Senin, 16 Mei 2011 Hari Biasa Pekan IV Paskah

Senin, 16 Mei 2011
Hari Biasa Pekan IV Paskah

" Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya." (Yoh 10:11)


Doa Renungan

Allah Bapa, Gembala Agung yang baik, perhatikanlah semua domba yang mengikuti Engkau. Kamilah domba-domba itu, yang telah ditebus Putra-Mu dengan mengorbankan darah-Nya. Antarlah dan himpunlah kami ditempat di mana kami dapat menemukan rezeki bagi kehidupan kekal.Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul (11:1-8)

"Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."

Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka." Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya: "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung. Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, 13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?" Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 843
Ref. Jiwaku, haus, pada-Mu Tuhan, ingin melihat wajah Allah.
Ayat. (Mzm 42:2-3; 43:3-4)

1. Seperti rusa merindukan sungai berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup! Bilakah aku boleh datang melihat Allah.
2. Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
3. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.

Ayat. (Yoh 10:14)
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (10:11-18)

"Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba-Nya."

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan

Renungan



Samuel begitu terkejut, sebab begitu Misa usai, saat ia bertemu dengan pastor parokinya untuk urusan kegiatan anak muda paroki, pastornya berkata, "Samuel, saat Misa tadi kamu mengantuk ya? Kamu semalaman kerja ya? Atau malam mingguan?"

Samuel menjadi malu sebab selama misa berlangsung ia menahan rasa ngantuk yang luar biasa. Semalam suntuk bermain musik bersama teman-temannya di rumah salah seorang teman SMA-nya dulu. Malu karena ketahuan pastornya kalau mengantuk. Namun, gembira juga karena sang pastor ternyata memperhatikan Samuel. "Padahal umat begitu banyak sampai memenuhi gereja, tetapi kok sempat-sempatnya memperhatikan saya ya?" kata Samuel dalam hatinya.

Yesus adalah Gembala yang baik. Gembala yang baik berbeda dengan gembala upahan. Jika gembala pahan hanya menjalankan pekerjaan, Yesus sebagai Gembala yang baik lain sama sekali. Yesus mengenal dan memperhatikan domba-domba-Nya. Yesus percaya kepada domba-domba-Nya. Yesus mempersatukan dan menghimpun domba-domba-Nya. Kegembiraan hidup kita sebenarnya mengalir dari perhatian Yesus bagi kita. Jika Yesus tidak mengenal dan memperhatikan kita maka hidup kita seperti domba yang tercerai-berai karena ditinggal pergi oleh sang gembala.

Kita semua sebagai pengikut Yesus hendaknya berusaha untuk menjadi gembala yang baik satu sama lain. Panggilan kita sebagai gembala yang baik menuntun kita untuk melakukan sebuah tindakan yang sederhana dan tidak usah muluk-muluk, yaitu memperhatikan. Seberapa sering kita memperhatikan teman-teman kita? Ataukah kita bersikap cuek aja dengan berkata, "Ah! Aku nggak ada urusan dengan dia. Mengurus diri sendiri saja susah, ngapai juga ngurusin orang lain."

Mengikuti Yesus berarti juga mengikuti jalan yang ditempuhnya. Salah satu jalan yang ditempuh Yesus ialah menjadi Gembala yang baik yang baik yang mengenal dan memperhatikan domba-domba-Nya.

Tuhan Yesus, ajarilah aku menjadi Gembala yang baik seperti Engkau sendiri, supaya semakin banyak orang masuk dalam kawanan gembalaan-Mu. Amin.

Oase Rohani 2011, Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian: 16 - 22 Mei 2011


Senin, 16 Mei: Hari Biasa Pekan IV Paskah (P).
Kis 11:1-8; Mzm 42:2-3; 43:3-4; Yoh 10:11-18.


Selasa, 17 Mei: Hari Biasa Pekan IV Paskah (P).
Kis 11:19-26; Mzm 87:1-7; Yoh 10:22-30.


