Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Minggu, 22 Februari 2026 Hari Minggu Prapaskah I

 

Minggu, 22 Februari 2026
Hari Minggu Prapaskah I
     
“Dengan cinta kepada Kristus, untuk firman-Nya dan untuk Kebenaran, kita tidak dapat menyerah pada kompromi. Kebenaran adalah Kebenaran; tidak ada kompromi.” (Paus Benediktus XVI, 29 Agustus 2012)

   
Antifon Pembuka (bdk. Mzm 91:15-16)
    
Ia akan memanggil-Ku dan Aku akan mendengarkan dia. Aku akan meluputkan dan memuliakannya. Dengan umur panjang akan Kupenuhi dia.
    
Invocabit me, et ego exaudiam eum: eripiam eum, et glorificabo eum: longitudine dierum adimplebo eum.
 
When he calls on me, I will answer him; I will deliver him and give him glory, I will grant him length of days.
       
Doa Pagi

       
Allah Bapa yang Mahakuasa, dengan menjalani masa prapaskah ini kami berusaha semakin mendalami misteri Kristus. Semoga masa yang menguntungkan itu dapat kami gunakan sebaik-baiknya, sehingga rahmat-Mu tidak kami sia-siakan, tetapi membuat kami layak hidup bersama Dia kelak. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang masa. Amin.
Credit: PaoloGaetano/istock.com

 Bacaan dari Kitab Kejadian (2:7-9.3:1-7) 
    
"Ciptaan pertama dan dosa asal."
      
Ketika Tuhan Allah menjadikan langit dan bumi, Ia membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu Tuhan Allah menumbuhkan berbagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; di tengah-tengah taman itu Ia menumbuhkan pohon kehidupan, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah ular adalah binatang yang paling cerdik. Ular itu berkata kepada perempuan yang telah diciptakan Tuhan, “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Sahut perempuan itu kepada ular, “Buah pohon-pohon dalam taman ini boleh kami makan. Tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan atau pun kamu raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu, “Sekali-kali kamu tidak akan mati! Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan, dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Maka ia mengambil dari buahnya, lalu dimakan, dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia; dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua, dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
 
     

Mazmur Tanggapan, do = bes, 4/4, PS 812
Ref. Kasihanilah kami ya Allah, karena kami orang berdosa.
Atau Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.
Ayat. (Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14-17; Ul: 3a)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.
2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari pada-Ku!
4. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (5:12-19)
   
"Di mana pelanggaran bertambah banyak, di sana karunia menjadi berlimpah-limpah."
     
Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dalam dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu, masuklah juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, di dunia ini telah ada dosa. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa maut telah berkuasa juga atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran dari Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang itu semua orang telah jatuh dalam kuasa maut, jauh lebih besarlah kasih karunia dan anugerah Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus. Kasih karunia Allah jauh lebih besar daripada dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, sedangkan pemberian kasih karunia atas banyak pelanggaran telah mengakibatkan pembenaran. Jadi, jika oleh dosa satu orang maut telah berkuasa, lebih benarlah yang terjadi atas mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran; mereka akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 
 
 
   
 
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Mat 4:4b)
Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.
  
Inilah Injil Suci menurut Matius (4:1-11)
    
"Yesus berpuasa selama empat puluh hari, dan dicobai Iblis."
     
Sekali peristiwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun supaya dicobai Iblis. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu itu menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian Iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah. Lalu Iblis berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.” Yesus berkata kepadanya, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Lalu Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. Iblis berkata kepada-Nya, “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Yesus, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Dia.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
 

 
Renungan
 
 Masa Prapaskah dapat disebut sebagai masa yang sangat spiritual. Dibandingkan dengan semua masa liturgi lainnya dalam setahun, masa Prapaskah memiliki lebih banyak kegiatan spiritual. Dan tentu saja, suasananya tidak semeriah masa Natal; bahkan masa Prapaskah memiliki suasana yang agak serius dan muram. Dekorasi pun diminimalkan, dan mungkin kita perhatikan bahwa tidak ada dekorasi bunga. Musik pun tenang dengan himne yang memohon belas kasihan dan kasih sayang Tuhan untuk pengampunan dan pertobatan.
 
