam putih. Sekarang semua televisi berwarna-warni sehingga membuat semakin hidup dan menarik. Kita seakan-akan melihat langsung orang atau kejadian yang ada di televisi tersebut. Dulu kalau kita ingin berbicara dengan anggota keluarga yang tinggalnya sangat jauh, harus tulis pakai surat. Sekarang kita bisa bicara dengan anggota keluarga atau teman yang tinggalnya sangat jauh, lewat telepon rumah atau handphone. Bahkan ada handphone, yang fungsinya tidak hanya bisa bicara dengan orang lain, tetapi kita juga bisa melihat wajah dari orang yang sedang berbicara dengan kita. Selain itu, ada juga handphone yang dilengkapi dengan radio, tape dan televisi. Lewat handphone kita bisa mendengar banyak lagu dan musik. Kita pun bisa nonton televisi lewat handphone.

Saudara-saudari terkasih,

Perkembangan alat komunikasi yang kian hebat, membawa pengaruh baik dan tidak baik. Pengaruh baiknya banyak. Pertama kita bisa tahu kejadian di daerah atau negara lain dalam waktu singkat. Kedua, kalau rindu bertemu dengan anggota keluarga atau teman, kita bisa langsung berbicara dengan mereka. Ketiga, kita bisa langsung memberi kabar penting kepada anggota keluarga atau teman. Misalnya berita kematian, kecelakaan atau bencana alam. Sementara pengaruh tidak baiknya juga banyak. Pertama, bisa merusak hubungan kita dengan sesama. Ada anggota keluarga yang bertengkar gara-gara acara ditelevisi. Bapak mau menonton acara berita, ibu ingin menonton sinetron dan anak ingin menonton acara musik atau olah raga. Padahal televisinya hanya satu. Karena handphone,kita juga jarang bicara dengan anggota keluarga. Kedua, merusak hubungan kita dengan Tuhan. Gara-gara menonton televisi, kita lupa dan malas berdoa.

Saudara-saudari terkasih,

Tanpa kita sadari, kehadiran alat-alat komunikasi terutama televisi dan handphone telah menyita dan mengalihkan perhatian manusia. Saat menonton televisi misalnya, semua anggota mengarahkan pandangan kepada layar televisi. Akibatnya anggota keluarga terkadang tidak saling bicara satu sama. Rasa kedekatan batin satu sama lain menjadi kurang. Bahkan waktu untuk berdoa kita abaikan. Kita bisa menonton televisi berjam-jam. Sedangkan waktu untuk berdoa hanya beberapa menit. Karena asyik menonton televisi, orang tua pun mulai jarang menceritakan dongeng sebelum anak mereka tidur. Padahal cerita dongeng sangat penting untuk perkembangan anak. Dongeng mengandung pesan yang secara tidak langsung mendidik anak. Sementara di sisi lain, anak-anak sibuk dengan handphone mereka. Uang untuk beli pulsa membangkak. Kita bisa berkorban apa saja untuk dapat beli pulsa. Tetapi untuk uang kolekte, tidak kita hiraukan. Padahal uang kolekte menjadi bagian dari persembahan syukur kita kepada Tuhan.

Saudara-saudari terkasih,

Peringatan hari komunikasi sedunia, yang setiap tahun dirayakan oleh Gereja Katolik, mengingatkan dan menyadarkan kita akan bahaya dari alat-alat komunikasi. Tentu kita mensyukuri kehadiran alat-alat teknologi yang hebat itu. Namun kita juga harus dapat menahan diri, sehingga kita tidak diperbudak oleh alat-alat komunikasi tersebut. Sebab sebagai umat kristiani, kita bisa kehilangan kepekaan akan kehadiran Tuhan. Kita tentu prihatin jika ada umat yang asyik main handphone di Gereja. Padahal Gereja merupakan tempat kehadiran Tuhan yang harus kita hormati. Jika kita melihat orang main handphone di saat misa, berarti orang itu sudah kecanduan dan terbelenggu oleh alat tersebut. Dan untuk menghadapi bahaya tersebut, Paus Benediktus XVI menekankan pentingnya sikap hening. Sebab kehadiran alat-alat teknologi itu, bisa membuat hidup kita begitu sibuk, sampai kita tidak punya waktu untuk hening. Dalam hening, kita bisa mendengarkan firman Tuhan. Firman Tuhan itu mempunyai kekuatan yang membebaskan kita.

Refleksi:


Apakah kita sudah mempergunakan alat-alat komunikasi dengan baik, ataukah kita justru terbelenggu oleh alat-alat tersebut?

Marilah kita berdoa:


Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas kehadiran alat-alat komunikasi yang semakin canggih. Kami mohon bimbinglah kami agar dapat mempergunakan alat-alat itu dengan baik tanpa terikat. Biarlah Roh Kudus menyadarkan kami bahwa Engkau lebih dari semua yang ada di dunia ini. Doa ini kami persembahkan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup
PS 92

Allah, Penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus telah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga dalam Roh-Nua Ia selalu menyertai kami sampai akhir zaman, seperti dijanjikan-Nya. Sebab Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.


RENUNGAN: Lumen 2000