Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Minggu, 08 Februari 2026 Hari Minggu Biasa V

 

Minggu, 08 Februari 2026
Hari Minggu Biasa V
 
    “Bersiaplah selalu untuk melakukan pekerjaan Tuhanmu, dan pelitamu bernyala, artinya, jangan hidup dalam kegelapan, tetapi milikilah terang akal budi, yang menunjukkan kepadamu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari... Yang pertama berkaitan dengan tindakan; dan yang kedua adalah perenungan, yaitu pencerahan pikiran. Marilah kita berjuang keras untuk melakukan kebajikan-kebajikan, sehingga kita dapat memiliki pelita bernyala, yaitu pembentukan pikiran yang senantiasa bersinar dalam jiwa, supaya kita sendiri diterangi dan dengan terus belajar, kita pun menerangi orang lain.” (St. Teofilaktus, Catena Aurea, Luk 12:35-40)

    
Antifon Pembuka (Mzm 95:6-7)

Marilah kita bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, yang menjadikan kita, sebab Dialah Allah kita.
 
O come, let us worship God and bow low before the God who made us, for he is the Lord our God.
 
Venite adoremus Deum, et procidamus ante Dominum: ploremus ante eum, qui fecit nos: quia ipse est Dominus Deus noster. 
   
Doa Pagi

Ya Allah, peliharalah senantiasa keluarga-Mu dengan kasih sayang. Karena hanya rahmat-Mu yang menjadi dasar harapan dan andalan kami, maka jagailah kami selalu dalam perlindungan-Mu.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.                   
Credit: JMLPYT/istock.com
 

 Bacaan dari Kitab Yesaya (58:7-10) 
  
"Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap."
 
Beginilah firman Tuhan Allah, “Aku menghendaki supaya engkau membagi-bagikan rotimu kepada orang yang lapar, dan membawa ke rumahmu orang-orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah laksana fajar, dan luka-lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan di depanmu dan kemuliaan Tuhan menjadi pengiringmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil Tuhan dan Ia akan menjawab; engkau akan berteriak minta tolong, dan Ia akan berkata, ‘Ini Aku!’ Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 859
Ref. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.
Ayat. (Mzm 112:4-5.6-7.8a.9; Ul: 4a)
1. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gelap Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.
2. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan pada Tuhan.
3. Hatinya teguh, ia tidak takut, ia murah hati, orang miskin diberinya derma. Kebajikan tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. 

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 2:1-5)
  
"Aku mewartakan kepadamu kesaksian Kristus yang tersalib."
  
Saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku pun datang kepadamu dalam kelemahan, dengan sangat takut dan gentar. Baik ajaran maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, melainkan dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.  
    
    

Bait Pengantar Injil, do = es, 4/4, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 8:12)
Akulah terang dunia, sabda Tuhan. Barangsiapa mengikuti Aku, ia mempunyai terang hidup.

Inilah Injil Suci menurut Matius (5:13-16)
 
"Kamu adalah garam dunia."
 
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)



Renungan
 
Segala sesuatu memiliki tujuan, dan ketika tujuan itu tercapai dan terpenuhi, maka kita dapat mengatakan bahwa itu berfungsi dengan baik. Jadi, jika kita membeli telepon seluler atau komputer, kita akan mengharapkannya berfungsi sesuai keinginan kita. Tetapi jika beroperasi secara tidak menentu, atau ketika kita menemukan bahwa ada cacat produksi, maka kita akan menuntut penggantian atau pengembalian uang. Tentu saja, kita tidak akan menerima sesuatu yang tidak berfungsi dan menanggung ketidaknyamanan tersebut. Dan jika tidak ada pilihan lain, maka akan lebih baik untuk membuangnya saja, karena tidak ada gunanya. Jelas, ketika sesuatu tidak berfungsi sesuai tujuannya, lalu apa gunanya memilikinya? Itu tidak berguna dan hanya layak dibuang ke tempat sampah.

Dalam Injil, Yesus menggunakan dua hal biasa dalam kehidupan untuk memberi kita pengajaran. Salah satunya adalah garam. Garam yang tidak berasa harus dibuang dan bahkan diinjak-injak oleh manusia, karena tidak ada gunanya. Sangat tidak terbayangkan jika garam tidak memiliki rasa. Terlepas dari apa yang dikatakan tentang kekhawatiran kesehatan terkait garam, jika tidak memiliki rasa, maka itu palsu atau bukan garam sama sekali. Demikian pula, menutupi cahaya tidak masuk akal. Cahaya untuk dilihat semua orang, dan seharusnya tidak ditutupi atau disembunyikan. 
 
Yesus hanya menyatakan hal yang sudah jelas, tetapi itu juga merupakan poin pengajaran-Nya bagi kita. Karena apa yang jelas seringkali diperlakukan dengan acuh tak acuh, dan di situlah kerusakan atau disfungsi terjadi. Yang jelas adalah bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi yang terbaik dari semua ciptaan-Nya. Tidak ada seorang pun yang tidak berguna. Dan karena kita diciptakan dalam kasih dan dengan kasih, cahaya kasih Tuhan bersinar dalam diri kita sehingga kita akan berguna untuk sesuatu dalam rencana Tuhan bagi kita. Jadi itu sudah jelas. Tetapi ketika apa yang jelas diperlakukan dengan acuh tak acuh, maka apa yang berguna perlahan-lahan menjadi tidak berguna. Kita perlahan-lahan kehilangan selera hidup, dan terang hidup kita perlahan-lahan tertutup dan tersembunyi dari pandangan. Ketika ketidakpedulian merasuki hidup kita, kerusakan dan disfungsi juga perlahan-lahan akan merasuki kita dan kita akan melupakan siapa diri kita sebenarnya. 
 
Kita berada di dunia ini sebagai orang Kristen untuk memberi dunia sedikit rasa hidup, dan untuk menjadi percikan terang di tempat yang gelap. Bacaan pertama membawa kita kembali kepada dasar-dasar kehidupan yang jelas. Ketika kita berseru kepada Tuhan, Dia akan menjawab kita. Ketika kita berseru kepada Tuhan, Dia akan berkata: Aku di sini. Marilah kita selalu ingat bahwa Tuhan menciptakan kita untuk berguna. Jangan pernah berpikir bahwa kita tidak penting atau tidak berguna. Dan meskipun kita hanyalah percikan kecil, tetaplah kita harus membiarkannya bersinar. Karena ketika orang melihat perbuatan baik yang kita lakukan, mereka akan memuji Tuhan, karena Dia telah menciptakan sesuatu yang baik dalam diri kita.
   
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini

Antifon Komuni (Mat 5:4.6)

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Blessed are those who mourn, for they shall be consoled. Blessed are those who hunger and thirst for righteousness, for they shall have their fill.
 
 
   
RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy