Senin, 13 Agustus 2012 Hari Biasa Pekan XIX

Senin, 13 Agustus 2012
Hari Biasa Pekan XIX

Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya -- Yesaya 32:17

Antifon Pembuka (bdk. Mzm 148:2)

Pujilah Tuhan di surga! Pujilah Dia di angkasa raya! Pujilah Tuhan semua malaikat-Nya! Pujilah Dia, seluruh bala tentara-Nya.

Doa Pagi


Allah Bapa yang kekal dan kuasa, melalui Nabi Yehezkiel Engkau memperlihatkan gambaran kemuliaan-Mu. Bimbinglah aku untuk selalu menyadari akan kuasa kasih-Mu sehingga aku memperoleh kekuatan dan pengharapan dalam Dikau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yehezkiel (1:2-5.24-2:1a)

"Penglihatan gambar kemuliaan Tuhan."

Pada tanggal lima bulan, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang, datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia. Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat. Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia, Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai. Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Ayat. (Mzm 148:1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd)
1. Pujilah Tuhan di surga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
2. Pujilah Tuhan, hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; Pujilah Tuhan, hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
3. Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
4. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Allah memanggil kita, agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:22-27)

"Ia akan dibunuh, tetapi Ia akan bangkit. Putra-putra raja bebas dari pajak."

Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya ada di Galilea. Ia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia; mereka akan membunuh Dia, tapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati para murid itu pun sedih sekali. Ketika Yesus dan para murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah seorang pemungut pajak bait Allah kepada Petrus dan berkata, “Apakah gurumu tidak membayar pajak dua dirham?” Jawab Petrus, “Memang membayar.” Ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan, “Bagaimana pendapatmu, Simon? Dari siapa raja-raja di dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” Jawab Petrus, “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya, “Jadi bebaslah rakyatnya! Tetapi agar kita jangan menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Yesus Putra Allah diserahkan ke tangan manusia, lalu dibunuh, tetapi pada hari ketiga Ia akan bangkit. Yesus menerima dan menjalani semuanya dengan rela sebagai wujud ketaatan-Nya yang sempurna kepada Allah. Ketaatan-Nya menerima penderitaan sampai pada kematian-Nya merupakan pelaksanaan misi Bapa, yakni penyelamatan umat manusia. Sayang hal ini tampaknya belum dimengerti oleh para murid sehingga mereka sedih. Kita bisa menduga kenapa para murid sedih. Mereka ingin merasakan kenyamanan yang tak terputus bersama Guru mereka. Kenyamanan itulah yang membuat para murid sedih apabila Yesus mengalami penderitaan dan meninggalkan mereka.


Ada kencenderungan bahwa mengikuti Yesus dengan semangat dan gembira sering kali hanya dirasakan pada saat-saat kehidupan terasa enak, nyaman, dan tanpa tantangan. Perjuangan yang berat dan menuntut korban kalau bisa dihindari bahkan menolaknya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita bersemangat mengikuti Yesus hanya pada saat hidup dalam suasana nyaman, enak dan tidak ada hambatan dan tantangan? Tentu saja tidak! Kita ingin mengikuti Yesus baik dalam suka maupun dalam duka dan menuntut pengorbanan. Bahkan kita harus merasa senang apabila karena Dia, kita tetap setia dalam penderitaan.


Doa: Ya Bapa, kerinduan dan harapanku adalah ingin mengikuti Yesus Kristus Putra-Mu dengan setia dan penuh kegembiraan, baik dalam suka maupun dalam duka. Oleh karena itu, aku mohon anugerahilah aku kekuatan melalui Roh Kudus-Mu agar aku mampu mewujudkannya dalam kehidupan nyata. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian 13 - 19 Agustus 2012

Bacaan Harian 13 - 19 Agustus 2012

Senin, 13 Agustus: Hari Biasa Pekan XIX (H).

Yeh. 1:2-5,24-2:1a; Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd; Mat. 17:22-27.

Mengikuti Yesus berarti menjalani kehidupan yang penuh perjuangan. Penderitaan, penolakan, bahkan kematian menjadi bagian dari kehidupan orang-orang yang mau mengikuti-Nya. Mereka harus mewujudkan kasih tanpa memberikan sandungan bagi orang lain.

Selasa, 14 Agustus: Peringatan Wajib St. Maksimilianus Maria Kolbe (M).

Yeh. 2:8-3:4; Mzm. 119:14,24,72,103,111,131; Mat. 18:1-5,10,12-14.

