Minggu, 10 Januari 2010 Pesta Pembaptisan Tuhan

Minggu, 10 Januari 2010
Pesta Pembaptisan Tuhan

Doa Renungan

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah memaklumkan Yesus Krisus sebagai Putra-Mu, ketika sesudah pembaptisan-Nya di Sungai Yordan Ia keluar dari air, dengan disaksikan oleh Roh Kudus yang turun pada-Nya seperti burung merpati. Kami pun telah Kauangkat menjadi putra dan putri-Mu, ketika kami dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus. Kami mohon, semoga kami tetap setia dan hidup pantas sebagai putra dan putri-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami.

Pengantar

Pada hari Natal dan Penampakan Tuhan kita mengenangkan kedatangan Tuhan di tengah-tengah kita dalam diri Yesus dari Nazaret. Masa kanak-kanak-Nya merupakan masa persiapan hidup sebagai orang dewasa. Pembaptisan-Nya oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, adalah permulaan tugas-Nya melayani orang lain. Sebagai utusan Bapa Ia akan membawa warta. Tetapi Ia akan melaksanakan dahulu apa yang akan diwartakan-Nya. Ia takkan berseru dan berteriak-teriak. Ia takkan memotong rumput yang terkulai, tetapi akan berkeliling sambil berbuat baik. Dan sebagai seorang hamba akan mengabdikan diri pada cita-cita-Nya.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yesaya (40:1-5.9-11)

"Kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya."

Tuhan bersabda, "Hiburkanlah, hiburkanlah, umat-Ku, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa penghambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya. Ada suara yang berseru-seru, "Di padang gurun persiapkanlah jalan untuk Tuhan, di padang belantara luruskanlah jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup dan setiap gunung dan bukit diratakan, tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemulaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh Tuhan sendiri telah mengatakannya."
Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi. Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, "Lihat, itu Allahmu!" Lihat, itu Tuhan Allah, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 863
Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah!
Ayat. (Mzm 104:1b-2.3-4.24-25.27-28.29-30)
1. Tuhan, Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak, berselimutkan terang ibarat mantol. Engkau membentangkan langit laksana tenda.
2. Engkau mendirikan bangsal-bangsal megah di atas air; awan-awan Kaujadikan kendaraan dengan bersayapkan langit! Engkau melayang-layang; Angin Kaujadikan suruhan, dan api menyala Kaujadikan pelayan.
3. Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak binatang-binatang kecil dan besar, tidak terbilang banyaknya.
4. Semuanya menantikan Engkau, untuk mendapatkan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.
5. Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka kebingungan, apabila Engkau mengambil Roh-Mu, matilah mereka dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim Roh-Mu, mereka tercipta kembali, dan Engkau membaharui muka bumi.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (2:11-14.3:4-7)

"Kita diselamatkan berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus."

Saudaraku terkasih, karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 957
Ref. Alleluya, Allelya
Ayat. Langit terbuka, dan terdengarlah suara Bapa, "Inilah Anak yang Kukasihi; dengarkanlah Dia!" (Mrk 9:6)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (3:15-16.21-22)

"Ketika Yesus sesudah dibaptis sedang berdoa, terbukalah langit."

Pada waktu itu orang banyak sedang menanti-nanti penuh harapan serta bertanya-tanya dalam hati, kalau-kalau Yohanes itu Al-masih. Maka Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu, "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripadaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis, dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Rekan-rekan yang budiman!
Luk 3:15-16.21-22 yang dibacakan hari Minggu tgl. 10 Januari 2010 ini menampilkan peristiwa Yesus dibaptis. Maknanya akan menjadi lebih jelas bila dibaca dengan latar kehidupan umat Perjanjian Lama, khususnya yang tercermin dalam bacaan pertama (Yes 40:1-5.9-11) dan kehidupan orang kristen awal seperti tampak dalam bacaan kedua (Tit 2:11-14; 3:4-7).

