| Halaman Depan | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Jumat, 09 November 2012 Pesta Pemberkatan Basilik Lateran

Jumat, 09 November 2012
Pesta Pemberkatan Basilik Lateran

Tuhan memberi kepada para Rasul kuasa-Nya sendiri untuk mengampuni dosa, Ia juga memberi kepada mereka otoritas untuk mendamaikan para pendosa dengan Gereja. Aspek gerejani dari tugas ini terutama kelihatan dalam perkataan meriah Kristus kepada Simon Petrus: "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan surga; apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga" (Mat 16:19). Jelaslah, bahwa "tugas mengikat dan melepaskan, yang diserahkan kepada Petrus, ternyata diberikan juga kepada Dewan para Rasul dalam persekutuan dengan kepalanya Bdk. Mat 18:18; 28:16-20." (LG 22).

Anifon Pembuka 

Aku melihat kota yang suci, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dari Allah, berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. (Why 21:2)

atau

Lihatlah, kemah Allah di antara manusia! Dia akan berdiam bersama mereka, dan mereka akan menjadi umat-Nya dan Allah-bersama-mereka ini akan menjadi Allah mereka. (bdk. Why 21:3)

Pengantar

Hari ini dirayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilik di Lateran, Roma. Gedung gereja ini dipersembahkan kepada Santo Yohanes Pembaptis dan Santo Yohanes Penginjil, dan menjadi gereja Katedral Paus sebagai Uskup Roma. Gedung ini didirikan pada masa kaisar Konstantin dan diberkati oleh Paus Silvester pada tahun 324. Pesta ini dirayakan di seluruh Gereja Katolik sebagai tanda hormat dan sebagai tanda persatuan dengan Takhta Santo Petrus. Gereja ini adalah "Induk dan Kepala semua gereja di Roma dan di seluruh dunia" (omnium urbis et orbis ecclesiarum mater et caput). Di dalam basilika sendiri dapat dirayakan misa dengan rumus umum pemberkatan Gereja.

Doa Pagi

Ya Allah, dari batu-batu hidup dan terpilih Engkau telah menyiapkan tempat tinggal yang kekal bagi keagungan-Mu. Lipatgandakanlah di dalam Gereja-Mu anugerah Roh yang telah Engkau berikan, agar umat yang setia kepada-Mu senantiasa bertambah. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Utusan surgawi menerangkan bahwa air kehidupan dari sungai yang mengalir dari takhta Allah akan membuat tawar air Laut Mati yang asin. Tempat-tempat yang kering menjadi subur dengan pepohonan yang buahnya bagus untuk makanan dan daunnya menyembuhkan penyakit.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (47:1-2.8-9.12)

"Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup."

Sekali peristiwa aku dibawa malaikat Tuhan ke gerbang Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu, mengalir menuju timur, sebab Bait Suci itu juga menghadap ke timur. Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah selatan mezbah. Lalu malaikat itu menuntun aku keluar melalui pintu gerbang utara, dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur. Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Lalu malaikat itu berkata kepadaku, "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin; maka air laut yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar. Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak pernah layu, dan buahnya tidak habis-habis. Tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

atau

Paulus menekankan kesatuan dan kerjasama yang merupakan ciri dari tugas dan tujuan umum para pelayan Tuhan. Orang-orang Korintus melawan rencana Allah bila mereka memperlawankan pelayan yang satu dengan yang lain, karena para pelayan bekerja untuk tujuan yang sama.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 3:9b-11,6-17)

"Kamu adalah tempat kediaman Allah."

Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 847
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 46:2-3.5-6.8-9; R: 5)
1. Allah itu tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.
2. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, di sukakan oleh aliran-aliran sungai . Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
3. Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan. Yang mengadakan permusuhan di bumi.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (2Taw 7:16, 2/4)
Tempat ini telah Kupilih dan Kukuduskan. Supaya nama-Ku tinggal di sana sepanjang masa.

Bait Allah dihancurkan tahun 70 M oleh pasukan Titus dari Roma. Tempat ini adalah pusat ibadat dan kurban, tempat kehadiran Allah dan lambang yang terlihat dari kesetiaan-Nya, yang akan digantikan oleh tubuh Kristus yang bangkit.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (2:13-22)

"Bait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri."

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku. Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Gereja Katolik mempunyai 2 arti: gereja dalam bentuk fisik bangunan dan Gereja sebagai kawanan umat Allah. Gereja fisik bangunan bisa dibakar dan dihancurkan manusia. Namun, Gereja sebagai kawanan umat Allah tidak bisa dihancurkan manusia. Kebangkitan Yesus dari antara orang mati telah melahirkan Gereja yang terus hidup dan berkembang sampai sekarang. Apakah Anda termasuk umat yang ikut mengembangkan Gereja? Atau justru sebaliknya?

Doa Malam

Allah Bapa yang mahakudus, Engkau telah menganugerahkan diri-Mu seutuhnya dan menghidupi kami dengan tubuh serta darah Putra-Mu. Kami mohon, jiwailah kami dengan semangat yang menjiwai para rasul, agar kami benar-benar melanjutkan karya cinta kasih Putra-Mu Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

RUAH

Kamis, 08 November 2012 Hari Biasa Pekan XXXI

Kamis, 08 November 2012
Hari Biasa Pekan XXXI

Kamu diserahi harta yang tak dapat binasa, dan Tuhan akan minta pertanggungjawaban darimu pada waktu kedatangan-Nya. --- St. Sirilus dari Yerusalem.

Antifon Pembuka (105:4-5)

Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya. Mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.

Doa Pagi

Tuhan Yesus, Engkau tidak pernah berhenti mengasihi dan mengampuni aku orang yang berdosa ini. Dampingi aku agar semakin peka atas rencana dan kehendak-Mu bagi hidupku. Amin.

