Rabu, 31 Agustus 2011 Hari Biasa Pekan XXII

Rabu, 31 Agustus 2011
Hari Biasa Pekan XXII

AKU HARUS MEMBERITAKAN INJIL

Orang banyak mencari Dia, lalu menemukannya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.” (Luk 4 : 42b - 43)


Doa Renungan

Allah Bapa kami yang maha pengasih dan penyayang, hanya mereka yang tidak mau melihat, benar-benar buta. Hanya mereka yang tidak mau mendengar, yang sungguh-sungguh tuli. Kami mohon kepada-Mu, bukalah mata dan telinga kami terhadap segala kebaikan dan rahmat-Mu yang Kausampaikan melalui sesama di sekitar kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:1-8)

"Sabda kebenaran telah sampai kepadamu, demikian juga kepada seluruh dunia."

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku percaya akan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sekarang dan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm. 52:10.11)

1. Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
2. Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di hadapan orang-orang yang Kaukasihi.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 4:18-19)
Tuhan mengutus aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:38-44)

"Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil, sebab untuk itulah Aku diutus."

Setelah meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum, Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan


Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Sambutan terhadap Yesus di Kapernaum, sangat berlawanan dengan sambutan-Nya di Nazaret. Orang banyak berusaha menahan Dia, untuk tinggal bersama mereka. Tetapi ini pun sesungguhnya juga suatu cara, suatu "taktik" untuk menjerat Yesus. Namun Yesus tidak terjerat, mereka gagal; tidak berhasil menahan Yesus. Karena Yesus diutus untuk semua orang. Ia bersabda: "Juga di kota-kota lain. Aku harus memberi- takan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus." Bagi Yesus yang menentukan perutusan-Nya, bukanlah keberhasilan-Nya, bukan pula suara orang banyak, melainkan apa yang didengar dari Bapa-Nya. Kehendak Bapa menentukan segalanya. Yesus selalu menunjuk pada karya kasih-Nya, kalau Ia diminta tanda, bahwa Ia itu Mesias. Bapa senantiasa menyertai Yesus dengan kuasa Roh-Nya, tampak jelas, bahwa Yesus adalah "Anak Allah" yang berkuasa, yang berwibawa dan yang berkenan kepada Bapa-Nya.

Saudara-saudari terkasih.

Karya kasih, atau karya kerasulan yang berhasil membawa dampak positif bagi orang lain. Orang merasa dihargai, mendapat pelayanan, diperhatikan, dibebaskan dan diselamatkan. Namun, tidak jarang kita menemui teman, kelompok, tempat berkarya yang membuat kita tidak bisa lepas dari mereka. Hari-hari hidup kita dipenuhi dan diwarnai dengan kegembiraan, karena kita diterima, dihargai, dibutuhkan dan dicintai. Dan hati kita pun tidak jarang terpaut, terjerat pada mereka, sehingga sukar untuk bisa dilepaskan. Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita agar jangan terikat, terjerat pada suatu tempat dan pada pribadi-pribadi tertentu. Sehingga ada ikatan emosi, keakraban yang tidak sehat. Yesus memerintahkan agar kita: Juga ke kota-kota lain, untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah kita diutus." Untuk itu kita harus punya iman kuat.

Saudara-saudari terkasih.

Dewasa ini sering terdengar, bahwa seorang Kristiani, oarang Kristen, orang Katyolik meninggalkan imannya, meninggalkan Yesus. Ada seorang muda, yang saya kenal baik. Ya pribadinya, ya hidup beragamanya, ya hormatnya pada orangtua. Oleh karena itu dia diminta menjadi bapa baptis bagi beberapa keponakan lelakinya. Namun dalam perjalanan hidupnya, pelan-pelan dia meninggalkan kehidupan beragamanya sebagai orang Katolik, Malas berdoa, tidak rajin mengikuti Misa Kudus pada hari Minggu, kalau pun pergi datang terlambat dan pulang cepat sebelum berkat, doa di lingkungan tidak pernah hadir, bergaul dengan sesama anak muda tidak pernah. Pergi kerja pagi, jam enam sudah jalan; dan jam 21.00 malam baru masuk rumah. Kalau harus lembur baru pulang jam 03.00 pagi. Setelah sekian lama tidak mendengar beritanya, akhir-aklhir ini saya batru tahu, ternyata dia telah pindah agama. Tentu hal bagi keponakan-keponakannya jadi pertanyaan. Dia itu kurang kuat imannya, hidupnya kurang berdoa, dan kurang bijak.

Saudara-saudari terkasih.

Lebih memprihatinkan lagi, bila sampai ada berita, ada seorang Imam yang meninggalkan panggilan Imamatnya. Dia melepaskan jubahnya, dia melepaskan jabatan imamatnya. Padahal dia telah banyak membaptis bayi, anak-anak, remaja, pemuda-pemudi, orang dewasa dan orangtua. Dia pun juga sudah banyak pula menikahkan muda-mudi yang memasuki bahtera pernikahan. Pertanyaan yang sering muncul, lalu bagaimana dengan baptisnya, bagaimana dengan pernikahannya? Syah atau batal? Dalam, kasus ini Gereja menegaskan, bahwa baptis dan pernikahan mereka syah. Tidak terpengaruh, tidak batal. Karena baptis dan perkawinan itu dilakukan sewaktu dia syah dan resmi sebagai pejabat Gereja; walaupun pada waktu selanjutnya dan pada akhirnya iman itu "mundur" dari jabatan Imamatnya. Mengapa seorang Imam mundur dari jabatannya itu? Dari pengalaman, dikarenakan imam itu kurang berdoa, kurang bersatu dengan Allah, yang diungkapkan dengan sesama imam satu komunitas.

REFLEKSI:


Apakah kita telah dengan sungguh hidup dalam doa, iman dan kesatuan dengan Allah, Bapa di sorga?

MARILAH KITA BERDOA:


Tuhan Yesus, bangkitkanlah semangat memberitakan Injil Kerajaan Allah di tempat kami, agar kami tidak lekat dan terikat pada tempat, pribadi yang memberikan kelegaan dan kegembiraan. Berilah kami iman yang kuat dan kesetiaan kepada-Mu, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

Renungan LUMEN INDONESIA NO : 6965