Senin, 30 Mei 2011 Hari Biasa Pekan VI Paskah

Senin, 30 Mei 2011
Hari Biasa Pekan VI Paskah

Sakramen Mahakudus adalah kenangan sengsara dan wafat Yesus Kristus, dan dengan sarana itu manusia beroleh keselamatan (St. Louis de Montfort)


Antifon Pembuka

Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi; maut tidak menguasai-Nya lagi (Rom 6:9). Alleluya

Doa Renungan


Ya Bapa, terima kasih untuk telingaku, sehingga aku bisa mendengarkan sabda Putera-Mu. Terima kasih untuk hatiku, sehingga aku bisa menyimpan ajaran-Nya. Bantulah dengan rahmat-Mu agar imanku semakin bertambah dan bertumbuh. Amin.


Filipi (Makedonia) adalah kota pertama di Eropa yang mendapatkan pewartaan firman keselamatan oleh Paulus. Seorang wanita, Lidia namanya, dan seisi rumahnya menjadi percaya dan memberi diri dibaptis.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul (16:11-15)

"Tuhan membuka hati Lidia, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."

Setelah Paulus mendapat pesan dari Surga supaya menyeberang ke Makedonia, kami, Paulus dan Silas, bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake. Keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dan dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. Pada hari Sabat kami keluar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ. Setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang berkumpul di situ. Salah seorang dari perempuan-perempuan itu, yang bernama Lidia, turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, seorang yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Sesudah dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, Lidia mengajak kami, katanya, “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” Ia mendesak sampai kami menerimanya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan kepada umat-Nya
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)

1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (bdk. Yoh 15:26-27)
Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku, sabda Tuhan; tetapi kamu juga harus bersaksi.


Roh Kebenaran yang akan diutus oleh Bapa. Dia akan memberi kesaksian tentang Yesus. Namun para murid juga harus bersaksi tentang Dia. Karena sejak semula, mereka ada bersama-sama dengan Yesus. Kesaksian mencapai puncaknya dalam kemartiran. Karena ada banyak kesulitan untuk sungguh-sungguh hidup sebagai pengikut Yesus.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:26--16:4a)


"Roh kebenaran bersaksi tentang Yesus."

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan; bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya, kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.


Renungan

Saat ini terjadi kekerasan atas nama agama. Orang yang tidak sealiran atau sepaham dianggap sebagai musuh. Mereka harus dibinasakan demi melanggengkan sebuah prinsip, walau prinsip itu tidak benar. Aneka kekerasan ini seringkali meresahkan hidup bersama. Yesus sudah meramalkan hal ini sejak lama. Kita ditantang untuk tetap setia dan kuat dalam iman. Saat itulah kita harus bersaksi mengenai kerahiman kasih Tuhan. Roh Kudus akan menguatkan misi kesaksian kita.

Doa Malam


Bapa, utuslah Roh kebenaran padaku, agar aku dapat hidup tanpa cela dan mampu bersaksi tentang ajaran Yesus yang adalah jalan, kebenaran dan hidup. Lindungilah kami dalam istirahat malam ini. Amin.

RUAH

Bacaan Harian 30 Mei - 05 Juni 2011

UJUD-UJUD KERASULAN DOA BULAN JUNI 2011

Ujud Umum: Disatukan ke dalam Hati Kristus, semoga para imam menjadi saksi sejati atas kasih Ilahi yang penuh pengertian dan belas kasih.

Ujud Misi: Semoga Roh Kudus menumbuhkan dalam komunitas-komunitas Gerejawi para misionaris yang siap sedia membaktikan hidup mereka demi Kerajaan Surga.

Ujud Gereja Indonesia: Semoga nilai-nilai luhur Pancasila semakin disadari dan dihayati sebagai nilai asasi dari hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia.

DOA ARAH DASAR PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA TAHUN 2011 – 2015


Allah Bapa yang Mahabaik, kami mengucap syukur kepada-Mu atas kesetiaan-Mu mendampingi kami dalam gerak langkah umat-Mu di Keuskupan Agung Jakarta selama ini.