Orang-orang Filipi adalah bangsa yang sudah dipilih, sunat rohani karena mereka menyembah dalam Roh Allah dan bangga terhadap Kristus Yesus. Umat Kristiani zaman ini pun mesti memiliki kesadaran yang demikian.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (3:3-8a)

"Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus."

Saudara-saudara, kitalah orang-orang bersunat, yaitu kita yang beribadat oleh Roh Allah, yang bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh kepercayaan padahal-hal lahiriah. Meskipun demikian sebenarnya aku mempunyai alasan untuk menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah. Kalau orang lain menyangka dapat mengandalkan hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: aku disunat pada hari kedelapan, aku seorang Israel, dari suku Benyamin, aku seorang Ibrani asli; mengenai pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, mengenai kegiatanku dalamagama Yahudi aku penganiaya jemaat; mengenai kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena aku telah berkenalan dengan Kristus Yesus, Tuhanku, sebab hal itu lebih mulia dari segala-galanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.
Ayat. (Mzm 105:2-3.4-5.6-7)
1. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
2. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-nya.
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.

Kegembiraan dan Kerajaan Allah muncul melampaui perhitungan biasa atau bahkan perhitungan bisnis. Apa yang hilang, ditemukan. Ini seperti hidup baru, suatu kebangkitan, maka perlu dan bahkan harus dirayakan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (15:1-10)

"Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat."

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, "Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka." Maka Yesus menyampaikan perumpamaan berikut kepada mereka, "Siapakah di antaramu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang 99 ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya diatas bahu dengan gembira. Setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, 'Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.' Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau wanita manakah yang mempunyai sepuluh dirham, lalu kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, 'Bersukacitalah bersama aku, sebab dirhamku yang hilang telah kutemukan.' Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Tiap hari kita merasakan kasih karunia Tuhan. Karunia Tuhan ini tentu sangat membahagiakan kita. Tuhan ingin agar rasa bahagia itu tidak kita nikmati sendiri. Kita dipanggil untuk membagikan rasa sukacita kepada sesama. Mereka juga punya hak yang sama untuk menikmati kebahagiaan. Jadi, mengapa kita masih egois, pelit, kikir dan tidak mau berbagi dengan sesama? Mari kita saling memberi dan berbagi, niscaya hidup kita akan semakin bahagia.

Doa Malam

Tuhan, jangan biarkan aku tersesat di saat aku tergoda untuk mengejar keinginan-keinginan dunia yang tidak pernah terpuaskan. Tariklah aku dari ikatan dosa yang membelengguku demi kasih-Mu kepadaku. Amin.

Refleksi:

Masih ada banyak domba yang hilang. Mereka perlu dicari dan diselamatkan. Pembinaan para calon imam adalah penting, bukan hanya agar kelak mereka bisa menggembalakan umat namun juga berperan seperti Yesus, mencari domba-domba yang hilang.

RUAH

Rabu, 07 November 2012 Hari Biasa Pekan XXXI

Rabu, 07 November 2012
Hari Biasa Pekan XXXI

"Lihatlah, betapa besar kebaikan Tuhan; Ia tidak mengabaikan pengabdian yang dilakukan umat-Nya bertahun-tahun, tetapi yang mereka capai dengan usaha bertahun-tahun." --- St Sirilus dari Yerusalem.

Antifon Pembuka (Mzm 27:1)

Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?

Doa Pagi


Tuhan, Engkau menghendaki agar aku mengusahakan keselamatan jiwaku. Dengan bimbingan Roh Kudus-Mu aku hendak melakukan tugas-tugasku dengan ketulusan hati. Maka, tambahkanlah semangatku. Amin.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:12-18)

     
"Kerjakanlah keselamatanmu, Allahlah yang mengerjakan dalam dirimu, baik kemauan maupun pelaksanaan."
 
Saudara-saudara kekasih, kalian senantiasa taat. Karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi lebih-lebih sekarang waktu aku tidak hadir. Sebab Allahlah yang mengerjakan dalam dirimu baik kemauan maupun pelaksanaan menurut kerelaan-Nya. Lakukanlah segala sesuatu tanpa bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kalian tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini. Maka kalian akan bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada sabda kehidupan. Dengan demikian aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa tidak sia-sialah aku berlomba dan berjerih payah. Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada kurban dan ibadat imanmu, aku bergembira dan bersukacita bersama kalian. Dan kalian pun hendaknya bergembira dan bersukacita bersama aku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.
Ayat.
(Mzm 27:1.4.13-14)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Berbahagialah kalian, bila dinista karena nama Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:25-33)
 
  
"Yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi milik-Ku."

Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Yesus berkata kepada mereka, "Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antaramu, yang mau membangun sebuah menara, tidak duduk membuat anggaran belanja dahulu, apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Jangan-jangan sesudah meletakkan dasar ia tidak dapat menyelesaikannya. Lalu semua orang yang melihat itu akan mengejek dengan berkata, 'Orang itu mulai membangun, tetapi tidak dapat menyelesaikan.' Atau raja manakah yang hendak berperang melawan raja lain, tidak duduk mempertimbangkan dulu apakah dengan sepuluh ribu orang ia dapat melawan musuh yang datang menyerang dengan dua puluh ribu orang? Jika tidak dapat, iaakan mengirim utusan selama musuh masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikianlah setiap orang di antaramu yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakan-Nya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Lk 14:26)
Yesus mengajarkan dan melakukan kasih

Kalau kita membaca dari seluruh pengajaran Kristus, maka kita dapat menyimpulkan bahwa Yesus mengajarkan hukum kasih. Dan bahkan Dia mempertegas bahwa dua hukum terutama adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, seperti yang dikatakan-Nya:

Mt 22:36-39 “36 Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” 37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Dan kemudian Yesus sendiri telah membuktikan bahwa Dia rela menderita, disiksa, dibunuh di kayu salib demi kasih-Nya kepada Bapa dan kasih-Nya kepada umat manusia. Salib adalah bukti kesempurnaan manifestasi dua perintah kasih ini. Dengan demikian, Yesus yang mengajarkan kasih dan telah menunjukkan kasih ini secara sempurna di kayu salib, tidak mungkin mengajarkan hal yang bertentangan dengan kasih, seperti membenci orang tua dan sesama. (lih. Mt 19:19)

Bagaimana kita mengartikan Lk 14:26?


