| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Ya, Melewatkan Misa Minggu (Tanpa Alasan yang Baik) Adalah Dosa Berat

Lawrence OP, Flickr, CC BY-NC-ND 2.0
Dari sekitar 68 juta orang yang mengidentifikasi sebagai Katolik di Amerika Serikat, hanya sekitar sepertiga yang menghadiri Misa pada akhir pekan yang diberikan. Ini jelas masalah besar!

Ini adalah masalah karena sejumlah alasan, paling tidak Misa itu merupakan sumber anugerah yang diperlukan bagi jiwa kita. Namun ada alasan serius lainnya yang menyebabkan banyak umat Katolik yang mengidentifikasikan diri mungkin tidak sepenuhnya memahami: 
   
Ya, Anda bukan hanya seorang Katolik yang buruk, Anda melakukan dosa yang perlu Anda akui dalam Rekonsiliasi demi jiwa Anda.

Misa bukan hanya hal yang baik untuk dilakukan jika Anda sangat religius atau "super Katolik"; alih-alih, itu adalah batu penjuru kehidupan Katolik yang otentik. Bahkan, dari lima perintah Gereja (apa yang Katekismus sebut sebagai "minimum yang diperlukan" untuk menjadi seorang Katolik), menghadiri Misa pada hari Minggu dan Hari Raya Wajib adalah yang pertama! Persyaratan ini juga dibuat eksplisit dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK, 1247ff).

Tentu saja, seperti yang disebutkan di atas, bukanlah dosa untuk melewatkan Misa jika Anda memiliki alasan yang baik; misalnya, jika Anda sakit atau harus merawat orang lain. Jika Anda berada dalam situasi itu, ketahuilah bahwa Anda masih merupakan bagian integral dari Gereja, bahwa Gereja berdoa bagi Anda.

Bagaimana jika Anda adalah salah satu dari jutaan umat Katolik yang secara teratur melewatkan Misa tanpa alasan yang baik? Apa yang harus anda lakukan? Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah bahwa Gereja masih menginginkan Anda! Anda selalu bisa kembali - dan ini demi jiwa Anda.

Jika Anda siap untuk berkomitmen kembali ke kehidupan Katolik, termasuk kehadiran Misa mingguan, Anda harus pergi ke mengaku dosa untuk mendapatkan awal yang baru. Ingat, jika kita bertobat, Yesus selalu bersedia menerima kita kembali. Jadi kami mendorong semua umat Katolik: pergi ke Misa!

Minggu, 15 Juli 2018 Hari Minggu Biasa XV

Minggu, 15 Juli 2018
Hari Minggu Biasa XV
  
Gereja dikuduskan oleh Kristus, karena ia bersatu dengan Dia; oleh Dia dan di dalam Dia, ia juga menguduskan. "Pengudusan manusia dan pemuliaan Allah dalam Kristus merupakan tujuan semua karya Gereja lainnya"(SC 10). Di dalam Gereja ada "seluruh kepenuhan upaya-upaya penyelamatan" (UR 3). Di dalamnya "kita memperoleh kesucian berkat rahmat Allah" (LG 48). (Katekismus Gereja Katolik, 824)


Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 17:15)

Dalam kebenaran, aku memandang wajah-Mu, dan aku akan puas waktu menyaksikan kemuliaan-Mu.


As for me, in justice I shall behold your face; I shall be filled with the vision of your glory.

Dum clamarem ad Dominum, exaudivit vocem meam, ab his qui appropinquant mihi: et humiliavit eos, qui est ante sæcula, et manet in æternum: iacta cogitatum tuum in Domino, et ipse te enutriet.

Doa Pembuka


Ya Allah, Engkau menunjukkan cahaya kebenaran-Mu kepada orang-orang yang tersesat, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Semoga semua yang menyatakan diri kristiani menolak segala yang bertentangan dengan nama ini dan mengejar apa yang selaras dengannya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Amos (7:12-15)
  
  
"Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku."
   
Sekali peristiwa, berkatalah Amazia, imam di Betel, kepada Amos, "Hai pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah di sana makananmu, dan bernubuatlah juga di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab Betel adalah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan." Jawab Amos kepada Amazia, "Aku ini bukan nabi, dan tidak termasuk golongan para nabi, melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi Tuhanlah yang mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba; Tuhan berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, mi = cis, 4/4, PS 815
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 85:9ab+10.11-12.13-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang yang bertakwa dan kemuliaan diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.
  
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (Ef 1:3-14)
 
"Di dalam Kristus Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan."
 
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya. Dengan kasih, Allah telah menentukan kita menjadi anak-Nya oleh perantaraan Yesus Kristus sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya. Sebab dalam Kristus dan oleh darah-Nya, kita peroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang Ia limpahkan kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Sebab Allah telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan segala sesuatu, baik yang di surga maupun yang di bumi, di dalam Kristus sebagai Kepala. Aku katakan "di dalam Kristus" karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan Allah, yakni yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan-keputusan kehendak-Nya; kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, ditentukan menjadi puji-pujian kemuliaan-Nya. Di dalam Dia, kamu pun telah mendengar Firman kebenaran, yaitu Injil keselamatan; dan setelah percaya akan Injil itu, kamu pun dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan-Nya itu. Dan, Roh Kudus ini adalah jaminan bahwa kita akan memperoleh seluruh warisan, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, Pelog Bem, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
Ayat (Ef 1:17-18)
Bapa Tuhan kita Yesus Kristus menerangi mata budi kita agar kita mengenal harapan panggilan kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:7-13)
 
"Yesus mengutus murid-murid-Nya."
   
Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal, dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki, tetapi tidak boleh memakai dua baju. Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu, "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu, dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, Mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

  
Sabda Tuhan yang disampaikan kepada kita hari ini mengajak kita untuk menyadari tugas perutusan yang disampaikan Allah kepada kita. Bacaan pertama menceritakan tugas perutusan Amos untuk bernubuat ke tanah Yehuda. Meskipun Amos merasa tidak pantas, Ia akhirnya menerima perutusan dari Allah untuk pergi dan bernubuat kepada umat Israel. Demikian juga dikisahkan dalam Injil, para rasul menerima perutusan dari Yesus untuk pergi berdua-dua ke berbagai penjuru. Hal yang menarik dalam kisah perutusan ini adalah bahwa mereka yang diutus tersebut menerima dan menjalankan tugas tersebut dengan sikap patuh dan taat. Mereka menerima kuasa dari Allah dan menjadikan mereka pantas menjadi utusan. Secara istimewa, dalam Injil diceritakan bahwa para rasul diberikan tugas yang jelas dan syarat-syarat yang tegas dalam karya perutusan tersebut. Tugas mereka adalah mewartakan pertobatan, mengusir setan, mengoles orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan orang sakit. Sementara, syarat yang mesti mereka laksanakan adalah pergi tanpa membawa apa-apa. Itu berarti bahwa mereka pergi dengan mengandalkan kuasa Allah karena Allah akan menyertai mereka senantiasa. Sabda Tuhan ini mengajak kita untuk menyadari tugas perutusan kita dalam kehidupan harian kita. Hal ini ditekankan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. Kita mesti menyadari bahwa Allah memilih kita menjadi umat-Nya. Hal itu terjadi karena dan dalam diri Yesus Kristus sendiri. Maka, karea Kristus, kita mestinya menyadari hikmat dan pengertian yang kita terima dari Allah. Dengan demikian, kita diutus untuk terlibat mewartakan rahasia kehendak Allah sendiri melalui tugas dan karya kita sehari-hari. . [R.P. Christian L. Gaol, OFMCap/Majalah Liturgi vol. 29, 2018]

Antifon Komuni (Mzm 84:4-5)

Burung pipit bersarang di bait-Mu dan burung layang-layang mendapat tempat untuk meletakkan anak-anaknya pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, Rajaku dan Allahku. Berbahagialah orang yang mendiami rumah-Mu dan tiada henti-hentinya memuji-Mu.

The sparrow finds a home, and the swallow a nest for her young: by your altars, O Lord of hosts, my King and my God. Blessed are they who dwell in your house, for ever singing your praise.

Passer invenit sibi domum, et turtur nidum, ubi reponat pullos suos: altaria tua Domine virtutum, Rex meus et Deus meus: beati qui habitant in domo tua, in sæculum sæculi laudabunt te.

atau Yoh 6:56

Siapa yang makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, Sabda Tuhan.

Whoever eats my flesh and drinks my blood remains in me and I in him, says the Lord.

Seri Liturgi: TUHAN KRISTUS TUHAN


Syalom aleikhem.
Mari sedikit dalami isi doa Kyrie dalam Kurban Misa. Rumusan Kyrie begitu singkat. Seruannya sama: “kasihanilah kami”. Sapaannya tiga kali dengan dua kali sama: “Tuhan, Kristus, Tuhan”.

Siapa yang disapa dengan ketiganya? Kata “Tuhan” yang pertama mengacu pada Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi. Kita mohon belas kasih kepada Allah karena kita telah berdosa. Dosa itu kecemaran, membuat kita tak bisa mendekati Allah. Kecemaran berlawanan dengan kekudusan Allah. Itulah mengapa dalam Perjanjian Lama, orang yang najis harus ditahirkan dulu. Kecemaran itu halangan mendekati Allah. Dalam Misa, kalau kita cemar, kita pun terhalang mendekati Allah. Hanya Allah yang bisa menghilangkan kecemaran kita dengan kuasa penebusan-Nya.

Kata “Kristus” jelas. Kristus artinya ‘mesias’ alias ‘yang terurapi’. Dengan itu, kita menyapa Yesus Sang Mesias, penebus kita, Firman Allah yang menjadi manusia. Kita mohon belas kasih-Nya sebab hanya oleh penebusan-Nya kita dibersihkan dari dosa. Dialah yang menghapus dosa dunia.

Kata “Tuhan” yang ketiga menunjuk pada Roh Kudus. Ini mengingatkan kita akan bunyi Kredo Panjang: “Ia Tuhan yang menghidupkan.” Jadi, dengan “Tuhan-Kristus-Tuhan” pada Kyrie, kita berseru kepada Sang Tritunggal Mahakudus, Allah kita. Amin.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Inilah yang diyakini orang Kristen awal tentang Ekaristi


Keyakinan mereka berakar dari kata-kata Yesus dan Tradisi yang diwariskan kepada mereka dari para Rasul.

Setelah hampir 2.000 tahun pengajaran Katolik, Gereja dengan berani menyatakan dalam Katekismus, “Ekaristi adalah "sumber dan puncak seluruh hidup kristiani" (LG 11). "Sakramen-sakramen lainnya, begitu pula semua pelayanan gerejani serta karya kerasulan, berhubungan erat dengan Ekaristi suci dan terarahkan kepadanya. Sebab dalam Ekaristi suci tercakuplah seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri, Paska kita" (PO 5).”(Katekismus Gereja Katolik, 1324).

