Hari Minggu Biasa VI
"Misteri keselamatan dinyatakan kepada kita dan diteruskan dan tercapai didalam Gereja, dan dari sumber yang asli dan satu-satunya ini, bagaikan air yang 'rendah hati, berguna, berharga, dan murni' misteri ini mencapai dunia. Para muda dan umat tercinta, seperti Saudara Fransiskus kita harus sadar akan dan menyerap kebenaran fundamental yang diwahyukan ini, yang terkandung didalam kata-kata yang di sucikan oleh tradisi: Tidak ada keselamatan diluar Gereja. Hanya dari dia-lah (Gereja) kuasa hidup menuju Kristus dan Roh-Nya mengalir secara pasti dan secara penuh, untuk memperbaharui seluruh kemanusiaan, dan karenanya mengarahkan setiap manusia untuk menjadi bagian dari Tubuh Mistik Kristus." (Paus Yohanes Paulus II, Pesan Radio untuk Vigili Fransiskan di St. Petrus dan Assisi, 3 Oktober 1981, L'Osservatore Romano, October 12, 1981.)
Antifon Pembuka (Mzm 31:3-4-PS 658)
Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku. Sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. Oleh karena nama-Mu, Engkau akan menunutun dan membimbing aku.
Be my protector, O God, a mighty stronghold to save me. For you are my rock, my stronghold! Lead me, guide me, for the sake of your name.
Esto mihi in Deum protectorem, et in locum refugii, ut salvum me facias: quoniam firmamentum meum, et refugium meum es tu: et propter nomen tuum dux mihi eris, et enutries me.
Doa Pagi
Ya Allah, Engkau telah bersabda bahwa Engkau akan tinggal dalam hati yang lurus dan murni. Semoga dengan pertolongan rahmat-Mu kami hidup menurut Sabda-Mu agar kami panta menjadi tempat kediaman-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.
Ayat. (Mzm 1-2.4-5.17-18.33-34; R:1b)
1. Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. Berbahagialah orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.
2. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Kiranya hidupku mantap, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban hukum-Mu.
3. Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, petunjuk-petunjuk ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (2:6-10)
Saudara-saudara, kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang; bukan hikmat yang dari dunia ini, dan bukan hikmat yang dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan, tetapi hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sejak sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Semua itu telah dinyatakan Allah kepada kita berkat Roh-Nya, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, Tuhan langit dan bumi, sebab rahasia kerajaan-Mu Kaubuka untuk orang sederhana.
Inilah Injil Suci menurut Matius (5:17-37)
Dalam khotbah di bukit Yesus mengajar murid-murid-Nya, kata-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, tidak satu iota atau satu titik pun akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kamu telah mendengar apa yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum! Barangsiapa berkata kepada saudaranya, ‘Kafir!’ ia harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, dan siapa yang berkata, ‘Jahil!’ harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. Kamu telah mendengar firman, ‘Jangan berzinah!’ Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa memandang perempuan dengan menginginkannya, dia sudah berbuat zinah di dalam hatinya. Maka, jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah, karena lebih baik bagimu satu anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu seutuhnya dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tangan kananmu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah, karena lebih baik bagimu satu anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu seutuhnya masuk neraka. Telah difirmankan juga, ‘Barangsiapa menceraikan isterinya, ia harus memberikan surat cerai kepadanya’. Tetapi Aku berkata kepadamu, Barangsiapa menceraikan isterinya kecuali karena zinah, dia membuat isterinya berzinah. Dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan, dia pun berbuat zinah. Kamu telah mendengar pula apa yang difirmankan kepada nenek moyang kita, ‘Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di hadapan Tuhan.’ Tetapi Aku berkata kepadamu: ‘Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, atau pun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Agung. Janganlah pula engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakana: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Saat kita dibaptis, kita secara resmi disebut sebagai orang Kristen. Menjadi seorang Kristen bukanlah sekadar istilah untuk status keagamaan, atau untuk menjadi anggota agama tertentu. Menjadi seorang Kristen berarti kita berkomitmen pada hubungan dengan Yesus. Dan hubungan ini bukanlah hubungan biasa dengan orang biasa. Hubungan ini adalah antara Sang Pencipta dan ciptaan, antara Juruselamat dan orang berdosa, antara Sang Guru dan murid. Jadi, menjadi seorang Kristen berarti identitas kita ada di dalam Yesus Kristus. Menjadi seorang Kristen berarti kita menyesuaikan hidup kita dengan Yesus Kristus dan kita mengikuti Jalan dan Kebenaran-Nya. Jadi, kita tidak mengikuti apa yang dikatakan orang lain atau apa yang dikatakan dunia, tetapi hanya apa yang dikatakan Yesus dan apa yang Dia ajarkan kepada kita.
Dalam pengertian itu, menjadi seorang Kristen bukanlah menjadi biasa; bahkan, menjadi seorang Kristen berarti melampaui batas dan bahkan membuat perbedaan di dunia ini. Melalui kehidupan kita sebagai orang Kristen, misi kita adalah untuk menghadirkan Yesus, serta membuat orang lain bertanya-tanya tentang kepercayaan dan keyakinan kita. Namun tentu saja, itu berarti kita teguh dalam komitmen kita.
Bacaan pertama memberi tahu kita bahwa kita harus menaati perintah Allah, dan setia kepada Allah berada dalam kuasa kita. Sama seperti janji perkawinan dan janji keagamaan, kita tetap setia kepada Yesus dalam suka dan duka, dalam sakit dan sehat. Kesetiaan adalah bentuk kesaksian yang ampuh tentang siapa Yesus dalam hidup kita, karena dengan setia, kita menunjukkan bahwa Yesus adalah Juruselamat kita dan kita hanya percaya kepada-Nya. Dan ketika kesetiaan kita diuji, maka bacaan pertama memberi tahu kita bahwa Allah memberi kita pilihan.
Allah telah meletakkan api dan air di hadapan kita, dan kita mengulurkan tangan kita kepada mana yang kita sukai. Dan kita juga memiliki hidup dan mati di hadapan kita; mana pun yang lebih kita sukai akan diberikan kepada kita. Ketika kita teguh dalam hubungan kita dengan Yesus, maka kita tahu bahwa kesetiaan kepada Yesus akan menjadi keputusan dan arah hidup kita. Jadi, dalam Injil ketika Yesus mengajarkan tentang amarah dan nafsu serta penggunaan nama Allah dengan sia-sia, kita tahu bahwa itu adalah ajaran yang melampaui hal-hal biasa.
Apa yang biasanya dipikirkan dan dilakukan orang lain, Yesus memanggil kita untuk memikirkan dan melakukan lebih dari itu. Jadi, sementara orang lain akan berkata, “Terkadang kamu menang, terkadang kamu kalah”, kita akan berkata, “Terkadang kita menang, terkadang kita belajar”. Sementara orang lain akan berkata, “Ada kalanya menang, ada kalanya kalah”, kita akan mengingat Gembala yang Baik yang mencari satu domba yang hilang, dan kita akan berkata, “Ada kalanya menang, ada kalanya tidak kalah”, karena misi kita sebagai orang Kristen adalah membantu setiap orang pergi ke surga.
Sementara dunia berbicara tentang efisiensi dan produktivitas, kita seharusnya berbicara tentang kerendahan hati dan misteri. Ketika kapal Titanic yang perkasa dibangun oleh para profesional, sementara Bahtera Nuh dibangun oleh para amatir, tetapi kita semua tahu mana yang tetap mengapung. Jadi, sebagai orang Kristen, kita harus melihat lebih jauh, berpikir lebih dalam, dan menjadi lebih kudus daripada sekadar menjadi orang biasa. Mengikuti jalan Tuhan membutuhkan kesetiaan, tetapi ketika kita percaya kepada Tuhan dan berkata “Ya” kepada-Nya, maka kita juga akan menunjukkan kepada dunia jalan menuju kerajaan Allah. (RENUNGAN PAGI)
Antifon Komuni (Mzm 78:29-30)
Mereka makan dan menjadi sangat kenyang. Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan, tetapi mereka belum merasa puas.
They ate and had their fill, and what they craved the Lord gave them; they were not disappointed in what they craved.
Manducaverunt, et saturati sunt nimis, et desiderium eorum attulit eis Dominus: non sunt fraudati a desiderio sio.