Kami bersyukur pula atas Arah Dasar Pastoral KAJ yang baru, yang dapat kami jadikan tuntunan dalam perziarahan kami selanjutnya hingga tahun 2015 nanti.

Bantulah kami, dalam keluarga, komunitas, lingkungan, wilayah dan paroki untuk terus berusaha memahami dan mengupayakan terwujudnya Arah Dasar Pastoral ini, dalam kehidupan menggereja sehari-hari.

Yesus, Tuhan dan Guru kami, bimbinglah kami untuk terus bertekun: memperdalam dan menghayati iman akan Dikau meneladan Engkau sebagai Gembala yang Baik semakin murah hati dan dengan rendah hati giat melibatkan diri dalam berbagai permasalahan sosial di sekitar kami terutama kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup dan intoleransi.

Ya Roh Kudus, kobarkanlah semangat kami untuk menjadikan setiap orang dan seluruh alam ciptaan saudara kami, untuk semakin ramah, rela menyapa, memelihara, giat saling membantu dalam lingkungan dan masyarakat kami. Jadikanlah kami umat-Mu yang mau berbagi dengan tulus hati.

Bersama Bunda Maria dan para kudus pelindung kami, kami persembahkan doa, cita-cita, harapan, niat dan upaya kami kepada-Mu dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan, Gembala dan Penyelamat kami.

Amin.

Bacaan Harian 30 Mei - 05 Juni 2011


Senin, 30 Mei: Hari Biasa Pekan VI Paskah (P).
Kis 16:11-15; Mzm 149:1-6a.9b; Yoh 15:26 – 16:4a.


Selasa, 31 Mei: Pesta Sta. Perawan Maria Mengunjungi Elisabet (P).
Zef 3:14-18; atau Rm 12:9-16b; MT Yes 12:2-4bcd.5-6; Luk 1:39-56.


Rabu, 01 Juni: Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir (M).
Kis 17:15.22 – 18:1; Mzm 148:1-2.11-14; Yoh 16:12-15.


Kamis, 02 Juni: Hari Raya Kenaikan Tuhan (P).

Catatan: Lilin Paskah tetap dipasang dekat altar, dan dinyalakan dalam setiap Perayaan Ekaristi sampai Pentakosta. Besok mulai Novena Pentakosta. Dianjurkan supaya digunakan doa umat yang sesuai dengan novena itu, misalnya dari Buku DOA UMAT (1967) no. 18 atau dari KUMPULAN DOA UMAT (1977), hlm. 94. Lihat Puji Syukur No. 90 dst.
Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3.6-9; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20.


Jumat, 03 Juni: Jumat Pertama, Peringatan Wajib St. Karolus Lwanga, dan kawan-kawan Martir (M).

(Novena Roh Kudus Hari Pertama)

Kis 18:9-18; Mzm 47:2-7; Yoh 16:20-23a.

Sabtu, 04 Juni: Hari Biasa Pekan VI Paskah (P).
(Novena Roh Kudus Hari Kedua)

Kis 18:23-28; Mzm 47:2-3.8-10; Yoh 16: 23b-28.


Minggu, 05 Juni: Hari Minggu Paskah VII - Hari Minggu Komunikasi Sedunia (P).
(Novena Roh Kudus Hari Ketiga)
Kis 1:12-14; Mzm 27:1.4.7-8a; 1Ptr 4:13-16; Yoh 17:1-11a.

Surat Gembala Uskup Keuskupan Agung Jakarta Tentang ARDAS Pastoral KAJ

SURAT GEMBALA USKUP KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

TENTANG

ARAH DASAR PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

TAHUN 2011 - 2015



Para Ibu/Bapak, Suster/Bruder/Imam, kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,


1. Pertama-tama saya ingin mengucapkan SELAMAT HARI RAYA PASKAH 2011. Semoga sebagaimana dulu Kristus yang bangkit menyampaikan damai sejahtera kepada para murid, sekarang Kristus yang sama juga menganugerahkan damai dan sejahtera kepada keluarga-keluarga dan komunitas kita.