Ini adalah pernyataan yang mencolok, yang menunjukkan betapa Gereja menghargai Ekaristi di zaman sekarang. Namun, apakah kepercayaan ini sesuatu yang baru, diperkenalkan selama beberapa abad terakhir? Atau apakah itu sudah menjadi bagian dari ajaran Gereja sejak awal?

Seperti halnya semua ajaran penting dari Gereja Katolik, itu hanyalah pengulangan keyakinan Gereja sepanjang berabad-abad. Ini dengan jelas terungkap ketika menyelidiki tulisan-tulisan orang-orang Kristen awal yang hidup di beberapa abad pertama setelah kematian dan kebangkitan Kristus.

Untuk membantu mengilustrasikan hal itu, berikut ini adalah sejumlah kecil kutipan dari orang-orang Kristen ini yang merinci keyakinan mereka tentang Ekaristi Kudus. Setelah membaca ini, menjadi jelas bagaimana Gereja telah mewariskan ajaran ini selama bertahun-tahun hampir tidak berubah.

Didache 14, Tetapi setiap hari Tuhan…. berkumpullah kamu bersama dan pecahkanlah roti, dan mengucap syukurlah setelah mengakukan dosa-dosamu, supaya kurbanmu menjadi murni. Tetapi jangan ada seorang yang berselisih dengan sesama saudara yang datang bersama denganmu, sebelum mereka berdamai, supaya kurbanmu tidak menjadi profan.” 

St. Yustinus Martir (150-160) Dan pada hari yang disebut Minggu, semua yang hidup di kota maupun di desa berkumpul bersama di satu tempat, dan ajaran-ajaran para rasul atau tulisan- tulisan dari para nabi dibacakan, sepanjang waktu mengijinkan; lalu ketika pembaca telah berhenti, pemimpin ibadah mengucapkan kata- kata pengajaran dan mendorong agar dilakukannya hal- hal yang baik tersebut. Lalu kami semua berdiri dan berdoa, dan seperti dikatakan sebelumnya, ketika doa selesai, roti dan anggur dan air dibawa, dan pemimpin selanjutnya mempersembahkan doa- doa dan ucapan syukur… dan umat menyetujuinya, dengan mengatakan Amin, dan lalu diadakan pembagian kepada masing- masing umat, dan partisipasi atas apa yang tadi telah diberkati, dan kepada mereka yang tidak hadir, bagiannya akan diberikan oleh diakon. Dan mereka yang mampu dan berkehendak, memberikan (persembahan) yang dianggap layak menurut kemampuan mereka, dan apa yang dikumpulkan oleh pemimpin, ditujukan untuk menolong para yatim piatu dan para janda dan mereka yang, karena sakit maupun sebab lainnya, hidup berkekurangan, dan mereka yang ada dalam penjara dan orang asing di antara kami, pendeknya, ia (pemimpin) mengatur [pertolongan bagi] semua yang berkekurangan. Tetapi hari Minggu adalah hari di mana kami mengadakan ibadah bersama, sebab hari itu adalah hari yang pertama, yaitu pada saat Tuhan, …. telah menciptakan dunia; dan Yesus Kristus Penyelamat kita pada hari yang sama telah bangkit dari mati. Sebab Ia telah disalibkan pada hari sebelum hari Saturnus (Sabtu); dan pada hari setelah hari Saturnus itu, yaitu hari Minggu, setelah menampakkan diri kepada para rasul dan murid-Nya, Ia mengajarkan kepada mereka hal- hal ini…..” (St. Yustinus, Apologi I, ch. 67) 
  
Mereka [Gnostik] menjauhkan diri dari Ekaristi dan dari doa, karena mereka tidak mengakui bahwa Ekaristi adalah daging Juruselamat kita Yesus Kristus, daging yang menderita bagi dosa-dosa kita dan yang oleh Bapa, dalam kemurahan-Nya, bangkit dari kematian. (St. Ignatius dari Antiokhia, c. 110)
 
“Dia [Yesus] menyatakan bahwa piala itu, … adalah Darah-Nya yang darinya Ia menyebabkan darah kita mengalir; dan roti itu…, Ia tentukan sebagai Tubuh-Nya sendiri, yang darinya Ia menguatkan tubuh kita.”. (St. Ireneus dari Lyons, c. 140)
 

5 Fakta mengejutkan tentang Setan

Setan dan para pengikut iblisnya adalah sosok-sosok misterius dari dunia spiritual. Mereka menyiksa kita setiap hari, meskipun biasanya tindakan mereka tidak terlihat oleh mata.

Alkitab telah banyak memberi tahu kita tentang Setan dan antek-anteknya, dan selama berabad-abad Gereja telah bertumbuh dalam pemahamannya tentang makhluk spiritual yang jahat ini.

Berikut adalah lima fakta yang membantu menjelaskan lebih lanjut tentang makhluk gelap ini.

“Gereja mengajarkan bahwa Setan pada mulanya adalah malaikat yang baik, yang dibuat oleh Allah” (KGK, 391). Dia kemudian dengan bebas menolak Tuhan, diusir dari Surga.  (Foto: wikipedia)


Malaikat jatuh tidak memiliki akses ke masa depan. Namun, mereka dapat membuat prediksi tentang masa depan berdasarkan pengamatan. (Foto: Edal Anton Lefterov | CC BY-SA 3.0)

Makhluk malaikat adalah makhluk spiritual yang kuat dan dapat memindahkan benda-benda fisik, membuat mereka terbang melintasi ruangan.  (Sumber: wikipedia)


Setan adalah roh yang murni, yang berarti ia tidak memiliki tubuh fisik, meskipun ia dapat mengambil rupa manusia atau makhluk lain.

