Senin, 29 Oktober 2012 Hari Biasa Pekan XXX

Senin, 29 Oktober 2012
Hari Biasa Pekan XXX

Kebajikan bukan hanya hasil usaha kita melainkan juga hasil rahmat Allah -- St Yohanes Krisostomus.

Antifon Pembuka (Ef 4:32)

Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.


Doa Pagi


Bapa yang mahapengasih, sebagaimana Engkau mengasihi dan mengampuni aku, buatlah aku juga mampu mengasihi dan mengampuni sesama maupun diriku sendiri hari ini, sebagai persembahan dan pujian bagi-Mu.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (4:32-5:8)
"Hiduplah dalam cinta kasih seperti Kristus."

Saudara-saudara, hendaklah kalian bersikap ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih sayang dan saling mengampuni, sebagaimana Allah telah mengampuni kalian dalam Kristus. Sebab itu jadilah penurut Allah sebagai anak-anak kesayangan dan hiduplah dalam kasih sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kalian, dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai kurban dan persembahan yang harum mewangi bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan, disebut saja pun jangan di antara kalian sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus; demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau sembrono, karena hal-hal itu tidak pantas. Sebaliknya ucapkanlah syukur! Ingatlah baik-baik: Orang sundal, orang cabul, atau orang serakah, artinya penyembah berhala, semua itu tidak mendapat bagian dalam kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kalian disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kalian berkawan dengan mereka. Memang dahulu kalian adalah kegelapan, tetapi sekarang kalian adalah terang di dalam Tuhan. Karena itu hiduplah sebagai anak-anak terang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6; R: 40:5a)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3.Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran; kuduskanlah kami dalam kebenaran.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (13:10-17)

"Bukankah wanita keturunan Abraham ini harus dilepaskan dari ikatannya sekalipun pada hari Sabat?"

Pada suatu hari Sabat Yesus mengajar dalam salah satu rumah ibadat. Di situ ada seorang wanita yang telah delapan belas tahun dirasuk roh. Ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat wanita itu dipanggil-Nyalah dia. Lalu Yesus berkata, "Hai Ibu, penyakitmu telah sembuh." Kemudian wanita itu ditumpangi-Nya tangan, dan seketika itu juga ia berdiri tegak dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat itu gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Lalu ia berkata kepada orang banyak, "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu dari hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya, "Hai orang-orang munafik, bukankah kalian semua melepaskan lembu dan keledaimu pada hari Sabat dan membawanya ke tempat minum? Nah, wanita ini sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis. Bukankah dia harus dilepaskan dari ikatannya itu karena dia keturunan Abraham?" Waktu Yesus berbicara demikian, semua lawan-Nya merasa malu, sedangkan orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia yang telah dilakukan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Seorang katekis bertanya kepada salah seorang katekumennya, ”Apa yang membuat Bapak tertarik untuk mempelajari agama Katolik?” Katekumen itu menjawab, ”Saya terkesan kepada tetangga saya yang Katolik. Suami-istri itu rukun. Anak-anak mereka pun juga mudah diatur dan berhasil dalam hidupnya. Mereka selalu pergi ke gereja bersama setiap hari minggu. Dan yang paling membuat saya terkesan, mereka selalu berbuat baik kepada siapa saja. Sementara saya sangat jauh berbeda dari keluarga itu. Saya ingin seperti mereka.”

Perbincangan katekis dan katekumennya itu memberi gambaran tentang hidup dalam kegelapan dan hidup dalam terang. Si katekumen tadi tidak ingin tinggal dalam kegelapan. Ia yakin, Pembaptisan yang akan diterimanya menjadi pintu gerbang memasuki hidup baru, yaitu hidup dalam terang. Bagi katekumen ini, pesan Rasul Paulus dalam bacaan pertama hari ini menjadi sangat pas, ”Dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” Seorang anak terang akan selalu memancarkan aura kebaikan dan kedamaian serta melakukan perbuatan yang baik dan menyelamatkan kapan saja waktunya dan di mana saja tempatnya. Perbuatan yang baik dan menye*lamatkan adalah perbuatan ilahi yang mengatasi ruang dan waktu dan juga tidak bisa dibatasi oleh aturan dan hukum yang kaku. Pada hari sabat pun Yesus melakukan perbuatan yang baik dan menyelamatkan, sekalipun aturan melarang-Nya. Mari kita hidup sebagai anak terang!