Rabu, 18 Mei: Hari Biasa Pekan IV Paskah (P).
Kis 12:24 – 13:5a; Mzm 67:2-3.5-6.8; Yoh 12:44-50.


Kamis, 19 Mei: Hari Biasa Pekan IV Paskah (P).
Kis 13:13-25; Mzm 89:2-3.21-22.25.27; Yoh 13:16-20.


Jumat, 20 Mei: Hari Biasa Pekan IV Paskah (P).
Kis 13:26-33; Mzm 2:6-11; Yoh 14:1-6.


Sabtu, 21 Mei: Hari Biasa Pekan IV Paskah (P).
Kis 13:44-52; Mzm 98:1-4; Yoh 14:7-14.


Minggu, 22 Mei: Hari Minggu Paskah V (P).
Kis 6:1-7; Mzm 33:1-2.4-5.18-19; 1Ptr 2:4-9; Yoh 14:1-12.

Minggu, 15 Mei 2011 Hari Minggu Paskah IV

Minggu, 15 Mei 2011
Hari Minggu Paskah IV
Hari Minggu Panggilan

"...Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yoh 10:10b)

GEMBALA YANG BAIK


Antifon Pembuka


Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, dan langit dijadikan oleh sabda-Nya. Alleluya.

Doa Renungan

Allah Bapa, Gembala Agung kami yang Mahapenyayang, antarlah kami, kawanan yang kecil dan lemah ini, memasuki sukacita kekal, bersama Kristus, Gembala kami yang perkasa. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami
yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul (Kis 2:14a.36-41)

"Allah telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus."

Pada hari Pentakosta bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada orang-orang Yahudi, "Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, "Apakah yang harus kami perbuat, Saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka, "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!" Orang-orang yang menerima perkataan Petrus itu memberi dibaptis, dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6, Ul: lih. 1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

Pembacaan dan Surat Pertama Rasul Petrus (1Ptr 2:20b-25)

"Kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu."

Saudara-saudara, jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, itu adalah kasih karunia Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika dicaci maki, la tidak membalas dengan caci maki. Ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh: 10:14)
Akulah gembala yang baik! Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (10:1-10)

"Akulah pintu kepada domba-domba."

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, "Aku berkata kepada-Mu: Sesungguhnya, siapa yang masuk ke dalam kadang domba dengan tidak melalui pintu tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok. Tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya; ia memanggil dombanya, masing-masing menurut namanya, dan menuntunnya ke luar. Jika semua domba telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka, dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu: barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan ke luar, dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Seluruh umat di Keuskupan Agung Jakarta dipanggil untuk mengambil bagian dalamTugas penggembalaan Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik, gembala yang berjalan di depan domba, dan domba-domba mendengar suaranya (Yoh 10:11-14) Gembala yang membawa ke padang rumput yang hijau, ke air yang tenang, yang menuntun di jalan yang benar, yang melindungi dan menyelamatkan domba-dombanya (bdk Mzm.23:2-5) dan inilah panggilan kita semua melalui Roh Kudus dalam sakramen pembaptisan yang mengangkat kita mengambil bagian dalam tugas sebagai Gembala, Nabi dan Imam di tengah dunia.

Dalam panggilan itu kita dipanggil untuk berbuat, yaitu untuk bertobat, memberi diri diba
ptis, dipanggil untuk menerima roh kudus,dipanggil untuk diselamatkan, dengan menjalankan tugas panggilan utama yaitu untuk berbuat baik. Panggilan itu dilaksanakan dengan hidup benar dan rendah hati, yaitu dengan tidak membalas dendam, tidak suka memberikan ancaman kepada orang lain. Dengan cara itu menurut Arah Dasar Pastoral keuskupan kita, kita diajak mewujudkan pembangunan persaudaraan yang sejati, terlibat dalam setiap pelayanan kasih kepada sesama dalam masyarakat. Terutama melibatkan diri dalam pelbagai permasalahan sosial, secara lebih spesifik yang berkaitan dengan kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup dan intoleransi dalam hidup beragama. Dan hal ini harus meresapi di dalam setiap entitas atau kelompok komunitas basis baik teritorial maupun kategorial.