Setan tidak bisa mengusir atau memaksa orang masuk neraka. Kita memilih pergi ke sana karena penolakan kita sendiri terhadap Tuhan.  KGK 392:  " Kitab Suci berbicara mengenai satu dosa para malaikat yang jatuh Bdk. 2 Ptr 2:4.. "Jatuhnya mereka dalam dosa" merupakan keputusan bebas roh-roh yang tercipta ini, yang menolak Allah dan Kerajaan-Nya secara radikal dan tetap. Kita mendengar satu gema dari pemberontakan ini dalam apa yang setan katakan kepada nenek moyang kita: "Kamu akan menjadi seperti Allah" (Kej 3:5). Setan adalah "pendosa dari mulanya" (1 Yoh 3:8),"bapa segala dusta" (Yoh 8:44). (foto: wikipedia)


Sumber: Philip Kosloski / Aleteia.org

Sabtu, 14 Juli 2018 Hari Biasa Pekan XIV

Sabtu, 14 Juli 2018
Hari Biasa Pekan XIV
    
“Kerahiman adalah dimensi kasih yang teramat penting, adalah seolah nama kedua dari kasih” (St. Yohanes Paulus II)
 
Antifon Pembuka (Yes 6:1.8)
 
Aku mendengar Tuhan bersabda, ‘Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapa yang akan pergi atas nama-Ku?’ Maka aku menjawab, ‘Inilah aku, utuslah aku!’

Doa Pembuka

Allah Bapa Yang Mahakudus, kebijaksanaan-Mu tiada bandingnya, namun Engkau berkenan menampakkan wajah-Mu dalam diri Yesus Mesias, Saudara kami. Semoga kami dapat berjasa bagi dunia seperti Dia. Semoga kebahagiaan sesama menjadi sukacita kami yang besar. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
             
Sebelum diutus kepada bangsanya, Yesaya mendapat penglihatan ilahi. Ia melihat kemuliaan Allah dalam Kerajaan Surga. Pemandangan itu membuat hatinya gemetar sebab ia sadar bahwa ia adalah seorang yang berdosa dan tidak layak.
 
Bacaan dari Kitab Yesaya (6:1-8) 
   
"Aku ini orang yang berbibir najis, dan mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam." 
         
Dalam tahun wafatnya Raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi bait suci. Para Serafim ada di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutup muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutup kaki, dan dua sayap untuk melayang-layang. Mereka berseru seorang kepada yang lain, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu, dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu aku berkata, “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini orang yang berbibir najis, dan aku tinggal di tengah bangsa yang berbibir najis, namun mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.” Tetapi seorang dari para Serafim itu terbang mendapatkan daku. Di tangannya ada bara api, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya pada mulutku serta berkata, “Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan bersabda, “Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku?” Maka aku menjawab, “Inilah aku, utuslah aku!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan adalah Raja. Ia berpakaian kemegahan.
Ayat. (Mzm 93:1ab.1c-2.5; Ul:1a)
1. Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.
2. Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah! Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.
3. Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu berhiaskan kekudusan, ya Tuhan, sepanjang masa!

Bait Pengantar Injil do = es, 2/2, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. Berbahagialah kalian, kalau dicacimaki demi Yesus Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.
 
Kriteria seorang murid adalah tidak melebihi gurunya. Ia tidak takut kepada para pembencinya dan percaya bahwa Bapa adalah penyelenggara hidupnya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:24-33) 
 
"Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan."
    
Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Seorang murid tidak melebihi gurunya, dan seorang hamba tidak melebihi tuannya. Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya, dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kalian takut kepada mereka yang memusuhimu karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah. Dan janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Tetapi takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kalian takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit. Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-ku yang di surga.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan

 
"Siapakah yang Kuutus?" Pertanyaan tersebut ditanyakan kepada kita semua, para pengikut Tuhan. Menjadi seorang pengikut Tuhan berarti harus siap menjadi utusan, yang siap mewartakan kebenaran dan nama Allah. Tentu dalam perutusan, kita tidak sendiri. Tuhan sendiri yang akan selalu menyertai dan melindungi kita. Kita semua berharga di mata Tuhan. Maka, kita juga menjadikan Tuhan berharga dalam hidup kita.
 
Doa Malam
 
Allah Bapa sumber kedamaian, berkenanlah menanam dalam-dalam sabda-Mu di hati kami, serta utuslah kami mewartakan sabda-Mu dalam segala sepak terjang kami. Semoga kedamaian yang kami cari-cari tiada lain daripada kedamaian-Mu sendiri. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. 
  
RUAH
 
 
 
----------------------------------------------------
 
 

Jumat, 13 Juli 2018 Hari Biasa Pekan XIV

Jumat, 13 Juli 2018
Hari Biasa Pekan XIV
   
Hidup manusia itu dipuji sejauh ia mohon pengampunan. (St. Agustinus)  

     
Antifon Pembuka (Mzm 51:12)
 
Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baruilah semangat yang teguh dalam batinku. 
   
