| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: Melakukan Segalanya Demi Kasih Tuhan

 



Awal dari kesempurnaan adalah melakukan kehendak Tuhan bahkan dalam tindakan terkecil kita. Namun melakukan segala sesuatu demi kasih kepada Tuhan adalah puncak kesempurnaan umat Kristiani. Jika kita selalu ingin melakukan kehendak Tuhan dan bertindak atas dasar cinta kepada-Nya, kita harus merasa puas dan damai, karena kita harus menjadi kudus. Para kudus adalah satu-satunya orang yang tetap tenang dan tidak terganggu di tengah kesulitan duniawi. Mereka selalu merasa puas karena mereka hidup di dalam Tuhan. Kehidupan mereka sepenuhnya sesuai dengan kehendak-Nya, dibimbing oleh kasih-Nya, dan didedikasikan untuk pelayanan-Nya. Akibatnya, mereka hidup dalam semacam stratosfer spiritual yang jauh di atas badai dunia ini. Di sana mereka berada di atas awan kesombongan, ambisi, keserakahan, dan semua sifat buruk lainnya. Di sana mereka melihat dan merenungkan segala sesuatu dalam terang Tuhan. Marilah kita menjadi orang-orang kudus. Maka kita akan menyelesaikan semua permasalahan hidup.

Seperti yang dikatakan St. Yohanes, "Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (I Yohanes 4:16) Karena Dia adalah kasih, Allah rindu untuk dikasihi oleh kita. Tindakan kita hendaknya berasal dari, dan diiringi oleh, kasih kita kepada-Nya. “Karena itu kasih adalah kegenapan hukum,” (Rm. 13:10) tulis St. Paulus. Oleh karena itu, kita harus melakukan semua tindakan kita demi kasih kepada Tuhan. Para alkemis zaman dahulu melakukan banyak sekali percobaan dengan harapan mampu mengubah logam dasar menjadi emas. Apa yang mustahil dalam tatanan fisik, namun, sangat mungkin terjadi dalam tatanan moral dan spiritual. Kita dapat mengubah semua tindakan kita menjadi emas murni melalui kasih Tuhan. Ada cerita tentang seorang pematung yang sedang memahat sebuah patung kecil untuk ditempatkan di puncak tertinggi candi. Dia mengupayakan kesempurnaan dalam detail terkecil, seolah-olah patung itu bisa diperiksa dari jarak dekat. Seseorang bertanya kepadanya mengapa dia begitu teliti dan berhati-hati dalam pekerjaannya, dan dia menjawab; "Saya tidak bekerja untuk mereka yang melihat ke atas dari bawah, tapi untuk Dia yang melihat ke bawah dari atas. Saya bekerja untuk Tuhan saja!"

Dalam salah satu suratnya Luther menulis bahwa ia begitu sibuk sehingga ia tidak punya waktu untuk membaca Brevirnya atau mempersembahkan Misa Kudus. Tidak ada keraguan bahwa keterasingan dari doa dan kasih kepada Tuhan inilah yang menyebabkan dia menyelesaikan tugasnya seperti yang dia lakukan. Pekerjaan kita harus dilandasi kasih dan kehidupan batin, agar kita selalu bersatu dengan Tuhan. Jika tidak, setiap tindakan kita, betapapun baiknya kelihatannya, akan sia-sia dan tidak bernilai di mata Tuhan. Saat ini juga ada banyak orang yang sibuk melakukan pekerjaan kerasulan, namun mereka tidak memiliki kehidupan batin yang dipelihara oleh kasih. Inilah yang disebut dengan tindakan sesat. Segala sesuatu yang kita lakukan tidak ada gunanya dan bahkan berbahaya jika aktivitas lahiriah kita tidak dibarengi dengan kehidupan batin yang berkembang dan diperkaya oleh rahmat Ilahi. St Gregorius Agung memparafrasekan kata-kata Injil sebagai berikut: "Tuhan kita bersabda: Barangsiapa mengasihi Aku, hendaklah ia menaati perintah-perintah-Ku. Kasih dibuktikan dengan tindakan. Inilah sebabnya St. Yohanes (I Yohanes 2:4) mengatakan bahwa orang yang mengaku mengasihi Allah namun tidak menaati perintah-perintah-Nya adalah seorang pendusta. Kita mengasihi Allah dengan ikhlas jika kita menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi kesenangan-kesenangan yang berlebihan di zaman ini. Siapa pun yang menyerah begitu saja pada keinginan-keinginan haram dunia ini tentu saja demikian tidak mengasihi Tuhan, karena dia bertindak bertentangan dengan kehendak-Nya." (Homili. 30 dalam Ev.)—Antonio Kardinal Bacci, Meditasi untuk Setiap Hari, 1959.
 
   Antonio Bacci  (4 September 1885 – 20 Januari 1971) adalah seorang kardinal Gereja Katolik Roma asal Italia. Ia diangkat menjadi kardinal oleh Paus Yohanes XXIII

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy