Minggu, 18 Oktober 2009 :: Hari Minggu Biasa XXIX

Minggu, 18 Oktober 2009
Hari Minggu Biasa XXIX (Hari Minggu Evangelisasi)

“MEMINUM CAWAN DAN MENERIMA PEMBAPTISAN”

Renungan

Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,

Hari ini adalah Hari Minggu Evangelisasi. Kata Euaggelion berarti Kabar Yang Baik. Tema Hari Minggu Evangelisasi ini adalah ”Bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahaya-Nya” (Why 21:24). Paus Benediktus XVI dalam suratnya menegaskan bahwa tujuan misi Gereja adalah menerangi semua umat manusia yang sedang mengarungi sejarah kehidupan menuju Allah di bawah panduan cahaya Injil sehingga di dalam Dia, mereka menjadi penuh dan lengkap. Dalam perspektif inilah para murid Kristus menyebar dalam seluruh karya dunia, berusaha mengatasi beban penderitaan, mempersembahkan hidup mereka. Semua umat beriman, karena pembaptisan, memiliki ”tugas” untuk menjadi pewarta Kabar Yang Baik (Redemptoris Missio no. 71). Prasyarat menjadi seorang pewarta adalah meminum cawan, menerima pembaptisan, melayani, dan memberikan nyawa untuk tebusan bagi banyak orang (Mrk 10:35-45). Sanggupkah kita melakukan prasyarat ini?

Yakobus dan Yohanes meminta kepada Yesus supaya mereka diperkenankan duduk di sisi kanan dan kiri dalam kemuliaan-Nya kelak. Menanggapi permintaan ini, Yesus menjawab, ”Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?” (ayat 38). Meminum cawan berarti berani mengalami penderitaan, menerima cemoohan. Keyakinan semitis bahwa isi dari cawan berasal dari Yang Ilahi. Apabila isi cawan tidak diminum maka seluruh umat manusia akan mengalami penderitaan. Inilah makna simbolis dari meminum cawan. Bagi Yesus belumlah cukup dengan meminum cawan tetapi para murid harus menerima pembaptisan. Pembaptisan dalam konteks ini berarti berani menerima penderitaan yang membawa maut. Yesus meminum cawan penderitaan sampai tuntas bahkan wafat di kayu salib. Dengan menerima penderitaan dan wafat, Yesus bangkit. Kebangkitan Tuhan Yesus menjadi Terang untuk semua umat manusia. Terang kebangkitan inilah yang harus menjadi isi pewartaan.

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (ayat 45). Jiwa seorang pewarta adalah memberi dan melayani. Hidup seorang pewarta bukan demi dirinya sendiri tetapi untuk orang lain. Yesus memberikan nyawa-Nya untuk menebus umat manusia. Memberikan nyawa berarti memberikan diri sepenuhnya, memiliki komitmen yang total, apabila perlu mengurbankan nyawa. Jalan pewartaan kita adalah pemberian diri-komitmen yang total, pengurbanan diri, dan kesetiaan akan iman Katolik serta panggilan hidup kita.



Salam dan berkat.


Pastor L. Setyo Antoro, SCJ.

http://www.st-stefanus.or.id

Sabtu, 17 Oktober 2009 :: Pw. St. Ignatius dari Antiokhia, Uskup, Martir

Sabtu, 17 Oktober 2009
Pw. St. Ignatius dari Antiokhia, Uskup, Martir


Doa Renungan


Allah Bapa yang mahabaik, terima kasih atas anugerah hidup yang telah Kaulimpahkan kepada kami. Bimbing dan sertailah kami agar kami semakin hormat dan mengakui bahwa Engkaulah satu-satunya Allah yang hidup dan mengakui Putera-Mu sebagai Juru Selamat kami serta Roh Kudus yang senantiasa menyertai hidup kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.Amin.