Doa Pembuka


Allah Bapa Maha Pengasih, Engkau menyerahkan diri-Mu kepada manusia dan menyatakan cinta kasih-Mu dalam diri manusia seperti kami, yaitu Yesus, Putra Manusia. Semoga hidup kami memancarkan syukur kami kepada-Nya. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Allah menginginkan pertobatan Israel, umat-Nya. Allah tak ingin membiarkannya jatuh binasa. Pertobatan akan memulihkan keadaan mereka dan rahmat akan mengalir deras atas mereka.
    
Bacaan dari Kitab Hosea (14:2-10)
   
"Kepada buatan tangan kami, kami takkan berkata lagi, 'Ya Allah kami!'"

"Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim." Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon. Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ." Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu, ya Tuhan
Ayat. (Mzm 51:3-4.8-9.12-13.17)

1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2. Tetapi Engkau berkenan akan ketulusan hati, dan dalam relung-relung hati Kauajarkan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dengan hisop maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih daripada salju!
3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam hatiku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus daripadaku!
4. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (bdk. Yoh 16:13)
Roh Kebenaran akan datang dan mengajar kalian segala kebenaran. Ia akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu. 
     
   Meski para murid akan mengalami penganiayaan dan penyesahan dari para pembencinya, namun mereka tidak akan ditinggalkannya. Roh Allah akan mendampingi dan membantu mereka keluar dari jebakan musuh..

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:16-23)


"Barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat."

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, "Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah-tengah serigala! Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang. Sebab ada yang akan menyerahkan kalian kepada majelis agama, dan mereka akan menyesah kalian di rumah ibadatnya. Karena Aku kalian akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kalain, janganlah kalian kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kalian katakan, karena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu. Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian pula seorang ayah terhadap anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kalian akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat. Apabila mereka menganiaya kalian di suatu kota, larilah ke kota yang lain. Aku berkata kepadamu, sungguh, sebelum kalian selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
  
  
"Semua jalan Tuhan adalah lurus; dan orang benar menempuhnya," firman Tuhan. Lalu, mengapa kita malahan dibenci karena menjadi pengikut-Nya? Justru pada saat itulah, kita menjadi tahu siapa yang setia di jalan Tuhan dan siapa yang menyimpang dari jalan Tuhan. Mereka yang tidak setia di jalan Tuhan akan selamat. Sebaliknya, mereka yang tidak setia akan tergelincir oleh kesalahannya. Tentu kita semua ingin mencapai keselamatan. Oleh karena itu, setialah di jalan Tuhan. Jangan ragu!

Doa Malam 
  
Allah Bapa yang Maharahim, Putra-Mu Yesus menghendaki kami agar cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Maka, tambahkanlah Roh kebijaksanaan-Mu kepada kami agar nyatalah kuasa kasih-Mu dalam diri kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

    
RUAH
 
----------------------------------------------------
 
 
Kami akan melakukan pengadaan organ untuk mendukung kegiatan liturgi/peribadatan. Bagi anda yang berkenan membantu dalam bentuk donasi dana dapat menghubungi kontak.rpg(at)gmail.com 
 

Kamis, 12 Juli 2018 Hari Biasa Pekan XIV

Kamis, 12 Juli 2018
Hari Biasa Pekan XIV
    
“Matahari yang kita lihat setiap hari, selalu disusul oleh kegelapan malam, tetapi Surya Kebenaran tidak pernah terbenam.” (St. Ambrosius)

 

Antifon Pembuka (Hos 11:1.9cd)

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir anak-Ku itu Kupanggil. Aku ini Allah dan bukan manusia. Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu.

Doa Pembuka
  
Allah Bapa Sumber Cahaya Abadi, Engkau selalu memelihara serta memperhatikan siapa pun di dunia ini. Engkau menyampaikan sabda sebagai cahaya di jalan. Kami mohon, semoga mata kami tetap terbuka terhadap Putra-Mu, cahaya kehidupan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Allah mencintai umat pilihan-Nya. Meski berdosa dan berlaku jahat, tetapi Allah tetap memilih dan mengasihi mereka. Belas kasihan-Nya atas Israel lebih besar dari segala dosa mereka.
      

Bacaan dari Nubuat Hosea (11:1,3-4,8c-9)
   
    
"Hati-Ku berbalik dari segala murka."
     
Beginilah sabda Tuhan, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir anak-Ku itu Kupanggil. Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkatnya di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Akulah yang menyembuhkan mereka. Aku telah menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengambil kekang dari rahang mereka, yang membungkuk di hadapan mereka untuk memberi makan. Hatiku berbalik dari segala murka. Belas kasihan-Ku bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala, tidak akan membinasakan Efraim lagi. Sebab Aku ini Allah, dan bukan manusia, Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada ALlah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.
Ayat. (Mzm 80:2ac.3b.15-16)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

Bait Pengantar Injil do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mrk 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
    
Jangan membawa apa-apa, adalah pesan yang diberikan oleh Yesus kepada para murid-Nya. Dengan pesan tersebut, Yesus ingin mendidik para murid untuk percaya hanya pada Allah dan kuasa-Nya.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:7-15)
        
"Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma."
  
Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun kepadanya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kalian dan tidak mendengarkan perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu, dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan
   
   Tuhan hadir bukan untuk menghanguskan atau membinasakan. Ia hadir untuk membawa keselamatan dan damai sejahtera bagi umat-Nya. Sayangnya, kita malahan mengabaikan dan menolak rahmat keselamatan dan damai sejahtera tersebut. Padahal, rahmat keselamatan dan damai sejahtera dari Allah diberikan kepada kita cuma-cuma. Menolak rahmat keselamatan dan damai sejahtera dari Allah sama dengan menolak Allah sendiri. Menolak Allah berarti mendatangkan celaka bagi kita.