1. Kasih kepada Allah lebih utama daripada kasih kepada sesama


Pertama kita harus menyadari bahwa Yesus ingin mengajarkan bahwa kita harus mengasihi Yesus – yang adalah Tuhan – lebih utama daripada kita mengasihi sesama. Inilah sebabnya dalam kasih yang bersifat adi-kodrati (
supernatural), maka kita harus mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama atas dasar kasih kita kepada Tuhan. Jadi, kita melihat keutamaan kasih kepada Tuhan, yang membantu kita untuk dapat mengasihi sesama dengan lebih baik. Kita juga dapat melihat dalam sepuluh perintah Allah dituliskan dalam dua loh batu, di mana batu pertama adalah perintah untuk mengasihi Tuhan (perintah 1-3) dan batu kedua adalah perintah untuk mengasihi sesama (perintah 4-10).
 
Kita juga harus menyadari bahwa kasih yang bersifat adi-kodrati, seperti yang dicontohkan dalam kehidupan para kudus, hanya mungkin dilakukan secara terus-menerus karena dorongan rahmat Allah. Tanpa rahmat Allah, maka akan sangat sulit untuk melakukan apa yang dilakukan oleh Bunda Teresa, yaitu membaktikan hidupnya demi orang-orang yang termiskin dan tertindas sepanjang hidupnya.

2. Membenci berarti mengasihi dengan kadar yang berbeda


Membenci [
miseĆ­, pres. act. indic. 3d person sing.] dalam hal ini berarti mengasihi dengan kadar yang kurang (to love less). Jadi ayat tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia mengasihi bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan lebih besar dari kasihnya kepada-Ku, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Inilah sebabnya, ayat ini dapat menjadi bukti dari ke-Allahan Yesus, karena kalau Yesus hanya manusia biasa, mengapa dia menyuruh semua orang untuk lebih mengasihi Yesus daripada mengasihi orang tua? Ini hanya menjadi masuk akal, kalau Yesus adalah Tuhan. Dengan demikian, benarlah bahwa kasih kita kepada Allah harus lebih besar daripada kasih kita kepada sesama, termasuk kepada orang tua dan saudara-saudari kita sendiri. Ini juga dipertegas di Mt 10:37 yang mengatakan “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Ayat-ayat yang saya kutip sebelumnya dapat membantu kita:

Mat 22:37-39: “37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Yesus tidak mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan seperti mengasihi sesama, namun Yesus mengatakan dengan jelas di ayat tersebut bahwa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, pikiran, akal budi adalah perintah yang terutama. Sebagai hasil mengasihi Tuhan, maka kita dapat menjalankan perintah ke-dua, yaitu mengasihi sesama. Hanya dengan sikap inilah, maka kita dapat bertumbuh dalam kekudusan, dan mengikuti Yesus dengan setia sepanjang hidup kita.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
http://katolisitas.org/4806/apakah-untuk-menjadi-murid-yesus-seseorang-harus-membenci-sesama

Selasa, 06 November 2012 Hari Biasa Pekan XXXI

Selasa, 06 November 2012
Hari Biasa Pekan XXXI

“Penebus kita ternyata satu pribadi dengan Gereja kudus, yang telah Ia miliki.” (St. Gregorius Agung)

Antifon Pembuka (Flp 2:5.7)

Dalam hidup bersama hendaklah kalian bersikap seperti Kristus Yesus. Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.

Doa Pagi

Bapa yang penuh kasih, aku bersyukur kepada-Mu atas anugerah kehidupan yang kujalani sampai saat ini. Bimbinglah aku untuk memahami sabda-Mu melalui peristiwa-peristiwa yang akan aku alami sepanjang hari ini. Amin.

Dengan menolak dosa Adam, Yesus secara bebas mengosongkan diri dari kedudukan yang tinggi dan mengambil keadaan Adam sebagai hamba terhadap dosa dan kebinasaan; Ia menerima rupa seorang hamba. Inilah bagian dari madah Paulus yang juga menjadi doa Gereja.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:5-11)
  
“Yesus telah merendahkan diri, maka Ia diagungkan oleh Allah.”

Saudara-saudara, dalam hidup bersama hendaklah kalian bersikap seperti Kristus Yesus. Walaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat, bahkan sampai wafat di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa, semua lidah mengakui ‘Yesus Kristus adalah Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku melambungkan puji-pujian di tengah jemaat yang besar, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 22:26b-27.28-30a.31-32)
1. Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa. Orang miskin akan makan sampai kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia; biarlah hati mereka hidup untuk selama-lamanya!
2. Segala ujung bumi akan menjadi sadar, lalu berbalik kepada Tuhan, segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa. Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah: semua orang sombong di bumi.
3. Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal-ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang. Dan menuturkan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti. Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepada kalian.

Suatu undangan pada perjamuan keselamatan bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Keinginan Tuhan untuk memenuhi rumah-Nya bersifat mendesak karena Ia menghendaki agar sebanyak mungkin orang mengambil bagian dalam perjamuan Mesias.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:15-24)
  
"Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh."

Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan berlangsung, seorang tamu berkata kepada Yesus, “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ada seorang mengadakan perjamuan besar. Ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan, ‘Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.’ Tetapi mereka semua minta dimaafkan. Yang pertama berkata, ‘Aku baru membeli ladang dan harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.’ Yang lain berkata, ‘Aku baru membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.’ Yang lain lagi berkata, ‘Aku baru saja menikah, dan karena itu aku tidak dapat datang.’ Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semua itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya, ‘Pergilah segera ke jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan cacat, orang-orang buta dan lumpuh.’ Kemudian hamba itu melaporkan, ‘Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan. Sekalipun demikian, masih ada tempat.’ Maka tuan itu berkata, ‘Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh.’ Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari para undangan itu akan menikmati jamuan-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Bangsa Israel merupakan bangsa pilihan Allah. Mereka dipanggil untuk menikmati perjamuan pesta yang membahagiakan. Namun, mereka menolak undangan Tuhan ini. Artinya, mereka menolak kehadiran Tuhan yang mengundang mereka. Maka, Tuhan mengundang Israel baru (anggota Gereja) untuk masul dalam pesta Kerajaan Surga. Bagaimana sikap Anda selama ini? Sudahkah Anda rajin mengikuti Perayaan Ekaristi sebagai lambang perjamuan surgawi?

Doa Malam

Ya Yesus, tawaran kebahagiaan dalam Kerajaan Allah merupakan suatu undangan untuk membuka diri terhadap karya cinta kasih-Mu. Bantulah aku untuk selalu menyadari kebaikan dan pertolongan-Mu dalam kesulitan hidup yang kuhadapi selama ini. Dampingi aku dengan rahmat-Mu. Amin.

Doa Tahun Iman

Allah Bapa Mahapengasih, kami bersyukur kepada-Mu karena melalui Yesus Kristus Putra-Mu, Engkau telah memanggil kami ke dalam pangkuan Gereja Katolik yang kudus dan memperkenankan kami masuk ke dalam persekutuan Allah Tritunggal. Utuslah Roh Kudus-Mu agar kami senantiasa mempunyai iman yang hidup. Semoga pada Tahun Iman ini kami semakin memperdalam iman kami melalui pendalaman Kitab Suci dan ajaran-ajaran Gereja. Semoga dengan perayaan-perayaan suci-Mu, terutama Ekaristi, kami semakin tinggal dalam Kristus dan berbuah melalui perwujudan iman kami sehari-hari di tengah aneka tantangan dan hambatan dalam Gereja dan masyarakat pada zaman ini. Bersama Bunda Maria, Bunda kaum beriman, dan para rasul, guru dan teladan iman kami, kami unjukkan doa ini kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Syahadat Nikea (TPE no. 16, PS no. 2)

Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan; dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa; segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita. Ia dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia. Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus; Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan. Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci. Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa. Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para nabi. Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan hidup di akhirat. Amin.

Doa Bagi Keluarga-keluarga yang Terpanggil

Ya Tuhan, Engkau menyatakan panggilan khusus untuk menjadi imam dari tengah-tengah keluarga. Maka kami mohon, berkatilah keluarga-keluarga yang telah mempersembahkan salah satu atau lebih putra-putra mereka untuk menjadi seminaris, frater dan imam.

Semoga mereka sebagai orang tua mendukung penuh dan bergembira atas anugerah khusus yang Engkau nyatakan di tengah-tengah keluarga mereka.

Berkatilah keluarga mereka sebagai Gereja Rumah Tangga yang sejahtera dan bahagia. Berkatilah juga karya dan pengorbanan mereka, sebagai sebuah persembahan yang harum dan berkenan kepada-Mu. Doa ini kami persembahkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

Jumlah imam baik di daerah-daerah Katolik maupun di daerah-daerah misi kebanyakan tidak mencukupi untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan yang bertubi-tubi --- Paus Pius XII

RUAH

Bacaan Harian 05 - 11 November 2012

Bacaan Harian 05 - 11 November 2012

Senin, 05 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).

Flp 2:1-4; Mzm 131:1.2.3; Luk 14:12-14.
JALAN BERBUAT BAIK.
Bila kita mengadakan suatu pesta atau perayaan, siapakah yang kita undang untuk datang ke pesta kita itu? Yang pasti kita akan mengundang kerabat dekat, kolega, rekanan bisnis dan pihak-pihak lain yang menurut kita wajib dan pantas untuk hadir. Jika kita mengundang mereka saat kita mengadakan pesta, demikian pula nanti mereka biasanya akan mengundang kita bila mereka berpesta. Ini adalah “hukum” duniawi. Namun Yesus berpesan lain di dalam bacaan Injil hari ini. Dia meminta kita justru mengundang orang-orang yang tergolong lemah, miskin dan papa, terpinggirkan dan cacat. Yesus mengingatkan kita bahwa di hadapan Allah semua manusia adalah sama. Pesan ini menyambung bahwa kita juga harus menaruh kepedulian dan belas kasih yang tulus kepada mereka yang kurang beruntung.

Selasa, 06 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).

Flp 2:5-11; Mzm 22:26b-27.28-30a.31-32; Luk 14:15-24.
UNDANGAN TUHAN.
Kita ini memang suka berdalih. Apapun profesi kita selalu ada saja alasan untuk menolak suatu ajakan yang menurut kita tidak nyaman untuk diikuti. Mungkin sah-sah saja apabila ajakan itu adalah ajakan untuk berbuat jahat. Namun ternyata bukan hanya itu. Bahkan saat Tuhan mengundang kita untuk datang ke pesta-Nya, kitapun berdalih macam-macam. Mulai dari urusan keluarga, urusan pekerjaan dan urusan-urusan yang “mendadak penting”. Kita meminta maaf kepada Tuhan, mohon Tuhan untuk memahami keadaan kita dan rengekan-rengekan lainnya. Kita sering menomorsekiankan undangan Tuhan. Tuan rumah berkata “rumahku harus penuh” (ayat 23b). Jadi saat kita menolak undangan Tuhan, maka jangan salahkan Dia bila Dia akan mengundang yang lain, karena kita tidak mau berkomitmen untuk hadir dalam undangan-Nya.

Rabu, 07 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).

