Senin, 12 Oktober 2009 :: Hari Biasa Pekan XXVIII

Senin, 12 Oktober 2009
Hari Biasa Pekan XXVIII

"Angkatan ini adalah angkatan yang jahat"

Doa Renungan

Ya Tuhan, syukur kepada-Mu atas rahmat kasih yang Engkau berikan kepada kami. Semoga hari ini kami dapat menjadi tanda kasih-Mu bagi orang yang kami jumpai. Jauhkanlah kami dari sikap untuk mementingkan diri sendiri melainkan bersedia membantu sesama kami yang membutuhkan pertolongan dari kami, sehingga hidup kami semakin menampakkan cinta-Mu sendiri. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus Kepada Umat di Roma (1:1-7)

"Dengan perantaraan Kristuslah kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa supaya percaya."

Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm. 98:1.2-3ab.3cd-4)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:29-32)

"Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus."

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


Saudara-saudari terkasih yang dicintai oleh Tuhan,
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

Tanda-tanda zaman, begitulah judul bulanan dalam majalah Basis, yang ditulis oleh Pater Dick Hartoko SJ alm., ketika ia mengelola majalah bulanan tersebut. Dalam tulisan tersebut kurang lebih direfleksikan aneka macam peristiwa yang telah terjadi serta disimpulkan pelajaran tertentu dari berbagai peristiwa tersebut. Memang dalam berbagai peristiwa ada tanda-tanda tertentu yang dapat menjadi pelajaran atau peringatan bagi kita, maka marilah kita belajar membaca tanda-tanda zaman, meningkatkan dan memperdalam kepekaan membaca tanda-tanda zaman. Salah satu cara adalah pemeriksaan batin atau mawas diri setiap hari (ingat: pemeriksaan batin merupakan bagian dari doa malam, doa harian!). Dalam pemeriksaan batin kita dididik untuk lebih mengenal dan memahami apa yang baik dan buruk, apa yang sebaiknya kita lakukan dan apa yang harus kita tinggalkan. Pemeriksaan batin merupakan doa, maka kita mawas diri bersama Tuhan, dalam terang rahmat Tuhan, sehingga kita mampu melihat lebih tajam apa yang telah dan sedang kita alami, dan tentu saja pertama-tama melihat dan kemudian mengimani karya Tuhan dalam diri kita yang lemah dan rapuh serta dalam seluruh ciptaan lainnnya di dunia ini. Ketika kita melihat karya Tuhan yang maha segalanya, maka mau tidak mau kita akan dipengaruhi alias diperbaharui atau bertobat. Kebiasaan pemeriksaan batin atau mawas diri setiap hari dapat dikembangkan dalam kegiatan evaluasi bersama, entah di dalam keluarga, tempat kerja maupun masyarakat. Dalam evaluasi bersama pada umumnya perlu disertai dengan penelitian-penelitian, maka dengan ini kami berharap pada aneka usaha dan pemerintah untuk memberi perhatian perihal penelitian. Evaluasi berdasarkan buah-buah penelitian akan lebih berarti dan bermakna.

Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus (Rm 1:5-6), demikian sapaan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua yang beriman kepada Yesus Kristus. Kita, karena dan dalam pembaptisan, telah menjadi milik Kristus, dan dengan demikian juga dipanggil ‘untuk menuntun semua bangsa supaya mereka percaya dan taat kepada Tuhan’. Taat dan percaya kepada Tuhan pada masa kini hemat saya mengalami erosi, antara lain digerogoti atau diperlemah oleh aneka produk teknologi, misalnya HP (hand-phone). HP memang sarana fungsional serta efisien dalam hal komunikasi atau berrelasi, namun tanpa sadar ada sementara orang, kalau tidak boleh kita semua para pemilik dan pengguna HP, yang mabuk HP. Misalnya setiap jam menilpon saudaranya, isteri atau suaminya, anaknya yang sedang dalam perjalanan atau setiap hari menipon suami atau isterinya yang sedang tugas dinas luar kota cukup lama atau sedang mengkuti seminar, dst.. Hemat saya apa yang memotivasi untuk menilpon tersebut adalah kecurigaan atau kekurang-percayaan: jangan-jangan pasangannya atau anaknya menyeleweng/selingkuh. Jika orang mudah curiga dan kurang percaya kepada saudara-saudarinya, hemat saya yang bersangkutan juga sulit untuk percaya kepada Tuhan, percaya pada Penyelenggaraan Ilahi. Jika kita sungguh percaya kepada Tuhan, maka kita juga percaya bahwa Tuhan senantiasa melindungi den merahmati saudara-saudari kita yang berada jauh dari kita atau sedang tidak bersama kita. Dengan kata lain hendaknya ketika dalam perpisahan tersebut orang lebih menunjukkan diri sebagai milik Tuhan alias lebih banyak berdoa, mendoakan saudara-saudarinya daripada mengganggu dengan HP.