Abraham sungguh percaya pada Allah. Sebab Allah selalu setia pada janji-Nya. Dia akan menepati janji-Nya tepat pada waktunya; tidak terlalu cepat, tapi sekaligus tidak pernah terlambat. Perjuangan iman seperti itulah yang sungguh mempunyai makna bagi kehidupan.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (4:13.16-18)

"Sekalipun tidak ada dasar untuk berhara, Abraham berharap dan percaya."

Saudara-saudara, bukan karena hukum Taurat, Abraham dan keturunannya diberi janji bahwa mereka akan memiliki dunia, melainkan karena kebenaran atas dasar iman. Kebenaran yang berdasarkan iman itu merupakan kasih karunia belaka. Maka janji kepada Abraham itu berlaku bagi semua keturunannya, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, melainkan juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab di hadapan Allah Abraham adalah bapa kita semua seperti ada tertulis, "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapak banyak bangsa." Kepada Allah itulah Abraham percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang dengan sabda-Nya menciptakan yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekali pun tidak ada dasar untuk berharap, Abraham toh berharap dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, sebab Allah telah bersabda kepadanya, "Begitu banyaklah nanti keturunanmu."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.
Ayat.
(Mzm 105:6-7.8-9.42-43)
1. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya!! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
2. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
3. Sebab Tuhan ingat akan firman-Nya yang kudus, yang disampaikan-Nya kepada Abraham, hamba-Nya. Ia menuntun umat-Nya keluar dengan kegirangan, dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Roh Kebenaran akan memberi kesaksian tentang Aku, dan kalian pun harus memberi kesaksian, sabda Tuhan.

Dosa kepada Roh Kudus merupakan dosa final. Sebab mengingkari kekuatan Roh berarti mengingkari seluruh kebenaran iman. Roh Kuduslah yang meneguhkan pengakuan orang beriman akan Yesus Kristus.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:8-12)


"Roh Kudus akan mengajarkan kepadamu apa yang harus kamu katakan."

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, akan diakui pula oleh Anak Manusia di depan para malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal pula di depan para malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni. Tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, tidak akan diampuni. Apabila kalian dihadapkan kepada majelis atau pemerintah, atau penguasa, janganlah kalian kuatir bagaimana dan apa yang harus kalian katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajarkan kepadamu apa yang harus kalian katakan."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan


Akan ada saat ketika kita dihadapkan pada pilihan: tetap mengakui Yesus, atau memilih untuk aman dengan tidak mengakui-Nya? Dalam situasi terdesak, kita bisa lupa untuk meminta terang dari Tuhan melalui Roh Kudus-Nya. Inilah tindakan yang menghujat Roh Kudus. Sebab dengan itu kita meremehkan kemampuan Roh Kudus. Sering kali kita menginginkan sebuah jawaban cepat dan tepat. Kita tidak selalu sabar untuk menunggu sampai Roh Kudus mengajarkan kepada kita tentang apa yang harus kita pilih dan lakukan. Akibatnya, pilihan kita justru keliru.


Tidak ada jaminan pasti untuk kesetiaan sebuah cinta di antara sesama manusia. Kerap terjadi bahwa orang bisa melanggar janji kesetiaan karena hal-hal sepele. Itulah perbedaan antara janji manusia dan janji Tuhan. Hanya Tuhan yang tidak pernah lalai memegang dan memenuhi janji. Ini yang diyakini oleh Abraham sehingga ia berani tetap bertahan meskipun tampaknya tidak ada dasar untuk percaya. Karena ketahanannya itulah pemenuhan janji Tuhan dirasakan oleh semua keturunannya. Tanpa kita sadari, sering kali akibat dari kesetiaan atau ketidaksetiaan kita akan dirasakan oleh banyak orang sesudah kita.

Doa: Yesus, Engkau selalu ingat akan janji-Mu. Bantulah aku untuk bersabar dan berani terus berharap. Buatlah aku selalu terbuka pada Roh Kudus. Amin.


Ziarah Batin 2009, Renungan dan Catatan Harian