Bersama dengan komunitas hidup bakti, komunitas pastoral teritorial dan kategorial, seharusnya kita sehati sejiwa bertobat, membiarkan diri selalu dibersihkan dari dosa, bekerjasamadengan Roh Kudus Tuhan, menanggapi panggilan Tuhan itu dengan membiarkan diri diselamatkan dan bekerja sama dengan Roh Tuhan ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan umat manusia dan dunia oleh Tuhan.

Panggilan untuk berbuat baik; merupakan panggilan semua kaum beriman, tanpa kecuali, karena Bapa adalah kebaikan itu sendiri. Sehingga setiap orang yang berbuat baik dia berasal dari Allah dan melaksanakan perintah utama Allah yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Setiap tindakan dan perbuatan yang bertentangan dengan nilai kebaikan juga berarti melawan hakekat kebaikan Allah Bapa. Maka siapapun yang tidak berbuat baik; apakah itu uskup; pastor, suster, bruder, ketua wilayah, prodiakon, guru, pedagang, ahli politik, pelajar, pekerja, kaum buruh kaum muda, remaja,anak-anak maupun gelandangan yang tidak melakukan perbuatan baik, berarti belum melaksanakan panggilan Allah.

Panggilan Spiritualitas Gembala Baik dan Pelayanan bermurah hati merupakan salah satu bentuk perhatian perwujudan panggilan dan pelayanan Yesus Kristus, bukan hanya untuk menuntut para pemimpin, melainkan untuk semua murid Yesus (semua orang Kristen).

Maka pertanyaannya bukan apa yang mereka lakukan untuk kita sebagai panggilan Gembala baik dan pelayan
yang bermurah hati? Melainkan bagaimana sayamelakukan tugas panggilan selaku gembala yang baik dan pelayanan bermurah hati? Bagaimana AKU menjalankan panggilanku sebagai gembala yang baik dan panggilanku untuk melayani sebagai pelayan bermurah hati untuk murid-murid Tuhan?

Mari kita renungkan, kita dipanggil untuk apa di keluarga; di gereja dan di masyarakat? untuk dilayani atau untuk melayani atau untuk saling melayani dengan pelayanan yang murah hati ? Apakah pelayananku egoistis, legalistis atau bermurah hati. Apa yang sudah aku persembahkan kepadanya sehingga aku merasa berhak untuk dilayani oleh mereka? Semoga kita tidak lebih banyak menuntut tanpa pernah bermenung apa yang telah kita persembahkan bagi-Nya, sehingga kita merasa lebih berjasa untuk Dia dan dia.

Selamat bermenung.
Salam dan doa.

Pastor Antonius Sumardi, SCJ

Sabtu, 14 Mei 2011 Pesta St. Matias, Rasul

Sabtu, 14 Mei 2011
Pesta St. Matias, Rasul

"Aku telah mengasihi kamu, tinggallah di dalam kasih-Ku itu." (Yoh 15:9)


Doa Renungan

Allah Bapa yang mahaesa, kami bersyukur atas pokok anggur yang Kautanam dalam diri Yesus, Putera-Mu. Semoga kami semua tetap bersatu dengan Dia dan menghasilkan buah keadilan dan cinta kasih melimpah, sehingga dunia bahagia karenanya. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul (1:15-17.20-26)

"Yang kena undi adalah Matias; dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas murid."

Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata, "Hai, Saudara-saudara, harus digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud, tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami, dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya. Dan lagi: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu, dan yang kena undi adalah Matias. Dengan demikian Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan mendudukkan dia bersama para bangsawan.
Ayat. (Mzm 113:1-2.3-4.5-6.7-8)

1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
2. Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
3. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
4. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama para bangsawan, bersama dengan para bangsawan bangsanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 15:16)
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:9-17)

"Allah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah."