Flp 2:12-18; Mzm 27:1.4.13-14; Luk 14:25-33.
KOMITMEN TOTAL.
Injil Lukas hari ini mengisahkan tentang dua perumpamaan yaitu (1) orang yang ingin membangun sebuah menara harus membuat anggaran belanja dan (2) raja yang ingin pergi berperang harus mempertimbangkan kekuatan pihaknya. Saat itu orang banyak mengikuti Yesus dalam perjalanan dari Galilea menuju Yerusalem. Ada pandangan yang keliru terhadap diri Yesus. Orang berpikir bahwa Dia adalah seorang penguasa dunia yang sedang berada di dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mendirikan kerajaan-Nya. Mereka ingin berada di sana bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Namun di Yerusalem Yesus justru menderita sengsara sampai wafat di kayu salib. Oleh karena itu Yesus memperingatkan para pengikut-Nya bahwa mereka harus menghitung “harga” pemuridan sebelum mereka menyerahkan hidup mereka kepada Yesus seperti kedua perumpamaan itu. Bagaimana dengan Anda?

Kamis, 08 November: Hari Biasa Pekan XXXI (H).

Flp 3:3-8a; Mzm 105:2-3.4-5.6-7; Luk 15:1-10.
SUKACITA SURGA.
Pernahkah anda kehilangan barang yang sangat berharga? Ada perasaan marah, sedih, bingung yang bercampur aduk. Namun saat barang itu ditemukan kembali maka timbullah perasaan sukacita yang luar biasa. Demikian juga dengan Bapa di surga. Dia akan mencari satu domba yang tersesat meskipun mempunyai domba-domba lainnya. Perhatian-Nya tertuju pada satu dirham yang lenyap dari antara sembilan dirham yang masih tersisa. Semua itu dilakukan-Nya karena kasih-Nya kepada kita semua. Yesus diutus untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Dialah jalan untuk sampai kepada Bapa. Kita sebagai murid Kristus mempunyai tugas yang sama yaitu mencari ‘domba’ dan ‘dirham’ yang hilang. Kita harus menunjukkan kepada mereka jalan kepada Allah melalui Yesus, agar sukacita yang besar terjadi di surga karena satu orang yang hilang telah ditemukan kembali. Karena satu orang berdosa telah bertobat dan datang kepada Bapa.

Jumat, 09 November: Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran (P).

Yeh 47:1-2.8-9.12 atau 1Kor 3:9b-11.16-17; Mzm 46:2-3.5-6.8-9; Yoh 2:13-22.
BAIT ALLAH.
Yesus marah. Mengapa? Apakah Dia sudah kehilangan belas kasihan? Kemarahan tidak selalu harus ditafsirkan sebagai wujud hilangnya belas kasihan. Yesus marah karena Bait Allah sudah menjadi tempat “perampasan terselubung” dalam peraturan dan kewajiban keagamaan. Para pejabatnya telah memanipulasi peraturan dan kewajiban keagamaan untuk memeras dan merampas uang demi keuntungan mereka pribadi. Oleh karena penyimpangan tersebut, maka Ibadat kurban dan penyembahan di Bait Allah yang dibuat dan diatur oleh manusia itu harus diakhiri. Yesus telah menggantikan dengan diri-Nya sebagai perantara manusia dengan Allah. Kita pun adalah Bait-Nya yang kudus.

Sabtu, 10 November: Peringatan Wajib St. Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja (P).

Flp. 4:10-19; Mzm. 112:1-2,56,8a,9; Luk. 16:9-15; atau dr RUybs
PERKARA KECIL.
Ingin dipakai Tuhan? Setialah pada perkara-perkara yang kecil (Luk 16:10). Apa maksudnya? Daud tidak diperhitungkan oleh Isai, ayahnya. Saat ada pesta besar di mana Nabi Tuhan datang, Daud malah disuruh menggembalakan kambing domba yang hanya dua tiga ekor saja (I Sam 17:28), tetapi dia setia melakukannya. Dan justru dia yang dipilih Tuhan untuk diurapi, bukan kakak-kakaknya. (I Sam 16:11-12). Dalam perjalanan karirnya Daud bekerja di istana raja yang megah yang tentunya mempunyai prestise tinggi, gaji besar dan fasilitas yg memadai. Namun dia masih pulang dari istana untuk menggembalakan domba ayahnya (I Saml 17:15). Setia pada perkara kecil akan berujung "promosi" dari Tuhan sendiri. Bersediakah Anda ?

Minggu, 11 November: Hari Minggu Biasa XXXII (H).

1Raj 17:10-16; Mzm 146:7.8-9a.9bc-10; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44 (Mrk 12:41-44).
PERSEMBAHAN.
Setiap hari Minggu saat tangan kita menggenggam uang dan memasukkannya ke kantong kolekte, mungkin kita berpikir bahwa pemberian kita sudah cukup layak, sudah cukup banyak. Benarkah demikian? Yesus berkata lain. Seorang janda miskin yang memberikan persembahan dua peser disebutkan bahwa dia memberi lebih banyak dari yang lain, yang mungkin sebagian adalah orang kaya. Hati janda ini dipenuhi oleh ketulusan yang mendorong dia memberikan persembahannya. Baginya Allah jauh lebih berharga dari dua peser uang yang dipunyainya. Teladan dari sang janda miskin ini seharusnya menginsipirasi kita saat kita memberikan persembahan. Apakah ada ketulusan yang mengalir dari dalam hati kita saat memberikan persembahan?
URSULA ANN - PAROKI REGINA CAELI PANTAI INDAH KAPUK

Senin, 05 November 2012 Hari Biasa Pekan XXXI

Senin, 05 November 2012
Hari Biasa Pekan XXXI

“Roh Kudus adalah sumber dan pemberi segala kekudusan” (Katekismus Gereja Katolik, 749)

Antifon Pembuka (Flp 2:4)

Janganlah masing-masing hanya memperhatikan kepentingan sendiri, melainkan kepentingan orang lain.

Doa Pagi

Allah Bapa yang Mahabaik, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau berkenan memberikan Putra-Mu untuk menjadi manusia seperti aku, sehingga Ia dapat mengajarku sikap belas kasih. Aku hendak menghayati sikap ini terhadap siapa saja yang kujumpai sepanjang hari ini. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (2:1-4)

"Lengkapilah sukacitaku, hendaklah kalian sehati sepikir."

Saudara-saudara dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasih. Maka sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kalian sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya dengan rendah hati anggaplah orang lain lebih utama daripada dirimu sendiri. Janganlah masing-masing hanya memperhatikan kepentingan sendiri, melainkan kepentingan orang lain juga.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, lindungilah aku dalam damai-Mu.
Ayat. (Mzm 131:1.2.3)
1. Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2. Sungguh, aku telah menenangkan dan mendirikan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alelluya
Ayat. Jika kalian tetap dalam firman-Ku, kalian benar-benar murid-Ku, dan kalian akan mengetahui kebenaran.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:12-14)

"Janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, melainkan undanglah orang-orang miskin dan cacat."


Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan, “Bila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi bila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Maka engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Negeri kita sedang dilanda satu virus berbahaya. Dengan itu banyak otak manusia diracuni sehingga yakin bahwa perbedaan di antara kita selalu berarti peperangan dan pembuktian mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Perbedaan bukanlah barang baru. Masalahnya, bagaimana perbedaan itu diterima sebagai sebuah berkat atau kutuk. Hanya dengan bantuan rahmat Tuhan kita bisa membangun persatuan di atas berbagai perbedaan.

Maka kita diundang untuk tidak mencari kepentingan diri sendiri atau pujian yang sia-sia. Dengan itu pula kita bisa menjawab tantangan untuk merangkul sebanyak mungkin orang. Mereka yang tersingkir dan terlupakan, yang miskin, cacat, lumpuh, buta, justru perlu kita undang. Tindakan tulus dengan percaya pada balasan berkat dari Tuhan saja bisa mengubah warna hidup bersama menjadi lebih menyenangkan. Jika tidak demikian, kita akan menjadi ahli dalam menciptakan neraka bagi yang lain.

Yesus, Engkaulah Tuhanku. Bimbinglah aku untuk tidak tinggi hati dan berilah aku kesediaan dan sukacita dalam merangkul banyak orang. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian

Kobus: Minggu, 04 November 2012




silahkan klik gambar untuk memperbesar

Minggu, 04 November 2012 Hari Minggu Biasa XXXI

Minggu, 04 November 2012
Hari Minggu Biasa XXXI

Tuhan sebagai Yang Esa mewahyukan Diri kepada Israel, bangsa yang dipilih-Nya: "Dengarlah, hai orang Israel. Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu" (Ul 6:4-5). Dengan perantaraan para nabi, Allah mengajak Israel dan semua bangsa supaya berpaling kepada-Nya, Allah yang satu-satunya: "Berpalinglah kepada-Ku, dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi. Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain... semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan" (Yes 45:22-24) Bdk. Flp 2:10-11. -- Katekismus Gereja Katolik, 201


Antifon Pembuka (bdk. Mzm 38:22-23)


Jangan tinggalkan daku, ya Tuhan, Allahku, janganlah jauh dariku! Bersegeralah menolong aku, ya Tuhan, Penyelamatku.


Doa Pagi


Allah yang Mahakuasa dan Maharahim, hanya berkat rahmat-Mu umat beriman dapat mengabdi dan memuji Engkau dengan cara yang pantas dan terpuji. Singkirkanlah segala hambatan agar dengan leluasa kami bergegas menyongsong apa yang Engkau janjikan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Bacaan dari Kitab Ulangan (6:2-6)
  
“Dengarkanlah, hai orang Israel, kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu.”

Sekali peristiwa Musa berkata kepada bangsanya, “Seumur hidup hendaknya engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan, Allahmu, serta berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu; dan supaya lanjut umurmu, dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah ketetapan dan perintah itu dengan setia supaya baiklah keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan Tuhan, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatanmu! Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 4/4, PS 839

Ref. Aku mengasihi Tuhan, Dia sumber kekuatan. Hidupku kan menjadi aman dalam lindungan-Nya.
Ayat. (Mzm 18:2-3a.3bc-4.47+51ab; Ul: 2)

1. Aku mengasih Engkau, ya Tuhan, kekuatanku; ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatku.
2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat dari para musuhku;
3. Tuhan itu hidup! Terpujilah Gunung Batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku. Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (7:23-28)
  
“Yesus tetap selama-lamanya, maka imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.”

Saudara-saudara, dalam jumlah yang besar kaum Lewi telah menjadi imam karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam. Tetapi Yesus tetap selama-lamanya; maka imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Yesus sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang demi Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup lestari untuk menjadi Pengantara mereka. Imam Agung seperti inilah yang kita perlukan; yakni saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang telah terpisah dari orang-orang berdosa dan ditinggikan mengatasi segala langit; yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan kurban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya. Hal itu telah dilakukan Yesus satu kali untuk selama-lamanya, yakni ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban. Hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi imam agung. Tetapi sesudah hukum Taurat itu, diucapkan sumpah, yang menetapkan Anak, yang sudah menjadi sempurna sampai selama-lamanya menjadi Imam Agung.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, gregorian, PS 959

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:33)
Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku; Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (12:28b-34)
    
“Inilah perintah yang paling utama, dan perintah yang kedua sama dengan yang pertama.”

Pada suatu hari, datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus, dan bertanya, “Perintah manakah yang paling utama?” Yesus menjawab, “Perintah yang paling utama ialah: Dengarlah, hai orang Israel! Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatanmu. Dan, perintah yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus, “Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan itu, bahwa Allah itu esa, dan tidak ada Allah lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri jauh lebih utama daripada semua kurban bakaran dan kurban sembelihan.” Yesus melihat, betapa bijaksananya jawab orang itu. Maka, Ia berkata kepadanya, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan tak seorang pun masih berani menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
 
Renungan


IBARAT CERMIN
 
  
Sifat cermin adalah memantulkan apa saja yang ada di depannya. Kiranya itu pula yang dimiliki manusia pada umumnya. Bila ia dikasihi, maka kasih pun akan dipantulkan kepada orang lain. Demikianlah manusia itu, ia dapat diibaratkan seperti cermin.

Baiklah bila kita mulai menyadari hal ini agar kita mampu mengasihi Allah dan sesama oleh karena telah lebih dulu mengalami sendiri dikasihi oleh Allah dan sesama. Lewat pengalaman kasih itu, kita akan memiliki kehendak yang kuat untuk berbagi kasih.


Akan tetapi, ketika perintah yang utama dan terutama itu dimengerti hanya sebatas sebagai perintah saja, kita cenderung untuk melanggar. Seperti halnya dengan perintah-perintah lainnya, kita cenderung tidak menaatinya. Sampai-sampai ada ungkapan, "Perintah itu ada untuk dilanggar." Dalam kehidupan bermasyarakat, melanggar itu sudah biasa. Seringnya, sudah tahu itu salah, tetapi karena banyak orang melakukannya, lalu dianggap bukan masalah karena sudah biasa begitu. Salah satu buktinya adalah orang tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas dengan baik; orang tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara mobil atau helm bagi pengendara sepeda motor.


Kita lupa bahwa perintah atau hukum cinta kasih itu adalah hukum yang terutama. Ini jelas berbeda dengan perintah lainnya. Dan itulah yang dikatakan Yesus saat menjawab pertanyaan seorang ahli Taurat, bahwa tidak ada hukum lain yang melebihi hukum kasih. Kata-Nya, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu, juga kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Maka, bila kita melanggarnya, bukankah itu pelanggaran yang paling utama juga?


Kita lupa bahwa dengan tidak menjalankan hukum cinta kasih, kita telah berada di dalam hukuman yang paling utama juga. Harusnya kita menghindari benci, dendam, menyimpan luka dan sakit hati, iri dan dengki, memusuhi, menindas, melecehkan, tidak mau pergi ke gereja karena marah dengan pastor parokinya atau malas ikut doa lingkungan karena tidak suka dengan salah satu warganya, tidak mudah akur (rukun), sombong, dan masih banyak lagi pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum cinta kasih itu. Dengan menghindari itu semua, kita dijauhkan dari kesulitan-kesulitan dan penderitaan-penderitaan hidup yang berat dan berkepanjangan, yang jauh dari kedamaian dan kebahagiaan sejati.


Mari kita kembali kepada pemahaman umum tentang karakteristik cermin tadi. Alangkah baiknya bahwa manusia itu lebih dahulu mengalami dikasihi Allah dan dicintai oleh sesamanya sehingga kita tidak cenderung untuk melanggarnya. Bahkan sebaliknya, kita memiliki kerinduan untuk mengasihi Allah dan sesama.


Dari sebagian besar kesaksian hidup, seorang yang dulunya jahat atau berdosa dan kemudian bertobat, atau bahkan mampu berbalik seratus delapan puluh derajat, ternyata dikarenakan telah mengalami dikasihi Allah lewat suatu peristiwa tertentu, entah saat melaksanakan kegiatan sehari-hari yang biasa atau mengikuti kegiatan rohani, atau terhindar dari peristiwa yang mengancam maut.


Ibarat cermin, semoga kita yang telah mengalami kasih Allah dapat memantulkan kasih-Nya terhadap sesama di sekitar kita dan kita memiliki kerinduan yang besar untuk melaksanakan hukum cinta kasih itu dengan baik.

Paulus Kristianto Puji Sutrisno, O.Carm / RUAH

MOHON AGAR HATI DIPENUHI DENGAN CINTA TUHAN


Tariklah saya kepada-Mu, ya Tuhan, dan masuk ke dalam nyala cinta-Mu seperti dialami oleh St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus. Ia begitu eratnya dengan Dikau, sehingga Engkau hidup dan berkarya sepenuhnya di dalam dirinya, terutama di dalam menghadirkan cinta-Mu kepada sesama.


Tariklah saya untuk masuk lebih dalam ke dalam samudra kasih-Mu. Penuhilah hatiku dengan cinta-Mu, sehingga aku dapat mengasihi sesama dengan cinta-Mu. AKu ingin tenggelam di dalam lautan cinta-Mu dan tinggal di dalam cinta-Mu, sehingga aku mampu menghayati panggilan hidupku dengan melakukan segala sesuatu, melayani ENgkau dan sesama dengan cinta yang besar dan semangat yang tak pernah pudar.


Terpujilah Engkau, ya Tuhanku dan Allahku. Amin.


(Dikutip dari: A. Ari Pawarto, O.Carm 2012. LUAPAN HATI, Doa-doa yang Terinspirasi dari Kata-kata St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Malang: Karmelindo, hlm 48).
   
