Minggu, 27 Mei 2012 Hari Raya Pentakosta

Minggu, 27 Mei 2012
Hari Raya Pentakosta

"Pada hari Pentakosta selesailah Paskah Kristus dalam curahan Roh Kudus. Sekarang Ia nyata sebagai Pribadi Ilahi. (Katekismus Gereja Katolik, 731)


Antifon Pembuka (lih. Keb 1:7)

Roh Tuhan memenuhi seluruh dunia. Dialah yang menyatukan segala sesuatu dan memahami setiap tutur bahasa. Alleluya.

Doa

Allah Bapa kami yang mahaagung dan kekal, berkat misteri Pentakosta Engkau menguduskan Gereja-Mu di antara para bangsa dengan segala bahasa. Sebarluaskanlah anugerah Roh Kudus ke seluruh dunia. Ulangilah mukjizat Pentakosta: sentuhlah dengan Roh-Mu hati umat beriman, seperti yang Kaulakukan pada awal pewartaan Injil. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:1-11)

"Mereka dipenuhi Roh Kudus dan mulai berbicara."

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 4/4, PS 828/568
Ref. Utuslah Roh-Mu ya Tuhan dan jadi baru seluruh bumi.

Ayat. (Mzm 104:1.24.29-30.31.34; Ul: 30)

1. Allahku nama-Mu hendak kupuji. Engkau amat agung berdandan sinar kebesaran.
2. Ya Tuhan berselubungkan cahaya. Bagai jubah raja langit Kaupasang bagai kemah.
3. Firman-Mu disampaikan oleh angin. Api yang berkobar tunduk pada-Mu bagai hamba.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (5:16-25)

"Buah-buah Roh."

Saudara-saudara, hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga setiap kali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Tetapi kalau kamu membiarkan diri dipimpin oleh Roh, kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kamu kuperingatkan seperti yang telah kulakukan dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Sebaliknya buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Madah Pentakosta (Sekuensia) PS 569
(Veni Sancte Spiritus)

1. Ya Roh Kudus, datanglah dari surga sinarkan pancaran cahaya-Mu.
2. Suluh hati, datanglah, Bapa kaum yang lemah, pemberi anugerah.
3. Kau penghibur ulungku, 'Kau sahabat jiwaku, penyejukku yang lembut.
4. Kausegarkan yang lelah, Kautenangkan yang resah; Kau melipur yang sendu.
5. O Cahaya yang cerah, datang dan penuhilah hati kaum beriman.
6. Tanpa kekuasaan-Mu, hampa daya umat-Mu; hanya noda adanya.
7. Yang cemar bersihkanlah, yang kersang siramilah, yang terluka pulihkanlah.
8. Yang keras lunakkanlah, yang beku cairkanlah, yang sesat arahkanlah.
9. Limpahilah umat-Mu yang percaya pada-Mu: sapta karunia-Mu.
10. Dan curahilah anugrah: akhir hidup bahagia, sukacita tak henti.

Bait Pengantar Injil, do = bes, gregorian, PS 964
Ref. Alleluya
Ayat. Datanglah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:26-27; 16:12-15)

"Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku, sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Antifon Komuni (lih. Kis 2:4.11)

Mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan memaklumkan karya agung Allah. Alleluya.

Renungan:
http://renunganpagi.blogspot.com/2012/05/hari-raya-pentakostab-minggu-27-mei.html

Hari Raya Pentakosta/B – Minggu, 27 Mei 2012


Hari Raya Pentakosta/B – Minggu, 27 Mei 2012
Kis 2:1-11; Gal 5:16-25; Yoh 15:26-27;16:12-15
Pengantar
Hari ini adalah hari terakhir dari Masa Paskah tahun ini. Kita bersama-sama merayakan Pentakosta (=hari ke-50). Dalam tradisi Perjanjian Lama, Pentakosta dirayakan 7 minggu setelah pesta panen (Im 23:15-21; Ul 16:9-12). Dalam perkembangan, pada “hari ke-50” itu diperingati pula turunnya Taurat kepada Musa. Sejak umat Kristen perdana, “hari ke-50” itu dirayakan 7 minggu setelah Yesus bangkit untuk memperingati turunnya Roh Kudus kepada para murid.
Dengan perayaan Pentakosta, kita diajak mensyukuri anugerah Roh Kudus yang menjadikan panenan rohani semakin melimpah. Roh Kudus itulah yang memberanikan para murid bersaksi tentang Tuhan kita Yesus Kristus sehingga semakin banyak orang percaya kepada-Nya dan diselamatkan. Kita juga diajak untuk mengalami hidup dalam Roh (tema Novena pra-KEK II hari ke-6) sehingga kita pun berani untuk bersaksi.

