Senin, 05 Oktober 2009 :: Hari Biasa Pekan XXVII

Senin, 05 Oktober 2009
Hari Biasa Pekan XXVII

Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal -- Yoh 5.24

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang penuh kasih sayang, Engkau selalu menghendaki yang baik bagi manusia, bukan yang jahat, Engkau tak hendak menyerahkan kami kepada penderitaan dan maut, tetapi memperuntukkan kami bagi kebahagiaan. Kami mohon, berilah kami nafas kehidupan baru, bila tertimpa oleh kesesakan, kuatkanlah mereka yang saat ini sedang menderita sakit, dan menghadapi bencana. Semoga bersama Kristus para penderita dan korban bencana dapat menghadapinya dengan sabar. Bangkitkanlah kami semua untuk kehidupan bersama Engkau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persekutuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Yunus (1:1-17;2:10)

"Yunus siap melarikan diri dari hadapan Tuhan."

Datanglah sabda Tuhan kepada Yunus bin Amitai demikian, "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan berserulah terhadap mereka, sebab kejahatannya telah sampai kepada-Ku." Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Ia pergi ke Yafo, dan di sana mendapat sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Tetapi Tuhan menurunkan angin ribut ke laut; lalu terjadilah badai besar sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. Awak kapal menjadi takut; masing-masing berteriak kepada allahnya, dan mereka membuang segala muatan ke dalam laut untuk meringankan kapal. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah, dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. Datanglah nahkoda mendapatkannya sambil berkata, "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allahmu itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa." Lalu berkatalah mereka satu sama lain, "Marilah kita buang undi, supaya kita tahu, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini." Mereka lalu membuang undi, dan Yunuslah yang kena. Maka berkatalah mereka kepadanya, "Beritahu kami, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang? Manakah negerimu dan dari bangsa manakah engkau?" Sahut Yunus kepada mereka, "Aku ini seorang Ibrani. Aku takwa pada Tuhan, Allah yang menguasai langit, yang telah menjadikan laut dan daratan." Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya, "Apa yang telah kauperbuat?" Sebab orang-orang itu tahu, bahwa ia telah melarikan diri, jauh dari hadapan Tuhan. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. Bertanyalah mereka, "Akan kami apakan dikau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi? Sebab laut semakin bergelora." Sahut Yunus kepada mereka, "Angkatlah aku dan campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kalian lagi. Sebab aku tahu, karena akulah badai besar ini menyerang kalian." Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. Lalu berserulah mereka kepada Tuhan, katanya, " Ya Tuhan, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini, dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, Tuhan, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki." Kemudian mereka mengangkat Yunus dan mencampakkannya ke dalam laut. Maka laut berhenti mengamuk. Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada Tuhan, lalu mempersembahkan kurban sembelihan kepada Tuhan serta mengikrarkan nazar. Maka atas penentuan Tuhan datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus. Dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Lalu bersabdalah Tuhan kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Antar Bacaan
Ref. Engkau mengangkat nyawaku dari dalam liang kubur.
Ayat. MT (Yunus 2:2-4.7)

1. Dalam kesusahanku aku berseru kepda Tuhan, dan Ia menjawab aku. Dari tengah-tengah alam maut aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
2. Engkau telah melemparkan daku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.
3. Aku berkata, "Telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?"
4. Ketika jiwaku letih lesu dalam diriku, teringatlah aku kepada Tuhan, maka sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan; yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:25-37)

"Siapakah sesamaku?"

Pada suatu ketika, seorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus, "Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya, "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya, "Benar jawabmu itu. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata lagi, "Dan siapakah sesamaku manusia?" Jawab Yesus, "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulnya, dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasih. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya, 'Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali.' Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu, "Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya." Yesus berkata kepadanya, "Pergilah, dan lakukanlah demikian!"
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Yesus kembali dijebak dengan serangkaian pertanyaan. Tiga kejutan dari Yesus. Pertama, hidup kekal tidak pernah terpisah dari kasih terhadap sesama. Kedua, identitas atau status tidak secara otomatis menjadikan seseorang itu baik. Ketiga, belas kasihan adalah ciri seseorang yang menjadi sesama bagi orang lain. Tidak hanya itu. Belas kasihan mendorong orang untuk memberikan banyak agar bisa menolong sampai tuntas. Belas kasihan bisa mengalahkan perhitungan untung-rugi. Kita menjadi sesama bagi seseorang kalau kita berani menanggung rugi demi dia.

