Jumat, 13 Februari 2026
Hari Biasa Pekan V
“Masa Tobat Prapaskah mempunyai ciri tobat” "Dalam katekese hendaknya ditegaskan kepada kaum beriman beserta akibat-akibat sosial dosa, hakikat tobat, yang menyangkal dosa sejauh merupakan penghinaan terhadap Allah."
Hari Biasa Pekan V
“Masa Tobat Prapaskah mempunyai ciri tobat” "Dalam katekese hendaknya ditegaskan kepada kaum beriman beserta akibat-akibat sosial dosa, hakikat tobat, yang menyangkal dosa sejauh merupakan penghinaan terhadap Allah."
Keutamaan
tobat dan pelaksanaan praktisnya merupakan bagian-bagian yang perlu
persiapan Paskah; dari pertobatan hati keluar praksis lahiriah tobat,
baik bagi orang kristiani perorangan, maupun bagi seluruh jemaat;
praksis tobat ini haruslah sesuai dengan semangat tobat yang dinyatakan
Injil dengan jelas, dan dapat dimanfaatkan demi para saudara yang
menderita kekurangan. Dalam pada itu harus diingat perlunya kesesuaian
dengan situasi dan keadaan kehidupan zaman kita. Peran Gereja dalam
peristiwa tobat harus diperhatikan dan doa bagi pendosa ditekankan; hal
ini dapat dilaksanakan dengan sering memasukkan doa itu ke dalam Doa
Umat." (Surat Edaran Perayaan Paskah dan Persiapannya, No. 14
Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata-tertib Sakramen 16 Januari 1988)
Antifon Pembuka (Mzm 15:5-6)
Tuhan Engkaulah milik pusaka dan warisanku, dalam tangan-Mulah nasibku. Tanah permai akan menjadi bagianku, milik pusakaku menyenangkan hatiku.
Doa Pagi
Allah Bapa Mahakudus, bukalah kiranya telinga kami terhadap Sabda-Mu dan siapkanlah hati kami, agar sanggup melaksanakan Sabda itu menurut teladan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
"Israel memberontak terhadap keluarga Daud."
Pada waktu itu Yerobeam, seorang pegawai Raja Salomo, keluar dari Yerusalem. Di tengah jalan ia bertemu dengan Nabi Ahia, orang Silo, yang berselubung kain baru. Hanya mereka berdua yang ada di padang. Ahia memegang kain baru yang ada di badannya, lalu dikoyakkannya menjadi dua belas koyakan; Ia berkata kepada Yerobeam, “Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku. Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih dari segala suku Israel.” Demikianlah orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Akulah Tuhan Allahmu, dengarkanlah Aku.
Ayat. (Mzm 81:10-11ab.12-13.14-15)
1. Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah allah asing. Akulah Tuhan, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.
2. Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku. Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti angan-angannya sendiri!
3. Sekiranya umat-Ku mendengar Aku; sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan, seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan para lawan mereka Kupukul dengan tangan-Ku.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Kis 16:14b)
Ya Allah, bukalah hati kami, agar kami memperhatikan sabda Anak-Mu.
Inilah Injil Suci menurut Markus (7:31-37)
"Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara."
Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Tirus, dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap dan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya, “Effata”’ artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu, dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang, dan berkata, “Ia menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”anya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
Renungan
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Salah satu kenyataan menyedihkan dan tragis umat manusia adalah perpecahan dan pemisahan antara individu, bangsa, dan negara.
Dalam perpecahan dan pemisahan ini, hubungan-hubungan rusak, dan dengan itu permusuhan mulai muncul.
Tembok dan perbatasan juga didirikan untuk menghalangi dialog dan rekonsiliasi yang mungkin terjadi.
Dalam bacaan pertama, kita membaca tentang pemisahan dan perpecahan umat Allah menjadi dua bangsa, dan tidak akan pernah ada persatuan kembali.
Hal ini terjadi karena para pemimpin dan rakyat berpaling dari Allah dan menyembah berhala.
Namun, Allah tidak meninggalkan umat-Nya dalam keadaan terpecah belah dan hancur itu.
Allah bahkan mengutus Putra-Nya untuk membawa umat-Nya kembali kepada-Nya.
Dalam Injil, penyembuhan orang tuli yang mengalami kesulitan berbicara merupakan ungkapan keinginan Allah untuk mempersatukan manusia dalam kasih-Nya.
Di kayu saliblah Yesus mengungkapkan keinginan Allah untuk rekonsiliasi dan persatuan kembali dengan-Nya.
Di kayu salib, Yesus meruntuhkan tembok dan penghalang kebencian dan permusuhan.
Marilah kita memusatkan hati kita pada Salib saat kita berjuang untuk pengampunan, rekonsiliasi, dan perdamaian.
Dalam perpecahan dan pemisahan ini, hubungan-hubungan rusak, dan dengan itu permusuhan mulai muncul.
Tembok dan perbatasan juga didirikan untuk menghalangi dialog dan rekonsiliasi yang mungkin terjadi.
Dalam bacaan pertama, kita membaca tentang pemisahan dan perpecahan umat Allah menjadi dua bangsa, dan tidak akan pernah ada persatuan kembali.
Hal ini terjadi karena para pemimpin dan rakyat berpaling dari Allah dan menyembah berhala.
Namun, Allah tidak meninggalkan umat-Nya dalam keadaan terpecah belah dan hancur itu.
Allah bahkan mengutus Putra-Nya untuk membawa umat-Nya kembali kepada-Nya.
Dalam Injil, penyembuhan orang tuli yang mengalami kesulitan berbicara merupakan ungkapan keinginan Allah untuk mempersatukan manusia dalam kasih-Nya.
Di kayu saliblah Yesus mengungkapkan keinginan Allah untuk rekonsiliasi dan persatuan kembali dengan-Nya.
Di kayu salib, Yesus meruntuhkan tembok dan penghalang kebencian dan permusuhan.
Marilah kita memusatkan hati kita pada Salib saat kita berjuang untuk pengampunan, rekonsiliasi, dan perdamaian.
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Mrk 7:37)
Semua yang dibuat-Nya serba baik: orang tuli dibuat-Nya mendengar, orang bisu berbicara.
Doa Malam
Tuhan, Engkau membuat segalanya menjadi baik adanya. Terima kasih atas segala rahmat-Mu yang selalu menolong aku dalam mengatasi segala kesulitan hidup ini. Tuhan, Engkau telah membuka mata hatiku. Terima kasih dan berkatilah istirahatku malam ini. Amin.
Tuhan, Engkau membuat segalanya menjadi baik adanya. Terima kasih atas segala rahmat-Mu yang selalu menolong aku dalam mengatasi segala kesulitan hidup ini. Tuhan, Engkau telah membuka mata hatiku. Terima kasih dan berkatilah istirahatku malam ini. Amin.
RENUNGAN PAGI