Homili
Hari Raya Pentakosta mengakhiri masa Paskah. Besok pagi, kita akan melanjutkan masa biasa VIII, Tahun Liturgi B. Meskipun demikian, gema paskah hendaknya tidak pernah berakhir. Paskah berarti anugerah hidup baru “Seperti Kristus telah dibangkitkan … demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Rm 6:4; bacaan epistula Malam Paskah). Setiap saat, hendaknya kita senantiasa memperbarui diri dan membiarkan diri diperbarui terus-menerus untuk menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kepada kita diberikan anugerah Roh Kudus, Roh Pembaharu.
Dalam bacaan pertama, Roh Kudus digambarkan turun dalam rupa tiupan angin keras dan lidah-lidah api (Kis 2:2-3). Lambang-lambang ini menegaskan bahwa Roh Kudus menerpa dan mengobarkan hati para murid yang sedang kecewa, kecil hati, dan takut menjadi berani, bersemangat dan siap diutus dengan gembira. Mereka mengalami buah-buah roh yang memperbarui kehidupan sebagaimana dinyatakan dalam bacaan kedua: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri (Gal 5:22-23).
Dalam bacaan Injil, Roh Kudus dinyatakan sebagai Roh Kebenaran. Sebab, Roh Kudus inilah yang memberi kebijaksanaan dan membuat hati serta budi menjadi bening sehingga menuntun para murid di jalan yang benar. Selain itu, Roh Kudus juga memimpin mereka kepada kebenaran. Apa atau siapa kebenaran itu? Tidak lain adalah Yesus sendiri karena Dia adalah “jalan, kebenaran dan kehidupan” (Yoh 14:6). Dengan bekal anugerah Roh Kudus itulah, para rasul dibimbing dan disertai oleh Tuhan untuk memberi kesaksian iman sampai ke seluruh penjuru dunia sehingga banyak orang percaya kepada Kristus, mengikuti-Nya, dan diselamatkan.
Anugerah Roh Kudus tidak pernah habis dan tidak hanya diberikan kepada para rasul. Kepada kita pun, Roh Kudus juga senantiasa dicurahkan. Saat menerima sakramen baptis, kita menerima Roh Kudus yang menyatukan kita sebagai warga Gereja. Dengan sakramen krisma, anugerah Roh Kudus semakin disempurnakan dan kita diutus untuk bersaksi. Dalam setiap sakramen yang lain pun kita menerima anugerah Roh Kudus. Bahkan, setiap saat, kalau kita selalu terbuka pada Tuhan, Roh Kudus juga senantiasa dianugerahkan kepada kita untuk membimbing kita.
Kalau kita mencermati bacaan-bacaan hari ini, ada beberapa tanda bagi orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus.  
  • Pertama, mempunyai semangat hidup yang berkobar dan menyala-nyala sebagaimana Roh Kudus dilambangkan dengan tiupan angin keras dan lidah-lidah api (Kis 2:2-3).  
  • Kedua, berkata-kata secara cermat dan tepat sehingga mudah dimengerti oleh orang lain (bdk. Kis 2:4.6.11). Apa yang dikatakan bukan kesombongan yang mengagungkan diri sendiri tetapi perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah (Kis 2:11).  
  • Ketiga, hidupnya selalu diwarnai kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan dan penguasaan diri (Gal 5:22-23).
  • Keempat, mencintai kebenaran dan berani bersaksi tentang kebenaran (Yoh 16:13). Selalu mempunyai kebeningan hati dan budi sehingga bertindak dengan bijaksana dan berjalan di jalan yang benar.  
  • Kelima, mempunyai iman yang mendalam dan tangguh. Sebab, Roh Kudus memimpin kita semakin mengenal dan mengimani Kristus. Ia membimbing kita untuk mendengarkan sabda Tuhan, untuk memuliakan Allah dan untuk mewartakan iman kita (bdk. Yoh 16:14).
Marilah pada hari yang istimewa ini, kita membuka diri selebar-lebarnya untuk menerima anugerah Roh Kudus dan membiarkan diri dibimbing oleh-Nya. Dengan demikian, kendati masa Paskah telah berakhir dan kita akan kembali memasuki masa biasa, hidup kita tidak pernah biasa-biasa saja. Dengan bimbingan Roh Kudus, kita selalu berkobar untuk mencintai kebenaran dan semakin memperdalam iman, memperkokoh pengharapan, dan mewujudnyatakan kasih dalam hidup kita sehari-hari.
Rm. Ag. Agus Widodo, Pr