Doa: Tuhan, bantulah aku agar aku bisa hidup sebagai anak terang dengan senantiasa melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam hidup sehari-hari. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian 29 Oktober - 04 November 2012

Bacaan Harian 29 Oktober - 04 November 2012

Senin, 29 Oktober: Hari Biasa Pekan XXX (H).

Ef 4:32-5:8; Mzm 1:1-2.3.4.6; Luk 13:10-17.

Di sebuah rumah ibadat, Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sudah delapan belas tahun diikat oleh iblis. Hal itu membuat kepala rumah ibadat menjadi gusar, karena hari itu adalah hari Sabat. Kata Yesus: “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?” Dengan mengatakan itu, Yesus mau mengajarkan kepada kita bahwa perbuatan baik atas dasar kasih demi nilai-nilai kehidupan harus dimenangkan ketimbang taat buta pada peraturan. Begitulah kehidupan! Selalu mengandung pilihan! Dalam menghadapi pilihan, Yesus mau supaya kita menomorsatukan perbuatan kasih demi nilai-nilai kehidupan, betapapun itu mengandung resiko. Kalau tidak demikian, kita sama dengan orang munafik yang dikecam Yesus.

Selasa, 30 Oktober: Hari Biasa Pekan XXX (H).

Ef 5:21-33; Mzm 128:1-2.3.4-5; Luk 13:18-21.

Kerajaan Allah seumpama biji sesawi yang kecil tetapi dapat bertumbuh menjadi pohon yang besar, tempat burung-burung bersarang pada cabang-cabangnya. Sejajar dengan itu,Yesus juga mengumpamakan Kerajaan Allah itu seperti ragi secuil yang diadukkan dalam tepung terigu dan akan membuat tepung terigu itu berkembang. Begitulah! Hal-hal kecil yang kita lakukan dengan tekun demi Kerajaan Allah, pada saatnya akan membawa dampak yang mendatangkan kebaikan bagi diri kita sendiri dan bagi banyak orang sekitar. Kekuatannya terletak bukan pada kita, tetapi pada kuasa yang berasal dari Allah sendiri, yang menyertai setiap perbuatan yang mewujudkan nilai-nilai Kerajaan-Nya. Mari bertekun melakukan perbuatan-perbuatan kecil untuk Kerajaan-Nya. Lalu kecaplah hidup yang bermakna bagi orang-orang sekitar.

Rabu, 31 Oktober: Hari Biasa Pekan XXX (H).
Ef 6:1-9; Mzm 145:10-11.12-13ab.13cd-14; Luk 13:22-30.

Kerajaan Allah yang mendatangkan hidup kelimpahan itu bukan hanya soal hidup abadi di surga, tetapi sungguh-sungguh dapat kita nikmati saat ini dan di sini. Kita akan mengalami Kerajaan Allah yang membahagiakan itu jika kita menjadikan Allah sebagai Raja yang bertahta dalam hidup kita; membiarkan Dia saja yang memimpin langkah-langkah hidup kita. Namun, itu bukan soal mudah! Yesus mengingatkan: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.” Ya, memang jalan menuju Kerajaan Allah sesak dan sempit; sementara begitu banyak jalan lebar dan pintas yang tampak menawarkan yang indah-indah. Akankah kita terus bertekun untuk berjuang dengan setia menjadikan Allah sebagai Raja dalam hidup kita? Mampukah kita memanggul salib dan menyangkal diri untuk sungguh-sungguh mengikuti Dia? Inilah tantangan untuk hidup bahagia!

Kamis, 01 November: Hari Raya Semua Orang Kudus (P).
Why 7:2-4.9-14; Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a.