Sikap seorang anak ditampilkan kepada para murid-Nya. Sikap inilah yang harus dikembangkan dalam kehidupan para murid. Sikap seorang anak yang polos, tulus dan terbuka meski tergantung pada orang lain menjadi gambaran pengharapan orang beriman kepada Allah.

Rabu, 15 Agustus:

A. Indonesia: Hari Biasa Pekan XIX (H).
Yeh. 9:1-7; 10:18-22; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6; Mat. 18:15-20.

Menegur itu tidak mudah, seringkali mengakibatkan konflik yang besar. Bagi Yesus menegur kesalahan seseorang itu penting. Bukan untuk menyalahkan tapi agar ia sadar dan mau bertobat. Cara menegurnya pun haruslah tepat dan tidak mempermalukan yang ditegur. Bagaimana dengan aku?

B. Luar Indonesia: Hari Raya Sta. Perawan Maria Diangkat Ke Surga (P).

Why 11:19a – 12:1.3-6a.10ab; Mzm 45:10bc-12ab; 1Kor 15:20-26; Luk 1:39-56.

Dogma Maria Diangkat ke Surga dimaklumkan oleh Paus Pius XII dalam Konstitusi Apostolik Munificentissimus Deus (Tuhan yang sangat murah hati) pada tahun 1950. Dogma adalah ajaran iman yang disampaikan oleh Paus sebagai pemimpin Gereja yang harus ditaati oleh umat beriman, sedangkan Konstitusi Apostolik Munificentissimus Deus adalah dekrit yang menjelaskan tentang dogma Maria Diangkat ke Surga. Karena ajaran Maria Diangkat ke Surga merupakan dogma, umat Katolik harus mempercayainya. Dasar keyakinan kita bahwa Bunda Maria diangkat ke surga: 1) Maria dikandung tanpa noda dosa, termasuk dosa asal sehingga kita percaya bahwa ia pun bebas dari kerusakan badan setelah kematiannya. 2) Bunda Maria adalah hamba yang setia dalam mengambil bagian dalam kelahiran, kehidupan, wafat, dan kebangkitan Tuhan sehingga ia menerima kemuliaan surga secara istimewa, yaitu beserta badan dan jiwanya. 3) Kitab Wahyu 12:1 menegaskan bahwa Santa Perawan Maria diangkat ke surga: “Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya”.

Kamis, 16 Agustus: Hari Biasa Pekan XIX (H).

Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57,58-59,61-62; Mat. 18:21-19:1

Setiap orang bisa melakukan kesalahan, tapi bila ada pengampunan, orang menemukan kesempatan untuk membaharui dirinya. Pengampunan menjadi tanda paling nyata akan kehadiran Allah dalam kehidupan jemaat beriman.

Jumat, 17 Agustus: HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (P).

Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac,3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-2

Para pemimpin hendaknya menjadi tanda kehadiran Allah yang mengasihi dan menyelamatkan. Para pejabat harus memperhatikan orang-orang yang dipimpinnya seperti Allah yang memelihara setiap ciptaan-Nya.

Sabtu, 18 Agustus: Hari Biasa Pekan XIX (H).

Yeh. 18:1-10,13b,30-32; Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Mat. 19:13-15

Para murid merasa harus menjaga Yesus, maka kehadiran anak-anak dianggap hanya mengganggu dan mereka disuruh pergi. Namun, Yesus justru menegur sikap para murid-Nya. Orang beriman tidak boleh meremehkan kehadiran siapa pun, termasuk mereka yang dianggap kurang penting.

Minggu, 19 Agustus: Hari Minggu Biasa XX (H).

Ams. 9:1-6; Mzm. 34:2-3,10-11,12-13,14-15; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58

Jangan pikir Yesus hanya berkias ketika mengatakan soal makan tubuh dan minum darah-Nya. Allah berkarya lewat materi. Itulah sebabnya mengapa sakramen merupakan tanda yang nyata dari rahmat kehidupan Ilahi. Lewat ekaristi, roti dan anggur sungguh menjelma menjadi tubuh dan darah Kristus. Seperti orang-orang Yahudi, kita juga mungkin menilai Yesus (dan kekristenan) itu tidak realistis, kalau tidak mau dibilang lunatik. Minta roti koq yang ditawarkan daging manusia? Hidup kekal itu memang terlalu realistis bagi dunia. Begitu realistisnya sehingga segala sesuatu dalam Kerajaan Allah terasa menyakitkan dan menyiksa. Tidak heran jika manusia cenderung memilih untuk tetap hidup di luar-Nya.