2. Paskah tahun ini bermakna khusus bagi Gereja Katolik di Indonesia, karena bertepatan dengan ulang tahun kelima puluh berdirinya Hirarki Gereja Katolik di Indonesia. Hirarki Gereja Katolik di Indonesia didirikan antara lain karena Gereja Katolik di Indonesia dinilai memiliki kemampuan berkembang menjadi Gereja pribumi dengan tetap berpegang teguh pada hakekat Gereja yang universal. Gereja Katolik di Indonesia juga dinilai sudah memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi Gereja dewasa yang bertanggungjawab penuh dalam pengembangan diri sebagai Gereja Kristus yang sejati. Selain itu Gereja Katolik di Indonesia juga dinilai sudah memiliki kemampuan berkembang menjadi Gereja yang merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat dan bangsa Indonesia yang plural, sedemikian sehingga Gereja Katolik sebagai kesatuan maupun setiap anggotanya sungguh-sungguh seratus prosen Katolik dan seratus prosen Indonesia. Kepercayaan ini tentu merupakan tantangan yang harus ditanggapi juga oleh Keuskupan Agung Jakarta.


3. Paskah tahun ini juga bermakna khusus bagi Keuskupan Agung Jakarta karena dipilih sebagai saat kita menegaskan Arah Dasar Pastoral Keuskupan kita. Pilihan ini bermakna simbolis: Paskah adalah saat kebangkitan. Semoga Arah Dasar Pastoral yang akan menjadi pedoman bagi kita semua untuk meneruskan peziarahan, panggilan dan perutusan Keuskupan kita yang sudah berlangsung lebih dari dua ratus tahun, mendorong berbagai macam bentuk kebangkitan, pembaharuan hidup dan berbagai prakarsa kreatif bagi Keuskupan, Paroki, Lembaga Hidup Bhakti dan Lembaga-lembaga pelayanan lain di Keuskupan Agung Jakarta ini. Semoga dengan demikian kehadiran, pelayanan dan perutusan Gereja menjadi semakin signifikan bagi umatnya sendiri dan semakin relevan bagi masyarakat.


4. Perjalanan sejarah Keuskupan Agung Jakarta sudah berlangsung lebih dari dua ratus tahun. Selama kurun waktu itu Gereja selalu berusaha untuk hadir dan menjalankan perutusannya di tengah-tengah masyarakat dan bangsa. Agar kehadiran dan perutusannya berdaya makna – artinya signifikan bagi umat sendiri dan relevan bagi masyarakat – setiap kali Keuskupan Agung Jakarta mesti menegaskan kembali jatidiri dan perutusannya. Penegasan inilah yang antara lain dilakukan ketika Keuskupan Agung Jakarta mengadakan sinode. Dalam Sinode Pertama (1989-1990), Gereja KAJ ingin membangun kehidupan bersama di tengah masyarakat yang mandiri, misioner, berdaya pikat dan berdaya tahan. Selanjutnya dalam Sinode Kedua (2000), Gereja KAJ ingin memberdayakan komunitas basis yang semakin beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dan semakin berbakti kepada masyarakat dan bangsa Indonesia dengan memberdayakan komunitas basis dan membangun persaudaraan sejati di tengah masyarakat. Penegasan-penegasan bersama seperti itu selalu dilakukan dalam berbagai macam rapat, pertemuan baik pada tingkat Keuskupan maupun pada tingkat Paroki, bahkan stasi dan lingkungan. Dalam penegasan bersama yang kita percaya dituntun oleh Roh Kudus itulah, kehendak Tuhan bisa kita temukan, kita yakini dan kita rencanakan untuk kita jalankan.


