Minggu, 08 Mei 2016 Hari Minggu Paskah VII

Minggu, 08 Mei 2016
Hari Minggu Paskah VII -- Hari Minggu Komunikasi Sedunia

Roh Kudus bersemayam di dalam Gereja dan hati umat beriman bagaikan di dalam kenisah. (Youcat Indonesia, No. 117)
    
  
DOA NOVENA ROH KUDUS LIHAT DI PUJI SYUKUR MULAI NOMOR. 90
 

Antifon Pembuka (Mzm 27:7-9)

Dengarlah, Tuhan, seruanku kepada-Mu, kasihanilah aku dan jawablah aku! Seturut sabda-Mu kucari wajah-Mu, wajah-Mu kucari, ya Tuhan. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari padaku. Alleluya.

atau

Exaudi, Domine, vocem meam, qua clamavi ad te, alleluia: tibi dixit cor meum, quæsivi vultum tuum, vultum tuum Domine requiram: ne avertas faciem tuam a me, alleluia, alleluia.
Mzm. Dominus illuminatio mea, et salus mea: quem timebo?

              
Doa Pagi

Ya Allah, meskipun Putra-Mu telah bersatu dengan Dikau di surga, kami percaya bahwa Ia senantiasa menyertai dan mendoakan kami. Kami mohon, berkatilah kami agar dapat selalu bersatu dengan umat-Mu dan memuliakan nama-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
    
Bacaan dari Kisah Para Rasul (7:55-60)

"Aku melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

Di hadapan Mahkamah Agama Yahudi Srefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Maka berteriak-teriaklah para anggota mahkamah, dan sambil menutup telinga serentak menyerbu Stefanus. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari batu, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku!” Dan sambil berlutut Stefanus berseru dengan suara nyaring, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah Stefanus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuktanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat. (Mzm 97:1.2b.6.7c.9)
1. Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya!
2. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
3. Sebab Engkaulah, ya Tuhan, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

Bacaan diambil dari Kitab Wahyu (22:12-14.16-17.20)
 
"Datanglah Tuhan Yesus!"
 
Aku, Yohanes, mendengar suara yang berkata kepadaku, “Sesungguhnya Aku datang segera, dan Aku membawa upah untuk membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota yang turun dari surga, dari Allah. Aku mendengar pula suara yang berkata, “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah Tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang gemilang.” Roh dan pengantin perempuan itu berkata, “Marilah!” Barangsiapa haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini berfirman, “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:18)
Aku tidak meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan kembali kepadamu, dan hatimu akan bersukacita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:20-26)
 
"Supaya mereka sempurna menjadi satu."
 
Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, “Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga ada di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka, dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


MENYAPA
   
Di sebuah rumah makan, tampaklah sebuah keluarga yang sedang menunggu pesanan makanannya. Sambil menunggu pesanannya, mereka masing-masing tersenyum dan tertawa. Namun semuanya dilakukan sendirian tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di kanan kirinya, bahkan anggota keluarganya sendiri.

Sang ayah asyik dengan BBM nya. Sang ibu sibuk dengan WhatsAppnya. Sang anak kedua-duanya sibuk dengan game online-nya. Sementara sang nenek duduk terdiam. Ia merasa asing di tengah-tengah keluarganya sendiri. Ia berusaha untuk mengikuti kegembiraan anak cucunya, namun tak mampu. Ia berusaha untuk menarik perhatian anak cucunya dengan ikut tersenyum maupun ikut tertawa, namun usahanya tak dapat mengalihkan perhatian anak cucunya dari kesibukannya. Akhirnya sang nenek tertidur tanpa tahu apa yang harus dilakukan.

Sungguh tragis, bahwa sang nenek harus merasa kesepian di tengah-tengah derai senyum dan gelak tawa anak cucunya. Seringkali karena asyik dengan diri sendiri kita melupakan orang-orang yang ada di sekitar kita. Teknologi dan sarana komunikasi dulu dirancang untuk membuat orang mudah berkomunikasi. Saat ini teknologi dan sarana komunikasi justru menghalangi orang untuk berkomunikasi dengan baik. Sarana komunikasi semestinya mendekatkan yang jauh. Namun dalam praktik seringkali menjauhkan yang dekat. Teknologi dan sarana komunikasi terkadang mematikan kasih yang ada di antara sesama anggota keluarga.

Hari ini adalah hari komunikasi sedunia. Kita diingatkan oleh Tuhan agar mampu mengembalikan makna komunikasi yang sesungguhnya. Komunikasi bukan semata-mata masalah bicara. Lebih dari itu, komunikasi adalah saat di mana kita saling menguatkan, saling menyapa dan saling mengungkapkan kasih. Hal inilah yang kita lihat dalam kesatuan Allah Tritunggal Mahakudus. Kesatuan Allah Tritunggal Mahakudus adalah model bagi kita untuk membangun sebuah komunikasi yang baik, yaitu komunikasi cinta. Jika kita mencintai dengan tulus, tak mungkin kita akan menyepelekan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jika kita mengasihi dengan tulus, maka kita akan sungguh menghargai orang-orang yang mendukung kita dengan kehadiran maupun sapaan mereka.