Sabtu Sore, 26 Mei 2012 Vigili Pentakosta

Sabtu Sore, 26 Mei 2012
Vigili Pentakosta
(Sore Menjelang Hari Raya Pentakosta)

"Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman Tuhan." (Yeh 37:14)

Antifon Pembuka (lih. Rm 5:5, 8:11)

Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. Alleluya.

Doa


Allah Bapa kami yang mahakuasa, kami telah dilahirkan kembali berkat rahmat-Mu. Kami mohon kepada-Mu, semoga Roh Kudus menerangi kami dengan cahaya-Mu yang cemerlang dan meneguhkan dengan bimbingan-Nya.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
atau Kel 19:3-8a.16-20b atau Yeh 37:1-14 atau Yl 2:28-32
Bacaan dari Kitab Kejadian (11:1-9)


"Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan bahasa mereka."

Pada zaman dahulu, seluruh bumi satu bahasanya dan sama logatnya. Pada suatu hari mereka berangkat ke arah timur dan menemukan tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. Mereka berkata satu sama lain, "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Batu bata itu mereka pakai sebagai batu bangunan, dan aspal sebagai perekatnya. Mereka berkata, "Marilah kita dirikan sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan sampai terserak ke seluruh bumi." Lalu turunlah Tuhan untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu. Maka Tuhan bersabda, "Mereka ini satu bangsa dan satu pula bahasa mereka semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka. Mulai dari sekarang apa pun yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacau-balaukan bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." Demikianlah mereka diserakkan oleh Tuhan dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah bahasa seluruh bumi dikacau-balaukan Tuhan, dan dari situlah mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = as, 4/4, PS 826
Ref. Curahkan rahmat dalam hatiku, ciptakan hati dan semangat baru.
Ayat. (Mzm 104:1-2a.24.25c.27-28.29bc-30; R: 30)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sungguh besar! Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
2. Apabila Engkau mengambil roh mereka, matilah mereka dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim roh-Mu mereka pun tercipta kembali dan Engkau membaharui muka bumi.
3. Biarlah kemuliaan Tuhan untuk selama-lamanya, biarlah Tuhan bersukacita atas semua yang diciptakan-Nya. Biarlah renunganku berkenan kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena Tuhan.

Bacaan Kedua
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (8:22-27)

"Roh berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan."

Saudara-saudara, kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = as, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. 2/4
Datanglah hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman, dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (7:37-39)

"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!"

Pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan Pondok Daun, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Antifon Komuni (lih. Yoh 7:37)

Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Alleluya.

Renungan

Pesan St Paulus dalam Rm 8:22-27, kiranya baik kita renungkan atau refleksikan dalam hidup kita masing-masing. Pada dasarnya kita adalah orang yang lemah dan rapuh dan bahwa kita dapat berdoa dengan baik, bergaul dengan akrab penuh kasih, bekerja dengan tekun, setia dan berhasil, memiliki aneka keterampilan, kecakapan, kecerdasan, kekayaan dst.. marilah semuanya itu kita hayati sebagai karya Roh, kasih karunia Allah secara cuma-cuma. Karena semuanya adalah anugerah Allah ('everything is given'). Kita diciptakan, dilahirkan, dibina, dididik, dibesarkan, dicintai, diperhatikan dst. Hidup, kesehatan, keterampilan/kepandaian/kecerdasan, persahabatan, suami/isteri, anak, pekerjaan/jabatan/ kedudukan/fungsi dst.. adalah anugerah Allah, di anugerahi oleh Allah melalui sesama kita yang baik (ingat pekerjaan/kedudukan/fungsi juga diberikan kepada kita, bukan usaha kita). Maka layak dan sepantasnya jika semuanya itu kita terima dan hayati, fungsikan bersama dengan Allah atau dengan bantuan Roh-Nya. Dengan kata lain segala wacana dan perilaku atau cara bertindak kita di jiwai atau di hidupi oleh Roh alias suatu bentuk 'ibadat' atau 'berdoa' (berkomunikasi dengan Tuhan). Maka hidup kita senantiasa dijiwai dan diwarnai oleh rasa syukur dan terima kasih. Rasa syukur dan terima kasih tersebut tidak hanya berhenti di mulut atau di hati, batin atau pikiran saja, melainkan hendaknya menjadi nyata dalam langkah, cara bertindak atau cara hidup antara lain dengan murah hati dan rela untuk memberi kepada sesama atau yang lain, termasuk memberi dari kelemahan dan kekurangan kita. Ingat bahwa memberi dari kelebihan berarti membuang sampah dan menjadikan yang lain tempat sampah, suatu tindakan pelecehan terhadap yang lain/sesama. Cara kita memberi pun juga tidak perlu dengan berkoar-koar, minta diumumkan agar semua orang tahu, melainkan cukup dengan diam-diam yang penting orang lain/sesama terbantu dan selamat, "dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan".

