Jumat, 26 Desember 2008

Jumat, 26 Desember 2008
Pesta St. Stefanus,
Martir Pertama


Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kisah Para Rasul (6:8-10;7:54-59)

"Aku melihat langit terbuka."

Sekali peristiwa, Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut orang Libertini. - Anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. - Mereka tampil bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serempak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ke dalam tangan-Mu Tuhan, kuserahkan nyawaku.
Ayat. (Mzm 31:3cd-4.6.8ab.16bc.17)
1. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
2. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku.
3. Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku! Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Alleluya.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:17-22)

"Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja."

Pada waktu mengutus murid-murid-Nya, Yesus berkata, "Waspadalah terhadap semua orang! Sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama; dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semua itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu; Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan menyerahkan anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan



Stefanus adalah seorang beriman yang amat hebat. Ia menjalankan dan melakasanakan kehendak Allah secara luar biasa sampai kematiannya. Meskipun dalam situasi penganiayaan yang luar biasa, ia tetap yakin dan percaya bahwa Allah ada di dalam hati dan dirinya. Keyakinan itu tidak mengubah dirinya meskipun banyak orang menawarkan banyak hal kepadanya supaya ia meninggalkan imannya akan Yesus. Karena keteguhan dan kekuatan imannya itulah ia kemudian dirajam sampai mati oleh orang-orang Yahudi yang disaksikan oleh Saulus.

Kepercayaan yang begitu mendalam terhadap Yesus sudah mendarah daging dalam diri Stefanus. Hal itu memang sudah seperti yang dikatakan oleh Yesus sendiri dalam Injil hari ini. Siapa pun yang mengandalkan Allah, ia tidak akan takut menghadapi apa pun, sekalipun ia harus mati.

Daya dan kekuatan serta kepercayaan Stefanus itu dapat menjadi daya pendorong dan peneguh bagi kita dalam kehidupan di dunia ini. Mau tidak mau, arah dan tujuan hidup kita sudah jelas, yaitu hanya Allah dan kepada Allah saja kita persembahkan diri kita ini sebagai manusia. Maka, meneladani Stefanus sebagai martir pertama berarti kita menjadi orang yang semakin mau dekat dan lekat pada Yesus sendiri, apa pun risiko yang harus kita hadapi.


Yesus, jadikanlah aku kuat seperti Santo Stefanus dalam kepercayaan ini sehingga di mana pun aku berada, aku akan tetap setia kepada-Mu. Amin.

Bacaan KS: Inspirasi Batin

Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian



Photobucket