Allah sungguh menginginkan semua makhluknya, terutama kita umat manusia ini, dapat saling mengasihi. Kasih adalah wujud nyata sehatnya sebuah komunikasi. Jika sebuah komunikasi tak sehat maka tak akan ada sikap saling mengasihi, menghormati dan saling menyapa. Semua keutamaan ini hanya terdapat dalam diri orang-orang yang mampu berkomunikasi dengan baik. Maka dengan mencontoh kesatuan Allah Tritunggal Mahakudus yang saling mengasihi, mari kita wujudkan sikap saling mengasihi dengan mau menyapa, mau meneguhkan dan juga saling mengingatkan. Sikap-sikap ini menjadi tanda bahwa kita masih memiliki sikap peduli. Orang yang tak peduli adalah orang yang tak mau menyapa, meneguhkan maupun mengingatkan. Di mana sikap tak peduli berkuasa, maka di situ ada keepian, kematian dan juga kesengsaraan. Belajarlah untuk menyapa, karena sapaan adalah tanda bahwa kita masih peduli. Sapaan juga suatu tanda bahwa kita masih menganggap orang-orang di sekitar kita itu berharga.

Tak perlu kita berpikir muluk-muluk untuk engasihi sesama dengan cara mengurbankan nyawa. Pikiran yang muluk-muluk seringkali tak akan pernah terlaksana. Kita dapat melaksanakan ajaran Yesus untuk mengasihi lewat sikap kita mau menyapa, bertanya dan juga meneguhkan orang-orang yang kita kasihi, entah istri, suami, anak, ataupun anggota keluarga kita yang lain. Semoga ajakan Tuhan untuk mau saling menyapa dan saling mengasihi pada hari komunikasi sedunia ini sungguh bergema dalam hidup kita masing-masing.
. (Rm. FX. Sulistya Heru Prabowo, O.Carm/RUAH)
   
Antifon Komuni (Yoh 17:22)

Aku mohon, ya Bapa, semoga mereka bersatu, sebagaimana Kita pun bersatu. Alleluya.

atau

Pater, cum essem cum eis, ego servabam eos, quos dedisti mihi, alleluia: nunc autem ad te venio: non rogo ut tollas eos de mundo, sed ut serves eos a malo, alleluia, alleluia.

Sabtu, 07 Mei 2016 Hari Biasa Pekan VI Paskah (Novena Roh Kudus hari kedua)

Sabtu, 07 Mei 2016
Hari Biasa Pekan VI Paskah (Novena Roh Kudus hari kedua)

“Meski Roh Kudus itu kodratnya satu, namun oleh kehendak Tuhan dan atas nama Kristus, Ia menghasilkan berbagai buah keutamaan" (St. Sirilus dari Yerusalem)

Antifon Pembuka (1Ptr 2:9)

Hai umat milik Tuhan, wartakanlah kebijaksanaan Tuhan, yang telah memanggil kalian dari kegelapan masuk ke dalam cahaya-Nya yang menakjubkan. Alleluya.

O chosen people, proclaim the mighty works of him who called you out of darkness into his wonderful light, alleluia.


Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahabijaksana, Putra-Mu menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul dan memenuhi janji-Nya sesudah naik ke surga. Semoga kami pun Kaulimpahi kurnia Roh Kudus. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
 
Apolos bersemangat dan berani dalam mengajar tentang Yesus di Efesus. Di Akhaya, ia juga rajin embuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.

    
Bacaan dari Kisah Para Rasul (18:23-28)
   
 
"Apolos membuktikan dari Kitab Suci, bahwa Yesus adalah Mesias."
    
Paulus meninggalkan Korintus dan kembali ke Kota Antiokhia di Siria. Setelah beberapa hari lamanya tinggal di Antiokhia, ia berangkat, dan menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid. Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Kota Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus; tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Tuhan. Karena Apolos ingin menyeberang ke daerah Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya, Apolos oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 825
Ref. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.8-9.10; R: 6)
1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
2. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.
3. Para pemimpin bangsa-bangsa berdatangan bergabung dengan umat Allah Abraham. Sebab segala perisai di atas bumi adalah milik-Nya; sangat agunglah Dia!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 16:28)
Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa
  
Yesus mengingatkan para murid supaya mereka meminta sesuatu kepada Bapa dalam nama-Nya. Sebab Yesus datang dari Bapa dan akan kembali kepada Bapa.
    
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:23b-28)
  
"Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya."
   
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Kukatakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
  

Meminta kepada Bapa dalam nama Yesus adalah doa yang diajarkan Yesus kepada kita. Bapa akan mengabulkan doa-doa kita karena Yesus dan Bapa adalah satu. Berbahagialah orang yang selalu meminta dalam nama Yesus karena doanya pasti dikabulkan oleh Bapa. Doa dalam nama Yesus berarti doa yang berpusat pada Yesus dan Bapa, bukan berpusat pada diri sendiri. 
      
Antifon Komuni (Yoh 17:24)

Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Alleluya.

Father, I wish that, where I am, those you gave me may also be with me, that they may see the glory that you gave me, alleluia

Doa Malam
 
Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu kepada kami sehingga mau mengorbankan hidup-Mu untuk keselamatan kami. Semoga karena rahmat-Mu, kami mampu membalas kasih-Mu itu melalui pelayanan kepada sesama kami. Sebab Engkaulah Tuhan dan Penyelamat kami. Amin. 
   


RUAH