Hidup beriman atau percaya kepada Yesus Kristus berarti hidup dari dan oleh Roh dan kita tidak dapat hanya mengandalkan kekuatan, kecakapan, keterampilan atau kecerdasan diri kita yang sangat terbatas. Roh dianugerahkan kepada semua orang beriman atau yang berkehendak baik, maka kesaksian Paulus di atas kiranya dapat kita hayati dengan menerima bantuan sesama atau orang lain yang beriman dan berkehendak baik. Rasanya dalam kebersamaan hidup kita ini orang beriman dan berkehendak baik lebih banyak daripada yang kurang beriman dan berkehendak jahat. Karena kita hidup dari dan oleh Roh, maka marilah kita senantiasa dalam terang Roh melihat dan menyikapi cara hidup dan cara bertindak sesama kita; dalam terang Roh kita pasti akan lebih melihat dan menemukan kebaikan dan keutamaan daripada kejahatan dan kebejatan sesama dan saudara kita alias kita senantiasa berpikir positif terhadap saudara dan sesama kita dimanapun dan kapanpun.

“Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 7:37), demikian sabda Yesus, yang hendaknya kita renungkan dan hayati. Kenyang dan nikmat dalam Tuhan, itulah yang kiranya kita usahakan bersama-sama sebagai umat beriman. Memang rasanya tak mungkin bagi kita semua untuk tanpa makan dan tanpa minum berhari-hari, maka marilah kita untuk menghayati sabda Yesus di atas dengan senantiasa hidup dan bertindak dalam Tuhan. Jika kita senantiasa hidup dan bertindak dalam Tuhan, maka apapun yang harus kita lakukan, apa yang harus kita makan dan minum, akan enak dan nikmat adanya. Dalam hal makan dan minum, misalnya, hendaknya makan dan minum dalam dan dengan iman, sehingga dalam hal makan dan minum berpedoman pada sehat dan tidak sehat, bukan enak/nikmat dan tidak enak/nikmat. Apa yang enak dan nikmat pada umumnya kurang atau tidak sehat, tidak menjamin kesehatan dan kehandalan tubuh, sehingga orang yang bersangkutan mudah jatuh sakit, tidak memiliki daya tahun tubuh yang handal dalam menghadapi dan mengerjakan aneka tugas dan pekerjaan berat.

Sabtu, 26 Mei 2012 Peringatan Wajib St. Filipus Neri, Imam --- Novena Roh Kudus hari ke-sembilan

Sabtu, 26 Mei 2012
Peringatan Wajib St. Filipus Neri, Imam --- Novena Roh Kudus hari ke- sembilan

“Bersukacitalah senantiasa, karena sukacita adalah jalan untuk berkembang dalam kebajikan” (St. Filipus Neri)


Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Doa Penerangan Roh Kudus PS 94

Allah Bapa yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu karena Roh Kudus yang telah Kaucurahkan ke dalam hati kami. Kehadiran-Nya dalam hati kami telah membuat kami menjadi bait kehadiran-Mu sendiri, dan bersama Dia pula kami telah Kaulahirkan kembali menjadi anak-anak-Mu.