Pada Hari Raya Semua Orang Kudus ini, kita diingatkan bahwa kita dipanggil untuk menjadi kudus dengan setia menjalankan tugas perutusan kita, yaitu menghadirkan wajah Kristus dalam hidup sehari-hari dimana pun kita berada. Itu artinya, kita berjuang mewujudkan ajaran-ajaran-Nya. Dengan begitulah kita akan menjadi bagian dari orang-orang kudus yang berbahagia. Bacaan hari ini memperdengarkan tentang Delapan Sabda Bahagia. Mari kita memahami dengan tepat: orang-orang bagaimanakah yang disebut Yesus berbahagia? Mengapa? Lalu tugas kita adalah mengusahakan supaya kita beroleh hidup yang sungguh kudus dan sungguh bahagia itu.

Catatan:

1. Dalam rangka “Hari Raya Mengenang Arwah Semua Orang Beriman” (tgl. 2 November), setiap orang Kristen dapat memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal.
2. Caranya: mengunjungi makam dan/atau mendoakan arwah orang yang meninggal,
• yang menjalankan setiap hari dari tgl. 01 – 08 November memperoleh indulgensi penuh;
• yang menjalankan pada hari-hari lain, memperoleh indulgensi sebagian.

Jumat, 02 November: Jumat Pertama - Peringatan Arwah Semua Orang Beriman.
2Mak 12:43-46; Mzm 130:11-2.3-4.5-6a.6-7.8; 1Kor 15:12-34; Yoh. 6:37-40.

Murid-murid Yesus adalah suatu communio, yaitu persekutuan orang beriman. Dalam persekutuan ini, ada orang-orang beriman yang hidupnya sudah berbahagia, yaitu mereka yang berada di surga menikmati Perjamuan Anak Domba; ada juga yang sedang menderita menjalani pemurnian di api penyucian; dan ada pula yang sedang berziarah menuju kesempurnaan, yaitu kita semua yang masih di dunia. Adalah tugas kita sebagai anggota communio untuk mendoakan arwah-arwah mereka yang masih menderita di api penyucian. Maka, pada peringatan arwah semua orang beriman ini, marilah kita mendoakan anggota keluarga, sahabat dan kenalan yang telah meninggal supaya mereka boleh mengalami kebahagiaan surgawi. Sekaligus dengan itu, kita pun kembali diingatkan supaya hidup kita pun terarah pada Perjamuan Abadi. Maka, sebelum datang waktu kita menghadap ke haribaan-Nya, marilah kita saat ini sungguh-sungguh datang kepada-Nya.

Sabtu, 03 November: Hari Biasa Pekan XXX (H).
Flp 1:18b-26; Mzm 42:2.3.5bcd; Luk 14:1.7-11.

Seperti umumnya manusia, kita cenderung bertindak mencari pujian, mengutamakan diri, dan sombong akan kemampuan diri. Maka, kalau harga diri kita dicela, kita pun “sakit hati” dan mungkin siap “membalas”; kalau perbuatan baik kita tidak dilihat, kita pun merasa tidak dihargai dan menjadi malas untuk kembali berbuat baik; dan lain sebagainya yang menunjukkan betapa kita seringkali “tinggi hati”. Yesus hari ini mengajarkan untuk rendah hati. Rendah hati artinya rela dan siap sedia mengutamakan kepentingan orang lain, mendahulukan orang lain dan tidak selalu berpusat pada diri sendiri. Dengan sikap itulah kita ditinggikan oleh-Nya. Yesus berkata: “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Minggu, 04 November: Hari Minggu Biasa XXXI (H).

Ul 6:2-6; Mzm 18:2-3a.3bc-4.47.51ab; Ibr 7:23-28; Mrk 12:28b-34.

Hukum yang utama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatan. Itu artinya, mengasihi Allah secara total, tidak setengah-setengah. Lalu, hukum yang kedua adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Artinya, kasih akan Allah yang total itu harus terwujud pula dalam kasih terhadap sesama. Dan ingatlah, Yesus menandaskan: ”Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.” Kalau begitu, apa pun yang kita lakukan haruslah mengarah pada hukum yang utama itu: demi kasih akan Allah dan sesama! Nah, kenyataannya, kecenderungan manusia adalah meremehkan hukum itu dan terus berkutat dengan dasar hukum yang dibuat sendiri, yaitu: mementingkan diri sendiri, menomorsatukan hal materi.