Pada perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Cinta sering dibayangkan sebagai sesuatu yang indah dan menjadi persoalan saat yang terjadi sebaliknya. Yesus memberi perintah bagi kita untuk saling mencintai. Semua orang pasti mengenal cinta, tetapi tidak semua orang mampu mencinta seperti Tuhan. Dia mencintai kita sampai mengorbankan nyawa-Nya.

Kita para murid Kristus sudah mendengar tentang perintah kasih dan kita sudah berusaha menghayati kasih itu dalam kehidupan ini. Janji kasih dan ungkapan kasih telah kita berikan bagi keluarga, sahabat, teman, atau kekasih. Yesus mengingatkan, supaya kasih yang kita hidupi merupakan wujud dari pelaksanaan kehendak Tuhan sendiri. Maka, bukanlah kasih kalau kasih yang kita berikan justru bertentangan atau mengabaikan perintah-perintah Tuhan.

Yesus Sang Guru, ajari aku tentang kasih sejati-Mu agar aku mampu mencintai seperti Engkau telah mencintai diriku. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

Jumat, 13 Mei 2011 Hari Biasa Pekan III Paskah

Jumat, 13 Mei 2011
Hari Biasa Pekan III Paskah

Maria adalah Ratu para Martir, oleh karena kemartirannya jauh lebih dahsyat dari derita semua martir lainnya (St. Alfonsus Liguori)


Antifon Pembuka

Anak Domba yang telah dikurbankan pantas menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan dan kehormatan (Why 5:12)

Doa Renungan


Tuhan berilah kami rahmat-Mu agar kami menjadi alat pilihan-Mu untuk mewartakan kabar gembira kepada sesama. Buatlah kami rela dan berani menanggung penderitaan dalam mewartakan nama-Mu di mana pun kami berada, sehingga mereka mengetahui bahwa kami adalah murid-murid-Mu. Amin.


Anak Domba yang telah dikurbankan pantas menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan dan kehormatan (Why 5:12)


Pembacaan dari Kisah Para Rasul
(9:1-20)


"Orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku, untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain."


Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat, hati Saulus berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah, dan kedengaran olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya, “Akulah Yesus yang kauaniaya itu! Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota. Di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maka termangu-mangulah temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jua pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa. Teman-temannya harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, “Ananias!” Jawabnya, “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan, “Pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus, yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jawab Ananias, “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Tetapi firman Tuhan kepadanya, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah ada selaput gugur dari matanya, sehingga Saulus dapat melihat lagi. Saulus bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 827
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Ayat. (Mzm 117:1bc.2)

1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 6:56)
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan.


Yesus sebagai Roti Hidup memberi jaminan hidup kekal bagi mereka yang makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Selain itu juga, barangsiapa makan daging-Nya dan minum darah-Nya akan hidup oleh Yesus, juga tinggal di dalam Yesus, dan Yesus tinggal di dalam dia.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (6:52-59)

"Daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman."

Di rumah ibadat di Kapernaum orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, “Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?” Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu, barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.


Renungan

Ekaristi adalah pusat dan puncak seluruh perziarahan hidup orang beriman Katolik. Inilah Sakramen keselamatan Allah yang diberikan Yesus sendiri kepada Gereja. Gereja Katolik menerima anugerah istimewa ini dengan penuh sukacita. Tiap kali merayakan Ekaristi, seluruh umat beriman menyatu jiwa dan raga dengan Kristus. Dia telah mengurbankan diri-Nya bagi keselamatan kita. Buah Ekaristi hendaknya kita amalkan dalam hidup sehari-hari. Tiap orang perlu ikut merasakannya.

Doa Malam


Terima kasih Yesus, dalam perayaan Ekaristi, kami yang tidak pantas ini, boleh menyambut Tubuh dan Darah-Mu yang kudus dan mulia. Semoga Engkau yang sudi tinggal dalam hati kami, membuat hidup kami seperti hidup-Mu: selalu mengutamakan kasih di atas segalanya. Amin.

RUAH