Dialah penghibur dan penolong yang Kauutus dalam nama Kristus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Semoga Dia mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami akan firman yang telah dikatakan oleh Yesus, agar kami selalu dituntun oleh firman-Nya.

Melalui Roh Kudus-Mu ini sudilah Engkau membimbing Gereja-Mu, para pemimpin dan pembantu-pembantunya, dan berilah mereka kebijaksanaan yang sejati. Semoga karena bimbingan-Nya kami semua boleh menikmati buah-buah Roh: kasih, suka-cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebajikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Melalui Roh Kudus-Mu pula sudilah Engkau membimbing umat-Mu untuk peka dan setia kepada kehendak-Mu, untuk tetap tabah dalam penderitaan, berani menjadi saksi Putra-Mu, berani menjadi pelayan sesama, dan menjadi terang serta garam dunia.

Semoga Roh Kudus selalu memimpin kami dengan lembut dan ramah, menuntun kami dengan cermat dan teguh; semoga Ia menjadi daya ilahi di dalam kehidupan beriman dan bermasyarakat, dan menghantar kami masuk ke dalam kemuliaan surgawi untuk berbahagia abadi bersama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Antifon Pembuka (lih. Luk 4:18)

Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur yang remuk redam.


Doa Pagi

Allah Bapa kami yang mahabaik, semoga anugerah yang kami terima, bermanfaat bagi hidup kami. Utuslah kiranya kepada kami Roh Kudus, yang dahulu Kaucurahkan kepada para rasul dan jagalah agar api cinta kasih-Nya tetap menyala dalam hati kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Paulus naik banding atas tuduhan yang diberikan padanya. Ia tak bermaksud untuk menuntut atau mengadukan bangsanya yang menjerumuskan dia, tapi untuk mencari kebenaran. Ia memperjuangkan mana yang benar dan harus diwartakan.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (28:16-20.30-31)

"Paulus tinggal di Roma memberitakan Kerajaan Allah."

Setelah tiba di Roma, Paulus yang dalam tahanan diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya. Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi, dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata, “Saudara-saudara, aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat-istiadat nenek moyang kita! Meskipun demikian aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahan pun padaku yang setimpal dengan hukuman mati. Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya, dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. Itulah sebabnya aku meminta, supaya boleh bertemu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini.” Dua tahun penuh Paulus tinggal di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang tulus akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan
Ayat. (Mzm 11:4.5.7)

1. Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan, takhta-Nya di surga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.
2. Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Sebab Tuhan adalah adil, dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Aku akan mengutus Roh Kebenaran kepadamu, sabda Tuhan. Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

Yohanes adalah murid yang paling dikasihi Yesus, karena ia selalu berada dekat Yesus. Oleh karena kedekatan itu pulalah, Yohanes berhasil memberi kesaksian dalam Injilnya mengenai hal-hal terdalam dari pribadi Yesus. Kalau kita hendak mengenal rahasia ilahi dan menjadi murid yang dikasihi-Nya, kita pun mesti berada dekat Yesus.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (21:20-25)


"Dialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini, dan kesaksiannya itu benar."

Setelah Yesus yang bangkit berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku,” Petrus berpaling dan melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus; dia inilah yang berkata, “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau, ikutlah Aku.” Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan, “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, dan yang telah banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Yohanes berbicara tentang dirinya sebagai murid yang dikasihi Yesus. Kesaksian dan imannya tentang Yesus menjadi dasar iman umat. Kata-katanya tentang firman kehidupan mendatangkan hidup bagi orang yang percaya. Kesaksiannya sungguh benar, dapat dipercaya. Bagaimana sikap kita? Apakah kita percaya akan kesaksian murid tersebut?


Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93


Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.


Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.


Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.


Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.


Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.


Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.


Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.


Bapa Kami


Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.


Doa Penutup


Allah yang mahakuasa, kebangkitan Putra-Mu telah menumbuhkan hidup baru dalam diri kami. Semoga karena bantuan Roh-Mu kami dapat mewujudkan rahmat kebangkitan dalam hidup kami sehari-hari. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.


Doa Malam


Ya Yesus, Engkau memanggil aku untuk mengikuti jejak-Mu sekalipun tidak mudah bagiku karena banyaknya godaan dan tantangan. Dalam kuasa Roh Kudus, singkirkanlah semua rintangan itu dan perkenankan aku menikmati malam Pentakosta baru dalam hidupku. Amin.


RUAH