Pada hari Rabu Abu ketika kita ditandai dengan abu dan puasa. Abu dan puasa adalah simbol dan tindakan pertobatan dan kita melanjutkan dengan Jalan Salib pada hari Jumat. Dan selama 40 hari Prapaskah, itulah suasana dan arahnya, ditambah ajakan untuk mengaku dosa, terutama menjelang akhir masa Prapaskah.

Jadi, masa Prapaskah adalah masa yang sangat spiritual, dengan cukup banyak kegiatan spiritual untuk membuat kita tetap fokus. Tujuan dari semua itu adalah untuk membuat kita menyadari realitas spiritual dalam hidup kita. Dan satu realitas spiritual yang mendalam yang harus kita pahami adalah pertempuran spiritual antara kebaikan dan kejahatan.

Dengan kata lain, ini tentang iblis yang melawan Allah, dan bacaan Injil memberi tahu kita tentang hal ini. Injil memberi tahu kita bahwa Yesus dipimpin oleh Roh ke padang gurun, dan di sanalah iblis melawan Yesus. Dalam kondisi padang gurun yang keras, Yesus berpuasa selama 40 hari, setelah itu Ia sangat lapar. Iblis memanfaatkan kondisi Yesus yang lemah itu untuk menggoda-Nya agar menyerah pada kebutuhan manusiawi-Nya. Dan itu hanyalah godaan pertama dari tiga godaan. Iblis menggoda kemanusiaan Yesus dengan mendorong-Nya untuk menggunakan kuasa ilahi-Nya sebagai solusi cepat untuk masalah tersebut. Tetapi Yesus menunjukkan bahwa penyangkalan diri dan kesetiaan kepada Allah adalah senjata yang akan mengalahkan iblis. Iblis tidak dapat mengalahkan Yesus, dan Injil diakhiri dengan iblis meninggalkan Yesus, dan para malaikat muncul dan menjaga-Nya. Namun itu bukanlah akhir dari pertempuran, karena iblis sekarang mengalihkan fokusnya kepada kita, dan masa Prapaskah adalah untuk mengingatkan kita akan ancaman iblis ini.

Sama seperti bagaimana iblis menggoda Yesus, demikian pula iblis akan menggoda kita. Sama seperti bagaimana Yesus melawan iblis dengan penyangkalan diri dan kesetiaan kepada Allah, demikian pula kita akan diuji. Tetapi marilah kita ingat bahwa kita diuji, bukan untuk mengungkap kelemahan kita, tetapi untuk menemukan kekuatan kita. Bagi kita yang menjalankan puasa dan pantang wajib pada Rabu Abu, kita akan tahu bagaimana kita diuji. Beberapa orang mungkin lupa kewajiban itu karena kesibukan hari itu, dan baru mengingatnya kemudian. Ini menunjukkan bahwa kita begitu sibuk dengan urusan kita sendiri, sehingga kita melupakan urusan Allah. Itulah ujian penyangkalan diri, di mana kita harus melihat keluar dari diri kita sendiri dan mengarahkan pandangan kita kepada Allah.

Dan pada hari puasa dan pantang, kita mungkin merasa sangat lapar, dan mulai memikirkan makanan lezat, dan ingin makan. Itu adalah ujian kesetiaan, karena kita hanya perlu bertahan untuk dikuatkan. Ketika kita menyangkal diri dan tetap setia kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan melindungi kita dan menjaga kita tetap aman. Mari kita ingat bagaimana Injil berakhir: Kemudian iblis meninggalkan Yesus, dan malaikat-malaikat muncul dan menjaga Dia. Ketika kita menyangkal diri dan tetap setia kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga kita.

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
  
Antifon Komuni (Mat 4:4)

Manusia hidup bukan dari makanan saja, melainkan juga dari setiap Sabda Allah. 
 
One does not live by bread alone, but by every word that comes forth from the mouth of God.
    
    
  
"Yesus dapat menghindari setan, tetapi kalau tidak pernah digoda, Ia tidak pernah memberi ajaran kepadamu, bagaimana dapat menang kalau digoda." (St. Agustinus)
 
Selamat memasuki masa Prapaskah! 
 

Terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id,  kami mengucapkan banyak terima kasih untuk donasi yang telah dikirimkan. Bagi Anda yang ingin memberikan dukungan untuk operasional rutin renunganpagi.id donasi dapat dikirimkan melalui QRIS berikut: 
 
 


RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy