Bacaan Harian 12 - 18 Desember 2012

Bacaan Harian 12 - 18 Desember 2012

Senin, 12 November: Peringatan Wajib St. Yosafat, Uskup dan Martir. (M).

Tit 1:1-9; Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; Luk 17:1-6.

Kelalaian kita dapat menyebabkan seseorang berdosa.
Kepada Titus, Santo Paulus berbicara mengenai seorang penilik jemaat haruslah tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang… (Titus 1:7). Kelalaian dalam tutur kata, sikap dan perbuatan kita bisa saja menyebabkan seseorang berbuat dosa. Maka kita harus berhati-hati dalam melayani Tuhan, jangan sampai kita lupa diri dan menjadi batu sandungan yang menyebabkan seseorang berbuat dosa. Terhadap orang yang benar-benar bertobat, kita harus rela memberi pengampunan. Pernyataan Yesus mengenai mengampuni “tujuh puluh kali tujuh kali” tidak berarti kita membiarkan orang melakukan dosa berulang-ulang, tetapi kita membantu dan menghantar seseorang untuk bertobat secara sempurna.

Selasa, 13 November: Hari Biasa Pekan XXXII (H).

Tit 2:1-8.11-14; Mzm 37:3-4.18.23.27.29; Luk 17:7-10.

Jangan melayani demi upah.
Masih dalam surat Santo Paulus kepada Titus yang menekankan supaya pelayanannya tidak bercacat, kita diingatkan Yesus mengenai perumpamaan tentang TUAN dan HAMBA yang memberikan gambaran tentang arti seorang hamba kepada murid-murid-Nya. Murid-murid Yesus adalah para hamba yang mendapat tugas perutusan untuk melayani. Maka, dalam kehidupan pelayanan, janganlah kita terjebak pada kesombongan rohani atau merasa diri telah melakukan banyak hal yang pantas mendapat pujian. Harus tetap diingat: kita hanyalah hamba yang hanya melakukan apa yang memang seharusnya kita lakukan.

Rabu, 14 November: Hari Biasa Pekan XXXII (H).

Tit 3:1-7; Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Luk 17:11-19.

Kembali kepada Yesus untuk bersyukur. Orang Samaria adalah orang yang bukan keturunan Yahudi, oleh karena itu dianggap sebagai suku kelas bawah oleh orang-orang Yahudi. Dalam Injil hari ini dikisahkan tentang 10 orang kusta yang ditahirkan. Namun, nyatanya hanya satu yang kembali kepada Yesus untuk bersyukur dan memuliakan Allah. Dan orang yang kembali itu justru adalah orang Samaria yang dianggap sebagai suku kelas bawah. Kalau kita menyadari bahwa kehidupan kita tak lepas dari Penyelenggaraan Ilahi, maka apa pun keadaannya sudah seharusnya kita senantiasa dengan rendah hati (seperti orang Samaria itu) kembali kepada Yesus untuk mensyukuri dan memuliakan Allah. Namun, nyatanya kita seringkali berlaku seperti sembilan orang kusta lain, yang lupa mensyukuri rahmat dan berkat yang kita peroleh karena kebaikan Tuhan.

Kamis, 15 November: Hari Biasa Pekan XXXII (H).

Flm 7-20; Mzm 146:7.8-9a.9bc-10; Luk 17:20-25.

Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah.
Perikop ini kembali mengisahkan dialog orang Farisi dengan Yesus. Mereka bertanya mengenai tanda-tanda apabila Kerajaan Allah akan datang dan Yesus menjawab “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah.” Tak ada tanda-tanda khusus dibutuhkan untuk mengumumkan kedatangan-Nya, tapi semua orang akan mengenal Ia dengan amat jelas karena Ia datang mewartakan kasih dan dengan kasih pula Ia akan membangkitkan kita pada akhir zaman. Maka sudah sepantasnya kedatangan-Nya kembali bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan menjadi hal yang sangat kita rindukan.

Jumat, 16 November: Hari Biasa Pekan XXXII (H).

2Yoh 4-9; Mzm 119:1.2.10.11.17.18; Luk 17:26-37.

Lebih terpikat kepada Yesus atau dunia?
Peristiwa tragis terjadi di zaman Lot. “Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua” (ayat 29). Kesalahan orang-orang zaman Lot adalah lebih menyayangi masyarakat duniawi (Sodom) daripada yang sorgawi. Maka pesan yang sangat indah dari Injil ini: “Apakah hati saya lebih terpikat kepada Yesus yang menyelematkan atau kepada hal-hal duniawi yang menyesatkan?”

Sabtu, 17 November: Peringatan Wajib Sta. Elisabet dari Hungaria, Biarawati (P).

3Yoh 5-8; Mzm 112:1-2.3-4.5-6; Luk 18:1-8.

Iman harus dilandasi kesungguhan hati.
”Akan tetapi, jika Anak manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Lukas 18: 8). Pertumbuhan iman harus diupayakan. Itulah inti perumpamaan mengenai hakim yang lalim seperti yang disampaikan oleh Yesus. Hakim yang lalim itu tak pernah berniat untuk menangani kasus yang melibatkan janda miskin tersebut, karena perkara itu tidak menguntungkan dirinya. Namun, permintaan yang tak kenal dari janda miskin itu telah membuat sang hakim mengabulkannya. Dari kisah ini kita diingatkan untuk beriman dengan kesungguhan hati, yang tak kenal lelah secara terus menerus memperbaharuinya; dengan begitulah iman itu terus dipelihara dan tidak menjadi layu. Niscaya, iman seperti itu, akan membuahkan hasil.