Doa Malam
      
Allah Bapa sumber segala pengharapan, semoga sabda-Mu berkarya subur dalam diri kami. Pancarkanlah cahaya pengharapan baru akan kedamaian dalam diri Yesus. Dialah Tuhan, Pengantara kami. 
    
RUAH

Rabu, 11 Juli 2018 Peringatan Wajib St. Benediktus, Abas

Rabu, 11 Juli 2018
Peringatan Wajib St. Benediktus, Abas

“…..Tak ada orang yang dapat menyenangkan Tuhan dan menyenangkan para musuh Tuhan [yaitu Iblis dan para pengikutnya] pada saat yang sama. Ia yang ingin menyenangkan mereka yang menentang Tuhan bukanlah sahabat Tuhan; dan ia yang tunduk/ taat kepada kebenaran akan berjuang melawan mereka yang menentang kebenaran. (St. Gregorius, In Ezechielem homiliae, 9)
  

Antifon Pembuka (lih. Mzm 24:5-6)

Merekalah orang-orang suci yang diberkati Tuhan. Mereka disayangi Allah Penyelamat, sebab angkatan inilah yang mencari Tuhan.

Doa Pagi

Ya Allah, Engkau telah mengutus Putra-Mu kepada kami. Kami mohon, semoga pertentangan-pertentangan yang terjadi dalam rangka menanggapi kedatangan Putra-Mu itu, tidak menghancurkan kami tetapi justru semakin menguji kemurnian dan kesungguhan iman kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Lewat Nabi Hosea, Allah terus mengingatkan orang Israel agar berhati-hati dalam bersikap. Allah juga menasihati agar mereka senantiasa melakukan perbuatan yang tidak bertentangan dengan keadilan. Jika tidak taat, mereka akan hancur binasa.
   

Bacaan dari Kitab Hosea (10:1-3.7-8.12)
   
"Sudah waktunya untuk mencari Tuhan."
    
Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah. Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala. Hati mereka licik, sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya: Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka. Sungguh, sekarang mereka berkata: "Kita tidak mempunyai raja lagi, sebab kita tidak takut kepada TUHAN. Apakah yang dapat dilakukan raja bagi kita?" Samaria akan dihancurkan; rajanya seperti sepotong ranting yang terapung di air. Bukit-bukit pengorbanan Awen, yakni dosa Israel, akan dimusnahkan. Semak duri dan rumput duri akan tumbuh di atas mezbah-mezbahnya. Dan mereka akan berkata kepada gunung-gunung: "Timbunilah kami!" dan kepada bukit-bukit: "Runtuhlah menimpa kami!" Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Carilah selalu wajah Tuhan
Ayat. (Mzm 105:2-3.4-5.6-7)
1. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
2. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mrk 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat; bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
 
Para rasul adalah perpanjangan tangan Yesus. Mereka dipanggil dan diutus untuk meneruskan karya dan misi yang telah dilakukan oleh Yesus di tengah-tengah dunia.

   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:1-7)
   
"Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
   
Pada suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit serta segala kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas, saudaranya; Yakobus, anak Zebedeus dan Yohanes, saudaranya; Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius, pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus, dan Ia berpesan kepada mereka, "Janganlah kalian menyimpang ke jalan bangsa lain, atau masuk ke dalam kota Samaria , melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel . Pergilah dan wartakanlah, 'Kerajaan Surga sudah dekat'."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
Dahulu, bangsa Israel membangun banyak tugu berhala. Mereka menyembah banyak baal. Hati mereka mendua dan jauh dari Allah. Tetapi, Yesus justru sebaliknya. Dia memanggil dua belas rasul (dan banyak orang) untuk menjadi pengikut-Nya. Dua belas rasul itu diutus-Nya untuk mewartakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat dan mengajak banyak orang supaya bertobat dan kembali kepada Allah. Undangan pertobatan tersebut saat ini juga disampaikan kepada kita.  (RUAH)
         
Antifon Komuni (Mat 19:27, 29)

Sungguh Aku bersabda kepada-Mu: Kalian telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku. Kalian akan menerima ganjaran seratus kali lipat dan mewarisi hidup abadi.   
  
Doa Malam 
 
Allah Bapa sumber pengharapan, kami mohon, semoga kami Kauutus membagikan kesehatan dan kebebasan kepada sesama; tetapi semoga lisan kami Kauberi sabda-Mu yang menumbuhkan pengharapan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Seri Alkitab: MENYELISIK MARKUS PENGINJIL

Seri Alkitab
MENYELISIK MARKUS PENGINJIL
Bagian VII – Habis

Syalom aleikhem.
Ke mana Santo Markus? Setelah disebut-sebut oleh kedua rasul besar pilar Gereja, yaitu Rasul Santo Petrus dan Rasul Santo Paulus, dalam surat-surat mereka, Santo Markus seperti tenggelam ditelan gelap. Ya memang, jika kita hanya mengandalkan Alkitab. ‘Kan kita tahu, Alkitab memang tak menuliskan semua hal. Jangankan tentang Santo Markus, tentang Tuhan kita, Yesus Kristus, saja Alkitab ada kalanya tak menulis secara rinci. Itulah gunanya Tradisi Suci. Sungguh tak bisa iman Kristen mengandalkan Alkitab saja. Bukan begitu cara beriman Kristen sejak zaman Para Rasul. Jangan keliru!