5. Setelah mencermati dinamika hidup umat Katolik di tengah masyarakat di sekitarnya dewasa ini, Gereja KAJ kembali membarui dan menegaskan Arah Dasar Pastoralnya yang baru, sebagai panduan hidup bersama sebagai sesama umat beriman kepada Yesus Kristus dalam lima tahun ke depan. Rumusan Arah Dasar Pastoral yang diberlakukan mulai Hari Raya Paskah 2011 bukanlah rumusan yang samasekali baru, melainkan merupakan perumusan kembali dalam bentuk yang lebih sederhana dari Arah Dasar Pastoral yang dirumuskan pada tahun 2008. Cita-cita Keuskupan Agung Jakarta – artinya kita semua – dirumuskan dalam alinea pertama Arah Dasar Pastoral ini: memperdalam inam akan Yesus Kristus, membangun persaudaraan sejati dan terlibat dalam pelayanan kasih di tengah masyarakat. Ketiganya bukanlah cita-cita yang terpisah-pisah, melainkan cermin dari dinamika hidup Kristiani: beriman berarti mengikuti Yesus Kristus, menjadi semakin serupa dengan Dia yang ketika “saat-Nya sudah tiba … sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya” (Yoh 13:1). Dengan demikian beriman berarti mengasihi seperti Yesus mengasihi. Buah kasih yang utama adalah persaudaraan sejati di antara semua orang yang mengalami kasih Allah, karena Allah mengasihi semua orang tanpa syarat. Dinamika hidup Kristiani tidak mungkin berhenti pada persaudaraan sejati. Persaudaraan yang sejati dengan sendirinya akan mengeluarkan buah-buah pelayanan yang semakin kreatif dan bermutu.


6. Agar cita-cita ini pelan-pelan dan tahap demi tahap dapat menjadi kenyataan, diharapkan agar seluruh umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta – komunitas, keluarga, lingkungan, lembaga-lembaga Katolik, komisi-komisi, Dewan Paroki – mempelajari Arah Dasar Pastoral ini baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Semoga dengan demikian kita bersama-sama, dengan peran yang berbeda-beda dapat membangun jatidiri Gereja Keuskupan Agung Jakarta, merancang berbagai macam pelayanan yang diharapkan menjadi berkat bagi umat dan masyarakat serta pujian kemuliaan bagi Tuhan. Untuk itu ditawarkan berbagai gagasan pendukung yang dapat memperkaya dan memperdalam pemahaman kita. Sejalan dengan itu kita yakin, bahwa yang mengarahkan dan menuntun hidup Gereja dan yang memprakarsai berbagai pelayanan bukanlah kita sendiri. Pemazmur berkata, “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya ….” (Mzm 127: 1 dst.). Semua adalah karya Allah yang telah memulai karya yang baik dan akan menyelesaikannya juga (Flp 1:6). Oleh karena itu seluruh umat juga diajak untuk setiap kali mendoakan Doa Arah Dasar Pastoral agar cita-cita kita bersama dapat menjadi kenyataan.


7. Cita-cita kita mulia dan luhur. Namun seringkali kenyataan hidup jauh dari cita-cita itu. Hambatan dan tantangan pasti akan ada. Namun kita percaya, bahwa yang kita kerjakan bukanlah rencana kita sendiri. Kita ikut serta terlibat dalam karya penyelamatan Allah dan kita percaya bahwa Ia yang telah memulai karya yang baik, akan menyelesaikannya pada waktunya (bdk. Flp 1:6). Keyakinan iman seperti ini akan menjauhkan kita dari perasaan gagal atau putus asa. Kalaupun kita belum atau tidak berhasil, Allah tidak akan gagal. Kita juga dijauhkan dari sikap sombong, karena kalau usaha dan rencana kita berhasil, bukan kita yang berhasil, melainkan Allah yang sedang menyelesaikan karya-Nya. Saya akhiri surat ini dengan mengutip nasehat Rasul Paulus: ”Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Kor 15:58). Semoga Tuhan melimpahkan berkat, perlindungan dan damai sejahtera kepada kita, keluarga-keluarga dan komunitas kita. Dan semoga Ia meneguhkan persaudaraan kita, pekerjaan kita sehari-hari dan pelayanan kita.


Jakarta, Hari Raya Paskah 24 April 2011


+ I. Suharyo


Uskup Keuskupan Agung Jakarta