Kobus: Minggu, 18 November 2012




silahkan klik gambar untuk memperbesar

Minggu, 18 November 2012 Hari Minggu Biasa XXXIII

Minggu, 18 November 2012
Hari Minggu Biasa XXXIII

Komuni memperdalam persatuan kita dengan Kristus. Buah utama dari penerimaan Ekaristi di dalam komuni ialah persatuan yang erat dengan Yesus Kristus. Tuhan berkata: "Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia" (Yoh 6:56). Kehidupan di dalam Kristus mempunyai dasarnya di dalam perjamuan Ekaristi: "Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barang siapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku" (Yoh 6:57).
"Kalau pada hari raya Tuhan umat beriman menerima tubuh Tuhan, mereka saling mengumumkan warta gembira bahwa anugerah-anugerah sudah diberikan, seperti dahulu ketika malaikat mengatakan kepada Maria Magdalena: 'Kristus telah bangkit'. Juga sekarang kehidupan dan kebangkitan itu dianugerahkan kepada orang yang menerima Kristus" (Fanqith, Ofisi Siria dari Antiokia, jilid 1, Commune, hal. 237 a-b). -- Katekismus Gereja Katolik,1391


Antifon Pembuka (bdk. Yer 29:11.12.14)


Tuhan bersabda, “Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-ku, maka Aku akan mendengarkan kamu. Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.”


Doa Pagi


Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, segala makhluk hidup, hanya hidup sementara waktu saja, dan segala hasil karya kami takkan bertahan selamanya. Hanya kasih setia-Mu akan bertahan, cinta kasih-Mu yang tetap. Dampingilah kami agar tetap bertahan dan dalam pergantian zaman memperoleh hidup yang kekal. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Daniel (12:1-3)

" Pada waktu itu bangsamu akan terluput."

Aku, Daniel, mendengar malaikat Tuhan berkata, “Pada waktu itu akan muncul Mikhael, pemimpin besar yang akan mendampingi anak-anak bangsamu. Akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak adanya bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni siapa saja yang didapati namanya tertulis dalam kitab. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang abadi. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran akan bercahaya seperti bintang-bintang untuk selama-lamanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, mi = fis, 3/4, PS 851
Ref. Ya Tuhan, lindungi kami di dalam kesesakan.
Ayat. (Mzm 16:5.8.9-10.11; Ul: 1)
1. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku takkan goyah.
2. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tentram. Sebab Engkau tidak menyerahkan daku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.
3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan, di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (10:11-14.18)

"Oleh satu kurban saja Kristus telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan."

Saudara-saudara, setiap imam melakukan pelayanannya tiap-tiap hari dan berulang-ulang mempersembahkan kurban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Kristus hanya mempersembahkan satu kurban karena dosa, dan sesudah itu Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saat di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. Sebab oleh satu kurban itu saja Kristus telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Jadi apabila untuk semuanya itu sudah ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan kurban karena dosa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, Pelog Bem, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 21:36)
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (13:24-32)

"Ia akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru dunia."

Sekali peristiwa, dalam khotbah-Nya tentang akhir zaman, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Pada akhir zaman, sesudah siksaan-siksaan yang berat, matahari akan menjadi gelap, dan bulan tidak bercahaya; bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan pada waktu itu pula Ia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya keluar dan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak ada seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak! Hanya Bapa yang tahu!”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Allah Pencipta telah menjadikan alam semesta dan segala isinya ini begitu baik adanya. Namun demikian, setelah manusia jatuh dalam dosa, seluruh alam ciptaan ini menantikan saat pemulihannya kembali. Segala yang ada ini akan berakhir jika saatnya tiba. Masing-masing dari kita akan harus mempertanggungjawabkan seluruh hidup kita. Akan ada saat pemurnian akhir. Kita akan merasakan sebuah kegentaran besar. Hanya yang menjalankan hidup ini dengan baik akan bercahaya terang cemerlang.

Meskipun demikian, janganlah kita lupa, bahwa ada seorang pribadi yang telah membayar mahal penebusan kita dengan darah-Nya. Ia kini duduk di sisi kanan Allah dengan keyakinan besar bahwa pada saatnya nanti semua musuh-Nya akan takluk di bawah kaki-Nya. Kita diajak untuk tetap bertahan dan percaya, bahwa pada saatnya nanti kita akan ikut serta dalam kemenangan-Nya. Segala masa lalu kita yang penuh kegelapan pun akan disempurnakan. Ia sungguh ingin agar kita mengalami kesempurnaan ilahi-Nya.

Doa: Yesus, kupersembahkan seluruh masa laluku ke dalam tangan-Mu. Bantulah aku untuk terus bertahan dan berharap pada-Mu. Pada-Mulah aku berlindung. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian

Minggu Biasa XXXIII/B – 18 November 2012



Minggu Biasa XXXIII/B – 18 November 2012
Dan 12:1-3; Ibr. 10:11-14.18; Mrk 13:24-32

Sejak tahun 1800-an sampai tahun 2008 yang lalu, setidaknya sudah ada 10 ramalan akhir zaman atau kiamat. Semuanya gagal alias tidak terjadi. Masih ada satu lagi ramalan kiamat yang didasarkan pada kalender Suku Maya yang menyebut kiamat akan terjadi tanggal 21 Desember 2012 ini. Memang waktunya belum tiba. Namun, lagi-lagi, ramalan ini pun sudah diyakini tidak akan terjadi. Bahkan, NASA (National Aeronautics and Space Association), menegaskan tidak ada ancaman yang berhubungan dengan tahun 2012, bumi kita telah menjadi tempat hidup yang baik selama lebih dari empat miliar tahun.

Meskipun selama ini tidak ada satu pun ramalan kiamat yang terbukti, namun nyatanya tidak sedikit orang yang percaya pada ramalan-ramalan tersebut. Ketika satu ramalan tidak terbukti, kemudian ada ramalah baru, selalu saja ada orang yang percaya, bahkan cukup banyak. Tidak jarang pula, di antara kita, umat Kristiani juga ikut-ikutan mengadakan gerakan untuk menyiapkan hari kiamat yang diyakini akan terjadi dalam waktu dekat. Pertanyaannya: mengapa hal ini bisa demikian? Menurut Mgr. I. Suharyo, salah satu jawabannya adalah: hati manusia yang resah karena mengalami berbagai penderitaan dan situasi buruk serta jauh dari damai sejahtera yang diharapkan. Situasi ini seringkali tak dapat dijelaskan secara memuaskan. Lalu, orang mencari penjelasan dari berbagai sumber, salah satunya dari Kitab Suci. Padahal, yang bersangkitan tidak mampu memahami Kitab Suci secara benar sehingga muncul berbagai macam spekulasi dan penafsiran mengenai tanda-tanda akhir zaman yang didasarkan pada pemahaman yang keliru pada teks Kitab Suci tertentu.

Salah satu teks yang seringkali dijadikan dasar untuk meyakini bahwa akhir zaman sudah dekat adalah Injil hari ini. “Ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu ... langit dan bumi akan berlalu” (Mrk 13:29.31). Orang hanya berhenti pada ayat 31 ini. Padahal masih ada lanjutannya dan ini yang sebenarnya merupakan salah satu inti iman kita akan akhir zaman. Banyak orang seringkali lupa akan penegasan Yesus berikutnya bahwa “tentang hari atau saat ini, tidak ada seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak! Hanya Bapa yang tahu!” (Mrk 13:32). Memang, akhir zaman akan terjadi, tetapi kapan waktunya, tidak ada yang tahu selain Allah sendiri.

Sebagai orang beriman, tentunya kita tidak perlu ikut-ikutan pada spekulasi mengenai akhir zaman ini. Bagi kita, iman telah memberi kepastian. Berulangkali, Yesus mengatakan “Imanmu telah menyelamatkan engkau” (Mat 9:22; Mrk 5:34; 10:52; Luk 7:50; 8:48; 17:19; 18:42). Maka, kita harus yakin bahwa seperti apa pun sejarah dan situasi kehidupan kita, semuanya itu ada dalam kuasa Allah dan Allah pasti akan menyelesaikannya dengan baik. Lebih-lebih bagi kita, orang-orang yang beriman kepada-Nya, akhir zaman itu justru akan menjadi saat penyelamatan. Sebab, “Kristus telah mempersembahkan satu kurban karena dosa ... oleh satu kurban itu saja Kristus telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan” (Ibr 10:12.14). Jadi, oleh karena kurban Kristus di salib, kita yang termasuk orang-orang pilihan-Nya akan dikumpulkan (bdk. Mrk 13:27) untuk mendapat hidup yang kekal (Dan 12:2). Itulah yang mengapa Yesus memberi gambarang tentang pohon ara yang bertunas (Mrk 13:28). Kiamat atau akhir zaman berarti tumbuhnya tunas baru, yakni tunas kehidupan kekal.

Oleh karena itu, daripada berspekulasi tentang akhir zaman yang jelas-jelas hanya Allah yang tahu (Mrk 13:32) lebih baik kita berusaha untuk hidup sebagai orang bijaksana dan benar. Sebab, “orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran akan bercahaya seperti bintang-bintang untuk selama-lamanya” (Dan 12:3). Dalam konteks ini, hidup dengan bijaksana dan benar berarti mengerti dan meyakini bahwa dunia ini ada dalam kuasa Allah Sang Pencipta dan bahwa keselamatan kita telah dijamin oleh Kristus melalui kurban salib-Nya. Kemudian, di dunia ini kita harus berusaha hidup sesuai dengan kehendak Allah karena kita sendiri adalah ciptaan-Nya dan kita hidup di dunia ciptaan-Nya pula. Bagaimanakah hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan itu? Kepada kita masing-masing, Tuhan telah memberi panggilan, tugas dan perutusan sebagai bapak, ibu, pengusaha, dokter, guru, pelajar, imam, bruder, suster, dll. Maka, melaksanakan kehendak Allah berarti berusaha hidup sebaik-baiknya sesuai dengan panggilan kita dan melaksanakan tugas perutusan serta pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya.

Kita percaya, Tuhan memberkati seiap usaha kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Sebab, “Allah yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada waktunya pada hari Kristus Yesus” (Flp 1:6)

RD. Ag. Agus Widodo