Mari lanjut. Riwayat yang dapat kita andalkan untuk menyelisik ke mana Santo Markus adalah yang dikisahkan oleh Santo Jerom alias Santo Ieronimos (ejaan Yunani) a.k.a. Santo Hieronimus (ejaan Latin). Ia mewariskan kisah mengenai Santo Markus sebagaimana dituliskannya dalam kitab De Viris Illustribus (‘Para Lelaki Ternama’) artikel 8 demikian: “Lalu, dengan membawa Injil yang disusunnya sendiri, ia [Markus] pergi ke Mesir dan dengan menjadi orang pertama yang mewartakan Kristus di Alexandria, ia mendirikan sebuah gereja….”

Kesaksian Santo Jerom sejalan dengan kesaksian seorang Bapa Gereja bernama Eusebius yang meriwayatkan Historia Ecclesiastica (‘Sejarah Gerejawi’). Beginilah tertulis dalam kitab itu II.16.1 (buku II, bab 16, ayat 1): “Dan mereka berkata bahwa Markus inilah yang pertama dari yang diutus ke Mesir dan bahwa ia mewartakan Injil yang telah ditulisnya, dan pertama-tama mendirikan gereja-gereja di Alexandria.”

Rupanya Santo Markus pergi ke Mesir. Ia mendirikan Gereja Alexandria. Mengenai akhir hayat Santo Markus, Santo Jerom menulis: “Ia [Markus] meninggal pada tahun kedelapan pemerintahan Nero dan dimakamkan di Alexandria. Annianus melanjutkan kepemimpinannya.”

Sekarang kita tahu bahwa setelah menyertai Para Rasul ke sana ke mari mewartakan Injil, Santo Markus pun mewartakan Injil mengikuti jejak Para Rasul. Ia membuka jalan pewartaan Injil di tanah Afrika, yaitu di Mesir, pertama-tama di kota Alexandria. Kita tahu bahwa karya Para Rasul selalu dilanjutkan oleh pemimpin yang ditunjuk dan sah sebagai pengganti Para Rasul. Demikian pun Santo Markus. Setelah ia tiada, karyanya dilanjutkan oleh penggantinya. Itulah yang disebut suksesi apostolik.

Kita tak akan melangkah lebih jauh membahas perihal ini sebab tulisan ini dimaksudkan sebagai “Seri Alkitab”. Nanti dalam “Seri Tradisi Suci” (bila sudah ada), akan kita bahas perihal yang tak tercatat dalam Alkitab. Dengan ini, penyelisikan mengenai Santo Markus berhenti di sini. Masih banyak informasi yang dapat digali tentu saja. Tapi, ruang ini bukan tempatnya.

Catatan akhir: Gereja Kristen yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik (nama tenarnya “Gereja Katolik”) selalu menjaga warisan iman dari Para Rasul yang tersimpan dalam Tradisi Suci dan Alkitab. Dengan keduanya, lengkaplah dan tangguhlah dan benarlah iman kita. Amin.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Selasa, 10 Juli 2018 Hari Biasa Pekan XIV

Selasa, 10 Juli 2018
Hari Biasa Pekan XIV
  
“Marilah kita merindukan mereka yang ada di luar kawanan sebagai saudara-saudara kita” (St. Agustinus)
   

Antifon Pembuka (Mzm 115:10)

Hai umat Allah, percayalah kepada Tuhan! Dialah pertolonganmu dan perisaimu.

Doa Pembuka
 
Allah Bapa Maha Pengasih, Engkaulah yang menciptakan segala sesuatu yang hidup dan merupakan sumber sukacita. Semoga nama-Mu menjadi kekuatan kami pada saat suka dan duka, pada saat sakit dan sehat. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
 
Relasi antara bangsa Israel dan Allah begitu erat dan kuat. Apa pun yang dilakukannya harus sepengetahuan Allah. Namun, orang Israel lupa akan perjanjiannya dan berpaling kepada allah lain. Allah pun kecewa karena mereka mendua hati.
  

Bacaan dari Kitab Hosea (8:4-7.11-13)
   
"Mereka menabur angin dan akan panen puting beliung."
  
Tuhan bersabda, “Mereka telah mengangkat raja, tapi tanpa persetujuan-Ku. Mereka mengangkat pemuka, tapi tanpa setahu-Ku. Bagi dirinya mereka telah membuat berhala-berhala dari emas dan perak. Maka mereka dibinasakan. Aku menolak anak lembumu, hai Samaria. Murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama orang-orang Israel ini tidak dapat disucikan? Sebab patung anak lembu itu kan dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan remuklah anak lembu Samaria itu! Mereka menabur angin! Maka mereka akan menuai putting beliung. Gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak akan menghasilkan tepung! Dan seandainya menghasilkan, maka orang-orang asing akan menelannya. Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah. Tetapi mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa. Sekalipun Kutuliskan banyak pengajaran baginya semuanya akan mereka anggap sebagai sesuatu yang asing. Mereka menyukai kurban sembelihan. Mereka mempersembahkan daging dan memakannya. Tetapi Tuhan tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Tuhan akan mengingat kesalahan mereka dan menghukum dosa mereka. Mereka harus kembali ke Mesir.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Hai umat, percayalah kepada Tuhan.
Ayat. (Mzm 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10)
1. Allah kita di surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia.
2. Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat; mempunyai telinga, tetapi tdak dapat mendengar; mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium.
3. Mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.
4. Hai Israel, percayalah kepada Tuhan: Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai kaum Harun, percayalah kepada Tuhan! Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

Bait Pengantar Injil do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 10:27)
Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan; Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku
 
Yesus menyembuhkan dan melakukan mukjizat. Dengan kekuatan ilahi-Nya, Yesus menunjukkan bahwa Allah begitu mengasihi manusia dan Ia tidak membiarkan umat kesayangan-Nya terlantar.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:32-38)
  
"Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit."
   
