Kamis, 29 Januari 2009

Kamis, 29 Januari 2009
Hari Biasa Pekan III

Sabda-Mu ya Tuhan adalah pelita bagi langkahku dan terang bagi jalanku.


Doa Renungan
Allah Bapa kami yang mahabaik, kami bersyukur karena Engkau berkenan mendengarkan kami, bila kami berpaling kepada-Mu. Ajarilah kami mendengarkan pula Putra-Mu agar dapat bersama-sama memasuki kedamaian yang didambakan dunia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari surat kepada orang Ibrani (10:19-25)


"Marilah kita berpegang teguh pada harapan! Marilah kita saling memperhatikan dan saling mendorong dalam cinta kasih."


19 Saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. 24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Mazmur Tanggapan
Ref. Itulah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
Ayat
(24:1-2.3-4ab.5-6)
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, dan cahaya bagi jalanku.


Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:21-25)


"Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian. Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu."

21 Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
"Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. 22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. 23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

Jangan percaya bahwa hal yang kita sebut rahasia akan dirahasiakan. Setiap kali kita "membuka rahasia" kepada orang lain dan memintanya merahasiakannya, kita akan kecewa. Kita menipu diri sendiri. Setiap kali kita membuka suatu rahasia, pada saat yang sama hal itu tidak lagi rahasia. Segera yang rahasia itu menyebar menjadi tidak rahasia lagi.

Yesus menandaskan tidak ada rahasia yang tidak akan tersingkap. Perlahan-lahan, segala hal akan tersingkap. Demikian juga hal yang pada awalnya kita pandang sulit atau mustahil, ternyata lambat laun menjadi gampang dan nyata.

Oleh Sabda dan teladan Yesus, pelita tidak lagi ditempatkan di bawah gantang atau ditutupi. Makna baru dalam hidup sehari-hari makin terang dan arah yang mesti kita tempuh makin jelas. Memang tidak dengan sendirinya hidup menjadi lebih mudah, namun karena tujuan sudah jelas, pengarungan kita menjadi lebih gampang; energi dihemat dan sungut-sungut sirna.

Kita tidak boleh kikir atau kerdil. Kita mesti gembira membagikan anugerah yang diberikan Tuhan secara cuma-cuma. Semakin kita murah hati membagikan kebaikan, semakin banyak kebaikan kita peroleh. Semakin kita kikir dan berpikiran degil, hidup kita makin sepi dan sempit.

Tuhan Yang Mahabaik dan Maharahim, Engkau merelakan Putra Tunggal-Mu wafat bagiku agar aku selamat dan bahagia. Bersihkanlah aku dari sikap kikir dan degil. Amin.

Renungan: Ziarah Batin



Photobucket