Selasa, 13 Oktober 2009 :: Hari Biasa Pekan XXVIII

Selasa, 13 Oktober 2009
Hari Biasa Pekan XXVIII

"Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih."

Doa Renungan

Ya Tuhan Engkau mengenal isi hati kami. Engkau mengetahui segala yang ada dalam hati kami, baik itu niat baik maupun niat buruk. Engkau mengetahui kami bersih atau tidak. Semoga hari ini kami berusaha untuk membersihkan hati kami, membuang segala niat buruk dan keinginan untuk memegahkan diri sendiri. Biarlah hati kami bersih seperti Putera-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus Kepada Umat di Roma (1:16-25)

"Sekalipun mereka mengenal Allah, namun mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah."

Saudara-saudara, aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Langit mewartakan kemuliaan Allah.
Ayat. (Mzm 19:2-3.4-5)
1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.

2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:37-41)
"Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih."

Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


Lebih mudah membersihkan bagian luar daripada bagian dalam. Yang terlihat kotor akan lebih mudah kita bersihkan. Bahkan, kita justru sering berpikir bahwa kekotoran yang tidak terlihat sebenarnya tidak perlu dibersihkan. Misalnya, lantai di bawah permadani sering lebih kotor karena kita memang tidak merasa perlu terus membersihkannya. Dalam diri orang-orang Farisi ada kekotoran yang timbul karena rampasan dan kejahatan. Karena itulah Yesus menyerukan agar mereka memberi sedekah. Dengan itulah seseorang menjadi bersih dari dalam.

Mengapa orang-orang yang banyak tahu tentang Allah justru bisa menjadi sulit untuk sungguh percaya kepada-Nya? Banyaknya pengetahuan bukanlah jaminan. Tanpa adanya pengalaman pribadi, manusia bisa jatuh dalam kekaguman berlebihan terhadap ciptaan-ciptaan lain sehingga Tuhan justru dilupakan. Kita mudah mengagumi pengetahuan dan teknologi yang lebih praktis membantu hidup kita daripada Tuhan yang tidak terlihat dan sering dirasa tidak hadir. Keinginan hati manusia seperti inilah yang menjadi akar segala kebobrokan moral yang dilihat oleh Paulus di kalangan umat di Roma.

Yesus, jangan biarkan aku mengagumi pengetahuanku sendiri. Bantulah aku membersihkan bagian tersembunyi dalam hidupku dan mewartakan kemuliaan-Mu. Amin.




Ziarah Batin 2009, Renungan dan Catatan Harian