Selasa, 10 Februari 2026
Peringatan Wajib St. Skolastika, Perawan
Aku berpaling kepada Allahku, dan Ia mendengarkan doaku. (St. Skolastika)
Antifon Pembuka (Mzm 15:5-6)
Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku, dalam tangan-Mulah nasibku. Tanah permai akan menjadi bagianku, milik pusakaku menyenangkan hatiku.
Peringatan Wajib St. Skolastika, Perawan
Aku berpaling kepada Allahku, dan Ia mendengarkan doaku. (St. Skolastika)
Antifon Pembuka (Mzm 15:5-6)
Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku, dalam tangan-Mulah nasibku. Tanah permai akan menjadi bagianku, milik pusakaku menyenangkan hatiku.
Doa Pagi
Ya Tuhan, semoga berkat teladan Santa Skolastika, yang kami peringati hari ini, kami sanggup mengabdi Engkau dengan kasih yang tulus dan berbahagia menikmati karunia kasih-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (8:22-23.27-30)
"Engkau telah bersabda, "Nama-Ku akan tinggal di sana." Dengarkanlah permohonan umat-Mu Israel."
Pada hari pentahbisan rumah Allah, Raja Salomo berdiri di depan mezbah Tuhan di hadapan segenap jemaah Israel. Ia menadahkan tangannya ke langit, lalu berkata, “Ya Tuhan, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas, dan di bumi di bawah. Engkau memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu. Benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, apalagi rumah yang kudirikan ini! Karena itu berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya Tuhan Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba panjatkan di hadapan-Mu pada hari ini! Kiranya siang malam mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, terhadap tempat yang tentangnya Kaukatakan: ‘Nama-Ku akan tinggal di sana’. Dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini. Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel, yang mereka panjatkan di tempat ini; dengarkanlah dari tempat kediaman-Mu di surga; dan apabila Engkau mendengarnya maka Engkau akan mengampuni.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Betapa menyenangkan kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam!
Ayat. (Mzm 84:3.4.5.10.11)
1. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan; jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
2. Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung laying-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
3. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Lihatlah kami, ya Allah, perisai kami, pandanglah wajah orang yang Kauurapi.
4. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku daripada diam di kemah-kemah orang fasik.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 119:36a.29b)
Condongkanlah hatiku kepada perintah-Mu, ya Allah dan kurniakanlah hukum-Mu kepadaku.
Inilah Injil Suci menurut Markus (7:1-13)
"Kamu akan mengabaikan perintah Allah untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari
Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat beberapa murid Yesus
makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab
orang-orang Farisi – seperti orang-orang Yahudi lainnya – tidak makan
tanpa membasuh tangan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada
adat-istiadat nenek moyang. Dan kalau pulang dari pasar mereka juga
tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak
warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi
dan perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli
Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi
adat-istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan
najis?” Jawab Yesus kepada mereka, “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu,
hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku
dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka
beribadat kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah
manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat-istiadat
manusia.” Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu
mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara
adat-istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: ‘Hormatilah ayahmu
dan ibumu!’ Dan: ‘Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati’.
Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapa atau ibunya: ‘Apa
yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah
digunakan untuk kurban, yaitu persembahan kepada Allah’, maka kamu
membiarkan dia untuk tidak lagi berbuat sesuatu pun bagi bapa atau
ibunya. Dengan demikian sabda Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi
adat-istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang
kamu lakukan!”
Renungan
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Ateis didefinisikan sebagai orang yang menyangkal atau tidak percaya akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain, ateis adalah orang yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan.
Ada sebuah kisah yang menceritakan seorang ateis bertanya kepada seorang Kristen: "Tunjukkan padaku di mana Tuhan berada dan aku akan memberimu seratus dolar."
Orang Kristen itu menjawab: "Tunjukkan padaku di mana Dia tidak berada, dan aku akan memberimu satu juta dolar."
Nah, ateis dan orang percaya dapat berdebat sepanjang hari, tetapi bagi Raja Salomo dalam bacaan pertama, pertanyaan tentang keberadaan Tuhan tidak perlu diperdebatkan.
Baginya, keberadaan dan kehadiran Tuhan begitu besar sehingga bahkan langit pun tidak dapat menampung Tuhan, apalagi Bait Suci yang megah yang telah dibangunnya.
Jadi kehadiran Tuhan ada di mana-mana, dan perintah-Nya berlaku kapan saja.
Namun manusia memiliki kemampuan untuk memanipulasi perintah Tuhan untuk melayani kepentingan pribadi mereka sendiri.
Dalam Injil, Yesus memberikan beberapa contoh bagaimana tradisi manusia dapat membuat perintah Allah tampak kecil dan membatasi.
Oleh karena itu, kita juga perlu merenungkan dan memeriksa praktik dan tradisi kita sendiri.
Praktik dan tradisi kita seharusnya tidak membuat orang mengerutkan kening dan meremehkan iman kita.
Sebaliknya, praktik iman dan kebiasaan serta tradisi keagamaan kita menunjukkan kepada orang lain bahwa kita benar-benar percaya bahwa Allah hadir di mana-mana dan mengasihi kita sepanjang waktu.
Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Kemalasan
Doa Umat alternatif untuk Misa Harian tersedia di lumenchristi.id setiap hari.
Orang Kudus hari ini: 10 Februari 2026 St. Skolastika, Perawan
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Yoh 15:13)
Tiada cinta kasih yang lebih besar daripada cinta kasih orang yang menyerahkan nyawa demi sahabatnya.
Tiada cinta kasih yang lebih besar daripada cinta kasih orang yang menyerahkan nyawa demi sahabatnya.
Doa Malam
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas anugerah kesehatan yang baik serta peristiwa hidup yang boleh kami alami hari ini. Sertailah kami dalam tidur malam ini agar esok dapat bangun dengan segar kembali. Amin.
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas anugerah kesehatan yang baik serta peristiwa hidup yang boleh kami alami hari ini. Sertailah kami dalam tidur malam ini agar esok dapat bangun dengan segar kembali. Amin.
RENUNGAN PAGI




