Sabtu, 30 Januari 2010 Hari Biasa Pekan III

Sabtu, 30 Januari 2010
Hari Biasa Pekan III

Angin dan danau pun taat kepada Yesus

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, hanya kepada-Mulah kami percaya dan berserah. Banyak hal yang akan kami jumpai dalam kehidupan dan mungkin tidak semuanya baik. Namun, bersama-Mu Tuhan, aku percaya akan dapat melalui semuanya itu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama

Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (12:1-7a.10-17)

"Daud mengaku telah berdosa kepada Tuhan."

Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah; ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “ Ada dua orang dalam suatu kota , yang seorang kaya, yang lain miskin, si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya, dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu, ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Maka ia mengambil anak domba yang betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.” Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup, orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.” Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu! Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel : ‘Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.’ Beginilah sabda Tuhan: ‘Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.’ Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjatuhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan.” Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau, juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.
Ayat. (Mzm 51:12-13.14-15.16-17)
1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
3. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Solis. Demikian besar kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal. Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:35-41)

"Angin dan danau pun taat kepada Yesus."

35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Waktu para murid berada dalam perahu, topan mengamuk dan mereka menjadi takut dan panik. Yesus menghardik angin ribut dan seketika itu juga redalah topan itu. Dari sini nyatalah bahwa Yesus berkuasa atas segala unsur alam ini. Sesungguhnya, Dia adalah Tuhan atas segala yang ada, Pencipta segala sesuatu, sebab Dialah Allah: ”Pada mulanya adalah Firman ... dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia”(Yoh 1: 1–3).

Yesus menegur para murid, mengapa takut. Seharusnya para murid tidak usah takut karena mereka bersama Yesus. Namun, waktu itu mereka belum sungguh-sungguh mengerti siapa Yesus itu. Sekarang kita lebih tahu siapa Yesus itu. Oleh karena itu, bila dalam mengarungi samudra kehidupan ini kita menjumpai angin badai, kita tak usah takut. Sebab, Yesus selalu beserta kita: ”Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman,” sabda Yesus (Mat 28:20).

Bapa Yang Mahakuasa dan Mahatahu, Engkau mengetahui segala sesuatu, Engkau dapat melakukan segala sesuatu, dan tangan-Mu selalu menuntun langkah-langkahku. Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikanku, karena Engkaulah ya

Bapa, yang lebih dahulu mengasihi aku dan selalu siap menolongku. Engkau juga tahu apa yang paling baik bagiku. Oleh karena itu, kuserahkan seluruh diriku, jiwa dan ragaku, mati dan hidupku, ke dalam tangan-Mu yang mahakuasa dan maharahim. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Bagikan