Yunus lari dari Tuhan, tetapi kehendak Tuhan tidak bisa digagalkan. Orang-orang di kapal itu justru akhirnya mengakui kebesaran Tuhan dan mempersembahkan kurban kepada-Nya. Seperti Yunus, mungkin kita takut untuk taat, karena sebenarnya kita takut kehilangan harga diri kita. Kita takut kalau-kalau ketaatan kita kepada Tuhan justru akan mempermalukan kita. Maka, lebih baik cari aman, menjauh dari Tuhan. Syukurlah, Tuhan tidak pernah kehilangan akal. Tuhan begitu cerdik sehingga ketakutan kita yang ingin lari ini masih bisa dijadikan berkat.

Doa: Yesus, aku berpegang pada-Mu. Engkaulah jaminan harga diriku yang sejati. Ajari aku untuk berbelas kasih tanpa mengharapkan upah. Amin.
Ziarah Batin 2009 Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian 05 - 11 Oktober 2009

Bacaan Harian 05 - 11 Oktober 2009

Senin 05 Oktober 2009 : Hari Biasa Pekan XVII (H)
Yun. 1:1-17; 2:10; MT Yun. 2:2-4.7; R 7c; Luk. 10:25-37


Allah adalah murah hati. Seluruh hidup kita dengan segala aspeknya adalah karena kemurahan hati-Nya. Ia juga menghendaki kita hidup dalam kemurahan hati yang telah Ia wariskan itu. Maka, tengoklah sekeliling, mungkin di sana ada orang-orang yang membutuhkan kemurahan hati kita.

Selasa 06 Oktober 2009 : Hari Biasa Pekan XVII (H)
Yun. 3:1-10; Mzm. 130:1-2.3-4ab.7-8; Luk. 10:38-42


Ada banyak cara melayani Tuhan sesuai dengan talenta dan anugerah yang kita miliki. Yang terpenting adalah melakukannya dengan sepenuh hati. Jadi, tidak perlu memaksa diri untuk melakukan berbagai pelayanan seperti orang lain; tidak perlu juga menunut orang lain untuk melakukan seperti yang kita lakukan.

Rabu 07 Oktober 2009 : Pw S. Maria Ratu Rosario (P)
Yun. 4:1-11; Mzm. 86:3-4.5-6.9-10; Luk. 11:1-4

Doa Bapa Kami adalah doa yang begitu indah. Daraskan doa itu dengan perlahan dan penuh penghayatan. Lakukan berulang-ulang, maka kita akan mengalami rahmat yang mengubah ’hidup’ kita. Satu hal pasti, ada sukacita yang penuh. Cobalah!

Kamis 08 Oktober 2009 : Hari Biasa Pekan XVII (H)
Mal. 3:13-20a; Mzm. 1:1-2.3.4.6; Luk. 11:5-13

Berdoalah dengan tak jemu-jemu. Ia pasti mengulurkan tangan untuk orang yang menyerahkan hidup pada-Nya dan hanya mengandalkan Dia. Tapi sadarilah: Ia hanya akan mengabulkan doa-doa permohonan yang memang akan baik bagi kita! Ia tidak akan memberikan batu atau kalajengking yang mencelakakan.

Jumat 09 Oktober 2009 : Hari Biasa Pekan XVII (H)
Yl 1:13-15; 2: 1-2; Mzm. 9:2-3,6,16:8-9; Lukas 11: 15-26

Bila kita menyediakan tempat dalam hidup kita untuk bercokolnya iblis, maka iblis akan mengajak teman-temannya untuk pesta di dalam diri kita dan mereka akan semakin menguasai kita. Maka, sekecil apa pun tawaran iblis, harus kita tolak. Sekali terjerumus, bersiaplah untuk tenggelam.

Sabtu 10 Oktober 2009 : Hari Biasa Pekan XVII (H)
Yl 3:12-21; Mzm. 97:1-2,5-6,11-12; Luk 11: 27-28

Orang yang hanya digerakkan oleh keinginan-keinginan pribadinya adalah orang yang sedang merintis jalan menuju hutan belantara penuh kegelapan. Jangan biarkan diri kita tersesat! Pegang kompas Firman Allah dan ikuti, maka kita pasti akan sampai pada tempat yang terang, damai dan sukacita.

Minggu 11 Oktober 2009 : Hari Minggu Biasa XXVIII (H)
Keb. 7:7-11; Mzm. 90:12-13, 14-15,16-17; Ibr 4:12-13; Mrk. 10:17-30 (Mrk. 10:17-27)

Orang yang hanya digerakkan oleh keinginan-keinginan pribadinya adalah orang yang sedang merintis jalan menuju hutan belantara penuh kegelapan. Jangan biarkan diri kita tersesat! Pegang kompas Firman Allah dan ikuti, maka kita pasti akan sampai pada tempat yang terang, damai dan sukacita.