Selasa, 12 Januari 2010 Hari Biasa Pekan I

Selasa, 12 Januari 2010
Hari Biasa Pekan I

Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa (Mrk 1:21-28)

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahabaik, sungguh agung karya-Mu ya Tuhan diantara umat manusia yang hidup dalam rahmat. Engkau memanggil kami semua keluar dari kegelapan untuk dapat hidup dalam terang. Maka, kini kami buka hati dan telinga agar mampu mendengarkan dan menangkap dengan cermat segala sabda yang menuntun kami pada hidup sejati. Jadikan kami teguh dalam komitmen, menghayati iman dengan jujur dan rendah hati, sehingga semakin banyak orang mengenal dan merasakan kasih-Mu dalam hidup mereka. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (1:9-20)

"Tuhan mengabulkan doa Hana, dan ia melahirkan Samuel."

9 Sekali peristiwa setelah keluarga Elkana makan dan minum di rumah Allah di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN, 10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. 11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya." 12 Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; 13 dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk. 14 Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu." 15 Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. 16 Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama." 17 Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya." 18 Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi. 19 Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya. 20 Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN."
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Antar Bacaan
Ref. Hatiku bersukaria karena Tuhan penyelamatku.
Ayat. (1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd)
1.Hatiku bersukaria karena Tuhan, aku bermegah-megah karena Allahku. Mulutku mencemoohkan musuhku, aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
2.Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah, tetapi yang dulu lapar kini beroleh istirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.
3.Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Ia berkuasa menurunkan kea lam maut dan mengangkat dari sana . Tuhan membuat miskin dan membuat kaya, Ia merendahkan dan meninggikan juga.
4. Ia menegakkan orang hina dari dalam debu dan mengangkat orang miskin dari Lumpur, untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan dan memberi dia kursi kehormatan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagaimana sebenarnya, sebagai Sabda Allah.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:21b-28)


"Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa."

Pada suatu malam Sabat, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di kota Kapernaum dan mengajar di sana . Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, "Apa urusanmu dengan kami, hai Yesus orang Nazareth ? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: yakni Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, "Diam, keluarlah daripadanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar daripadanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, "Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

Yesus mengajar dengan penuh kuasa. Dengan sepatah kata, Ia mengusir roh jahat yang mengganggu manusia. Dari mana kuasa itu diperoleh-Nya? Pertama-tama karena memang Ia adalah Putra Allah Yang Mahatinggi yang selalu hidup dalam persatuan dengan Bapa-Nya di surga. Karena Yesus bersatu dengan Bapa di surga, Ia memiliki kuasa-kuasa itu. Namun, sebagai manusia, Ia juga adalah Sang Mesias, Orang Yang Diurapi, artinya diurapi dengan Roh Kudus secara penuh. Dan seperti kata Injil Yohanes, dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia (lih. Yoh 1:16). Oleh sebab itu, orang-orang yang sungguh-sungguh bersatu dengan Yesus juga akan menerima kuasa yang dimiliki Yesus itu, yaitu kuasa untuk hidup sebagai anak-anak Allah dan kuasa untuk melakukan karya-karya Allah.

Untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan, kita membutuhkan Roh Kudus, sebab tidak seorang pun dapat berkata bahwa Yesus adalah Tuhan kecuali dalam Roh Kudus (bdk. 1Kor 12:3). Kemudian, dalam Yohanes 14:12, Yesus juga bersabda: ”Barangsiapa percaya kepada-Ku, akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu”.

Ya Tuhan, kirimkanlah kepadaku insan-insan Allah yang penuh dengan Roh Kudus supaya dapat menunjukkan jalan keselamatan kepadaku; dan pada waktunya, jadikanlah aku insan Allah pula. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Bagikan