Jumat, 16 Januari 2009

Jumat, 16 Januari 2009
Hari Biasa Pekan I


Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat kepada orang Ibrani (4:1-5.11)

"Baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam istirahat Allah."

1 Saudara-saudara, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. 2 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. 3 Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. 4 Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya." 5 Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." 11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Semoga karya Allah jangan dilupakan selama-lamanya
Ayat. (Mzm 78:3.4bc.6c-7)

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Seorang nabi agung telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (2:1-12)

"Di dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa pengampunan dosa."

1 Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" 6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: 11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Orang sakit biasanya melakukan apa saja untuk kesembuhannya. Tidak peduli akan banyaknya biaya yang mesti dikeluarkan. Tekad yang sama dimiliki oleh keluarga orang sakit itu. Semakin dekat hubungan dengan pasien itu semakin gencar upaya yang dilakukan. Dokter dan tabib terkenal ditemui. Rumah sakit dan balai pengobatan yang dinilai mampu memberikan kesembuhan dicari. Kalau perlu pergi ke rumah sakit yang lebih canggih, kota yang lebih besar atau pengobatan alternatif yang dipandang jauh lebih ampuh. Sikap tersebut menguatkan si pasien untuk sembuh.

Kadang-kadang kita tidak mampu percaya bagaimana kaum keluarga dan kerabat orang lumpuh itu membuka atap untuk menurunkan si lumpuh tepat di depan Yesus. Kalau jalan normal tidak bisa lagi ditempuh, cari jalan lain, sesulit apa pun.

Yesus memberikan kesembuhan bukan demi mukjizat, melainkan demi si pasien maupun keluarga dan orang yang tidak henti-hentinya berupaya.

Pada saat kita tidak mudah putus asa dan tetap berteguh mencari "jalan keluar", Yesus Kristus hadir dan memberikannya. Mungkin bukan persis seperti yang kita inginkan, melainkan seperti Dia sendiri kehendaki.

Tuhan Yang Mahabaik, berilah aku semangat juang yang tinggi. Kuatkan aku agar tidak mudah menyerah, tetapi tetap berusaha sesuai petunjuk-Mu. Amin.

Renungan: Ziarah Batin 2009
Bacaan KS: RUAH






Photobucket