KEKUATAN-KEKUATAN ILAHI MENYERTAI UMATNYA

Pengalaman terpaksa tinggal di negeri Babilonia membuat umat Israel tidak lagi dapat membanggakan diri sebagai umat pilihan, apalagi sebagai bangsa yang jaya. Mereka menyadari betapa terpuruknya negeri mereka tanpa bisa berbuat banyak. Namun pengalaman itu juga memurnikan kepercayaan mereka. Perlahan-lahan muncul kesadaran bahwa Tuhan yang dulu memerdekakan mereka dari Mesir kini juga akan memimpin mereka keluar dari kesesakan batin. Yes 40:1-5 menyampaikan firman Tuhan yang menitahkan kekuatan-kekuatan ilahi (lihat uraian Minggu Adven kedua, 6 Desember 2009) untuk menghibur umat. Dalam ungkapan Ibraninya, firman Tuhan itu berbunyi "Ubahlah cara berpikir umatKu! Ya, ubahlah!". Kekuatan-kekuatan ilahi diminta agar membesarkan hati umat yang merasa terhukum itu dan menolong mereka sehingga dapat mulai meniti jalan ke kemerdekaan batin dan mengenali kembali betapa Tuhan masih tetap dekat. Dalam ayat 9-11 bahkan ada seruan kepada Sion/Yerusalem untuk menyampaikan kabar gembira tadi juga kepada semua penghuni Yehuda. Pada akhir ayat 11 muncul gambaran Tuhan sebagai gembala yang penuh perhatian dan menyayangi umatNya. Bacaan pertama ini mengajak orang agar mengambil haluan baru. Dan orang pasti mampu karena kekuatan-kekuatan ilahi sendiri menyertai mereka. Apa hubungan warta seperti ini dengan peristiwa Yesus dibaptis? Marilah kita dalami peristiwa ini.

YESUS DIBAPTIS

Injil Markus, Lukas dan Matius sama-sama memberitakan peristiwa Yesus dibaptis. (Dalam Injil Yohanes peristiwa itu dapat disimpulkan dari kata-kata Yohanes Pembaptis Yoh 1:32-33.)

1. Laporan paling ringkas dan paling awal diberikan oleh Markus (Mrk 1:9-11) yang memuat tiga hal ini: (i) Yesus dibaptis oleh Yohanes di Yordan, (ii) sewaktu keluar dari air ia melihat langit terbelah dan Roh turun kepadanya seperti burung merpati, maksudnya kekuatan surga yang dahsyat tampil dalam ujud yang lembut, (ii) saat itu juga ada suara dari langit mengatakan "Engkau anakKu yang terkasih, kepadamulah Aku berkenan". Dalam peristiwa ini diperkenalkan siapa Yesus itu kepada umat manusia. Dalam diri Yesus hadir kekuatan-kekuatan surgawi. Injil Matius dan Lukas menyampaikan kembali bahan Markus ini dan menerapkannya bagi pendengar mereka masing-masing.

2. Selain mengutarakan kembali ketiga hal yang dilaporkan Markus tadi, Matius (Mat 3:13-17) menambahkan percakapan antara Yohanes Pembaptis dan Yesus (ayat 14-15). Yohanes mengatakan ia sendirilah yang perlu dibaptis oleh Yesus. Namun Yesus menjawab semua ini terjadi untuk menggenapkan kehendak Allah. Percakapan ini dimaksud untuk menjernihkan pertanyaan apakah Yohanes lebih besar daripada Yesus. Hal serupa sebetulnya sudah diungkapkan dalam kata-kata Yohanes sebelumnya dalam Mat 3:11-12 (Mrk 1:7-8 Luk 3:15-17 bdk. Yoh 1:29-34), yakni bahwa yang akan datang itu lebih besar dari pada Yohanes sendiri.

3. Lukas (Luk 3:21-22) sama-sama menceritakan kembali ketiga hal yang disampaikan Markus tetapi juga menambahkan bahwa Yesus dibaptis setelah semua orang lain menerima baptisan. Kiranya Lukas hendak menanggapi persoalan di kalangan umatnya yang bertanya-tanya apakah Yesus sama seperti orang-orang yang datang minta dibaptis. Dengan mengatakan peristiwa itu terjadi setelah orang-orang lain dibaptis, Lukas menyarankan bahwa baptisan Yesus berbeda. Kedatangan Roh dan terdengarnya sabda ilahi membuat peristiwa ini khas. Selain itu Lukas juga menyebutkan bahwa Yesus sedang berdoa ketika langit terbuka.

Dalam generasi selanjutnya pertanyaan yang dihadapi Matius dan Lukas itu tidak lagi hangat dan orang mulai melihat baptisan Yesus sebagai ungkapan rasa sepenanggungan dengan orang-orang yang hati nuraninya tersentuh oleh ajakan Yohanes Pembaptis. Lebih tajam lagi, orang mulai paham bahwa kini Tuhan sendiri datang menyertai umatNya dengan kekuatan-kekuatannya, seperti diserukan dalam Yes 40:1-5 tadi.

Konteks kisah Yesus dibaptis ini ialah ajakan Yohanes Pembaptis kepada orang banyak untuk bertobat, untuk berganti haluan hidup, sehingga mendapat penghapusan dosa. Penghapusan dosa di sini berarti memperoleh kembali kemerdekaan batin yang bakal membuat orang bisa berbesar hati. Banyak orang yang mengikuti seruan Yohanes itu. Suatu saat datang pula Yesus dan ikut dibaptis. Dalam peristiwa itu langit terbelah, Roh Kudus turun, dan terdengar sabda ilahi mengatakan Yesus itu putra terkasih, ia mendapat perkenan dari atas. Bila dibaca dalam konteks peristiwa pembaptisan orang banyak, peristiwa pembaptisan Yesus ini memperlihatkan datangnya kekuatan-kekuatan ilahi bersama sang putra terkasih untuk menyertai perjalanan umat yang telah menyatakan kesediaan untuk berganti haluan tadi. Inilah yang dimaksud dengan "agar kehendak Allah digenapkan" (Mat 3:15). Yesus ini orang yang sedemikian dekat dengan kehadiran ilahi sendiri sehingga menurut kata-kata Markus, "Ia melihat" langit terbuka dan Roh Allah turun..

BERDOA: MENGAKRABI YANG TAK KASAT MATA

Lukas mengatakan semua ini terjadi ketika Yesus "sedang berdoa" (Luk 3:21), artinya, ketika ia membiarkan kekuatan-kekuatan ilahi datang merasuki kehidupannya. Bila kita dapat bertanya kepada Yesus apa ia betul-betul melihat dengan mata kepala sendiri bahwa langit terbuka seperti dilaporkan Markus dan Matius, amat boleh jadi ia akan tersenyum penuh pengertian dan mengajak kita mendengarkan Lukas. Di situ "melihat" diungkapkan kembali oleh Lukas sebagai "berdoa". Dan terbelahnya langit, turunnya Roh, dan terdengarnya suara dari langit semuanya ditaruh dalam rangka "berdoa" tadi. Bagi Lukas berdoa menjadi indra rohani yang memungkinkan orang mencerap hal-hal yang tak kasat mata yang datang dari dunia ilahi.

DIBAPTIS MENJADI PENGIKUT KRISTUS

Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa ia membaptis dengan air, sedangkan yang akan datang nanti akan membaptis dengan Roh dan api. Air membersihkan. Tetapi air hanya membersihkan bagian luar, air menandai. Bukan mengubah seluruhnya. Api memurnikan luar dalam. Api dapat mengubah secara utuh. Ini bahasa kiasan. Namun bahasa seperti ini menolong kita mengerti dan membicarakan hal-hal yang dengan cara lain sulit dipahami, apalagi dikomunikasikan. Baptisan dengan Roh artinya baptisan yang memberi kekuatan menempuh hidup baru yang diniatkan orang dipermandikan.

Pada zaman Yesus baptisan yang dikenal ialah baptisan Yohanes Pembaptis. Baptisan yang diumumkan Yohanes ini sebetulnya bukan barang baru lagi pada waktu itu. Para pertapa di Qumran sudah menjalankannya. Juga kelompok-kelompok orang saleh waktu itu menyatakan niat pembaharuan hidup mereka dengan baptisan. Nanti bila Yesus membaptis, ia tentunya juga membaptis orang seperti Yohanes seperti dapat disimpulkan dari Yoh 3:22-23. Dan sewaktu masih ada bersama Yesus, murid-muridnya pun membaptis (lihat Yoh 4:2), tentunya menurut baptisan Yohanes juga. Baru setelah peristiwa kebangkitan, baptisan di kalangan pengikut Yesus menjadi lebih khas. Ini tercermin dalam ajakan agar murid-murid membaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (Mat 28:19). Dalam tradisi Kisah Para Rasul, baptisan dijalankan dalam nama Yesus (Kis 8:16; 10:48; 19:5) dalam arti orang menggabungkan diri dengan pengikut-pengikut Yesus. Karena Yesus tidak lagi ada bersama mereka secara fisik, maka baptisan ini disebut baptisan dalam Rohnya, yakni Roh Kudus (Kis 1:5; 11:16) yang membawakan hidup baru. Paulus menjelaskan bahwa menjadi pengikut Kristus dengan ikut dibaptis karena tindakan ini melambangkan keikutsertaan di dalam penderitaan, kematian, dan kebangkitannya. Dalam surat kepada Titus yang dibacakan hari ini, khususnya Tit 3:5 Paulus menegaskan bahwa dibaptis berarti lahir kembali, mendapat pembaharuan hidup dalam Kristus.

Salam hangat,
A. Gianto