Pada suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara. Maka heranlah orang banyak, katanya, “Hal semacam itu belum pernah dilihat orang di Israel!” Tetapi orang Farisi berkata, “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.” Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah idabat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasih kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata Yesus kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
   
Yesus Kristus adalah Sang Juruselamat Sejati. Setiap orang yang datang kepada-Nya tidak akan ditolak-Nya. Hati-Nya selalu terbuka dan senantiasa menantikan kedatangan anak-anak-Nya, terutama mereka yang miskin dan tersingkir. Meskipun, terkadang justru kitalah yang pergi dan membuat allah-allah lain. Namun, Yesus tetap mencari dan berkeliling untuk memanggil dan menyadarkan kembali umat-Nya supaya berbakti hanya kepada Allah saja.

Doa Malam
 
Allah Bapa sumber cinta kasih, kami bersyukur kepada-Mu atas segala karya dan jasa Putra-Mu. Perkenankanlah hidup kami semakin mirip dengan hidup-Nya dan semoga cinta kasih-Nya menjadi titik tolak segala usaha kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin. 
  
RUAH

Senin, 09 Juli 2018 Hari Biasa Pekan XIV

Senin, 09 Juli 2018
Hari Biasa Pekan XIV

Semakin tinggi kedudukanmu, hendaklah semakin rendah hati! (Paus Klemens I)

Antifon Pembuka (Mzm 145:2-3)

Setiap hari aku hendak memuji Engkau dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji, keagungan-Nya tak terselami.

Doa Pembuka


Allah yang Mahasetia dan penuh kasih, singkirkanlah segala sesuatu yang dapat menodai kesetiaan kami dalam mengabdi-Mu dengan jujur dan penuh bakti. Bantulah kami semua dengan Roh Kudus-Mu agar tetap setia berpaut pada sabda dan perintah cinta kasih-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Hosea (2:13.14b-15.18-19)
       
"Aku akan menjadikan dikau istriku untuk selama-lamanya."
 
Inilah sabda Tuhan, "Aku akan membujuk umat kesayangan-Ku dan membawanya ke padang gurun, lalu berbicara menenangkan hatinya. Di sana ia akan merelakan diri seperti pada masa mudanya, seperti ketika ia berangkat ke luar dari tanah Mesir. Maka pada waktu itu, demikianlah sabda Tuhan, engkau akan memanggil Aku 'Suamiku', dan tidak lagi memanggil Aku 'Baalku'. Aku akan menjadikan dikau istri-Ku untuk selama-lamanya, dan Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang.
Ayat. (Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9)
1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
2. Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
3. Kekuatan karya-karya-Mu yang dahsyat akan dimaklumkan, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. Kenangan akan besarnya kebaikan-Mu akan dimasyhurkan, orang akan bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.
4. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Bait Pengantar Injil do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:18-26)
  
"Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup."

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka Ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan bersama murid-murid-Nya mengikuti orang itu. Pada waktu itu seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karna katanya dalam hati, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling serta orang banyak yang ribut, berkatalah Ia, “Pergilah! Karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


 Injil hari ini bercerita bahwa Yesus mengadakan dua mukjizat: seorang perempuan yang sudah duabelas tahun menderita pendarahan disembuhkan, dan seorang anak perempuan yang mati dibangkitkan kembali. Menurut anggapan orang waktu itu, orang yang terkena atau menyentuh darah dan badan mayat dipandang sebagai najis. Maka kedua orang itu disisihkan dari komunitas, bahkan dari keikutsertaan dalam hubungan mereka dengan Allah. Dibutuhkan acara pemurnian. Tetapi lewat iman, ternyata Yesus membuka kembali hubungan mereka dengan Allah, bukan melalui upacara pemurnian, yang dipimpin oleh imam. Dengan demikian, kuasa Yesus terbukti mengalahkan kematian dan membuka pintu kehidupan baru dengan kekuatan iman. 
 
Iman kepercayaan yang luar biasa besar telah ditunjukkan dalam kisah kebangkitan anak perempuan kepala rumah ibadat dan penyembuhan wanita dari sakit pendarahan. Kepala rumah ibadat itu sebenarnya tahu bahwa anaknya sudah meninggal, tetapi ia tetap percaya bahwa Yesus dapat mengembalikan hidupnya. Sedangkan wanita yang sakit pendarahan, dari kedalaman hatinya ia berkata asal menjamah jubah-Nya ia akan sembuh. Marilah kita bertekun dengan doa permohonan. Kita dapat berdoa kepada Tuhan untuk memohon suatu keperluan pribadi atau diri sendiri, tetapi juga dapat memohonkan bagi keperluan orang lain. Inilah pentingnya mendoakan sesama kita, mendoakan orang lain. Barangkali kita terlalu banyak berdoa untuk diri sendiri.
 

RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy