Sabtu, 26 Juli 2008 Peringatan St. Yoakim dan Sta. Anna orang tua SP Maria

Sabtu, 26 Juli 2008
Peringatan St. Yoakim dan Sta. Anna orang tua SP Maria

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahapengasih, terimakasih atas hidup yang Kauanugerahkan kepada kami, terlebih atas pengakuan terhadap diri kami sebagai sahabat meski kami sering berdosa. Kami mohon ampun atas langkah laku dan tindakan kami yang seringkali tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Hanya dengan melayani sesama, hidup akan bahagia dan menjadi layak untuk Kerajaan Surga. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Sirakh (44:1.10-15)

"Nama mereka hidup terus turun-menurun."

Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para nenek moyang kita menurut urut-urutannya. Tetapi yang berikut ini adalah orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa; semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka. Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya. Keturunan mereka akan tetap tinggal untuk selama-lamanya, dan kemuliaannya tidak akan dihapus. Dengan tenteram jenazah mereka ditanamkan, dan nama mereka hidup terus turun-temurun. Bangsa-bangsa bercerita tentang kebijaksanaannya, dan pujian mereka diwartakan jemaah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam.

Ayat. (Mzm 132:11.13-14.17-18)
1. Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: "Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;
2. Sebab Tuhan telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: "Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.
3. Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi. Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya."

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:16-17)

"Banyak nabi dan orang saleh telah rindu melihat yang kamu lihat."

Akan tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Manakala kita merasa dirugikan atau dipersembahkan, kita akan cepat mengambil tindakan yang kita pandang sepadan. Pertimbangan kita pun sering dipengaruhi hal-hal yang kita pandang besar atau berpengaruh. Maka, dapat dimengerti bahwa pegawai dalam kutipan Injil tadi meminta persetujuan tuan atau pemilik ladang untuk mengambil tindakan yang dipandang mujarab guna mencegah kemungkinan rugi sejak awal. Keyakinannya: tindakan tepat yang diambil dengan cepat akan menghindarkan kerugian. Jawaban pemilik ladang mengejutkan kita sebab dia memilih menunda mengambil tindakan kendati keputusan itu bisa dipandang dapat merugikan. Untuk bisa mengambil suatu keputusan - apalagi yang berkenaan dengan banyak pihak - beberapa pertimbangan yang matang perlu dicermati. Kita diingatkan bahwa dasar pertimbangan bukan saja hal-hal besar, tetapi juga hal yang tampakanya kecil sekali. Risiko sekecil apa pun kadang-kadang perlu diperhitungkan.

Yesus menuntut kita berhati-hati dan teliti, dan memikirkan juga akibat samping. Mencabut lalang, tidak sedikit pun salah. Tetapi, dengan mencabut lalang, jangan-jangan ada gandum yang tercabut atau minimal pertumbuhannya akan terganggu. Kita mesti bijak dan hati-hati; tidak silau oleh hal-hal yang besar saja dan tidak meremehkan yang kecil.

Ziarah Batin 2008, Renungan dan Catatan Harian