Minggu, 18 November: Hari Minggu Biasa XXXIII (H).

Dan 12:1-3; Mzm 16:5.8.9-10.11; Ibr 10:11-14,18; Mrk 13:24-32.

Akhir zaman bukan saat yang menakutkan
. Pada perikop ini kita diingatkan mengenai akhir zaman. Apakah merupakan saat-saat yang menakutkan? Dilukiskan: Sang Juruselamat datang dengan kekuasaan dan kemulian-Nya, diiringi oleh malaikat-malaikat-Nya. Bagi mereka yang percaya kepada-Nya, kemegahan ini akan melenyapkan segala ketakutan mereka. Akhir zaman bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan saat-saat yang agung penuh kemuliaan. Persoalannya, sudahkah hidup kita terarah pada kelayakan untuk menikmati perjamuan surgawi pada saat itu. Mungkin hal itulah yang membuat kita menjadi begitu takut akan akhir zaman itu.
 
 
Bernardus Gunawan Y. Surya - www.reginacaeli.org

Selasa, 13 November 2012 Hari Biasa Pekan XXXII

Selasa, 13 November 2012
Hari Biasa Pekan XXXII

"Sabda Allah, yang merupakan kekuatan Allah demi keselamatan semua orang yang beriman (lih. Rm 1:16), dalam kitab-kitab Perjanjian Baru disajikan secara istimewa dan memperlihatkan daya kekuatannya" (DV 17). Tulisan-tulisan tersebut memberi kepada kita kebenaran definitif wahyu ilahi. Tema sentralnya ialah Yesus Kristus, Putera Allah yang menjadi manusia, karya-Nya, ajaran-Nya, kesengsaraan-Nya, dan pemuliaan-Nya begitu pula awal mula Gereja di bawah bimbingan Roh Kudus Bdk. DV 20. --- Katekismus Gereja Katolik, 124


Antifon Pembuka (Mzm 37:3-4)

Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka ia akan memenuhi keinginan hatimu.

Doa Pagi

Ya Allah, semoga kasih setia-Mu mendidik aku untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi. Buatlah aku mampu hidup adil, bijaksana, dan selalu memuji kebesaran-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Orang yang lanjut
usia, dianjurkan untuk menjadi teladan keluarga yang baik, dapat menguasai diri, tegar dan penuh kasih. Dapatkah orang-orang Kristiani menjadi orang tua (lanjut usia) yang baik dan membangun keluarga yang terhormat?

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (2:1-8.11-14)
"Hendaklah kita hidup saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan Allah dan penyelamat kita Yesus Kristus."

Saudaraku terkaish, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat. Para lanjut usia hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, kasih dan ketekunan. Demikianlah pula para wanita tua hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik, dan dengan demikian mendidik wanita-wanita muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suami, agar sabda Allah jangan dihujat orang. Demikian pula terhadap orang-orang muda. Nasihatilah mereka, supaya menguasai diri dalam segala hal, dan jadikanlah dirimu sendiri untuk teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. Sebab sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan penyataan kemuliaan Allah yang mahabesar, dan Penyelamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
Ayat. (Mzm 37:3-4.18.23.27.29)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hati-Mu!
2. Tuhan mengetahui hari hidup orang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.
3. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan memiliki tempat tinggal yang abadi; tetapi orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.

Para pendengar dengan mudah memahami perumpamaan majikan dan hamba. Jika pekerjaan baik diharapkan dari seorang hamba adalah bagian biasa dari kewajiban mereka, mengapa para murid Yesus berpikir bahwa pelayanan penuh kesetiaan bukan tuntutan dasariah mengikuti Yesus sebagai Guru mereka?

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:7-10)

"Kami hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan."

Yesus bersabda kepada para murid, "Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba, yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu waktu ia pulang dari ladang, 'Mari segera makan?' Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu, 'Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum'! Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.' Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena ia telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kalian. Apabila kalian telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kalian berkata, 'Kami ini hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukkan'."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

"Servus Servorum Dei" (Hamba dari segala Hamba Tuhan). Moto hidup ini dipakai dengan rendah hati oleh Bapa Suci (Paus). Sebagai pemimpin umat Katolik seluruh dunia, para paus menyadari bahwa ia mengemban tugas penggembalaan dari Tuhan Yesus. Karena itu, ia mesti rendah hati dan mengabdi Tuhan dan Gereja-Nya dengan penuh sukacita. Kita pun boleh melakukan hal yang sama dalam hidup kita. Kita melayani sesama sebagai wujud melayani Tuhan Yesus sendiri.

Doa Malam

Terima kasih Yesus, Engkau telah mengajar aku untuk menghormati sesamaku, meskipun dia hanya seorang hamba. Semoga aku tahu berterima kasih kepada mereka yang telah berjasa melayani aku. Amin.





 
RUAH