Senin, 12 Oktober 2009

Ign Sumarya, SJ

Bacaan Harian 12 - 18 Oktober 2009

Senin, 12 Oktober 2009:
Hari Biasa Pekan XXVIII (H).
Rm 1:1-7; Mzm 98:1-4; Luk 11:29-32.
Yesus sudah hadir di tengah manusia, mewartakan Kerajaan Allah, menawarkan keselamatan, lalu wafat dan bangkit pada hari ketiga. Jika itu semua masih tidak cukup untuk membuat kita hidup terarah kepada Bapa, tanda apa lagi yang kita nantikan supaya kita sungguh-sungguh bertobat? Persoalannya, barangkali, karena hati kita yang masih keras-membatu! Itulah sulitnya!

Selasa, 13 Oktober 2009:
Hari Biasa Pekan XXVIII (H).
Rm 1:16-25; Mzm 19:2-5; Luk 11:37-41.
Manusia lebih mudah untuk mendandani penampilan dan tampak luar, tetapi sering lupa membersihkan bagian dalam diri. Padahal kita sama-sama sepaham, bagaimana kualitas seorang manusia sesungguhnya pertama-tama ditentukan isi dalamnya. Ya, isi hati kita!

Rabu, 14 Oktober 2009:
Hari Biasa Pekan XXVIII (H).
Rm 2:1-11; Mzm 62:2-3.6-7.9; Luk 11:42-46.
Alangkah sulitnya menjalin kesesuaian antara komitmen dengan tindakan; antara kata-kata dengan perbuatan. Kita pun biasa tergiring untuk mudah menghakimi ketimbang memahami; menghendaki orang melakukan sesuatu, tetapi kita sendiri menjauhinya. Kalau begitu, kita tak ubahnya dengan orang Farisi yang dikecam Yesus.

Kamis, 15 Oktober :
Peringatan Wajib Sta. Teresia dari Yesus, Perawan Pujangga Gereja (P).
Rm 3:21-30; Mzm 130:1-2.3-4b.4c-6; Luk 11:47-54.
Kita mungkin tidak secara langsung berbuat jahat, tetapi dengan membiarkan atau membenarkan perbuatan jahat, kita sudah melakukan kejahatan. Maka, Yesus mengecam hal seperti itu. Juga, Yesus mengecam orang yang sudah tidak mau berbuat baik, tetapi sekaligus menghalang-halangi orang lain untuk melakukan yang baik.

Jumat, 16 Oktober 2009 :
Hari Biasa Pekan XXVIII (H).
Rm 4:1-8; Mzm 32:1-2.5.11; Luk 12:1-7.
Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Jadi, hiduplah takut akan Tuhan. Dengan sikap seperti itulah kita akan selalu berusaha menghindari dosa, bahkan meskipun tak ada orang lain yang tahu.

Sabtu, 17 Oktober 2009:
Peringatan Wajib St. Ignatius dari Antiokhia, Uskup Martir (M).
Rm 4:13.16-18; Mzm 105:6-9.42-43; Luk 12:8-12.
Kalau kita mengakui Yesus di depan manusia, Yesus akan mengakui kita di depan malaikat-malaikat Allah. Sebaliknya, yang menyangkal akan disangkal juga. Sederhana saja: lakukanlah apa yang sudah kita dengar dari Yesus; itulah pengakuan kita akan Dia! Juga sederhana: tak usah peduli sabda-Nya, itulah penyangkalan kita!

Minggu, 18 Oktober :
Hari Minggu Biasa XXIX (H).
Yes 53:10-11; Mzm 33:4-5. 18-20.22; Ibr 4:14-16; Mrk 10:35-45.
Yesus mengajarkan bahwa untuk menjadi besar haruslah menjadi pelayan. Memilih untuk melayani berarti memilih untuk kehilangan kendali atas diri sendiri. Ini tentu saja sulit, karena bertentangan dengan apa maunya dunia. Sebab, dunia justru mengajarkan agar kita memiliki kendali sebesar mungkin terhadap segalanya. Itulah yang terjadi pada diri Yakobus dan Yohanes. Mereka mau duduk di sisi kiri dan kanan Yesus pada waktu kemulian kelak. Mereka mau menempatkan diri sebagai pusat. Padahal melayani adalah memberi diri, dan siap bekorban kehilangan diri. Sanggupkah kita?