Kebencian yang disengaja, melawan cinta kasih. Kebencian terhadap sesama adalah dosa, apabila orang dengan sengaja mengharapkan yang jahat, baginya. Adalah dosa berat, apabila orang mengharapkan kerugian yang besar setelah dipikirkan baik-baik. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang ada di surga" (Mat 5:44-45). -- Katekismus Gereja Katolik, 2303

Minggu Biasa XXXI/B – 4 November 2012



Minggu Biasa XXXI/B – 4 November 2012
Ul 6:2-6; Ibr 7:23-28; Mrk 12:28b-34

Tidak terasa, sekarang sudah awal November. Tahun 2012 hampir berakhir dan akan segera datang tahun 2013. Hari ini kita juga sudah memasuki Pekan Biasa XXXI. Dua pekan lagi, Tahun Liturgi B ini akan segera berakhir dan berganti dengan Tahun Liturgi baru, yaitu Tahun C, yang dimulai dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam (25 November 2012). Dalam dinamika waktu yang terus berjalan, kita diajak membangun harapan seperti yang dinyatakan dalam bacaan I, “supaya lanjut umurmu dan supaya baiklah keadaanmu” (bdk. Ul 6:2.3).
Supaya di sepanjang zaman, keadaan kita selalu baik dan umur kita berlanjut dalam kehidupan abadgi, haruslah kita “berpegang pada segala ketetapan dan perintah Tuhan ... dan mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap kekuatan” (bdk. Ul 6:2.5). Inilah hukum utama yang pertama sebagaimana ditegaskan Yesus dalam bacaan Injil (Mrk 12:30). Kemudian, Yesus masih menambahkan satu lagi hukum utama yang kedua, yakni mengasihi sesama seperti diri sendiri (Mrk 12:31a).
Dua hukum kasih, sebagai hukum utama tersebut, disampaikan Yesus untuk menjawab seorang ahli Taurat yang bertanya, “Perintah manakah yang paling utama?” (Mrk 12:28). Pertanyaan ini bisa dimengerti mengingat dalam kitab Taurat, seluruhnya ada 613 hukum, 365 di antaranya berupa larangan dan yang 248 berupa perintah. Yesus menjawab pertanyaan tersebut dengan mengutip Ul 6:4-6 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu!”. Kemudian, ditambahkan pula kutipan dari Im 19:18, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Yesus masih menegaskan bahwa tidak ada perintah lain yang lebih utama dari pada kedua perintah itu (Mrk 12:31b).
Perintah yang pertama, yaitu kasih kepada Allah didahului dengan penegasan mengenai keesaan Allah (Ul 6:4; Mrk 12:29). Hal ini dimaksudkan untuk menekankan pentingnya komitmen penuh dalam mengasihi Tuhan. Dia adalah satu-satunya Allah yang harus kita kasihi dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan. Kita tidak boleh mengasihi sesuatu pun yang lain melebihi kasih kita kepada Allah.
Sekarang, apa artinya mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan? Berdasarkan keyakinan keagamaan Yahudi pada waktu itu – juga keyakinan kita sekarang – di dalam hati terletak pusat hidup manusia; di dalam jiwa ada dorongan kehendak; di dalam akal budi terletak kesadaran, pikiran, dan logika; dan kekuatan menunjuk pada bakat dan kemampuan dalam berbagai aspek (fisik, ekonomi, sosial, dll). Dengan menyebut secara lengkap daya batin dan daya fisik manusia dalam mencintai Allah, hendak ditekankan bahwa mengasihi Allah bukan sekedar emosi tetapi muncul dari pusat atau kedalaman hidup kita yang melibatkan kehendak, kesadaran dan tindakan nyata sekaligus. Dengan ungkapan dan wujud kasih yang total kepada Allah ini, secara tidak langsung terkandung suatu pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Sumber, Kekuatan dan Tujuan dari kehidupan manusia.
Kasih kepada Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan tersebut harus pula diwujudkan dalam tindakan kasih kepada sesama. “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mrk 12:31a). Yang menarik di sini, Yesus menyatakan bahwa mengasihi sesama hendaknya dilakukan seperti kita mengasihi diri sendiri. Tindakan “mengasihi diri sendiri” dalam konteks ini tentu tidak berarti egois tetapi justru merupakan tindakan syukur kepada Allah yang telah lebih dahulu mengasihi kita. Jika Allah mengasihi kita, tidak ada alasan bagi kita untuk membenci diri. Menurut hukum yang kedua tersebut, kasih kepada sesama dan kepada diri sendiri dapat berjalan bersama, bahkan dapat dipakai sebagai ukuran penilaian: “semakin kita mengasihi diri sendiri, semakin kita mengasihi sesama; semakin kita mengasihi sesama, semakin kita mengasihi diri sendiri.”
Menurut Injil Markus, kedua hukum kasih ini mengatasi semua kurban bakaran dan kurban lainnya (Mrk 12:32-33). Kasih bukan hanya inti dari hukum Taurat dan ajaran para nabi, tetapi juga inti dari ajaran dan misi Yesus di dunia ini. Karya penebusan kita dari kuasa dosa dan kematian oleh Yesus merupakan perwujudan kasih yang tak terhingga dari Allah kepada umat-Nya. Kasih bukan sekedar upaya manusia tetapi juga anugerah yang berasal dari Allah (1Yoh 4:7). Karena berasal dari Allah, maka kasih mempunyai sifat “tak berkesudahan” (1Kor 13:8). Bahkan, kasih itu lebih besar daripada iman dan harapan.Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1Kor 13:13). Iman ada selesainya, yaitu ketika kita sudah melihat dan bersatu dengan Tuhan yang kita imani. Harapan juga ada selesainya ketika sudah terpenuhi. Berbeda dengan kasih. Kita ada dan lahir di dunia ini karena kasih. Selam kita hidup di dunia ini, kita membutuhkan kasih. Setelah, dipanggil Tuhan, kita pun masih membutuhkan kasih. Dan si surga pun kita akan hidup dalam persekutuan kasih yang abadi.
Tahun 2012 akan segera berakhir. Demikian pula Tahun Liturgi B ini. Namun kasih Tuhan kepada kita tidak berkesudahan. Demikian pula (hendaknya) kasih kita kepada Tuhan dan sesama.
RD. Ag. Agus Widodo

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS/GOPAY/OVO/LINKAJA/SHOPEEPAY/DANA/BCA MOBILE/OCTOMOBILE/SAKUKU,dll klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2023 -

Privacy Policy