Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Senin, 09 Februari 2026 Hari Biasa Pekan V

 
 SiouxFall Diocese

Senin, 09 Februari 2026
Hari Biasa Pekan V

Dalam Sakramen Mahakudus tercakuplah "dengan sesungguhnya, secara real dan substansial tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan ke-Allahan Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan demikian seluruh Kristus" (Konsili Trente: DS 1651; lih. Katekismus Gereja Katolik 1374)


Antifon Pembuka (Mzm 132:7)

Mari kita pergi ke tempat kediaman Tuhan, dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.

Doa Pagi


Allah Bapa Mahabaik, Engkau agung melebihi segala sesuatu, sebab Engkau setia akan janj-Mu. Kami mohon, semoga kami mengimani benar yang datang dalam nama Tuhan, ialah Yesus Kristus, Mesias, saksi belas kasih-Mu. Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (8:1-7.9-13)
    
   
"Imam-imam membawa tabut perjanjian ke tempat mahakudus dan datanglah awan memenuhi rumah Tuhan."
   
Setelah Rumah Allah selesai dibangun, Raja Salomo memerintahkan para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin keluarga Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan dari kota Daud, yaitu Sion. Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan Raja Salomo semua orang Israel. Setelah semua tua-tua Israel datang, imam-imam mengangkat tabut itu. Mereka mengangkut tabut Tuhan dan Kemah Pertemuan serta segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; Semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. Sedang Raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian Tuhan itu ke tempatnya, yakni di ruang belakang rumah itu, di tempat mahakudus, tepat di bawah sayab kerub-kerub. Sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungan dari atas. Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan Tuhan dengan orang-orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir. Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, turunlah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga oleh karena awan itu, imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Pada waktu itu berkatalah Salomo, “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu.
Ayat. (Mzm 132:6-7.8-10)
1. Dengarlah! Kami dengar tabut itu ada di Efrata, kami telah mendapatinya di padang Yaar. “Mari kita pergi ke tempat kediaman-Nya, dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.”
2. Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu, Engkau serta tabut kekuasaan-Mu! Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan biarlah bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi! Demi Daud, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 4:23)
Yesus mewartakan Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit. Alleluya.

Inilah Injil Suci menurut Markus (6:53-56)
 
"Semua orang yang menjamah Yesus, menjadi sembuh."
  
Pada suatu hari Yesus dan murud-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Yesus pergi, - ke desa-desa, ke kota-kota atau ke kampung-kampung, - orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus) 
  
Renungan

Misa adalah sumber dan puncak iman kita. Ada dua karakteristik yang dapat dikatakan tentang Misa – khidmat dan khusyuk. Sesekali, ada pembakaran dupa dan ritual luar biasa lainnya. Namun secara umum, jalannya Misa cukup dapat diprediksi. 
 
Tetapi dalam bacaan pertama, prosesi Tabut Perjanjian ke Bait Suci ditandai dengan pengorbanan domba dan lembu. Dan kemudian Bait Suci dipenuhi awan dan kemuliaan Tuhan memenuhi Bait Suci. Itu tentu pemandangan yang spektakuler dan menakjubkan serta pengalaman yang luar biasa.

Dan dalam Injil, orang-orang memohon kepada Yesus agar orang sakit dapat menyentuh ujung jubah-Nya. Dan semua orang yang menyentuhnya disembuhkan. Itu tentu sangat spektakuler.
 
Misa mungkin tampak agak tenang dibandingkan dengan apa yang terjadi dalam dua bacaan tersebut. Tetapi ketika kita melihat melampaui tanda dan simbol biasa dalam Misa, kita memasuki misteri yang agung dan mendalam. Kami percaya bahwa hosti yang telah dikuduskan adalah Tubuh Kristus, dan kita bahkan dapat menyentuhnya dan menyantapnya. Sesungguhnya, mukjizat besar terjadi di setiap Misa. Semoga kita dapat mengalami kedalaman misteri ini dan merasakan pengaruh Misa dalam hidup kita. (RENUNGAN PAGI)
 
  
Foto oleh Jonathan Díaz dari Pexels



Antifon Komuni (Mrk 6:56)

Semua orang yang menjamah Yesus menjadi sembuh.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy